Lompat ke isi

Masa depan Bumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sebuah bola berwarna abu-abu gelap dan merah yang mewakili Bumi berada di latar belakang hitam di sisi kanan sebuah objek bundar oranye yang mewakili Matahari
Ilustrasi hipotesis tentang kondisi Bumi yang hangus setelah Matahari memasuki fase raksasa merah, sekitar 5–7 miliar tahun mendatang[1]

Masa depan biologis dan geologis Bumi dapat diperkirakan melalui ekstrapolasi berdasarkan pengaruh jangka panjang yang telah diidentifikasi. Faktor-faktor tersebut mencakup komposisi kimia di permukaan Bumi, laju pendinginan interior planet, gangguan gravitasi dengan objek lain dalam Tata Surya, serta peningkatan bertahap luminositas Matahari. Salah satu faktor yang sulit diprediksi adalah pengaruh teknologi manusia, seperti rekayasa iklim,[2] yang berpotensi menimbulkan perubahan signifikan pada planet ini.[3][4] Sebagai contoh, Kepunahan Holosen yang sedang berlangsung[5] dipicu oleh aktivitas teknologi,[6] dengan dampak yang mungkin bertahan hingga lima juta tahun mendatang.[7] Pada akhirnya, perkembangan teknologi juga berpotensi menyebabkan kepunahan manusia, sehingga Bumi akan kembali mengikuti laju evolusi yang lebih lambat, didorong semata oleh proses-proses alam jangka panjang.[8][9]

Dalam rentang waktu ratusan juta tahun, peristiwa kebetulan berskala kosmik dapat menimbulkan risiko global bagi biosfer, yang berpotensi memicu kepunahan massal. Ancaman tersebut mencakup tumbukan komet atau asteroid, serta kemungkinan terjadinya supernova dekat Bumi—yakni ledakan bintang besar dalam radius 100-tahun-cahaya (31-parsec) dari Matahari. Sementara itu, peristiwa geologis berskala besar dapat diproyeksikan dengan lebih pasti. Teori siklus Milankovitch memperkirakan bahwa Bumi akan terus mengalami periode glasial setidaknya hingga glasiasi Kuarter berakhir. Periode tersebut ditentukan oleh variasi eksentrisitas, kemiringan sumbu, dan presesi orbit Bumi.[10] Sebagai bagian dari siklus superbenua, tektonika lempeng kemungkinan akan membentuk sebuah superbenua baru dalam 250–350 juta tahun. Dalam kurun waktu 1,5–4,5 miliar tahun mendatang, kemiringan sumbu Bumi mungkin akan mengalami variasi kacau dengan perubahan hingga 90°.[11]

Luminositas Matahari akan terus meningkat secara bertahap, yang menyebabkan kenaikan radiasi surya yang mencapai Bumi dan mempercepat laju pelapukan mineral silikat. Perubahan ini akan memengaruhi siklus karbonat–silikat, sehingga kadar karbon dioksida di atmosfer berkurang. Sekitar 600 juta tahun dari sekarang, kadar karbon dioksida akan turun di bawah ambang batas yang diperlukan untuk menopang fotosintesis C3 yang digunakan oleh pepohonan. Beberapa tumbuhan menggunakan mekanisme C4 yang dapat bertahan pada konsentrasi karbon dioksida serendah sepuluh bagian per juta. Namun, dalam jangka panjang, hampir semua tumbuhan diperkirakan akan punah. Hilangnya tumbuhan akan menyebabkan kepunahan sebagian besar hewan, mengingat tumbuhan merupakan dasar utama dari rantai makanan hewan.[12][13]

Sekitar satu miliar tahun mendatang, luminositas Matahari akan meningkat 10%, menjadikan atmosfer Bumi berada dalam kondisi "rumah kaca lembap" yang memicu penguapan tak terkendali terhadap lautan. Akibatnya, tektonika lempeng dan keseluruhan siklus karbon kemungkinan besar akan berhenti.[14] Selanjutnya, dalam 2–3 miliar tahun, dinamo Bumi diperkirakan akan berhenti, yang menyebabkan peluruhan magnetosfer serta percepatan hilangnya zat volatil dari atmosfer luar. Empat miliar tahun dari sekarang, peningkatan suhu permukaan Bumi akan menimbulkan efek rumah kaca tak terkendali, menghasilkan kondisi yang bahkan lebih ekstrem dibandingkan Venus masa kini dan cukup panas untuk melelehkan permukaan Bumi. Pada saat itu, seluruh kehidupan di Bumi diperkirakan telah punah.[15][16] Akhirnya, sekitar 7,5 miliar tahun dari sekarang, Bumi kemungkinan akan ditelan oleh Matahari setelah bintang tersebut memasuki fase raksasa merah dan mengembang melewati orbit Bumi saat ini.[17]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama apj418
  2. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama aree25_245
  3. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Mooney
  4. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama pnas104_31
  5. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama pnas98_1
  6. Myers 2000, hlm. 63–70.
  7. Reaka-Kudla, Wilson & Wilson 1997, hlm. 132–33.
  8. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama bostrom2002
  9. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama geo2_3_113
  10. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama cc79
  11. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama aaa318
  12. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama mj2012
  13. Ward & Brownlee 2003, hlm. 117–28.
  14. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama lunine09
  15. Ward & Brownlee 2003, hlm. 142.
  16. Fishbaugh et al. 2007, hlm. 114.
  17. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama mnras361

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Adams, Fred C. (2008), "Long term astrophysical processes", dalam Bostrom, Nick; Ćirković, Milan M. (ed.), Global catastrophic risks, Oxford University Press, ISBN 0-19-857050-3.
  • Brownlee, Donald E. (2010), "Planetary habitability on astronomical time scales", dalam Schrijver, Carolus J.; Siscoe, George L. (ed.), Heliophysics: Evolving Solar Activity and the Climates of Space and Earth, Cambridge University Press, ISBN 0-521-11294-X. ; ;
  • Calkin, P. E.; Young, G. M. (1996), Menzies, John (ed.), "Past glacial environments: sediments, forms, and techniques", Glacial environments, vol. 2, Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-2352-7. ;
  • Cowie, Jonathan (2007), Climate change: biological and human aspects, Cambridge University Press, ISBN 0-521-69619-4.
  • Fishbaugh, Kathryn E.; Des Marais, David J.; Korablev, François; Raulin; Lognonné, Phillipe (2007), Geology and habitability of terrestrial planets, Space Sciences Series of Issi, vol. 24, Springer, ISBN 0-387-74287-5.
  • Gonzalez, Guillermo; Richards, Jay Wesley (2004), The privileged planet: how our place in the cosmos is designed for discovery, Regnery Publishing, ISBN 0-89526-065-4.
  • Hanslmeier, Arnold (2009), "Habitability and cosmic catastrophes", Advances in Astrobiology and Biogeophysics, Springer, ISBN 3-540-76944-7.
  • Hoffman, Paul F. (1992), "Supercontinents", Encyclopedia of Earth System Sciences, Academic press, Inc. ; ; ; ; ;
  • Lunine, Jonathan Irving; Lunine, Cynthia J. (1999), Earth: evolution of a habitable world, Cambridge University Press, ISBN 0-521-64423-2.
  • Meadows, Arthur Jack (2007), The future of the universe, Springer, ISBN 1-85233-946-2.
  • Nield, Ted (2007), Supercontinent: ten billion years in the life of our planet, Harvard University Press, ISBN 0-674-02659-4.
  • Myers, Norman (2000), "The Meaning of Biodiversity Loss", Nature and human society: the quest for a sustainable world : proceedings of the 1997 Forum on Biodiversity, National Academies, hlm. 63–70, ISBN 0-309-06555-0. ;
  • Palmer, Douglas (2003), Prehistoric past revealed: the four billion year history of life on Earth, University of California Press, ISBN 0-520-24105-3.
  • Reaka-Kudla, Marjorie L.; Wilson, Don E.; Wilson, Edward O. (1997), Biodiversity 2 (Edisi 2nd), Joseph Henry Press, ISBN 0-309-05584-9.
  • Roberts, Neil (1998), The Holocene: an environmental history (Edisi 2nd), Wiley-Blackwell, ISBN 0-631-18638-7.
  • Stevenson, D. J. (2002), "Introduction to planetary interiors", dalam Hemley, Russell Julian; Chiarotti, G.; Bernasconi, M.; Ulivi, L. (ed.), Fenomeni ad alte pressioni, IOS Press, ISBN 1-58603-269-0. ;
  • Tayler, Roger John (1993), Galaxies, structure and evolution (Edisi 2nd), Cambridge University Press, ISBN 0-521-36710-7.
  • Thompson, Russell D.; Perry, Allen Howard (1997), Applied Climatology: Principles and Practice, Routledge, hlm. 127–128, ISBN 0-415-14100-1.
  • van der Maarel, E. (2005), Vegetation ecology, Wiley-Blackwell, ISBN 0-632-05761-0.
  • Ward, Peter Douglas (2006), Out of thin air: dinosaurs, birds, and Earth's ancient atmosphere, National Academies Press, ISBN 0-309-10061-5.
  • Ward, Peter Douglas; Brownlee, Donald (2003), The life and death of planet Earth: how the new science of astrobiology charts the ultimate fate of our world, Macmillan, ISBN 0-8050-7512-7.

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]