Kabupaten Muara Enim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Muara Enim

كابوڤاتين موارا آنيم
Lambang Kabupaten Muara Enim
Lambang
Motto: 
Serasan Sekundang
Lokasi Sumatera Selatan Kabupaten Muara Enim.svg
Kabupaten Muara Enim is located in Sumatra
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim is located in Indonesia
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim
Koordinat: 4°13′58″S 103°36′51″E / 4.2327°S 103.6141°E / -4.2327; 103.6141
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Selatan
Tanggal peresmian20 November 1946
Ibu kotaMuara Enim
Pemerintahan
 • BupatiNasrun Umar (Pj)
Luas
 • Total7.483,06 km2 (288,923 sq mi)
Populasi
 ((2018)[1])
 • Total628.661 jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0734
0713
Kode Kemendagri16.03 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan22
Jumlah kelurahan10
Jumlah desa246
DAURp692.439.925.000,00(2020)[2]
Situs webhttp://www.muaraenimkab.go.id/
Jembatan kayu di atas sungai Lematang dekat Muara Enim (tahun 1920-an)

Kabupaten Muara Enim (Jawi: كابوڤاتين موارا آنيم) adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Muara Enim.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis posisi Kabupaten Muara Enim terletak antara 4° sampai 6° Lintang Selatan dan 104° sampai 106° Bujur Timur.[3] Kabupaten Muara Enim merupakan daerah agraris dengan luas wilayah 7.483,06 km², terdiri atas 22 kecamatan, 246 desa, dan 10 kelurahan. Bumi Serasan Sekundang memiliki batas wilayah:

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah

Utara Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih
Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Kaur (Provinsi Bengkulu)
Barat Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam

Kondisi topografi daerah cukup beragam, daerah dataran tinggi di bagian barat daya, merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan, meliputi Kecamatan Semende Darat Laut, Semende Darat Ulu, Semende darat Tengah dan Kecamatan Tanjung Agung. Daerah dataran rendah, berada di bagian tengah (Muara Enim, Ujan Mas, Benakat, Gunung Megang, Rambang Dangku, Rambang, Lubai) terus ke utara–timur laut, terdapat daerah rawa yang berhadapan langsung dengan daerah aliran Sungai Musi, meliputi Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan, dan Muara Belida.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pada awal terbentuknya, Kabupaten Muara Enim bernama Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT). Terbentuknya Kabupaten Muara Enim berawal dari panitia Sembilan sebagai realisasi surat Keputusan Bupati Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 20 November 1946, hasil karya panitia tersebut disimpulkan dalam bentuk laporan yang terdiri dari 10 bab, dangan judul Naskah Hari Jadi Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah dan telah dikukuhkan dengan surat keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 14 Juni 1972 No. 47/Deshuk/1972. Tanggal 20 November tersebut kemudian menjadi dasar hari jadi Kabupaten Muara Enim.

Kabupaten Muara Enim sebelumnya terdiri dari 22 kecamatan[4] kemudian pada tahun 2012 bertambah tiga kecamatan, yaitu Belimbing, Belida Darat, dan Lubai Ulu, sehingga menjadi 25 kecamatan, dan menjadi 20 kecamatan sejak keluarnya UU Nomor 7 Tahun 2013, di mana lima kecamatan dalam kabupaten ini, yaitu Talang Ubi, Penukal Utara, Penukal, Abab, dan Tanah Abang, bergabung membentuk kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,[5] serta terakhir menjadi 22 kecamatan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 10 Tahun 2018.[6]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1
No image available.svg Amaludin
1950
1956
1
2
No image available.svg Aziz
1956
1958
2
3
No image available.svg Abbas Ali Rachman
1958
1958
3
4
No image available.svg Ahmad Wani
1958
1965
4
5
No image available.svg Ahmad Kasim Djaki
1965
1974
5
6
No image available.svg Asnawi Mangkualam
1974
1975
6
7
No image available.svg Muhammad Sai Sohar
1975
1980
7
1980
1985
8
8
No image available.svg Nang Ali Solichin
1985
1990
9
9
No image available.svg H.
Hasan Zen
S.H., M.M.
1990
1995
10
1995
1998
11
10
No image available.svg Sofyan Effendi
1998
2003
12
11
No image available.svg H.
Kalamudin Djinab
S.H., M.H.
2003
2008
13
Hanan Zulkarnain
2008
27 Mei 2009
14
[Ket. 1]
Muzakir Sai Sohar
12
No image available.svg Muzakir Sai Sohar
2009
2013
Nurul Aman
2013
2018
15
Nurul Aman
-
No image available.svg Teddy Meilwansyah
S.STP., M.M.
21 Juni 2018
18 September 2018
-
[Ket. 2][7]
13
No image available.svg Ir. H.
Ahmad Yani
M.M.
18 September 2018
3 September 2019
16
Juarsah
14
No image available.svg H.
Juarsah
S.H.
4 September 2019
11 Desember 2020
[Ket. 3]
11 Desember 2020
Petahana
[8]
Catatan
  1. ^ Meninggal dunia saat menjabat
  2. ^ Penjabat Bupati Muara Enim
  3. ^ Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim


2020- Juarsah (Plt)

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dalam dua periode terakhir. [9][10][11][12]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019
Sebelum Pemekarana
2014-2019
Sesudah Pemekaranb
2019-2024
Logo PKB.svg PKB 2 Increase 3 2
Logo Gerindra.svg Gerindra 3 Steady 3 Increase 4
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 6 Increase 8 7
GOLKAR logo.png Golkar 5 Steady 5 Steady 5
Partai NasDem.svg NasDem 4 Steady 4 Steady 4
Logo Partai Berkarya.svg Berkarya (baru) 2
PKS logo 2020.png PKS 4 Steady 4 Steady 4
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 1
Berkas:PPP logo 2021.png PPP 5 4 Increase 5
Logo Partai Amanat Nasional.png PAN 4 3 2
Logo Hanura.svg Hanura 4 3 Steady 3
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 5 Steady 5 Steady 5
Bulan Bintang.jpg PBB 3 Steady 3 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45 Steady 45
Jumlah Partai 11 Steady 11 Increase 13
Keterangan:
aDPRD Muara Enim dan PALI
bDPRD Muara Enim

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muara Enim.
  1. Semende Darat Laut
  2. Semende Darat Tengah
  3. Semende Darat Ulu
  4. Tanjung Agung
  5. Lawang Kidul
  6. Muara Enim
  7. Ujan Mas
  8. Benakat
  9. Gunung Megang
  10. Rambang Niru
  11. Lubai
  12. Rambang
  13. Gelumbang
  14. Sungai Rotan
  15. Lembak
  16. Kelekar
  17. Muara Belida
  18. Belimbing
  19. Lubai Ulu
  20. Belida Darat
  21. Panang Enim
  22. Empat Petulai Dangku

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan sensus penduduk 2010, jumlah penduduk kabupaten ini bertambah hingga berjumlah 716.676 dengan laju pertumbuhan penduduk selama 2000-2010 sebesar 2,0 persen per tahun. Persebaran penduduk menurut kecamatan di wilayah Kabupaten Muara Enim tidak merata. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Talang Ubi, Lawang Kidul, dan Muara Enim. Ketiga kecamatan tersebut dihuni oleh sekitar 26,75 persen penduduk Kabupaten Muara Enim. Sementara kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Muara Belida ± 1,06%.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Data sarana pendidikan pada semua jenjang pendidikan pada tahun 2010 adalah jumlah sekolah TK sebanyak 110 atau bertambah 23,6 persen dibanding tahun 2009. Jumlah sekolah dasar dan MI sebanyak 507 atau meningkat 2,01 persen. Pada tingkat SLTP/MTs terdapat 153 sekolah atau meningkat 12,5 persen. Sedangkan Sekolah SMU/SMK/MA pada tahun ini menjadi 78 atau meningkat 5,4 persen.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010 di Kabupaten Muara Enim telah terdapat 3 buah rumah sakit, 24 unit puskesmas dan 107 unit puskesmas pembantu. Sementara untuk jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Muara Enim seluruhnya sebanyak 1.872 orang dengan rincian 101 dokter, 13 Apoteker, 185 Sarjana Kesehatan, 804 tenaga keperawatan, 571 Bidan, dan 198 Non Medis.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Muara Enim mengandalkan pertanian terutama perkebunan dalam mendorong perekonomiannya. Hal ini terlihat dari besarnya luas lahan yang digunakan untuk perkebunan. Lahan yang ada di Kabupaten Muara Enim umumnya merupakan lahan bukan sawah yaitu sekitar 96,19 persen dan sisanya merupakan lahan sawah.

Sektor pertambangan juga berperan cukup besar dalam perekonomian Kabupaten Muara Enim, baik komposisi dengan migas maupun tanpa migas. Dalam komposisi dengan migas, peranan dominan sektor pertambangan dibentuk oleh dominasi produk minyak dan gas bumi, sementara dalam komposisi tanpa migas, sumbangan batubara masih cukup dominan. Jumlah produksi batubara tahun 2010 tercatat sebanyak 11.948.767 ton atau naik 3,54 persen dari tahun lalu yang mencapai 11.540.720 ton. Walaupun produksi briket batubara turun 88,64 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pelayanan umum[sunting | sunting sumber]

PLTU Tanjung Enim merupakan pembangkit listrik yang berada di Kabupaten Muara Enim, tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah Sumatra bagian selatan yang dihubungkan melalui jaringan transmisi interkoneksi Sumatra bagian selatan. Daya terpasang pembangkit listrik PLTU Tanjung Enim mencapai 260.000 kW dengan tenaga listrik yang dibangkitkan mencapai 1.753.805 MWh.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]