Kabupaten Buru Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Buru Selatan
Lambang resmi Buru Selatan
Motto: 
Lolik Lalen Fedak Fena
Peta
Peta
Buru Selatan is located in Maluku
Buru Selatan
Buru Selatan
Peta
Buru Selatan is located in Maluku dan Papua
Buru Selatan
Buru Selatan
Buru Selatan (Maluku dan Papua)
Buru Selatan is located in Indonesia
Buru Selatan
Buru Selatan
Buru Selatan (Indonesia)
Koordinat: 3°50′17″S 126°44′05″E / 3.8380966°S 126.7345922°E / -3.8380966; 126.7345922
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku
Tanggal berdiri21 Juli 2008; 13 tahun lalu (2008-07-21)
Dasar hukumUU №32 Tahun 2008
Ibu kotaNamrole
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiSafitri Malik Soulisa
 • Wakil BupatiGerson Eliaser Selsily
Luas
 • Total3.781 km2 (1,460 sq mi)
Populasi
 • Total77.013
 • Kepadatan21/km2 (50/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 65,27%
Kristen 29,72%
- Protestan 29,27%
- Katolik 0,45%
Hindu 1,55%
Lainnya 3,46% [3]
 • IPMKenaikan 64,92 (2020)
Kenaikan 64,42 (2019)
( Sedang )[4]
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode area telepon0913
Pelat kendaraanDE xxxx F*
Kode Kemendagri81.09 Edit the value on Wikidata
DAURp 453.933.573.000 - (2020)[5]
Situs webhttp://buruselatankab.go.id

Kabupaten Buru Selatan adalah sebuah kabupaten yang berada di provinsi Maluku, Indonesia, yang terletak di pulau Buru. Ibu kotanya adalah Namrole. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Buru. Penduduk kabupaten ini berdasarkan data registrasi Badan Pusat Statistik Buru Selatan 2020 berjumlah 76.900 jiwa (2020) dengan kepadatan 20,34 jiwa/km². Sementara pada tahun 2021, penduduk Buru Selatan sebanyak 77.013 jiwa.[1] Penduduk asli daerah ini adalah suku Rana.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kabupaten Buru Selatan terletak di antara 121°22'−125°21' Bujur Timur dan 2°25'−3°5' Lintang Selatan dengan luas wilayah 6.723 km², yang terdiri dari luas laut 1.663 km² dan luas daratan 5.060 km².[6]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Buru Selatan secara administratif berbatasan dengan beberapa wilayah lain, yaitu:

Utara Kabupaten Buru
Timur Selat Manipa
Selatan Laut Banda
Barat Laut Buru

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kondisi topografi Kabupaten Buru Selatan terbagi menjadi 3 satuan, yaitu pegunungan, perbukitan dan dataran.

  1. Satuan Pegunungan, terbentang dari di bagian tenggara, selatan, barat dan tengah Pulau Buru yang menempati sekitar 70% dari luas pulau dengan kemiringan lereng yang relatif curam.
  2. Satuan Perbukitan, tersebar mengeliling morfologi pegunungan yang membentuk rangkaian perbukitan yang membulat dan berlerang landai sampai agak curam dengan ketinggian sampai 800 meter di atas permukaan laut.
  3. Satuan Dataran, terbagi ke dalam dataran rendah dan dataran antar gunung. Dataran rendah tersebar di daerah utara dan di sepanjang daerah aliran sungai.

Fisiografi bentuk wilayah Kabupaten Buru Selatan dapat dikelompokkan atas dataran pantai, perbukitan, dan kelerengan yang bervariasi dari datar (0–3%), landai berombak (3−8%), bergelombang (8–15%), agak curam (15–30%), curam (30–45%) dan sangat curam (>45%). Berdasarkan kelas ketinggian, Kabupaten Buru Selatan dapat dibagi atas 3 kelas, yang meliputi : 0-500 mdpl, 500-1000 mdpl dan >1000 mdpl. Puncak gunung tertinggi adalah Kaku Gilegan dengan ketinggian ±2.736 mdpl.[6]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Buru Selatan beriklim tropis (Af) dengan pengaruh lokal yang sangat kuat. Tidak seperti sebagian besar wilayah lain di Indonesia, curah hujan tertinggi di wilayah kabupaten ini biasanya berlangsung antara bulan Juni hingga Juli ketika wilayah lain di Indoesia sebagian besar sudah memasuki musim kemarau. Suhu udara di wilayah Kabupaten Buru Selatan cenderung konstan antara 22°−33°C di wilayah dataran rendah, sedangkan di wilayah dataran tinggi dan pegunungan suhu udara biasanya ≤24°C. Tingkat kelembapan relatif di wilayah ini berkisar antara 60%−90%.

Data iklim Buru Selatan, Maluku, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.8
(87.4)
30.9
(87.6)
30.7
(87.3)
30.3
(86.5)
29.5
(85.1)
28.4
(83.1)
27.9
(82.2)
28.1
(82.6)
29.3
(84.7)
30.7
(87.3)
31.2
(88.2)
31.0
(87.8)
29.9
(85.82)
Rata-rata harian °C (°F) 26.2
(79.2)
26.1
(79)
26.0
(78.8)
25.8
(78.4)
25.5
(77.9)
24.7
(76.5)
24.3
(75.7)
24.3
(75.7)
25.0
(77)
25.9
(78.6)
26.3
(79.3)
26.3
(79.3)
25.53
(77.95)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.7
(72.9)
22.5
(72.5)
22.4
(72.3)
22.3
(72.1)
22.3
(72.1)
21.9
(71.4)
21.3
(70.3)
21.5
(70.7)
22.4
(72.3)
22.8
(73)
23.3
(73.9)
22.8
(73)
22.35
(72.21)
Presipitasi mm (inci) 145
(5.71)
103
(4.06)
120
(4.72)
134
(5.28)
212
(8.35)
379
(14.92)
383
(15.08)
207
(8.15)
152
(5.98)
113
(4.45)
97
(3.82)
108
(4.25)
2.153
(84,77)
Rata-rata hari hujan 12 10 11 13 19 20 21 18 16 11 9 10 170
% kelembapan 72 68 70 76 83 86 87 82 78 71 66 69 75.7
Rata-rata sinar matahari harian 8.0 8.0 7.8 6.9 5.6 4.5 4.2 4.8 5.9 7.3 8.2 8.1 6.61
Sumber #1: BMKG[7]
Sumber #2: Climate-Data.org[8]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Selesai menjabat Periode Keterangan Wakil Bupati
GAMBAR TIDAK TERSEDIA.png
A.R. Uluputty
16 September 2008
16 September 2009
  • Penjabat Bupati[9]
tidak ada
GAMBAR TIDAK TERSEDIA.png
Yusuf Latuconsina
16 September 2009
16 September 2010
GAMBAR TIDAK TERSEDIA.png
M. Saleh Thio
16 September 2010
22 Juni 2011
1
TagopSSoulisa-RegentofSouthBuru.JPG
Tagop Sudarsono Soulisa
22 Juni 2011
22 Juni 2016
1
Ayub Seleky
(1)
TagopSSoulisa-RegentofSouthBuru.JPG
Tagop Sudarsono Soulisa
22 Juni 2016
22 Juni 2021
2
Ayub Seleky
(hingga 19 Januari 2019)[13]
Arkalis Soulisa
(meninggal dunia sebelum dilantik)[14]
2
GAMBAR TIDAK TERSEDIA.png
Safitri Malik Soulisa
22 Juni 2021
Petahana
3
Pemenang Pemilihan 2020[15]
Gerson Eliaser Selsily

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Buru Selatan terdiri atas 6 kecamatan dan 81 desa dengan luas wilayah 3.780,56 km² dan jumlah penduduk 72.993 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Buru Selatan adalah 81.09.[16][17][18][19]

Kode Wilayah Nama Kecamatan Ibu kota Jumlah Desa Daftar Kelurahan dan Desa
81.09.01 Namrole Elfule 17
81.09.02 Waesama Wamsisi 11
81.09.03 Ambalau Siwar 7
81.09.04 Kepala Madan Biloro 16
81.09.05 Leksula Leksula 19
81.09.06 Fena Fafan Waekatin 11
Total 81

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Komposisi penduduk Kabupaten Buru Selatan terdiri dari orang-orang asli penghuni Pulau Buru kemudian penduduk yang berasal dari pulau Ambalau dan penduduk pendatang yang kebanyakan berasal dari etnis Jawa, Buton dan Bugis.

Kabupaten Buru Selatan adalah kabupaten yang tergolong muda dan baru mekar beberapa tahun lalu. Namun Kabupaten Buru Selatan ini memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa melimpah. Sayangnya, sumber daya alam ini belum di kelolah secara maksimal. Diharapkan ke depan seluruh potensi sumber daya ini dapat di kelolah lebih maksimal lagi sehingga dapat menjadi sebuah potensi yang tentunya sangat baik bagi kesejahteraan rakyat di daerah ini yang saat ini masih tertinggal dari daerah lainnya di Maluku.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Buru

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). Kependudukan dan Catatan Sipil. Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan: Kementerian Dalam Negeri Indonesia. Diakses tanggal 28 Januari 2022. 
  2. ^ a b "Kabupaten Buru Selatan Dalam Angka 2020" (pdf). Badan Pusat Statistik Kabupaten Buru Selatan. Diakses tanggal 29 Juni 2020. 
  3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Buru Selatan". Sensus Penduduk 2010. Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 29 Juni 2020. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 19 Februari 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat: Kementerian Keuangan Indonesia. 2020. Diakses tanggal 19 Februari 2021. 
  6. ^ a b "Profil Kabupaten Buru Selatan" (PDF). Kementerian PU. Diakses tanggal 2022-03-19. 
  7. ^ "Buku Prakiraan Musim Kemarau 2022 – Normal Curah Hujan Kabupaten Buru Selatan Zona Musim 331 periode 1991-2020" (PDF). BMKG. Maret 2022. hlm. 69. Diakses tanggal 19 Maret 2022. 
  8. ^ "Namrole, Buru Selatan, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 19 Maret 2022. 
  9. ^ "Mendagri Resmikan Dua Kabupaten Baru". Kementerian Dalam Negeri RI. 21-01-2010. Diakses tanggal 12-08-2019.  [pranala nonaktif permanen]
  10. ^ "Sejarah Terbentuk Kabupaten Buru Selatan". Tribun Maluku. 24-10-2012. Diakses tanggal 12-08-2019. 
  11. ^ "Usia 11 Tahun, Ini Sejarah Terbentuknya Bursel". Kabar Timur. 26-07-2019. Diakses tanggal 12-08-2019. 
  12. ^ "Resmi, Tagop - Ayub Kembali Pimpin Bursel". Dhara Pos. Diakses tanggal 12-08-2019. 
  13. ^ "Wakil Bupati Buru Selatan Meninggal Dunia, Mulai Gubernur sampai Masyarakat Umum Berduka". Satu Maluku. 20-01-2019. Diakses tanggal 12-08-2019. 
  14. ^ "Wabup Buru Selatan Terpilih Meninggal Dunia". Detik News. 24-04-2019. Diakses tanggal 12-08-2019. 
  15. ^ "Lantik Bupati dan Wabup Bursel, Ini Pesan Gubernur". mediacenter.malukuprov.go.id. 22 Juni 2021. Diakses tanggal 28 Januari 2022. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  18. ^ "Provinsi Maluku Dalam Angka 2018". BPS Provinsi Maluku. 16 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Maret 2019. 
  19. ^ "Kabupaten Buru Selatan Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Buru Selatan. 16 Agustus 2018. Diakses tanggal 24 Maret 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]