Indonesia Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Indonesia Timur (warna merah)

Indonesia Timur, atau disebut juga Kawasan Timur Indonesia (KTI),[1] adalah sebuah kawasan di bagian timur Indonesia yang meliputi Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara (termasuk Bali), Kepulauan Maluku, dan Papua.[2] Pada masa Hindia Belanda, kawasan ini pernah tergabung dalam satu provinsi (gouvernement) bernama Timur Raya (Groote Oost) dengan ibukota Makassar. Selanjutnya pada masa pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS), kawasan Indonesia Timur (kecuali Papua) juga menjadi negara bagian bernama Negara Indonesia Timur (1946–1950), yang dibentuk setelah dilaksanakan Konferensi Malino pada tanggal 16-22 Juli 1946 dan Konferensi Denpasar dari tanggal 7-24 Desember 1946.

Pada masa sekarang, Indonesia Timur terdiri dari 13 provinsi, dengan pusat-pusat ekonomi utamanya meliputi Makassar, Denpasar, dan Manado. Dari segi pembangunan, Indonesia Timur lebih tertinggal dibandingkan Indonesia Barat (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan).[3] Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2017 dari Badan Pusat Statistik (BPS), hanya tiga provinsi di Indonesia Timur yang memiliki IPM kategori tinggi yaitu Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.[4] Seiring dengan semangat otonomi daerah dan prioritas pembangunan nasional, perekonomian kawasan Indonesia Timur terus bertumbuh.[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan Indonesia Timur pada masa Hindia Belanda merupakan wilayah gouvernement Groote Oost (Timur Raya) yang beribukota di Makassar.

Timur Raya, Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa penjajahan Belanda, kawasan Indonesia Timur dikenal sebagai Groote Oost atau Timur Raya antara tahun 1938 sampai 1946. Wilayah ini merupakan salah satu dari provinsi (gouvernement) Hindia Belanda, yang terdiri dari lima keresidenan yaitu:[6]

Negara Indonesia Timur, RIS[sunting | sunting sumber]

Pada masa negara federal Republik Indonesia Serikat, kawasan Indonesia Timur (kecuali Papua) pernah menjadi negara bagian bernama Negara Indonesia Timur (1946–1950) dengan ibukota Makassar. Negara bagian tersebut dibentuk setelah dilaksanakan Konferensi Malino pada tanggal 16-22 Juli 1946 dan Konferensi Denpasar dari tanggal 7-24 Desember 1946.

Masa sekarang[sunting | sunting sumber]

Pada masa sekarang, pada kawasan ini terdapat 13 provinsi yakni:[1][7][8][9]

Pusat pertumbuhan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah 10 kota terbesar di Indonesia menurut populasi:

Kota terbesar di Indonesia Timur[10][11][12][13]
No. Kota Provinsi Populasi Gambar
1. Kota Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663 Tanjung Bunga.jpg
2. Kota Denpasar Bali 788,589 Aerial view of Bajra Sandhi Monument Denpasar Bali Indonesia.jpg
3. Kota Manado Sulawesi Utara 410.481 Manado Waterfront.JPG
4. Kota Mataram Nusa Tenggara Barat 402.843 Mataram central mall.JPG
5. Kota Palu Sulawesi Tengah 336.532 Kota palu.jpg
6. Kota Kupang Nusa Tenggara Timur 336.239 Kupang.jpg
7. Kota Ambon Maluku 331.254 Tugu Martha Christina Tiahahu.jpg
8. Kota Kendari Sulawesi Tenggara 289.966 Kendari dari udara.jpg
9. Kota Jayapura Papua 256.705 Jayapura1.JPG
10. Kota Sorong Papua Barat 190.625 Aerial sorong.jpg

Referensi[sunting | sunting sumber]