Pangkalan udara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Pangkalan Udara Militer (sering disingkat sebagai Lanud) adalah kawasan di daratan dan/atau di perairan dengan batas-batas tertentu dalam wilayah suatu negara yang digunakan untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan pesawat udara guna keperluan pertahanan negara oleh angkatan bersenjatanya khususnya oleh Angkatan Udara. Pangkalan udara Dibangun untuk menunjang pertahanan Negara. Istilah Bandar udara dan pangkalan udara sebenarnya merujuk pada area atau fasilitas yang sama. Perbedaannya terletak pada fungsinya apakah untuk kepentingan penerbangan sipil atau penerbangan Militer. Bandar Udara adalah istilah yang umumnya dipergunakan untuk kegiatan penerbangan sipil (civil aviation), sedangkan pangkalan udara adalah istilah yang umumnya dipergunakan untuk kegiatan penerbangan militer (pertahanan negara).[1][2]

Pangkalan Udara di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pangkalan Udara TNI AU
Lanud.png
Lambang Lanud
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Cabang Insignia of the Indonesian Air Force.svg TNI Angkatan Udara
Tipe unit Pangkalan Udara Militer
Bagian dari TNI Angkatan Udara
Moto "Prayatna Kerta Gegana"
Situs web www.tni-au.mil.id

Pada dasarnya bandara yang dikelola TNI merupakan sebutan dari Pangkalan Udara, pangkalan udara sendiri menurut UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan ialah kawasan di daratan dan/atau di perairan dengan batas-batas tertentu dalam wilayah Republik Indonesia yang digunakan untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan pesawat udara guna keperluan pertahanan negara oleh Tentara Nasional Indonesia. Secara umum, Pangkalan udara sepenuhnya memiliki fungsi sebagai berikut;

  1. Melaksanakan pendidikan Elektronika dasar Listrik, avionik elektronika, komunikasi navigasi, Radar, Avionik, Separadas (Sekolah Para Dasar), dan kecabangan Perwira.
  2. Melaksanakan kegiatan Intelijen pengamanan, oprasi udara, keamanan dan pertahanan Pangkalan serta pembinaan sumber daya.
  3. Melaksanakan pembinaan kemampuan pelaksanaan tugas-tugas operasi udara dan pembinaan potensi kedirgantaraan.
  4. Dengan kesimpulan ialah bahwa pangkalan udara diperuntukkan khusus bagi kegiatan kemiliteran dan pertahanan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pangkalan Udara di dalam jajaran TNI Angkatan Udara dibagi menjadi 2 Sektor Komando Daerah Operasi Angkatan Udara dan 1 Lanud Pendidikan Yaitu Koopsau I, Koopsau II dan tiga Pangkalan Udara Pendidikan di bawah kendali Kodiklatau. Berikut adalah daftar pangkalan udara di Indonesia :

Koopsau I[sunting | sunting sumber]

Komando Operasi Angkatan Udara I di Jakarta membawahi beberapa pangkalan udara :

Lapangan terbang Cililitan (kini Bandar Udara Halim Perdanakusuma) pada tahun 1930-an
Lanud Kalijati (sekarang Lanuma Suryadarma) tempo dulu (1922)
Lanud Kalijati (1947)
Pangkalan Udara Iswahyudi di Magetan, Jawa Timur

Tipe A:

  1. Lanud Halim Perdanakusuma (HLM), Jakarta Timur
  2. Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor
  3. Lanud Roesmin Nurjadin (RSN), Pekanbaru
  4. Lanud Supadio (SPO), Pontianak
  5. Lanud Suryadarma (SDM), Subang

Tipe B:

  1. Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh
  2. Lanud Soewondo (SWO), Medan
  3. Lanud Husein Sastranegara (HSN), Bandung
  4. Lanud Sutan Syahrir (SUT), Padang
  5. Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang
  6. Lanud Maimun Saleh (MUS), Sabang
  7. Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjung Pinang
  8. Lanud Raden Sadjad (RSA), Natuna

Tipe C:

  1. Lanud Pangeran M. Bunyamin (BNY), Menggala
  2. Lanud Haji Abdullah Sanusi Hanandjoeddin (ASH), Belitung
  3. Lanud Wiriadinata (WIR), Tasikmalaya
  4. Lanud Harry Hadisoemantri (HAD), Singkawang
  5. Lanud Sugiri Sukani (SKI), Cirebon
  6. Lanud Jenderal Besar Soedirman (SUD), Purbalingga

Rencana Pembangunan:

  1. Lanud Piobang (PBG) , Payakumbuh
  2. Lanud Gadut (GDT) , Bukittinggi
  3. Lanud Purwosari (PWI) , Lampung Timur

Koopsau II[sunting | sunting sumber]

Komando Operasi Angkatan Udara II di Makassar membawahi beberapa pangkalan udara :

Tipe A:

  1. Lanud Sultan Hasanuddin (HND), Makassar
  2. Lanud Iswahyudi (IWJ), Magetan
  3. Lanud Abdul Rachman Saleh (ABD), Malang
  4. Lanud I Gusti Ngurah Rai (RAI), Denpasar
  5. Lanud Muljono (SBY), Surabaya

Tipe B:

  1. Lanud Dhomber (DMB), Balikpapan
  2. Lanud Syamsuddin Noor (SAM), Banjarbaru
  3. Lanud Sam Ratulangi (SRI), Manado
  4. Lanud Anang Busra (ANB), Tarakan
  5. Lanud Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Mataram

Tipe C:

  1. Lanud Iskandar (IKR), Pangkalan Bun
  2. Lanud Halu Oleo (WMI), Kendari

Koopsau III[sunting | sunting sumber]

Komando Operasi Angkatan Udara III di Biak membawahi beberapa pangkalan udara :

Tipe A:

  1. Lanud Manuhua (MNA), Biak
  2. Lanud El Tari (ELI), Kupang
  3. Lanud Silas Papare (SPR), Jayapura

Tipe B:

  1. Lanud Johannes Abraham Dimara (DMA), Merauke
  2. Lanud Pattimura (PTM), Ambon

Tipe C:

  1. Lanud Leo Wattimena (MRT), Halmahera Utara
  2. Lanud Dumatubun (BMN), Tual
  3. Lanud Yohanis Kapiyau (YKU), Timika

Kodilatau[sunting | sunting sumber]

Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara di Jakarta membawahi tiga pangkalan udara :

Tipe A:

  1. Lanud Adi Sutjipto (ADI), Sleman

Tipe B:

  1. Lanud Adi Soemarmo (SMO), Boyolali (Akan naik type A)[3]
  2. Lanud Sulaiman (SLM), Bandung

Referensi[sunting | sunting sumber]