Lompat ke isi

Pusat Kesenjataan Infanteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pusat Kesenjataan Infanteri
AktifOktober 9, 1945; 80 tahun lalu (1945-10-09)
NegaraIndonesia
Tipe unitInfanteri
Bagian dariTNI Angkatan Darat
MarkasBandung, Jawa Barat
JulukanPasukan Jalan Kaki
MotoYudha Wastu Pramuka
Baret HIJAU 
Ulang tahun9 Oktober
Situs webpussenif.mil.id
Tokoh
Komandan Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan
Wakil Komandan Mayor Jenderal TNI Tatan Ardianto
Inspektur Brigadir Jenderal TNI Dany Budiyanto
Direktur Kesenjataan Brigadir Jenderal TNI Irwan Harjatmono
Direktur Umum Brigadir Jenderal TNI Yufti Senjaya
Komandan Pusat Pendidikan Infanteri Brigadir Jenderal TNI Togu Parmonangan

Pusat Kesenjataan Infanteri atau Pussenif adalah Badan pelaksana pusat TNI Angkatan Darat yang berkedudukan langsung di bawah Kasad di bidang pembinaan kesenjataan dan penelitian serta pengembangan Infanteri.

Tugas pokok

[sunting | sunting sumber]

Pussenif memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan kesenjataan Infanteri, pendidikan dan latihan, penelitian dan pengembangan Infanteri serta Lintas Udara di lingkungan Angkatan Darat dalam rangka pembinaan kemampuan dan kekuatan satuan Infanteri.

Era Kemerdekaan

[sunting | sunting sumber]

Tanggal 9 Oktober 1945 adalah hari ketika Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mulai memobilisasi pemuda untuk mendaftar menjadi anggota TKR melalui BKR. Peringatan hari Infanteri memiliki latar belakang historis yang berkaitan dengan keberhasilan perang gerilya TNI di bawah komando Panglima Besar Jenderal Soedirman. Perang gerilya ini dilakukan karena persenjataan dan perlengkapan yang terbatas. Beberapa peristiwa penting dalam perang gerilya TNI di antaranya: Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogya Serangan offensif 4 hari 4 malam (7 s.d 10 Agustus 1949) di Surakarta

Periode 1946 - 1949

[sunting | sunting sumber]

Begitu Kemerdekaan Indonesia di Proklamirkan, segera bangkitlah para pemuda dari berbagai lapisan dan berbagai kelompok, untuk secara kesadaran ikut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan serta menegakan kedaulatan Negara Republik Indonesia yang baru lahir. Mereka itulah yang kemudian hari tumbuh menjadi Prajurit TNI AD. Para pemuda bekas Heiho, PETA, Seinendan dan KNIL telah memiliki bekal latihan/pengalaman kemiliteran; tetapi tidak sedikit para pemuda yang karena semangat pengabdian telah ikut berjuang walaupun tanpa berbekal pengalaman Kemiliteran. Sejak saat itu fungsi pendidikan dan latihan pada hakikatnya benar-benar telah dirasakan kebutuhannya. Lembaga pendidikan yang tertua dalam ketentaraan adalah “Pusat Pendidikan Ketentaraan” yang lazim di kenal dengan singkatan PPKKP.

Lembaga ini membawahi dan mengkoordinasikan lembaga-lembaga pendidikan yang ada pada waktu itu, diantaranya:

Lembaga-lembaga Pendidikan tersebut mengggunakan tenaga Guru, instruktur dan pelatih para personil yang telah berpengalaman dalam PETA, Heiho, KNIL dan lain-lainnya.

Periode 1950 - 1958

[sunting | sunting sumber]

Setelah pengakuan kedaulatan, tepatnya pada tanggal 9 Mei 1950 dimulailah penyerahan lembaga-lembaga pendidikan dari Tentara Kerajaan Belanda kepada Direktorat Pendidikan Angkatan Darat (DPAD). Lembaga-lembaga yang diserahkan tersebut diantaranya; Sekolah Perwira Cadangan, Sekolah Dasar Infanteri, Sekolah Perhubungan, Sekolah Pasukan Berlapis Baja, Sekolah Zeni, Sekolah Pengemudi Kendaraan Bermotor dan lain-lain. Dengan modal DPAD dan lembaga-lembaga yang diterima dari Belanda tersebut, pada bulan Agustus 1950 dibentuk:

  • Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat disingkat (P3AD) di Bandung, (P3AD) ini membawahi sekolah Perwira Cadangan, sekolah Pelatih dasar Infanteri (SPDI) dan pendidikan Guru dan Instruktur (PGI).
  • Pusat Pendidikan Infanteri disingkat PPI di Bandung dan Cimahi, yang membawahi sekolah Ulangan Perwira (SUP), Sekolah Senjata Berat Infanteri (SBI) dan Sekolah Pengemudi Kendaraan Bermotor (SPKB). Sejalan dengan perkembangan organisasi, maka untuk mengkoordinasikan kegiatan kegiatan pendidikan tingkat pusat dan daerah dibentuk Direktorat Infanteri yang membawahi Pusat Pendidikan Infanteri yang di Bandung dan Cimahi dan sekolah-sekolah Depot Infanteri (DBI) di teritorium-teritorium tertentu.

Periode 1959 - 1961

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 5 Agustus 1958 keluarlah penetapan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor TAP 0-5. dengan berlakunya TAP 0-5 ini maka Pusat-pusat Pendidikan dari cabang, Kesenjataan, Dinas dan Jawatan diubah menjadi Resimen-resimen Induk. Begitu pula untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan dan latihan bagi personil cabang Infanteri di daerah dibentuklah Resimen Induk Infanteri Kodam (Rinifdam) dengan SKI dan DBI sebagai jajaran bawahannya.

Sedang Pusat Pendidikan Infanteri (PPI) diubah menjadi Resimen Induk Infanteri Pusat (Rinifpus) yang bertugas mengendalikan Pendidikan/latihan yang diselenggarakan di Rinif se-Indonesia.

Jatuhnya kembali Kota Ambarawa ke tangan pasukan kita pada tanggal 15 Desember 1945 di bawah pimpinan seorang ahli strategi dan taktik yang ulung yaitu almarhum Jenderal Soedirman didahului oleh suatu manuver pasukan secara besar-besaran sebagai pemusatan tenaga. Dengan pengesahan Kasad dalam radiogram Nomor T/5179/1950 tanggal 21 Desember 1959 Rinifpus diubah kembali menjadi “Pusat Infanteri” dengan tugas pokoknya: Pembinaan Kesenjataan, Pembinaan Korps, dan pembinaan Pendidikan dan Latihan (Ketiga tupok ini selanjutnya menjadi “Fungsi-fungsi Utama” Infanteri TNI AD.

Periode 1962 - 1967

[sunting | sunting sumber]

Dengan adanya Revisi TAP 0-5 pada tahun 1961, dibentuklah Pusat Kesenjataan Infanteri (disingkat Pussenif) dan Pusat Pendidikan Infanteri (disingkat Pusdikif). Pengesahan organisasi Pussenif ini dinyatakan dalam radiogram KASAD Nomor T/709/1962 tanggal 16 Maret 1962. Dalam radiogram ini dinyatakan bahwa Pussenif merupakan bagian dari Koplat, tetapi Surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/1588/XI/1962 tanggal 15 November 1982 kemudian dinyatakan pemisahan Pussenif secara organik dan administratif dari Koplat.

Sedang surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/826/VI/1962 tanggal 20 Juni 1962 menjadi dasar lahir Pusat Pendidikan Infanteri yang merupakan bagian dari Pussenif.

Sementara itu, Sekolah Para dan Komando Angkatan Darat (SPKAD) yang menurut TAP 0-5 menjadi organik Pussenif/Pusdikif dialihkan ke dalam Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/271/III/1963 yang terbit tanggal 20 Maret 1963 memberikan kejelasan tentang kedudukan, tugas pokok dan fungsi utama Pussenif.

Periode 1968 - 1984

[sunting | sunting sumber]

Selanjutnya dengan perkembangan organisasi TNI AD, dikeluarkan surat keputusan Kasad Nomor Skep/664/XI/1970 tanggal 7 November 1970 sebagai dasar Penyelenggaraan dan pelaksanaan organisasi dan tugas Pussenif sejak tahun 1970. Syarat keputusan Kasad Nomor Skep/33/XI/1978 tanggal 15 November 1978 tentang organisasi dan tugas pokok Pusifad yang merupakan suatu komando pelaksanaan yang secara organik dan administratif berada di bawah kobang diklat; dan keputusan Kasad Nomor Kep/39/VI/1979 tanggal 15 Juni 1979 tentang DAF/DSPP Pusifad merupakan dasar Penyelenggaraan dan pelaksanaan organisasi dan tugas Pusifad hingga sekarang. Untuk menyusun dan mengatur pengorganisasian Pusifad sesuai dengan Keputusan-keputusan Kasad tersebut Danpussenif mengeluarkan Surat Perintah Nomor Sprin/106/I/1980 tanggal 22 Januari 1980.

Periode 1985 - 2006

[sunting | sunting sumber]

Sejalan dengan perkembangan Organisasi TNI AD, dikeluarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/21/V/1985 tanggal 21 Mei 1985 sebagai dasar penyelenggara dan pelaksanaan organisasi dan tugas pokok Pussenif yang merupakan badan pelaksanaan Pusat di tingkat Mabesad.

Periode 2006 - 2022

[sunting | sunting sumber]

Pussenif Kodiklat TNI AD adalah Staf Khusus Kasad di bidang Pembinaan Kesenjataan dan Penelitian serta Pengembangan Infanteri dan sebagai badan pelaksana Kodiklat TNI AD di bidang Doktrin, Pendidikan dan Latihan yang berkedudukan langsung di bawah Dankodiklat TNI AD.

Periode 2022 - Sekarang

[sunting | sunting sumber]

Pussenif Kodiklat TNI AD berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Darat. Alih Kodal Pussen dari Kodiklatad menjadi Balakpus TNI AD. Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/747/IX/2022 tanggal 12 September 2022, sbb : A. Pussenif B. Pussenkav C. Pussenarmed D. Pussenarhanud

Sebelumnya Pussenif berada dibawah badan pelaksana Kodiklat TNI AD dan saat ini berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Darat.

Peleton beranting

[sunting | sunting sumber]

Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya merupakan kegiatan tahunan bergengsi bagi Korps Infanteri TNI Angkatan Darat, dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa korsa dan kebanggan terhadap Korps Infanteri. Peleton Beranting diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat. Kegiatan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dilaksanakan di setiap Kodam dan jajaran Divisi Infanteri Kostrad Prajurit Korps Infanteri sebagai peleton inti serta pasukan dari satuan Banpur dan Banmin (Kavaleri, Armed, Arhanud, Zeni, dan Kesehatan) yang ikut menjadi Peleton pengantar, dilibatkan pula masyarakat, Ormas, Pramuka dan instasi lainnya yang ikut mengiringi anggota berjalan kaki. Jarak tempuh yang dilaksanakan dalam kegiatan ini sejauh 200 Km dan setiap Peletonnya akan menempuh jarak 21 – 24 Km yang dilakukan secara estafet. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 19 Desember.

Daftar satuan

[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar TNI Angkatan Darat terdiri dari pasukan Infanteri, hal ini terjadi karena pengadaan pasukan Infanteri adalah hal yang paling mudah dan murah. Infanteri adalah korps yang terbesar dan menjadi tulang punggung di jajaran TNI Angkatan Darat.

Struktur organisasi

[sunting | sunting sumber]

    Berikut merupakan daftar Komandan Pussenif dari masa ke masa.

    No Foto Nama Awal Akhir Almamater Satuan Jabatan sebelumnya Pangkat terakhir
    1. Kolonel Inf. Soemitro
    1959
    1962
    PETA 1943
    Infanteri
    Guru Militer pada Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat

    Jenderal TNI

    2. Brigjen TNI Agus Siswadi
    1962
    1966
    PETA
    Infanteri

    Letjen TNI

    3. Brigjen TNI Soenardji
    1966
    1968
    PETA
    Infanteri
    Pangdam II/Sriwijaya

    Mayjen TNI

    4. Brigjen TNI Mung Parhadimulyo
    1968
    1971
    PETA 1945
    Infanteri (RPKAD)
    Panglima Komando Daerah Militer IX/Mulawarman

    Mayjen TNI

    5. Brigjen TNI Djohari 1971
    PETA 1945
    Infanteri
    Panglima Komando Daerah Militer XV/Pattimura

    Mayjen TNI

    6. Brigjen TNI Suprapto
    1971
    1973
    PETA 1945
    Infanteri

    Mayjen TNI

    7. Brigjen TNI Amir Judowinarno
    1973
    1975
    PETA 1945
    Infanteri

    Mayjen TNI

    8. Brigjen TNI Kisrad Sutrisno
    1975
    1977
    Akmil
    Infanteri

    Mayjen TNI

    9. Brigjen TNI M. Sanif
    PETA 1945
    Infanteri (Kopassus)
    1977
    1979
    Panglima Komando Tempur Lintas Udara II Kostrad

    Letjen TNI

    10. Brigjen TNI Ngadiono
    1979
    1981
    PETA 1945
    Infanteri

    Mayjen TNI

    11. Brigjen TNI Hasudungan Simanjuntak
    1981
    1983
    AMN 1960
    Infanteri
    Komando Pendidikan dan Latihan Komando Daerah Militer VI/Siliwangi

    Mayjen TNI

    12. Brigjen TNI Feisal Tanjung
    1983
    1985
    AMN 1961
    Infanteri (Kopassus)
    Panglima Komando Tempur Lintas Udara I Kostrad

    Jenderal TNI

    13. Brigjen TNI Samsudin
    1985
    1987
    ATEKAD 1959
    Zeni (RPKAD)
    Panglima Komando Daerah Militer X/Lambung Mangkurat

    Mayjen TNI

    14. Brigjen TNI Sintong Panjaitan
    1987
    1988
    AMN 1963
    Infanteri (Kopassus)
    Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus

    Letjen TNI

    15. Mayjen TNI Suparman Achmad
    1988
    1992
    AMN
    Infanteri
    Panglima Komando Tempur Lintas Udara II Kostrad

    Letjen TNI

    16. Mayjen TNI Sofian Effendi
    1992
    1993
    AMN 1965
    Infanteri (Kopassus)
    Kepala Staf Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan

    Letjen TNI

    17. Mayjen TNI Yunus Yosfiah
    1993
    1994
    AMN 1965
    Infanteri (Kopassus)
    Kepala Staf Komando Daerah Militer VI/Tanjungpura

    Jenderal TNI (HOR)

    18. Mayjen TNI Arifin Tarigan
    1994
    1995
    AMN 1965
    Infanteri
    Sesjen Wantannas

    Letjen TNI

    19. Mayjen TNI Abdul Rivai 1995
    AMN -
    Infanteri

    Mayjen TNI

    20. Mayjen TNI Rahmat HS Mokoginta
    1995
    1996
    AMN -
    Infanteri

    Letjen TNI

    21. Mayjen TNI Luhut Binsar Panjaitan
    1996
    1997
    AKABRI 1970
    Infanteri (Kopassus)
    Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri

    Jenderal TNI
    (HOR)

    22. Mayjen TNI Sumardi
    1997
    1998
    AKABRI -
    Infanteri

    Mayjen TNI

    23. Mayjen TNI Sutardjo
    1998
    1999
    AKABRI -
    Infanteri

    Mayjen TNI

    24. Mayjen TNI Abdul Rachman Gaffar
    1999
    2000
    AKABRI 1972
    Infanteri
    Pangdam I/Bukit Barisan

    Mayjen TNI

    25. Mayjen TNI Ismed Yuzairi Chaniago
    2000
    2002
    AKABRI 1971
    Infanteri
    Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat

    Mayjen TNI

    26. Mayjen TNI Songko Purnomo
    2002
    2003
    AKABRI 1971
    Infanteri
    Kepala Staf Kostrad

    Mayjen TNI

    27. Mayjen TNI Asril Hamzah Tanjung
    2003
    2004
    AKABRI 1973
    Infanteri
    Kepala Staf Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan

    Mayjen TNI

    28. Mayjen TNI Arief Budi Sampurno
    2004
    2005
    AKABRI -
    Infanteri

    Mayjen TNI

    29. Mayjen TNI Bambang Darmono
    2005
    2006
    AKABRI 1974
    Infanteri
    Panglima Komando Operasi Tentara Nasional Indonesia

    Letjen TNI

    30. Mayjen TNI Tri Subagio
    2006
    2008
    AKABRI -
    Infanteri
    Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat

    Mayjen TNI

    31. Mayjen TNI Nartono
    2008
    2009
    AKABRI -
    Infanteri

    Mayjen TNI

    32. Mayjen TNI Soenarko
    2009
    2010
    AABRI 1978
    Infanteri (Kopassus)
    Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda

    Mayjen TNI

    33. Mayjen TNI Siswondo
    2010
    2011
    AKABRI 1977
    Infanteri
    Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri

    Mayjen TNI

    34. Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya 2011
    Akmil 1981
    Infanteri (Kopassus)
    Kepala Staf Komando Daerah Militer VI/Mulawarman

    Mayjen TNI

    35. Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis 2011
    Akmil 1980
    Infanteri (Kopassus)
    Asisten Departemen 2/IV Koordinator Intelijen Pertahanan Kemenko Polhukam RI

    Mayjen TNI

    36. Mayjen TNI Nugroho Widyotomo
    2011
    2012
    Akmil 1983
    Infanteri (Kopassus)
    Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya

    Letjen TNI

    37. Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim 2012
    Akmil 1983
    Infanteri
    Kepala Staf Komando Daerah Militer IV/Diponegoro

    Mayjen TNI

    38. Mayjen TNI M. Nasir Majid
    2012
    2013
    Akmil -
    Infanteri

    Mayjen TNI

    39. Mayjen TNI I Made Agra Sudiantara 2013
    Akmil 1985
    Infanteri (Kopassus)
    Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat

    Mayjen TNI

    40. Mayjen TNI Winston Pardamean Simanjuntak
    2013
    2014
    Akmil 1981
    Infanteri (Kopassus)
    Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat

    Mayjen TNI

    41. Mayjen TNI Hinsa Siburian
    2014
    2015
    Akmil 1986
    Infanteri (Kopassus)
    Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih

    Letjen TNI

    42. Mayjen TNI Prihadi Agus Irianto
    2015
    2016
    Akmil 1982
    Infanteri
    Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat

    Mayjen TNI

    43. Mayjen TNI Surawahadi
    2016
    2018
    Akmil 1985
    Infanteri
    Inspektur Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia

    Letjen TNI (HOR)

    44. Mayjen TNI Tri Soewandono 2018
    Akmil 1986
    Infanteri
    Kepala Staf Komando Daerah Militer XVI/Pattimura

    Letjen TNI

    45. Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso
    2018
    2020
    Akmil 1991
    Infanteri
    Kepala Staf Komando Daerah Militer VI/Mulawarman
    Staf Khusus Kasad
    Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri
    Validasi Organisasi  ⭐⭐⭐ 
    46. Letjen TNI Besar Harto Karyawan
    2020
    2021
    Akmil 1986
    Infanteri
    Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat

    Letjen TNI

    47. Letjen TNI Arif Rahman
    2021
    2023
    Akmil 1988
    Infanteri
    Perwira Ahli Tingkat III Kasad Bidang Komunikasi dan Sosial

    Letjen TNI

    48. Letjen TNI Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A.
    2023
    2024
    Akmil 1988
    Infanteri (Kopassus)
    Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat

    Letjen TNI

    49. Letjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M.
    2024
    2025
    Akmil 1989
    Infanteri (Kopassus)
    Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat
    Dosen Tetap Unhan
    50. Letjen TNI Iwan Setiawan
    2025
    Sekarang
    Akmil 1992
    Infanteri (Kopassus)
    Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura
    Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]

      Pranala luar

      [sunting | sunting sumber]