Wamena, Jayawijaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Wamena)
Jump to navigation Jump to search
Wamena
Distrik
Negara  Indonesia
Provinsi Papua
Kabupaten Jayawijaya
Pemerintahan
 • Kepala distrik LINCE KOGOYA, S.IP
Luas 249,31- km²
Jumlah penduduk 48.640
Kepadatan - jiwa/km²
Kampung/kelurahan 3

Wamena adalah sebuah kota yang berada di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia, sekaligus merupakan ibu kota kabupaten tersebut.

Wamena merupakan satu-satunya kota terbesar yang terletak di pegunungan tengah Papua.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wamena berasal dari bahasa Dani yang terdiri dari dua kata "Wa" dan "Mena", yang berarti "Babi Jinak".

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 28 Desember 2014 Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Ibu Negara Iriana, mengunjungi kota Wamena, Papua, guna membicarakan persoalan-persoalan yang ada di sana. Ribuan warga Wamena dan sekitarnya menyambut Presiden Jokowi di Gedung Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua. Masyarakat menggelar pesta adat menyambut orang nomor satu di republik ini. Presiden dan Ibu Negara disambut oleh Ketua Adat dan Gubernur Papua, yang langsung menyematkan Mahkota Masyarakat Adat. Sementara kepada Ibu Negara diberikan seikat kembang khas lembah Baliem. Warga menari-nari sepanjang perjalanan Presiden Jokowi dan Ibu Negara, sementara para tetua adat memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, dan kepemimpinan Presiden Jokowi. Presiden mengajak semua warga Papua untuk mengakhiri konflik dan kekerasan, dan bersatu, baik yang masih di dalam hutan, yang masih berada di atas gunung-gunung, untuk bersama-sama membangun Papua sebagai Tanah Yang Damai.[1]

Pada tanggal 30 Desember 2015 Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Ibu Negara Iriana, mengunjungi kota Wamena, guna meresmikan Terminal Baru Bandar Udara (Bandara) Wamena dan Kaimana, yang dinyatakan sebagai "pintu gerbang yang menghubungkan warga pegunungan tengah Papua dengan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia". Bandara Wamena memiliki terminal yang mampu melayani 282 penumpang. Dengan landas pacu sepanjang 2.175 meter, Bandara Wamena akan menjadi bandara tersibuk kedua di Provinsi Papua.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Papua, seperti Timika, Jayapura, Sorong, dan Merauke, Wamena merupakan surga dan mutiara yang belum banyak tersentuh di pedalaman pegunungan tengah Papua. Kota yang terletak di lembah Baliem dan dialiri oleh sungai Baliem serta diapit pegunungan Jayawijaya di selatannya memiliki ketinggian sekitar 1800 meter di atas permukaan laut. Kota Wamena masih memiliki udara yang segar dan jauh dari polusi udara seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bandara Wamena (2006)
Bandara Wamena (31 Desember 2015)

Di Wamena terletak lapangan terbang yang menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan Jayapura dan Kabupaten pemekaran lainnya seperti Kabupaten Lanny Jaya, Yahukimo, Tolikara dan lainnya. Sebagaimana kebanyakan kota-kota di pegunungan Papua, kota ini berkembang sesuai dengan pola perkembangan sekitar bandara udara.

Kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara ini sangatlah indah dan masih asri alamnya. Terutama pada musim penyelenggaraan pesta budaya Papua, yang diselenggarakan di distrik Wosilimo, kota ini dibanjiri oleh para wisatawan baik lokal dan mancanegara.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Disambut Meriah di Wamena, Jokowi Tekankan Dialog Bangun Papua - PresidenRI.go.id - 28 Desember 2014
  2. ^ Peresmian Bandara Wamena Papua - PresidenRI.go.id - 30 Desember 2015

Pranala luar[sunting | sunting sumber]