Toleransi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi menghindarkan terjadinya diskriminasi sekalipun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Contoh sikap toleransi secara umum antara lain: menghargai pendapat dan/atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita serta saling tolong-menolong untuk kemanusiaan tanpa memandang suku/ras/agama/kepercayaannya.

Istilah toleransi mencakup banyak bidang. Salah satunya adalah agama. Toleransi Beragama merupakan sikap saling menghormati dan menghargai penganut agama lain. Diantaranya adalah: a. Tidak memaksakan orang lain untuk menganut agama kita; b. Tidak mencela/menghina agama lain dengan alasan apapun; serta c. Tidak melarang ataupun mengganggu umat agama lain untuk beribadah sesuai agama/kepercayaannya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tumbuhnya sikap toleransi menimbulkan hidup yang damai saling berdampingan serta menghindarkan permusuhan.

Toleransi dalam Alquran[sunting | sunting sumber]

Toleransi sudah dipaparkan dalam al-Quran secara komprehenshif, diantaranya bagaimana Tuhan menjelaskan dalm Q.S. al-hadap Kafirun dari ayat 1sampai ayat 6. Asbab-an-nuzulnya adalah tentang awal permintaan kaum quraisy terhadap Nabi Muhammad SAW bahwa untuk saling menghormati antar agama maka pemuka quraisy supaya nabi mengintruksikan kepada penganut muslim untuk bergiliran penyembahan terhadap dua Tuhan[1]. hari ini menyembah Tuhan Muhammad dan esok hari menyembah Tuhannya kaum Quraisy. Dengan adanya keadilan dalam pelaksanaan ibadah dari kedua agama tersebut maka menurut pemuka quraish akan terjadi tolerasi antar agama. keputusan ini tentunya ditentang oleh Allah swt, dengan menurunkan Q.S. al-Kafirun ayat 1-6.[1] Ternyata dalam agama tidak boleh ada pencampuradukan keyakinan, lapangan tolerasi hanya ada di wilayah muamalah. ini bisa di lihat dari rujukan kitab-kitab tafsir diantaranya Tafisr Al-Maraghi, juz 30 tentang penafsiran surat al-kafirun

  1. ^ a b al-maraghi, musthafa. tafsir al-maraghi. Beirut: beirut Libanon. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]