Batalyon Infanteri 100/Raider

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia
LOGO RAIDER MERAH PUTIH 3D.png
Lambang Yonif Raider
Dibentuk15 Oktober 1965
CabangTNI Angkatan Darat
Tipe unitRaider
PeranAnti-gerilya, operasi pengintaian khusus, peperangan unkonvensional, intelijen, pembebasan sandera, sabotase, Anti-teror
Bagian dariKodam I/Bukit Barisan

Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan adalah sebuah pasukan elit infanteri raider Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bermarkas di Namu Sira-sira, Sei Bingai, Langkat, Sumatra Utara. Batalyon ini pernah dibekukan kegiatannya pada tanggal 2 Oktober 2002 setelah terjadi bentrokan antara oknum anggota batalyon dengan oknum anggota Brigade Mobil Polda Sumut yang bermarkas di Tanah Tinggi, Binjai (Insiden Binjai). Berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor 1 Tahun 2016 tentang pengesahan validasi satuan jajaran TNI AD dan Perkasad Nomor 4 Tahun 2016 Tanggal 24 Februari 2016 tentang penataan satuan jajaran TNI AD, Yonif 100/Raider berubah nama menjadi Yonif Raider 100/Prajurit Setia.[1]

Saat Bernama Yonif Linud 100/Prajurit Setia[sunting | sunting sumber]

Sebelum dibekukan, batalyon ini bernama resmi Batalyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia disingkat Yonif Linud 100/PS. 5 bulan setelah pembekuannya, batalyon ini kemudian diaktifkan kembali pada tanggal 22 Desember 2003 dengan nama baru Yonif 100/Raider Kodam I/Bukit Barisan. Personel Yonif 100 terdiri dari 747 anggota yang dibagi dalam 5 kompi. Anggota kesatuan ini sebagian besar diganti dan didatangkan dari Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya serta dari Kodam Jaya dan sebagian hasil seleksi dari anggota Yonif 100 sendiri.[2]

Komandan[sunting | sunting sumber]

  1. Mayor Inf Nasir Asmara (1961—1962)
  2. Mayor Inf M. Yusuf (1962—1963)
  3. Letkol Inf Sudarno (1963—1964)
  4. Mayor Inf Mahmud Siregar (1964—1965)
  5. Mayor Inf Rino Kusyanto (1965—1967)
  6. Mayor Inf Bujur Purba (1967—1968)
  7. Letkol Inf A. Ismulyono (1968— 1971)
  8. Mayor Inf ATS. Siagian (1971—1973)
  9. Mayor Inf Mawardi (1973—1974)
  10. Mayor Inf M. Jauhari (1974)
  11. Mayor Inf T.M. Yusuf Zainul (1974—1976)
  12. Letkol Inf Samsul Bahri Nasution (1976—1979)
  13. Letkol Inf R. Karyono (1979—1981)⭐⭐
  14. Letkol Inf R. Sihotang (1981)
  15. Letkol Inf Jana Sujana (1981—1982)
  16. Letkol Inf Sangiang Makmur Siregar (1982—1984)⭐⭐
  17. Letkol Inf Achmad Affandi (1984—1986)
  18. Letkol Inf Sunaryo (1986—1988)
  19. Letkol Inf Karel Albert Ralahalu (1988—1989)⭐
  20. Letkol Inf Agustadi Sasongko Purnomo (1989—1991)⭐⭐⭐⭐
  21. Letkol Inf Iwan Sulandjana (1991—1992)⭐⭐
  22. Letkol Inf Eddy Salamun (1992—1994)⭐
  23. Letkol Inf Ali Imron Kadir (1994—1995)⭐
  24. Letkol Inf Edy Sumardi (1995—1996)⭐
  25. Letkol Inf Syafril Mahyudin (1996—1998)⭐⭐⭐
  26. Mayor Inf Edy Rahmayadi (1998—2001)⭐⭐⭐
  27. Mayor Inf Saturninus Aldian Gondokusumo (2001—2002)⭐
  28. Mayor Inf Madsuni (2002—2003)⭐⭐⭐
  29. Letkol Inf Irmansyah (2003—2005)
  30. Letkol Inf Togar PRL Pangaribuan (2005—2007)
  31. Letkol Inf Handoko Nurseta (2007—2009)⭐
  32. Letkol Inf Haryanto (2009—2010)⭐
  33. Mayor Inf Heri Rustandi (2010—2012)
  34. Mayor Inf Safta Feryansyah (2012—2014)
  35. Mayor Inf Rizal Faizal Helmi (2014—2015)
  36. Letkol Inf Andar Dodianto Panggabean (2015—2016)
  37. Letkol Inf Didik Effendi (2016—2017)
  38. Letkol Inf Lizardo Gumay (2017—2020)
  39. Letkol Inf Zia Ulhaq (2020—2022)
  40. Letkol Inf Muhammad Bassarewan (2022—Sekarang)

Referensi[sunting | sunting sumber]