Lompat ke isi

Kabupaten Lahat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Lahat
Transkripsi bahasa daerah
  Abjad Jawiلاهت
  Surat Uluꤾꥁꤳ꥓
Bukit Serelo Lahat
Bukit Serelo Lahat
Lambang resmi Kabupaten Lahat
Motto: 
Seganti setungguan
(Bahasa Besemah) Suka membantu dan rela berkorban
Peta
Peta
Kabupaten Lahat di Sumatra
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat
Peta
Kabupaten Lahat di Indonesia
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat (Indonesia)
Koordinat: 3°47′11″S 103°32′34″E / 3.78639°S 103.54278°E / -3.78639; 103.54278
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Selatan
Dasar hukumUU No. 22 Tahun 1948
UU No. 22 Tahun 1999
Hari jadiMei 20, 1869; 156 tahun lalu (1869-05-20)
Ibu kotaLahat
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 24
  • Desa: 380[1]
Pemerintahan
  BupatiBursah Zarnubi
  Wakil BupatiWidia Ningsih
  Sekretaris DaerahChandra
  Ketua DPRDFitrizal Homizi
Luas
  Total4.333 km2 (1,673 sq mi)
Populasi
 (2024)[2]
  Total448.141
  Kepadatan100/km2 (270/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 99,14% Islam
  • 0,12% Buddha
  • 0,01% Hindu[2]
  BahasaIndonesia, Basemah
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1604 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 731
Pelat kendaraanBG xxxx E**
Kode Kemendagri16.04 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 566.788.216.000,00
Flora resmiNangka
Fauna resmiLebah madu
Situs webwww.lahatkab.go.id

Lahat (Jawi: لاهت; Surat Ulu: ꤾꥁꤳ꥓) adalah kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Lahat. Kabupaten Lahat terdiri dari 7 kecamatan induk yaitu Lahat, Kikim, Kota Agung, Jarai, Tanjung Sakti, Pulau Pinang, dan Merapi. Namun pasca pemekaran, jumlah Kecamatan di Kabupaten Lahat bertambah menjadi 24 kecamatan. Jumlah penduduk Lahat pada akhir 2024 sebanyak 448.141 jiwa.[2][3]

Kabupaten ini mengalami beberapa pemekaran wilayah yaitu pemekaran Kota Pagar Alam pada tahun 2001 dan Kabupaten Empat Lawang pada tahun 2007. Akibat pemekaran ini, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Tanjung Sakti Pumu terpisah dari wilayah lain di Lahat oleh Kota Pagar Alam. Di wilayah kabupaten ini juga terdapat kawasan konservasi Suaka Margasatwa Isau-Isau.[4]

Air terjun Sambar Nyawa

Batas Wilayah

[sunting | sunting sumber]
UtaraKabupaten Muara Enim dan kabupaten Musi Rawas
TimurKabupaten Muara Enim
SelatanKabupaten Bengkulu Selatan dan Kota Pagar Alam
BaratKabupaten Empat Lawang

Sekitar tahun 1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti Lematang, Besemah, Lintang, Gumai, Col dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat.

Pada masa Inggris berkuasa di Indonesia, marga tetap ada. Dan, pada masa kekuasaan Belanda sesuai dengan kepentingannya pada waktu itu, pemerintahan di Kabupaten Lahat dibagi dalam afdeling (Keresidenan) dan onder afdelling (kewedanan). Dari 7 afdelling yang terdapat di Sumatera Selatan, di Kabupaten Lahat terdapat 2 (dua) afdelling yaitu afdelling Tebing Tinggi dengan 5 (lima) daerah onder afdelling, dan afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, Kikim serta Besemah dengan 4 onder afdelling. Dengan kata lain, (waktu itu) di Kabupaten Lahat terdapat 2 keresidenan. Pada tanggal 20 Mei 1869 afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, serta Besemah beribu kota di Lahat dipimpin oleh PP Ducloux, dan posisi marga sebagai bagian dari afdelling. Tanggal 20 Mei akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Lahat sesuai dengan Keputusan Gebernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan No. 008/SK/1998 tanggal 6 Januari 1988.

Masuknya tentara Jepang pada tahun 1942, afdelling yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda diubah namanya menjadi sidokan. Sidokan ini dipimpin oleh orang pribumi atas penunjukkan pemerintah militer Jepang dengan nama Gunco dan Fuku Gunco. Kekalahan Jepang pada tentara sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 dan bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Kabupaten Lahat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan UU No. 22 Tahun 1948, Keppres No. 141 Tahun 1950, PP Pengganti UU No. 3 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950. Kabupaten Lahat dipimpin oleh R. Sukarta Marta Atmajaya, kemudian diganti oleh Surya Winata dan Amaludin dan dengan PP No. 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dalam Tingkat I provinsi Sumatera Selatan,sehingga Kabupaten Lahat resmi sebagai Daerah Tingkat II hingga sekarang, dan diperkuat dengan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan diubah dengan UU No. 32 Tahun 2004 menjadi Kabupaten Lahat.

Bukit Serelo

Bukit Serelo terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, Bukit Serelo merupakan landmark Kabupaten Lahat. Bukit Serelo disebut juga dengan julukkan Gunung Jempol karena bentuknya yang mirip dengan jempol tangan manusia.[5] Pemandangan disekitar sangat memesona, aliran Sungai Lematang seakan-akan mengelilingi bukit ini. Bukit Serelo bagian dari gugusan Bukit Barisan yang merupakan barisan bukit terpanjang di Pulau Sumatra.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]
Bupati Lahat
No. Potret Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Partai Politik / Fraksi Wakil Bupati Periode Ref.
18 Bursah Zarnubi 20 Februari 2025 Petahana Demokrat Widia Ningsih 19
(2024)

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lahat dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[6] 2019–2024[7] 2024–2029
PKB 3 Kenaikan 4 Kenaikan 5
Gerindra 4 Kenaikan 6 Penurunan 5
PDI-P 6 Penurunan 4 Kenaikan 5
Golkar 5 Steady 5 Penurunan 4
NasDem 4 Penurunan 2 Kenaikan 4
PKS 1 Steady 1 Penurunan 0
Hanura 3 Penurunan 2 Penurunan 1
PAN 3 Steady 3 Kenaikan 4
PBB 3 Penurunan 1 Steady 1
Demokrat 4 Kenaikan 6 Kenaikan 8
Perindo (baru) 2 Penurunan 1
PPP 3 Kenaikan 4 Penurunan 2
PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 40 Steady 40 Steady 40
Jumlah Partai 12 Steady 12 Penurunan 11

Wilayah administrasi

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lahat memiliki 24 kecamatan, 18 kelurahan dan 360 desa (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatera Selatan). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 427.320 jiwa dengan luas wilayahnya 5.311,74 km² dan sebaran penduduk 80 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lahat, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
16.04.21 Gumay Talang 15Desa
16.04.25 Gumay Ulu 10Desa
16.04.06 Jarai 21Desa
16.04.19 Kikim Barat 19Desa
16.04.16 Kikim Selatan 18Desa
16.04.18 Kikim Tengah 9Desa
16.04.17 Kikim Timur 32Desa
16.04.07 Kota Agung 22Desa
16.04.10 Lahat 1713Desa
Kelurahan
16.04.31 Lahat Selatan 10Desa
16.04.09 Merapi Barat 19Desa
16.04.26 Merapi Selatan 9Desa
16.04.23 Merapi Timur 113Desa
Kelurahan
16.04.28 Muarapayang 7Desa
16.04.30 Mulak Sebingkai 10Desa
16.04.15 Mulak Ulu 16Desa
16.04.22 Pagar Gunung 20Desa
16.04.12 Pajar Bulan 20Desa
16.04.20 Pseksu 11Desa
16.04.08 Pulau Pinang 10Desa
16.04.29 Sukamerindu 10Desa
16.04.01 Tanjung Sakti Pumu 14Desa
16.04.24 Tanjung Sakti Pumi 18Desa
16.04.27 Tanjung Tebat 14Desa
TOTAL18360

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]
Patung megalitik di jalan dari desa Pulauping ke desa Tinggihari (foto diambil pada tahun 1933).

Sekolah Gajah Perangai

[sunting | sunting sumber]

Sekolah Gajah ini terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, lokasinya di kaki Bukit Serelo. Gajah-gajah tersebut dilatih supaya jinak dan dapat membantu pekerjaan manusia seperti mengankut barang-barang dan kayu. Tempat ini merupakan salah satu penangkaran gajah di Indonesia.

Sumber air panas Tanjung Sakti

[sunting | sunting sumber]

Bila anda singgah di Kecamatan Tanjung Sakti, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi lokasi ini. Sumber Air Panas Tanjung Sakti dapat ditempuh dari Ibu kota Kecamatan sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Karena letaknya berada dekat dengan pusat keramaian Kecamatan Tanjung Sakti.

Air terjun Lawang Agung

[sunting | sunting sumber]

Salah satu potensi wisata yang berada di Kecamatan Mulak ulu ini layak untuk dikembangkan untuk menambah pendapatan daerah dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari jalan utama, lokasi Air Terjun Lawang Agung dapat dicapai dengan menggunakan mobil. Kondisi jalan menuju lokasi sekitar 500 m, dengan kondisi jalannya menurun dan berbatu-batu kecil.

Pada saat perjalanan ke lokasi melewati sekolah SD dan kebun kopi. Di sekitar lokasi, terdapat jembatan gantung. Aktivitas yang dapat dilakukan dilokasi ini adalah berenang, mancing dan jala ikan.

Dengan melengkapi fasilitas dan sarana umum seperti lahan parkir dan perbaikan kondisi jalan menuju lokasi, diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah dan penduduk sekitar.[10]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kecamatan dan Jumlah Desa, www.lahatkab.go.id, diakses 16 September 2025
  2. 1 2 3 "Kabupaten Lahata Dalam Angka 2025" (PDF). lahatkab.bps.go.id. hlm. 51, 107. Diakses tanggal 16 September 2025.
  3. "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  4. "Suaka Margasatwa Isau Isau". balaiksdasumsel.org. Diakses tanggal 2026-01-10.
  5. "Jelajah Keindahan Alam Di Wisata Bukit Serelo Lahat - NativeIndonesia.com". www.nativeindonesia.com. 2020-09-21. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-01. Diakses tanggal 2023-05-16.
  6. Perolehan Kursi DPRD Lahat 2014-2019
  7. Perolehan Kursi DPRD Lahat 2019-2024
  8. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  9. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  10. "Air Terjun Lawang Agung". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-31. Diakses tanggal 5 Februari 2013.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]