Kota Ambon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ambon
Amboina
Ibu kota provinsi
Kota Ambon
Dari atas searah jarum jam: Lapangan Merdeka, Gereja Silo, Teluk Ambon, dan Gong Perdamaian Dunia
Dari atas searah jarum jam: Lapangan Merdeka, Gereja Silo, Teluk Ambon, dan Gong Perdamaian Dunia
Lambang resmi Ambon
Lambang
Semboyan:
Bersatu Manggurebe Maju
Ambon berlokasi di Indonesia
Ambon
Ambon
Lokasi Ambon di Indonesia
Koordinat: 3°42′LU 128°10′BT / 3,7°LS 128,167°BT / -3.700; 128.167
Negara  Indonesia
Provinsi Bendera Maluku Maluku
Kedatangan Portugis 1513
Pembangunan benteng 1575
Pemberian hak persamaan 7 September 1921
Hari jadi 7 September 1575
Dasar hukum UU Nomor 60 Tahun 1958
Pemerintahan
 • Jenis Pemerintah kota
 • Wali kota Richard Louhenapessy[1]
 • Wakil wali kota Syarif Hadler[2]
Luas
 • Total 377 km2 (146 sq mi)
 • Darat 359.45 km2 (138.78 sq mi)
 • Air 17.55 km2 (6.78 sq mi)
Ketinggian 3 m (10 ft)
Populasi (2016)
 • Total 427,934
 • Peringkat 38
 • Kepadatan Bad rounding here1,100/km2 (Bad rounding here2,900/sq mi)
 • Peringkat 74
Demonim Orang Ambon
Zona waktu Waktu Indonesia Timur (UTC+9)
Kode pos 97129—97237
Kode telepon +62 911
Plat kendaraan DE
DAU (2016) Rp686.184.418.000,00[3]
IPM (2016) 79,55 (0,795)[4]
tinggi
Situs web www.ambon.go.id

Kota Ambon /ambɳ/ atau Amboina dalam bahasanya adalah ibu kota dan kota terbesar dari Provinsi Maluku. Kota yang berdiri di selatan Pulau Ambon ini[5] berawal dari benteng didirikan oleh bangsa Portugis yang senantiasa menjadi pusat pertumbuhan kota.[6]

Kota Ambon merupakan pusat pelabuhan, pariwisata, dan pendidikan bagi wilayah Kepulauan Maluku.[7] Dari antara beberapa pelabuhan di kota, Pelabuhan Yos Sudarso di kota ini menjadi pelabuhan utama kota dan provinsi.[8] Kota disebut sebagai pusat pariwisata karena menawarkan beragam jenis wisata, mulai dari alam, budaya, bahari, hingga kuliner.[9] Keberadaan Ambon sebagai pusat pendidikan bisa dilihat dari penyelenggaraan Pesta Pendidikan 2017 di kota[10] dan rata-rata lama sekolah yang tinggi.

Penduduk Ambon dapat dikatakan unik karena Ambon merupakan kota yang majemuk karena memiliki rakyat dari berbagai suku bangsa, agama, dan ras.[11] Mayoritas masyarakat Ambon berasal dari suku Ambon, suku setempat. Meskipun demikian, persatuan keberagaman ini pernah diguncang oleh beberapa pertikaian politik yang menimbulkan kerusuhan besar dengan mengikusertakan agama seperti pada 1999.[12][13] Pada tahun 2016, Ambon memiliki penduduk sebesar 427.934 jiwa,[14] menjadikan Ambon kota terbesar di provinsi.

Ambon memiliki beragam peninggalan sejarah, mulai dari masa megalitik hingga Jepang di delapan desanya yang masih terpelihara dengan baik.[15] Peninggalan-peninggalan tersebut beragam, mulai dari pangkalan militer peniggalan Jepang,[16] masjid jami kota,[17] hingga bom peninggalan Perang Dunia II.[18] Kota ini pun memiliki banyak peninggalan Belanda dan Portugis karena Ambon kaya akan pala dan cengkih yang didambakan orang Eropa pada masa lalu.[19] Pada umumnya, peninggalan bangsa Eropa di Pulau Ambon berupa benteng.[20]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Benteng Victoria[sunting | sunting sumber]

Ambon pada abad ke-17 dengan Benteng Victoria di sebelah kiri gambar

Kota Ambon mulai berkembang semenjak kedatangan Portugis pada tahun 1513.[21] Kemudian, sekitar tahun 1575, penguasa Portugis mengerahkan penduduk di sekitarnya untuk membangun Benteng Kota Laha atau Ferangi yang pada waktu itu diberi nama Nossa Senhora de Anunciada di Dataran Honipopu.[22] Dalam pembangunan, masyarakat pekerja mendirikan perkampungan seperti Soya yang menjadi dasar Kota Ambon karena di dalam perkembangan selanjutnya masyarakat tersebut sudah menjadi masyarakat geneologis teritorial yang teratur.[22]

Setelah Belanda berhasil menguasai Kepulauan Maluku dan khususnya Ambon dari kekuasaan Portugis, benteng Nossa Senhora de Anunciada direbut pada tahun 1605[23] dan dijadikan pusat pemerintahan kolonial[24] dan diberi nama Victoria.[22] Benteng ini dilanda gempa hebat dan rusak parah, lalu direnovasi dan diberi nama ulang Nieuw Victoria.[25] Meskipun nama barunya Nieuw Victoria, benteng ini lebih dikenal rakyat setempat sebagai Benteng Victoria.

Benteng ini terkenal sebagai tempat Pattimura digantung pada 16 Desember 1817.[26] Pahlawan Nasional Slamet Rijadi juga gugur di benteng ini dalam pertempuran melawan pasukan Republik Maluku Selatan.[27]

Masa penjajahan bangsa Eropa[sunting | sunting sumber]

Litografi pemandangan jalanan di Ambon (1880-an)

Pulau Ambon ditaklukan oleh Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) pada 23 Februari 1605 dengan bantuan kekuatan tempur dari Ternate, Luhu, Hitu, Jawa, dan Gowa.[28] Pada awal masa VOC, terjadi beberapa pergantian gubernur.[28] Gubernur otoriter yang terkenal adalah Adrian Martensz Block yang melakukan kerja paksa perluasan Benteng Victoria.[28] Selain itu, ada pula Gubernur Herman van Speult yang menyengsarakan rakyat dengan perubahan monopoli perdagangan rempah-rempahnya.[28] Pembantaian pun pernah dilakukan pada masa ini.[29]

Pada 17 Februari 1796 VOC menyerah kepada laksamana Britania Raya, Pieter Ramier sehingga Kota Ambon menjadi bagian dari wilayah Britania Raya.[28] Britania Raya memerintah di kota sampai tahun 1803.[28] Setelah itu, terjadilah penyerahan jajahan kembali bukan kepada VOC, melainkan kepada Belanda[28] karena VOC jatuh bangkrut pada 1799,[30][31][32] sebelum Kota Ambon dikembalikan.

Pada tanggal 7 September 1921 masyarakat Kota Ambon diberi hak yang sama dengan pemerintah kolonial.[33] Hal ini menjadi wujud perjuangan masyarakat Indonesia dari Maluku.[33] Hal ini pun merupakan kekalahan politik penjajah karena warga Ambon pun menjadi bisa berperan dalam pemerintahan dengan irama yang sama sengan politik penjajah masa itu.[33] Dengan demikian, masyarakat kota terbekali modal dalam menentukan masa depannya.[33]

Masa penjajahan Jepang[sunting | sunting sumber]

Pemakaman Perang Ambon yang menampung jasad 1.777 tentara Sekutu[34]

Tentara Jepang mendarat di Indonesia melalui Ambon pada 1 Januari 1942[35][36] dari Kendari.[37] Meskipun dahulu senasib sebagai budak VOC dan Belanda,[38] Jepang berhasil menaklukan Belanda dan sekutunya dalam Pertempuran Ambon untuk merebut Kota Ambon yang merupakan markas angkatan laut.[39] Dalam pendudukan dan penjajahan Jepang, Ambon digunakan sebagai pangkalan udara utama. Selain itu, warga Ambon mengalami kemiskinan dan kelaparan sebagai dampak dari perang.[40]

Peninggalan masa pendudukan ini masih bisa ditemukan. Pemakaman Perang Ambonlah yang paling terkenal sebagai pemakaman tentara-tentara Sekutu yang gugur dalam Pertempuran Ambon. Selain itu, Gubernur Maluku, Said Assagaf, pernah menemukan dua torpedo peninggalan Jepang di dasar Teluk Ambon ketika menyelam.[41]

Penentuan hari jadi[sunting | sunting sumber]

Hari lahir atau hari jadi kota Ambon telah diputuskan jatuh pada tanggal 7 September 1575 dalam suatu seminar di Ambon yang berlangsung pada 1417 November 1972 dengan kerja sama bersama Universitas Pattimura.[33] Penggagas seminar ini adalah Wali Kota Ambon ke-9, Letkol Matheos H. Manuputty melalui SK 25/KPTS/1972 tentang Pembentukan Panitia Khusus Sejarah Kota Ambon yang dikeluarkan pada 10 Juli 1972 dengan tugas untuk menggali dan menentukan hari lahir kota.[33]

Penetapan tanggal hari jadi tersebut didasarkan pada fakta sejarah bahwa pada tanggal 7 September 1921 masyarakat Kota Ambon diberikan hak yang sama dengan Pemerintah Kolonial Belanda.[33] Sedangkan, penetapan tahun 1575 dilandasi oleh tahun mulainya pembangunan Benteng Kota Laha.[33] Hari jadi merupakan campuran dari kedua waktu tersebut. Setelah penetapan hari jadi diberlakukan, hari jadi Kota Ambon pertama kali diperinagti pada 7 September 1973.[33]

Kerusuhan[sunting | sunting sumber]

Gong Perdamaian Dunia ke-35[42] yang memperingati kerusuhan bermotif SARA pada tahun 1999

Di kota sudah terjadi beberapa kerusuhan yang mengikutsertakan SARA. Kerusuhan yang paling terkenal adalah Kerusuhan Ambon 1999 yang terjadi karena masalah politik, namun mengikutsertakan unsur SARA, terutama agama.[43] Meskipun kerusuhan ini, telah terselesaikan dengan Perjanjian Malino,[44] penghancuran sarang[45] serta penghukuman provokator kerusuhan,[46] kerusuhan dengan sebab yang serupa terjadi lagi pada tahun 2011 dan menewaskan beberapa orang,[47] namun langsung diredakan. Saat kedua kerusuhan, terutama Kerusuhan 1999 terjadi, kota terluluhlantahkan dan meninggalkan banyak kenangan pahit.[48] Kerusuhan 1999 pun menimbulkan munculnya ribuan pengungsi yang di antaranya mengungsi ke Jakarta.[49] Banyak orang yang tidak menginginkan peristiwa ini terulang kembali, bahkan mantan penjihad pun beranggapan demikian.[50][51] Untuk memperingati kerusuhan-kerusuhan ini dan menegakkan perdamaian, didirikanlah Gong Perdamaian Dunia yang terletak di pusat kota.[52]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Citra satelit Kota Ambon pada 2017

Secara astronomis, Kota Ambon terletak di 3—4° LS dan 128—129° BT, sedangkan secara geografis, Kota Ambon terletak di sebelah selatan dari Pulau Ambon. Di sisi timur kota berbatasan dengan Sala Hutu, Maluku Tengah; selatan dengan Laut Banda; dan barat dan utara dengan Leihitu, Maluku Tengah.[53]

Kota ini mencakup 46,38% dari seluruh tanah Pulau Ambon. Menurut teleponnya, Kota Ambon mencakup wilayah kode telepon +62 911, sedangkan Kota Ambon mencakup wilayah kode pos 97129—97237.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kota Ambon memiliki luas daratan 359,45 km2.[54] Karena letaknya di pulau busur vulkanis, 73% wilayah kota merupakan daerah perbukitan dengan kemiringan lereng terjal (30—45°) hingga sangat terjal (>45°) dan hanya sekitar 17% dari wilayah daratannya yang dapat dikelompokkan datar atau landai dengan kemiringan kurang dari 30°.[55]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Ambon beriklim hutan hujan tropis (Köppen: Af), serupa dengan iklim sebagian besar wilayah Indonesia dan Maluku Tengah. Hujan mengalami kepuncakannya di kota pada akhir Juni[56] maupun sepanjang Juni hingga Juli,[57] bahkan mengalahkan curah hujan Bogor, kota hujan[58][59] yang hanya 442 mm.[60] Rata-rata tertinggi suhu tertinggi yang terekam adalah 30,9°C, sedangkan rata-rata terendah suhu terendahnya 23°C.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

GPM Marantha, gereja terbesar di kota

Suku mayoritas di kota adalah suku Ambon, suku yang mendiami Pulau Ambon dan pulau sekitarnya yang merupakan keturunan suku Alifuru.[62] Kota ini pun memiliki penduduk dari berbagai macam suku bangsa karena kota ini telah dinominasikan menjadi kota terbuka bersama dengan 29 kota lainnya di Indonesia.[63] Selain itu, keberagaman suku bangsa kota disebabkan oleh Maluku yang menjadi daerah tujuan transmigrasi.[64] Untuk menjaga kebhinekaan suku bangsa yang mendiami kota agar tetap harmonis dan menegaskan bahwa Kota Ambon ini kota paling toleran serta terbuka, pemkot membangun perkampungan multietnis.[63] Suku dan etnis lainnya adalah Arab, Buton, dan Tionghoa yang pada mulanya datang untuk berdagang. Di samping itu terdapat pula suku Minahasa, Jawa, dan Minang yang telah lama datang ke Ambon.

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama Penduduk Kota Ambon (2010)[65]
Agama Jumlah
Protestan
  
192.105
Islam
  
128.417
Katolik
  
7.943
Hindu
  
435
Buddha
  
120
Lainnya
  
44
Khonghucu
  
7

Menurut Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, pada tahun 2015 kelompok agama terbesar adalah Kristen (57,68%) yang terbagi menjadi Protestan (50,54%) dan Katolik (7,14%), diikuti dengan Islam (41,99%), Hindu (0,17%), dan Buddha (0,16%).[66] Kota Ambon merupakan kota mayoritas Kristen dari dahulu. Pada 2015, terdapat 290 gereja Protestan dan 34 gereja Katolik di kota.[66] Bangunan gereja Protestan terbesar adalah GPM Maranatha, sedangkan bangunan gereja Katolik terbesar adalah Katedral Santo Franciscus Xaverius.[67] Selain itu pun, ada pula GPM Silo yang menjadi salah satu gereja Protestan utama Kota. Mayoritas masyatakat Protestan kota merupakan jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM). Ambon pun memiliki keuskupan Katolik Romanya tersendiri, yaitu Keuskupan Amboina. Kecamatan yang memiliki agama mayoritas Kristen adalah Nusaniwe, Baguala, dan Leitimur Selatan dengan Protestan menjadi agama mayoritas.[68]

Masjid Raya Al-Fatah, masjid utama di Kota Ambon

Kota juga memiliki jumlah pemeluk agama Islam yang besar, yakni lebih dari 40% penduduk kota. [66] Rumah imadah penduduk Islam terutama di kota adalah Masjid Raya Al-Fatah, sedangkan masjid tertua di kota adalah Masjid Jami Ambon yang dibangun pada 1860.[69] Kota Ambon pun merupakan penyumbang jemaah haji terbanyak di Maluku dengan jumlah jemaah 245 orang pada 2014.[70] Kecamatan yang memiliki agama Islam sebagai agama dominannya adalah Kecamatan Sirimau dan Teluk Ambon.[68]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Kota Ambon telah menjadi kota multibahasa sejak abad ke-17.[71] Pada abad tersebut, meskipun bahasa Belanda menjadi bahasa utama dan bahasa administrasi, bahasa Melayu Ambon atau yang lebih dikenal sebagai bahasa Ambonlah yang menjadi lingua franca penduduk Pulau Ambon.[71] Seiring perkembangan zaman, bahasa tersebut menjadi bahasa ibu penduduk pulau.[71] Pergeseran bahasa Indonesia dan Ambon sebagai bahasa ibu masyarakat pulau ini mengancam keberadaan puluhan bahasa daerah bukan hanya di kota, melainkan hingga provinsi.[72]

Dalam perihal kebahasaan, pemerintah telah melakukan beberapa upaya. Pada tahun 2015, Pemerintah Provinsi Maluku mencanangkan dua desa di kota, yaitu Amahusu dan Batu Merah menjadi kampung bahasa.[73][74] Hal ini dilakukan pemerintah dalam rangka pengembangan kemampuan dalam bahasa dan berkomunikasi bagi masyarakat.[74]

Pemerintah[sunting | sunting sumber]

Balai Kota Ambon, kantor wali kota Ambon

Kota Ambon berdiri dengan dasar hukum UU Nomor 60 Tahun 1958 yang diluncurkan pada 17 Juli 1958.[75] Kota Ambon merupakan bagian dari Provinsi Maluku.[76] Kota Ambon berstatus sebagai salah satu kota di Indonesia. Layaknya seperti kota-kota lain di Indonesia, administrasi kota terbagi menjadi tiga tingkatan: kota, kecamatan, dan keluruhan serta desa.

Administarsi kota dipimpin oleh seorang wali kota yang bertanggung jawab kepada DPRD Kota Ambon, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000.[77] Kini penjabat wali kota Ambon adalah Richard Louhenapessy[78][79] dengan wakil wali kota yang membantunya, Syarif Hadler[80][81] yang dipilih pada Pemilu 2017. Keduanya berkedudukan di Balai Kota Ambon. Administrasi kota juga dilakukan oleh DPRD kota yang sama-sama dipilih rakyat.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Secara administratif wilayah Kota Ambon dibagi menjadi 5 kecamatan.[22] 5 kecamatan tersebut terbagi lagi menjadi 50 kelurahan dan desa.[22] Kecamatan terbesar ialah Sirimau dengan penduduk sebesar 178.611 jiwa, sedangkan kecamatan terkecil ialah Leitimur Selatan dengan penduduk sebesar 11.862 jiwa pada 2016.[14]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Kota Ambon pun menjajaki sejumlah mitra kerja sama kota kembar dengan beberapa kota di dunia. Saat ini terdapat empat kota di luar negeri dan banyak kota dalam negeri yang menjalin hubungan kerja sama ini bersama Ambon, antara lain Vlissingen, Belanda;[82][83][84] Darwin, Australia;[85][86] Kyoto, Jepang;[87] New York, Amerika Serikat;[87] dan Batam, Indonesia.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Jalan di Kota Ambon, terdiri dari jalan Negara yaitu: ruas jalan Ambon-Laha sepanjang 40 Km, jalan Provinsi yaitu ruas jalan Passo-Hutumuri, Ambon-Air Besar dan Ambon-Soya serta Ambon-Latuhalat dengan panjang 46,31 Km, Sedangkan jalan Kota Ambon sepanjang 169,992 Km.

Lapisan permukaan jalan terdiri dari jalan aspal 242,555 Km (95,38%) dan sisanya jalan kerikil dan tanah, dengan kondisi 28,26% tergolong baik 68,66 tergolong rusak ringan dan 3,08% rusak berat, sedangkan jangkauan pelayanan telah menghubungkan semua kelurahan dan desa di Kota Ambon.

Sejak 2016 terdapat jembatan merah putih yang memperpendek jarak dari kota Ambon ke bandar udara Pattimura [88]

Transportasi laut[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan (Dermaga) Nusantara Yos Soedarso tipe kelas 4, difungsikan sebagai Pelabuhan utama untuk kegiatan ekspor dan Impor serta penumpang, sedangkan untuk mendukung kegiatan pelayaran antar pulau tersedia Pelabuhan Gudang Arang dan Pelabuhan Slamet Riyadi yang berfungsi sebagi pelabuhan lokal yang dikelola oleh PT. PELINDO.

Pelabuhan Yos Sudarso adalah pelabuhan utama di Ambon.

Transportasi udara[sunting | sunting sumber]

Bandara Udara di Kota Ambon yaitu Bandara Udara Pattimura dengan fungsi sebagai Bandara Internasional, telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas sesuai dengan peruntukannya sebagai Bandara Internasional, berlokasi di Desa Laha Kecamatan Teluk Ambon, berjarak 36 Km dari pusat Kota Ambon.

Transportasi darat[sunting | sunting sumber]

Untuk tahun 2007-2008, terdapat 2 buah terminal yang berlokasi di kompleks pertokoan Mardika dan Batu merah. Jumlah mobil angkutan umum, adalah sebanyak 1.117 kendaraan yang melayani 61 trayek.

Kudamati, salah satu wilayah di kecamatan Sirimau, beriklim laut tropis yang cenderung panas.

Pemerintah Kota Ambon telah melakukan pembangunan terminal transit di kawasan Passo di atas lahan sekitar 5 Ha. Terminal ini nantinya akan di fungsikan untuk melayani kebutuhan angkutan penumpang dari Jezirah Leihitu dan Jezirah Salahutu, Maluku Tengah serta dari luar kota .

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 209 59 33 2 12 11

Tingkat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data sementara dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, tingkat pendidikan di kota Ambon semakin membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang ditandai dengan rasio murid-guru, rasio guru-sekolah, jumlah kelulusan, nilai kelulusan, APM dan APK, serta jumlah sarana pendidikan yang tersedia.

Peningkatan ini lebih disebabkan karena membaiknya situasi keamanan sejak 2003 yang mempengaruhi partisipasi dan dukungan terhadap sektor pendidikan. Peningkatan potensi siswa, kualitas guru serta akses yang semakin memadai terhadap peningkatan mutu pendidikan pada tahun 2005 menjadi hal-hal pelengkap membaiknya tingkat pendidikan provinsi.

Sekolah dasar[sunting | sunting sumber]

Sekolah dasar di kota Ambon berjumlah 209 sekolah

Sekolah menengah pertama[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah pertama di kota Ambon berjumlah 59 sekolah dengan rincian antara lain :

  • SMP negeri berjumlah 22 sekolah
  • SMP swasta berjumlah 23 sekolah
  • SMP terbuka berjumlah 1 sekolah
  • SMP luar biasa negeri berjumlah 2 sekolah
  • SMP luar biasa swasta berjumlah 3 sekolah
  • MTs negeri setingkat SMP berjumlah 1 sekolah
  • MTs swasta setingkat SMP berjumlah 6 sekolah

Sekolah menengah atas[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah atas di kota Ambon berjumlah 35 sekolah dengan rincian antara lain :

  • SMA negeri berjumlah 15 sekolah
  • SMA swasta berjumlah 18 sekolah
  • Madrasah Aliyah Negeri setingkat SMA berjumlah 1 sekolah
  • Madrasah Aliyah Swasta setingkat SMA berjumlah 1 sekolah
SMA Negeri Siwalima Boarding School Ambon

Sekolah menengah kejuruan[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah kejuruan setingkat SMA di kota Ambon berjumlah 12 sekolah dengan rincian antara lain :

  • SMK negeri berjumlah 7 sekolah
  • SMK swasta berjumlah 5 sekolah

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi yang ada di Kota Ambon sebanyak 11 universitas dengan rincian antara lain :

  • Perguruan tinggi negeri
  1. Universitas Pattimura di Poka
  2. Politeknik Negeri Ambon
  3. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Rijali di Kebun Cengkeh
  4. Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri, Ambon
  • Perguruan tinggi swasta
  1. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Trinitas, Ambon
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Abdul Azis Kataloka, Ambon
  3. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen Rutu Nusa
  4. Sekolah Tinggi Kesehatan Pasapua, Ambon
  5. Universitas Darussalam Ambon, Ambon
  6. Universitas Kristen Indonesia Maluku, Ambon
  7. Akademi Maritim Maluku, Ambon
  8. Akademi Sekretari Dan Manajemen Caritas, Ambon
  9. Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku, Ambon

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Daftar rumah sakit[sunting | sunting sumber]

  • Rumah Sakit Dr. J. A. Latumeten

berlokasi di Jl. Dr. Tamaela Kota Ambon 97111

  • Rumah Sakit GPM Ambon

berlokasi di Jl. Anthonie Rebok Ambon 97126. Adalah rumah sakit swasta milik GPM (Gereja Protestan Maluku)

  • Rumah Sakit Hative

berlokasi di Jl. Tantui Kota Ambon - Maluku. Telp: 0911 52715

  • Rumah Sakit Bersalin Al-Fatah

berlokasi di Jl. Sultan Babullah Waihaong, kecamatan Nusaniwe

  • Rumah Sakit Jiwa Pusat Kota Ambon

berlokasi di Jl. Laksda Leo Wattimena Passo Kota Ambon - Maluku. Telp: 0911 61392 Fax: 0911 61392

  • Rumah Sakit Lanud Pattimura

berlokasi di Lanud/Bandara Pattimura Kota Ambon - Maluku. Telp: 0911 61693

  • Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Kota Ambon

berlokasi di Jl. Layar No. 1 Halong Komplek Pangkalan TNI-AL Kota Ambon - Maluku. Telp: 0911 52153

  • Rumah Sakit Khusus Bedah Bakti Rahayu

berlokasi di Jl. A. Yani (Belakang RRI) Kota Ambon - Maluku. Telp: 0911 342746

  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. M Haulussy Ambon

berlokasi di Jl. Dr. Kayadoe Ambon 97116

  • Rumah Sakit POLRI Bhayangkara Kota Ambon

berlokasi di Jl. Dr. Latumeten Kota Ambon - Maluku. Telp: 0911 52288

  • Rumah Sakit Tentara Ambon

berlokasi di Jl.Dr. Sutomo, Ambon, Maluku, Indonesia

  • Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambon

berlokasi di Jl. Dr. J.B. Sitanala, Ambon

RSUD Dr. M. Haulussy Ambon

Daftar rencana pembangunan rumah sakit[sunting | sunting sumber]

Rencananya, Rumah Sakit Universitas Indonesia akan dibangun oleh jaringan Sasana Husada yang akan berlokasi di negeri Passo, Ambon.

  • Rumah Sakit Ambon Internasional

Rencananya, Rumah Sakit Ambon Internasional akan dibangun oleh kontraktor kesehatan asal Korea Selatan yang akan berlokasi diwilayah Sirimau.

  • Rumah Sakit Pendidikan Universitas Pattimura

Rencananya, Rumah Sakit Pendidikan Universitas Pattimura akan dibangun diarea sekitar fakultas kedokteran Universitas Pattimura, Ambon untuk meningkatkan mutu fakultas kedokteran di Universitas tersebut jaringan Sasana Husada

Fasilitas Kota[sunting | sunting sumber]

Jumlah masjid di kota Ambon mencapai 102 buah masjid, dan 400 lebih musala atau langgar. Masjid utama di kota Ambon adalah Masjid Multifungsi Al-Fatah.

Gereja Silo (GPM Silo Jemaat Ambon) adalah salah satu gereja Protestan utama di kota Ambon.
  • Gereja

Jumlah gereja dikota Ambon hampir mencapai 200-an lebih, baik gereja Katolik maupun gereja Protestan. Gereja utama di kota Ambon adalah GPM (Gereja Protestan Maluku) Silo, GPM (Gereja Protestan Maluku) Maranatha dan Katedral Amboina.

  • Lapangan Merdeka (di Mardika, Sirimau)
  • Pelabuhan

Jumlah pelabuhan di kota Ambon ada 5 yaitu pelabuhan utama Yos Sudarso, pelabuhan antar pulau Gudang Arang, pelabuhan penyebrangan di Galala, pelabuhan penyebrangan di Laha dan pelabuhan lokal.

GPM (Gereja Protestan Maluku) Maranatha adalah gereja Protestan paling utama dan paling sentral di kota Ambon
  • Bandara

Bandara yang melayani Ambon dan kecamatan Leihitu, Maluku Tengah serta Salahutu, Maluku Tengah yaitu Bandara Internasional Pattimura yang berada di negeri Laha, Teluk Ambon, Ambon, Teluk Ambon, Ambon yang berjarak 39 km dari pusat kota.

  • Mal

Kota Ambon memiliki 3 buah mal yaitu Ambon plaza yang terkenal sebagai Amplas, Maluku City Mall dan Ambon City Center baru di negeri Passo.

  • Rumah Sakit

Kota Ambon memiliki 11 buah rumah sakit dengn standar akreditasi "bagus".

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Peta lokasi pariwisata di kota Ambon dan Sekitarnya.

Sejak lama Ambon dikenal sebagai salah satu kota dengan gugusan pulau yang memberikan karakteristik khas karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan, perbukitan, pesisir pantai, dan kelautan. Karaktaristik ini memberikan peluang adanya banyak potensi alam yang dapat dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata bahari termasuk potensi wisata bawah laut, karena daerah dengan luas wilayah lautnya besar tentu menyimpan sejuta kekayaan alam.

Lima wilayah ekologis perairan pesisir Kota Ambon memiliki potensi wisata bahari yang potensial. Dengan kondisi dan bentangan biofisik yang ada maka berbagai paket wisata bisa dirancang dan direncanakan untuk dikembangkan meliputi ekowisata, wisata pantai, wisata renang dan selam serta wisata pancing. Hal ini turut didukung oleh kondisi alam pantai dengan panorama yang indah baik pada daerah pesisir pantai maupun daerah bawah laut yang memiliki beraneka ragam ikan hias dan terumbu karang yang langka di dunia.

Selain memiliki karakteristik wisata bahari yang metampakkan ciri khas Ambon sebagai kota kepulauan, juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang cukup tinggi. Wujud warisan sejarah dan budaya fisik yang sampai saat ini dapat dilihat antaranya yaitu gedung-gedung ibadah, tempat-tempat pemakaman, rumah-rumah raja, bentuk-bentuk patung yang terkait dengan kepercayaan dan kepahlawanan, monument perjuangan, benteng-benteng. Potensi-potensi tersebut harus menjadi perhatian dalam rangka mengembalikan citra Ambon yang dikenal dengan “Ambon Manise”.

Daya tarik wisata yang dimiliki Kota Ambon hampir sebagian besar di dominasi oleh wisata pantai, hal ini tidak luput dari kondisi fisik Kota Ambon yang sebagian besar di kelilingi oleh perairan dan teluk, seperti Laut Banda, Teluk Ambon, Teluk Dalam dan Teluk Baguala. Dengan adanya potensi perairan dan teluk serta di tunjang dengan kondisi alam yang menawarkan keindahan alam, tentunya Kota Ambon ini mempunyai potensi besar untuk dikemkembangkan dalam sektor pariwisata.

Profil dari beberapa lokasi yang memiliki potensi wisata (alami dan buatan) yang kiranya dapat dijadikan sebagai Objek Wisata Kota Ambon dimasa kini dan kedepan.

Lokasi pariwisata[sunting | sunting sumber]

Sampai dengan Tahun 2008 di Kota Ambon terdapat 39 objek wisata, berupa objek wisata alam 24 dan budaya 15 dengan penyebarannya yaitu untuk Kecamatan Nusaniwe 12 objek wisata alam (Laut 10, Darat 2) dan 2 objek wisata sejarah serta budaya Kecamatan Sirimau, 3 objek wisata alam (darat) serta 8 objek budaya dan sejarah. Kecamatan Baguala objek wisata alam laut 6, Darat 1 dan Budaya serta sejarah 4. Sejumlah objek wisata di dua Kecamatan yaitu di Kecamatan Teluk Ambon dan Kecamatan Leitimur Selatan, belum dikembangkan.

  • Patung Pattimura, di Lapangan Merdeka
  • Patung Martha Christina Tiahahu, di Karang Panjang
Tugu atau patung pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu, terletak di Karang Pajang Ambon.
  • Tugu Dolan, di Kudamati. Tugu ini dibangun untuk memperingati pertempuran dengan tentara Australia
  • Tugu Trikora, di Urimesing
  • Taman Makam Pahlawan PD II-Australia, di Tantui
  • Monumen Australia, di Laha dan Tawiri
  • Monumen Jepang, di Tawiri
  • Patung Franciscus Xaverius, di Batu Meja
  • Fort Victoria, di Belakang Soya
  • Monumen Rumphius, di Batu Meja
  • Museum Siwalima, di Taman Makmur
  • Museum Molukken, di Rijali
  • Pantai Namalatu, di Latuhalat
  • Pantai Santai, di Latuhalat
  • Tanjung Nusaniwe, di Nusaniwe
  • Pintu Kota, di Airlouw
  • Pantai dan gua bawah laut di Desa Hukurila
  • Tempayan Sopi, di desa Soya
  • Batu Layar, didesa Larike
  • Gong Perdamaian Dunia di pusat Kota/ACC (Ambon City Centre)
  • Goa Batu Lobang, di Desa Amahusu
  • Bunker/Terowongan bawah tanah V.O.C., di Benteng Atas Sekitar Hunipopu
  • Puing kapal pengangkut Barang peninggalan Belanda/Portugis, di dasar perairan laut Waiyame
  • Lereng Gunung Sirimau di daerah Soya Atas, terdapat sebuah gereja tertua dengan arsitektur unik dan dibangun pada 1546.

Perhotelan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Hotel di Kota Ambon tercatat 33 buah terdiri dari Hotel Bintang III sebanyak 3 buah dengan 197 kamar dan 251 tempat tidur, Hotel Bintang II sebanyak 2 buah dengan 65 kamar dan 87 tempat tidur,Hotel bintang I sebanyak 5 buah dengan 154 tempat tidur, sedangkan Hotel Non Bintang sebanyak 23 buah dengan 400 kamar dan 628 tempat tidur.

Restoran, rumah makan, dll[sunting | sunting sumber]

Jumlah restoran dan rumah makan sebanyak 129, Rumah kopi 29, Cafe 24, Warung 36, Fried Chicken 2 dan Karaoke 26, sedangkan untuk tempat hiburan lainnya sebanyak 42 buah.

Peluang investasi[sunting | sunting sumber]

Usaha pariwisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai investasi pada sektor hulu adalah pengembangan 8 potensi pariwisata di Kota Ambon yang belum dikembangkan dan pada bagian hilir adalah usaha biro perjalanan wisata dan usaha perdagangan produk-produk cenderamata. Skala usaha yang cocok dikembangkan adalah usaha kecil dan menengah, pembangunan hotel berbintang, usaha jasa perjalanan wisata serta pengembangan wisata bahari.

Musik dan hiburan lainnya[sunting | sunting sumber]

Kota Ambon dikenal sebagai kota musik dan surga bagi para pemusik terutama jenis musik Hip-Hop, Rap dan Jazz. Festival yang paling menarik dalam permusikan kota Ambon yaitu digelarnya dua festival, Ambon Jazz Plus Festival dan Festival Musik HUT Kota Ambon. Kota ini juga dikenal sebagai salah satu gudang musisi terkenal baik di tanah air maupun di dunia internasional seperti Daniel Sahuleka, Broery Marantika, Ruth Sahanaya, Regina Idol, Lexs Trio, Doddie Latuharhary, Corr Tetelepta, Jhon Lawalatta, Chamber Choral, Utha Likumahua, Glenn Fredly, Obbie Mesakh Bob Tutupoli, Harvey Mailaholo, Grace Simon, Utha Likumahua, Enteng Tanamal, dll.

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Kota Ambon terkenal sebagai kota yang memiliki variasi kuliner yang menarik. Kuliner khas kota ini antara lain Papeda, Colo-colo, Kohu-kohu, Bubur Ne, Sagu Gula, Sinoli, Pisang Goreng, Ampas Tarigu, Ikang Asar, Sopi, Sageru dll.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2014, Produk Domestik Regional Bruto per kapita Kota Ambon berdasarkan harga berlaku tumbuh cukup cepat, yaitu 8,3 persen, sedangkan untuk harga konstan di Kota Ambon mengalami pertumbuhan sebesar 1,7 persen. PDB perkapita masyarakat Kota Ambon pada tahun 2014 atas dasar harga konstan 2010 adalah sebesar 19,5 Juta Rupiah (U$1423,31) sedang PDB perkapita pada tahun 2014 berdasarkan Harga berlaku adalah 25,16 Juta Rupiah (U$ 1836,43). Angka kemiskinan di Kota Ambon adalah 4,42% dan merupakan persentase kemiskinan paling kecil di Provinsi Maluku.[89]

Investasi[sunting | sunting sumber]

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Wilayah perairan Kota Ambon memiliki sumberdaya perikanan yang sangat potensial ditinjau dari besaran stok maupun peluang pemanfaatan dan pengembangannya. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian dan analisis terhadap kelimpahan stok potensi lestari. Untuk jenis ikan pelagis kecil kelimpahan stoknya adalah sebesar 1.470,7 ton/bln dengan potensi lestari sebesar 735,4 ton/bln, sementara pemanfaatannya sebesar 232 ton/bln. Jenis-jenis ikan pelagis kecil yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan adalah Stolephorus spp, Sardinela spp, Decapterus spp, Restrelliger spp serta Cypselurus spp.

Ikan pelagis besar tersebar pada wilayah ekologis pantai selatan Kota Ambon dengan kelimpahan stok sebesar 620,6 ton/bln dengan maksimum tangkap lestari (MSY) sebesar 310,3 ton/bln di mana pemanfaatannya telah mencapai 127,1 ton/bln atau sebesar 41% dari MSY. Ikan pelagis besar didominasi oleh Cakalang (Skipjack Tuna) dan Tatihu (Yellow Fin Tuna).

Investasi untuk sektor perikanan dapat dalam bentuk perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Untuk perikanan tangkap, pada bagian hulu dapat dikembangkan usaha pengadaan kapal, pasokan es dan Colt Strorage, sedangkan pada bagian hilir dapat dikembangkan usaha pengolahan komoditas kaleng, komoditas beku, dan komoditas segar. Disamping adanya kegiatan pengasapan ikan yang dapat dipasarkan untuk memasok kebutuhan lokal, regional (intra wilayah Maluku) dan nasional, selain itu juga dapat dikembangkan usaha rumah makan/restoran. Untuk perikanan budidaya usaha yang potensial dikembangkan adalah kolam pancing dan ekowisata.

Perdagangan dan jasa[sunting | sunting sumber]

Sampai dengan tahun 2008 ada tiga usaha yang menonjol yaitu, Usaha Kecil dan Menengah sebanyak 876 buah yang tersebar di Wilayah Kota Ambon, Perdagangan dan Jasa sebanyak 949 buah serta Industri sebanyak 87 buah.

Disamping itu juga untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat, telah tersedia 2 buah Plaza, 7 pasar tradisional dan 1 kawasan baru untuk pengembangan pusat aktivitas perekonomian. Dengan adanya pengembangan kawasan passo sebaggai kota orde kedua, maka peluang investasi pembangunan kawasan perdagangan dan jasa sangat menjanjikan.

Sejalan dengan pengembangan Kawasan Passo sebagai Kota Orde Kedua memiliki akses yang sangat besar untuk menciptakan peluang bagi investor mengembangkan sektor perdagangan dan jasa. Karena kawasan ini akan didukung dengan ketersediaan terminal transit serta adanya alokasi ruang yang cukup serta potensial bagi pengembangan permukiman baru sehingga peluang investasi yang memiliki prospek adalah pembangunan kawasan perdagangan dan jasa.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Populasi ternak yang diusahakan selama tahun 2008, terdiri dari ternak besar yaitu : Sapi 640 ekor, Kerbau 61 ekor, sedangkan untuk ternak kecil yaitu Kambing 853 ekor, Babi 1.883 ekor. Untuk jenis unggas yaitu Itik 890 ekor dan Ayam 66.848 ekor.

Investasi pada subsektor peternakan dapat dilakukan pada bagian hulu dan bagian hilir, di mana untuk ternak besar dapat dikembangkan usaha peternakan dan usaha penggemukan sedangkan pada bagian hilir dapat dikembangkan usaha pengolahan dalam bentuk industri pengolahan daging abon atau dendeng. Untuk ternak unggas, usaha yang dapat dikembangkan adalah usaha peternakan perdagangan pakan ternak pada bagian hulu dan pada bagian hilir adalah usaha rumah makan/restoran.

Industri[sunting | sunting sumber]

Industri dibidang pengolahan ikan/perikanan merupakan idustri utama. Industri di Ambon sebagian besar masih merupakan industri rumahan (Home Industri). Produk-produk industri kota Ambon antara lain makanan, produk tekstil/konveksi, pengolahan ikan, pembekuan ikan, kerajinan tangan dan furniture (meubeler)

Energi[sunting | sunting sumber]

Kondisi hidrologi Ambon dicirikan oleh banyaknya sungai yang mengalir dari pegunungan dan bermuara di Teluk Ambon dan Teluk Dalam. Beberapa sungai besar yang memiliki daerah aliran cukup jauh serta debit yang potensial antara lain : Wai Ruhu dengan debit 35,05 m³/detik, Wai Batu Gajah dengan debit 20 m³/detik serta Wai Tonahitu dengan debit 19,50 m³/detik.

Potensi investasi kelistrikan yang dapat dikembangkan adalah penyediaan mikro hidro untuk penambahan daya listrik dengan memanfaatkan sungai yang memiliki potensi debit cukup besar di antaranya ketiga sungai di atas.

Perumahan[sunting | sunting sumber]

Bertambahnya jumlah penduduk serta makin membaik strata kehidupan sosial ekonomi masyarakat Ambon dengan pola konsumsi yang sangat tinggi berdampak pada tuntutan kebutuhan papan (rumah) yang sehat dengan lingkungan yang baik. Beberapa kawasan pengembangan sesuai arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Ambon yang merupakan sentra pertumbuhan baru dan potensial seperti kawasan Passo dengan lahan yang sangat datar telah dicadangkan untuk kawasan pertumbuhan baru bukan saja bagi sektor perdagangan dan jasa namun juga bagi sektor-sektor lainnya termasuk sektor perumahan dan permukiman.

Kawasan Passo sebagai Kota Orde Kedua memiliki keunggulan spatial dan potensi yang sangat besar untuk prospek pengembangan perumahan dan permukiman baru baik itu rumah tinggal maupun rumah toko (Ruko). Pengembangan kawasan ini karena ditunjang dengan kemampuan daya dukung lahan yang tersedia serta adanya rencana Pemerintah Kota untuk mengembangkan kawasan Passo sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota baik dalam negeri maupun negeri tetangga yang menjadi bagian dari proyek kota kembar dengan kota Ambon, Maluku adalah:

Proyek ini telah menjadi ajang saling tukar-menukar informasi dan perundingan untuk membincangkan berbagai masalah ekonomi dan perkotaan. Berbagai kerangka kerjasama antara kota bersaudara, kenyataannya terus berkembang dalam bidang-bidang yang semakin luas, baik sosial maupun pendidikan serta wisata dll.

Kota Ambon, Kupang, Manado dan Jayapura sebagai kota-kota utama di Indonesia bagian timur menghadapi permasalahan di bidang sosial, kelautan, transportasi laut, wisata dan tata perkotaan, maka dengan adanya proyek kota kembar ini diharapkan kota-kota terbaik dapat saling membantu memecahkan masalah-masalah yang ada.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Monumen Pattimura di Museum Siwalima, Ambon 
Festival teluk Ambon 2012 di Amahusu 
Pantai Pintu Kota Manise di Airlouw 
Passo, kawasan utama kedua di wilayah kota 
Sirimau, kecamatan yang paling berkembang di kota 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Alfaojek,Ojek Daring Warga Kota Ambon". Republika Online. 4 November 2017. Diakses tanggal 3 Desember 2017. 
  2. ^ "Genjot Riset, Kampus Teken Kerja Sama dengan Pemda". Jawa Pos. 30 November 2017. Diakses tanggal 3 Desember 2017. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2017" (PDF). Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Diakses tanggal 3 Desember 2017. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku, 2004-2016". BPS Kota Ambon. Diakses tanggal 2 Desember 2017. 
  5. ^ Dorimulu, Primus (20 Februari 2017). "Rumah Sakit Internasional di Teluk Ambon". BeritaSatu. Diakses tanggal 3 Desember 2017. 
  6. ^ mezakwakim (2014-08-13). "Sejarah Benteng Victoria: Cikal Bakal Kota Ambon - Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku". Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku. Diakses tanggal 2017-12-03. 
  7. ^ "Kabupaten/Kota". www.malukuprov.go.id. Pemerintah Provinsi Maluku. Diakses tanggal 3 Desember 2017. 
  8. ^ "Menteri BUMN dukung peralihan Pelabuhan Yos Sudarso". Antara News. 23 Februari 2016. Diakses tanggal 3 Desember 2017. 
  9. ^ Media, Kompas Cyber. "5 Destinasi Wisata di Kota Ambon - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-03. 
  10. ^ Administrator. "Pesta Pendidikan AMBON: Satu Hati untuk Pendidikan Maluku" (dalam bahasa British English). Diakses tanggal 2017-12-03. 
  11. ^ "Katong Samua Orang Basudara Dalam Masyarakat Multi Etnik Di Kota Ambon (Sebuah Perenungan)". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku. 11 September 2017. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  12. ^ "Lima Konflik SARA Paling Mengerikan Ini Pernah Terjadi di Indonesia". Okezone News. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  13. ^ Media. "Pertikaian di Ambon Bukan Konflik Agama". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  14. ^ a b "Jumlah Penduduk Kota Ambon Per Desa Menurut Jenis Kelamin 2016". Badan Pusat Statistik Kota Ambon. BPS Kota Ambon. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  15. ^ Maluku, ANTARA News Ambon,. "Peninggalan Sejarah di Ambon Terpelihara Baik - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  16. ^ "Pangkoopsau II Sambut Safari Ramadan Kasau di Ambon - Tribun Timur". Tribun Timur. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  17. ^ "3 Masjid Bersejarah di Maluku | Republika Online". Republika Online. 2017-03-01. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  18. ^ Media, Kompas Cyber. "Gali Tanah untuk Saluran Air, Pekerja Bangunan Temukan Bom - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-04. 
  19. ^ "Belum Nikmati Ikan Ambon? Anda Belum ke Ambon...". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2017-12-04 – via 4 Desember 2017. 
  20. ^ "Jokowi Resmikan Jembatan Merah Putih, Ini Panduan Mini Wisata Ambon". KOMPAS.com. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  21. ^ Ricklefs, M.C. (1991). A History of Modern Indonesia Since c.1300, 2nd Edition. London: MacMillan. hlm. 25. ISBN 0-333-57689-6. 
  22. ^ a b c d e "Kota Ambon". malukuprov.go.id. 17 Oktober 2016. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  23. ^ Maluku, ANTARA News Ambon,. "Pengelolaan Nieuw Victoria Harus Diserahkan Kepada BPCB - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  24. ^ "Benteng Victoria". www.ambon.go.id. Pemerintah Kota Ambon. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  25. ^ "Benteng Nieuw Victoria Beralih Jadi Museum Sejarah di Ambon". Okezone Economy. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  26. ^ Mirnawati (2012). Kumpulan Pahlawan Indonesia Terlengkap. Jakarta: CIF. hlm. 10. 
  27. ^ Pour, Julius (2008). Ignatius Slamet Rijadi: dari mengusir Kempeitai sampai menumpas RMS. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-3850-1. 
  28. ^ a b c d e f g "Kota Ambon Masa Lalu" (PDF). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pelestarian Nilai Budaya Ambon. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  29. ^ Shorto, Russell. The Island at the Center of the World. Doubleday 2004. Page 72.
  30. ^ developer, metrotvnews. "Setop Jarah Perusahaan Pelat Merah". metrotvnews.com. Diakses tanggal 2017-12-04. 
  31. ^ "Raffles Kritik Gratifikasi Seks untuk Hartingh". Radar Jogja. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  32. ^ Media, Kompas Cyber. "Kisah Serdadu VOC Asal Tanah Madura - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  33. ^ a b c d e f g h i "Sejarah Ambon". Pemkot Ambon. Pemerintah Kota Ambon. Diakses tanggal 4 Desember 2017. 
  34. ^ "Cemetery" (dalam bahasa British English). Commonwealth War Graves Commission. Diakses tanggal 5 Desember 2017. 
  35. ^ Setijo, Pandji. Pendidikan Pancasila. Gramedia Widiasarana Indonesia. hlm. 27. 
  36. ^ M., Sardiman A.; Lestariningsih, Amurwani Dwi (2014). Sejarah Indonesia; Buku Siswa SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 2. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. hlm. 7. ISBN 978-602-282-107-6. 
  37. ^ Yamin, Mohammad (1956). Atlas Sejarah. hlm. 23. 
  38. ^ Soekirno, Ade. Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara 2. Gramedia Widiasarana Indonesia. hlm. 111. 
  39. ^ "Ambon". Encyclopædia Britannica (dalam bahasa British English). Diakses tanggal 5 Desember 2017. 
  40. ^ Chauvel, Richard (2008). Nationalists, Soldiers and Separatists: the Ambonese Islands from Colonialism to Revolt 1880-1950. Leiden: KITLV Press, Koniklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde, dan Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies. hlm. 179. ISBN 90 6718 025 4. 
  41. ^ Media, Kompas Cyber. "Menyelam, Gubernur Maluku Temukan Dua Torpedo Peninggalan Jepang - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-05. 
  42. ^ "FOTO: Rombongan Pangkoopsau II kunjungi Gong Perdamaian Dunia di Ambon - Tribun Timur". Tribun Timur. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  43. ^ Media, Kompas Cyber. "Cerita Jusuf Kalla Soal Kerusuhan Ambon dan Pesan Keberagaman - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 9 Desember 2017. 
  44. ^ Liputan6.com. "Belajar Toleransi Agama dari Ambon". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  45. ^ Fadillah, Ramadhian. "Kisah pasukan khusus TNI hancurkan sarang provokator Ambon | merdeka.com". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-09. 
  46. ^ Liputan6.com. "Provokator Kerusuhan Ambon Dituntut Hukuman Mati". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  47. ^ Liputan6.com. "Tujuh Orang Tewas dalam Kerusuhan Ambon". liputan6.com.  Text "access- " ignored (bantuan);
  48. ^ "Pemuda Maluku Tak Ingin Kerusuhan Ambon 1999 Terulang - Tribunnews.com". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  49. ^ Media, Kompas Cyber. "Pengungsi Kerusuhan Maluku 1999 Datangi Syukuran Rakyat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 9 Desember 2017. 
  50. ^ Kholid, Idham. "Cerita Komandan Jihad Maluku yang Kini Sebarkan Paham Anti Radikal". detiknews. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  51. ^ Baiduri, MC Nieke Indrietta. "Mantan Panglima Jihad di Ambon Ajak Warga Menentang Paham ISIS". Tempo. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  52. ^ Farhan, Afif. "Gong Perdamaian Dunia, Gema dari Ambon untuk Alam Semesta". detikTravel. Diakses tanggal 9 Desember 2017. 
  53. ^ "Kabupaten - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-05. 
  54. ^ "Kota Ambon" (PDF). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya. Ditjen Cipta Karya. Diakses tanggal 5 Desember 2017. 
  55. ^ Prosiding Seminar Nasional Basic Science VI F-MIPA UNPATTI. Ambon: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura. 2014. hlm. 264. ISBN 978-602-975-521-2 Check |isbn= value (bantuan).  c
  56. ^ Maluku, ANTARA News Ambon,. "BMKG: Hujan di Ambon Hingga Juni - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-05. 
  57. ^ Maluku, ANTARA News Ambon,. "BMKG: Puncak Hujan di Ambon Juni-Juli - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-05. 
  58. ^ Muslimah, Salmah. "Ini Alasan Kenapa Bogor Disebut Kota Hujan". detiknews. Diakses tanggal 2017-12-05. 
  59. ^ "TOP FILES: Bogor Dijuluki Kota Hujan, Apa Gerangan Penyebabnya?". Okezone.com. Diakses tanggal 2017-12-05. 
  60. ^ "Climate Bogor: Temperature, Climograph, Climate table for Bogor". Climate-data.org. Diakses tanggal 2017-12-05. 
  61. ^ "Iklim:Ambon". Climate-Data.org. Diakses tanggal 5 Desember 2017. 
  62. ^ "Suku Ambon". Indonesia.go.id. Diakses tanggal 7 Desember 2017. 
  63. ^ a b Media, Kompas Cyber. "Ambon Bangun Permukiman Multietnis". KOMPAS.com. Diakses tanggal 7 Desember 2017. 
  64. ^ "Tahun Depan 24 Provinsi jadi Tujuan Transmigrasi - Tribunnews.com". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2017-12-07. 
  65. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut Provinsi Maluku". sp2010.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 7 Desember 2017. 
  66. ^ a b c "Maluku Dalam Angka 2017" (PDF). BPS Provinsi Maluku. Agustus 2017. Diakses tanggal 8 Desember 2017. 
  67. ^ antaranews.com. "Ribuan umat Kristiani padati gereja di Ambon - ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-08. 
  68. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut Kota Ambon". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 8 Desember 2017. 
  69. ^ "Diundang HUT ke-440 Ambon, Dubes AS Merasa Tersanjung". beritasatu.com. Diakses tanggal 2017-12-08. 
  70. ^ "Maluku Dalam Angka 2015" (PDF). BPS Provinsi Maluku. November 2015. Diakses tanggal 8 Desember 2017. 
  71. ^ a b c "Keterancaman Bahasa-Bahasa Daerah di Maluku Akibat Dominasi Bahasa Melayu Ambon". Kantor Bahasa Maluku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 8 Oktober 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2017. 
  72. ^ Media, Kompas Cyber. "Puluhan Bahasa Daerah di Maluku Terancam Punah". KOMPAS.com. Diakses tanggal 8 Desember 2017. 
  73. ^ Maluku, Tribun. "Amahusu-Batu Merah Dicanangkan Jadi Kampung Bahasa". Tribun-Maluku.com | Berita dan Informasi Seputar Maluku Terkini. Diakses tanggal 2017-12-08. 
  74. ^ a b Malukupost. "Gubernur Canangkan Dua Kampung Bahasa Di Kota Ambon". Malukupost.com. Diakses tanggal 2017-12-08. 
  75. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia sampai dengan Tahun 2014" (PDF). OTDA Kemendagri. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. 2014. Diakses tanggal 9 Desember 2017. 
  76. ^ "Provinsi". www.kemendagri.go.id. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Desember 2017. 
  77. ^ "Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000". Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Desember 2017. 
  78. ^ Agency, ANTARA News. "Wali Kota Paparkan Upaya Membangun Perdamaian Ambon - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  79. ^ Agency, ANTARA News. "Kesbangpol Bandung Belajar Penerapan Toleransi di Ambon - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  80. ^ "Terapkan Program "Duo Emas" Perdamaian, Mayjen Doni Monardo Diangkat Jadi Warga Kehormatan Kota Ambon". Okezone.com. Diakses tanggal 12 Desember 2017. 
  81. ^ Media, Kompas Cyber. "Seorang Calon Haji Meninggal Dunia Saat Antre di Pelabuhan - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 12 Desember 2017. 
  82. ^ Media, Kompas Cyber. "Ambon-Vlissingen Lanjutkan Kerja Sama Kota Kembar". KOMPAS.com. Diakses tanggal 13 Desember 2017. 
  83. ^ Malukupost. "Kota Kembar Ambon-Vlissingen Fokus Transfer Teknologi". Malukupost.com. Diakses tanggal 2017-12-13. 
  84. ^ Agency, ANTARA News. "Kota Kembar Ambon-Vlissingen Fokus Transfer Teknologi - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-13. 
  85. ^ "KRI Darwin - Peningkatan Kerja Sama Kota Kembar Darwin – Ambon". www.kemlu.go.id. Diakses tanggal 13 Desember 2017. 
  86. ^ "Sister Cities Program | City of Darwin | Darwin Council, Northern Territory". www.darwin.nt.gov.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-13. 
  87. ^ a b Agency, ANTARA News. "Ambon Jajaki Kota Kembar Kyoto dan New York - ANTARA News Ambon, Maluku". Antara News. Diakses tanggal 2017-12-13. 
  88. ^ "Jembatan Merah Putih". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2017-09-08. 
  89. ^ Kota Ambon dalam Angka,BPS Kota Ambon.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]