Kabupaten Buru Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Buru Selatan
Lambang Kabupaten Buru Selatan
Lambang Kabupaten Buru Selatan


Moto: Lolik Lalen Fedak Fena



Peta Kabupaten Buru Selatan
Peta lokasi Kabupaten Buru Selatan di Maluku
Koordinat: 2º25’-3º5’ LS dan 121º221’–125º21’ BT
Provinsi Maluku
Dasar hukum UU No. 32 Tahun 2008
Tanggal peresmian 21 Juli 2008
Ibu kota Namrole
Pemerintahan
-Bupati Tagop Sudarsono Soulisa
APBD
-DAU Rp. 294.019.779.000.-(2013)[1]
Luas 6.723 km2
Populasi
-Total 53.671 jiwa
-Kepadatan 7,98 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
-Kecamatan 6
Simbol khas daerah

Kabupaten Buru Selatan adalah sebuah kabupaten di Provinsi Maluku, Indonesia, yang terletak di pulau Buru. Ibukotanya adalah Namrole. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 yangt merupakan pemekaran dari Kabupaten Buru.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Drs.
A. R. Uluputty
2008
2010
Yusuf Latuconsina
2010
2011
Drs.
M. Saleh Thio
2011
2011
1
TagopSSoulisa-RegentofSouthBuru.JPG Tagop Sudarsono Soulisa
13 Juni 2011
13 Juni 2016
1
Ayub Seleky
13 Juni 2016
22 Juni 2016
(1)
TagopSSoulisa-RegentofSouthBuru.JPG Tagop Sudarsono Soulisa
22 Juni 2016
22 Juni 2021
2
Ayub Seleky

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Buru Selatan memiliki 6 kecamatan, yaitu :

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Komposisi penduduk Kabupaten Buru Selatan terdiri dari orang-orang asli penghuni Pulau Buru kemudian penduduk yang berasal dari pulau Ambalau dan penduduk pendatang yang kebanyakan berasal dari etnis Jawa, Buton dan Bugis.

Kabupaten Buru Selatan adalah kabupaten yang tergolong muda dan baru mekar beberapa tahun lalu. Namun Kabupaten Buru Selatan ini memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa melimpah. Sayangnya, sumber daya alam ini belum di kelolah secara maksimal. Diharapkan ke depan seluruh potensi sumber daya ini dapat di kelolah lebih maksimal lagi sehingga dapat menjadi sebuah potensi yang tentunya sangat baik bagi kesejahteraan rakyat di daerah ini yang saat ini masih tertinggal dari daerah lainnya di Maluku.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]