Kota Tasikmalaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tasikmalaya)
Kota Tasikmalaya
Kota Tasik
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮒᮞᮤᮊ᮪ᮙᮜᮚ
 • Pegonتاسيكمالايا
 • Hanzi打橫
 • PinyinDǎ Héng
Bendera Kota Tasikmalaya
Lambang resmi Kota Tasikmalaya
Julukan: 
Motto: 
Kota Resik[a]
(Sunda) Kota Bersih
Peta
Peta
Kota Tasikmalaya di Jawa Barat
Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya
Peta
Kota Tasikmalaya di Jawa
Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya (Jawa)
Kota Tasikmalaya di Indonesia
Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya
Kota Tasikmalaya (Indonesia)
Koordinat: 7°19′33″S 108°13′13″E / 7.3258023°S 108.2201805°E / -7.3258023; 108.2201805
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal berdiri17 Oktober 2001; 21 tahun lalu (2001-10-17)
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • Wali KotaMuhammad Yusuf
Luas
 • Total171,61 km2 (66,26 sq mi)
Populasi
 • Total731.048
 • Kepadatan4.260/km2 (11,000/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 98,55%
Kristen 1,33%
- Protestan 1,07%
- Katolik 0,26%
Buddha 0,10%
Konghucu 0,02%[1]
 • BahasaIndonesia, Sunda
 • IPMKenaikan 73,04 (2020)
Tinggi[2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon0265
Pelat kendaraanZ xxxx H*/I*/J*/K*/L*/M*
Kode Kemendagri32.78 Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010TSM
DAURp 839.045.684.000,- (2020)[3]
Situs webwww.tasikmalayakota.go.id
  1. ^ Juga merupakan semboyan pembangunan daerah.

Tasikmalaya (juga dikenal dan disingkat Tasik, Sunda: ᮒᮞᮤᮊ᮪ᮙᮜᮚ) adalah salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berjuluk Sang Mutiara dari Priangan Timur. Kota Tasikmalaya terletak di jalur utama selatan Pulau Jawa di wilayah provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Tasikmalaya sebanyak 731.048 jiwa, dengan kepadatan 4.260 jiwa/km2.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kantor assistent-resident (1900-1921).

Sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Sebelumnya, kota ini merupakan ibu kota dari Kabupaten Tasikmalaya, kemudian meningkat statusnya menjadi Kota Administratif tahun 1976, pada waktu A. Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, dan kemudian menjadi pemerintahan kota yang mandiri pada masa Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dipimpin oleh bupatinya saat itu H. Suljana W.H.

Sang Mutiara dari Priangan Timur itulah julukan bagi kota Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat. Kota ini terletak pada 108° 08′ 38″ – 108° 24′ 02″ BT dan 7° 10′ – 7° 26′ 32″ LS di bagian Tenggara wilayah Provinsi Jawa Barat. Kota ini dahulu adalah sebuah kabupaten, namun seiring dengan perkembangan, maka terbentuklah 2 buah bentuk pemerintahan yaitu Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Kota Tasikmalaya.

Tonggak sejarah lahirnya kota Tasikmalaya, mulai digulirkan ketika Kabupaten Tasikmalaya di pimpin oleh A. Bunyamin, Bupati Tasikmalaya periode tahun 1976 – 1981. Pada saat itu melalui peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976 diresmikanlah Kota Administratif Tasikmalaya oleh Menteri Dalam Negeri yang pada waktu itu dijabat oleh H. Amir Machmud. Wali Kota Administratif pertama adalah Drs. H. Oman Roosman, yang dilantik oleh Gubernur Jawa barat, H. Aang Kunaefi.

Pada awal pembentukannya, wilayah kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.

Kemudian pada tahun 2001, dirintislah pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya oleh Bupati Tasikmalaya, Kol. Inf. H. SuIjana Wirata Hadisubrata (1996 – 2001), dengan membentuk sebuah Tim Sukses Pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diketuai oleh H. Yeng Ds. Partawinata SH. Melalui proses panjang akhirnya di bawah pimpinan Bupati Drs. Tatang Farhanul Hakim, pada tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI di Jakarta bersama-sama dengan kota Lhoksumawe, Langsa, Padangsidempuan, Prabumulih, Lubuk Linggau, Pager Alam, Tanjung Pinang, Cimahi, Batu, Sikawang dan Bau-bau. Selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2001 pelantikan Drs. H. Wahyu Suradiharja sebagai Pejabat Wali Kota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.

Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No. 171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002 keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Wali Kota Tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.

Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 Kecamatan dengan jumlah Kelurahan sebanyak 15 dan Desa sebanyak 54, tetapi dalam perjalanannya melalui Perda No. 30 Tahun 2003 tentang perubahan status Desa menjadi Kelurahan, desa-desa di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi Kelurahan, oleh karena itu maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, sedangkan untuk kecamatan bertambah menjadi 10 kecamatan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya
Timur Kabupaten Tasikmalaya
Selatan Kabupaten Tasikmalaya
Barat Kabupaten Tasikmalaya

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Lambang Kota Tasikmalaya di sebuah Monumen Perbatasan.

Kota Tasikmalaya diresmikan sebagai Kota Administratif Tasikmalaya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976, dengan Wali Kota Administratif Pertama yaitu Drs. H. Oman Roosman yang dilantik oleh Gubernur Jawa Barat H. Aang Kunaefi. Pada awal pembentukannya, wilayah Kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung, dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.[4]

Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, bersama-sama dengan Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kota Padang Sidempuan, Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, Kota Pagar Alam, Kota Tanjung Pinang, Kota Cimahi, Kota Batu, Kota Singkawang, dan Kota Bau-Bau, selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2001, Drs. H. Wahyu Suradiharja dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.

Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No. 171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002 keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Wali Kota Tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.

Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 15 dan desa sebanyak 54, kemudian melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 30 Tahun 2003 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, desa-desa di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi kelurahan, maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, selanjutnya kecamatan di Kota Tasikmalaya dimekarkan lagi sehingga menjadi sepuluh kecamatan.

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
1 Drs. H.
Oman Roesman
1976 1981 1
1981 1985 2
2 H.
Yeng Ds. Partawinata
1985 1989 3  
3 RYWahyu.gif Drs.
R. Y. Wahyu
1989 1992 4  
4 H.
Erdhi Hardhiana
1992 1994  
1994 1999 5
5 BubunBunyamin.gif Drs. H.
Bubun Bunyamin
1999 2002 6 Syarif Hidayat
2002 2007 7
6 Syarif Hidayat Tasikmalaya.jpg Drs. H.
Syarif Hidayat
M.Si
2007 2012 8 Dede Sudrajat
7 Budi Budiman, Tasikmalaya mayor.jpg Drs. H.
Budi Budiman
2012 2017 9  
2017 2020 10 [6] Muhammad Yusuf
M. Yusuf Wali Kota Tasikmalaya.jpg Drs. H.
Muhammad Yusuf
23 Oktober 2020 10 September 2021 Pelaksana Tugas
8 10 September 2021 Petahana [8]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Tasikmalaya dalam dua periode terakhir.[9][10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 2 Kenaikan 3
  Gerindra 4 Kenaikan 10
  PDI-P 7 Penurunan 5
  Golkar 5 Steady 5
  NasDem 1 Steady 1
  PKS 4 Steady 4
  PPP 10 Penurunan 9
  PAN 5 Steady 5
  Demokrat 4 Penurunan 2
  PBB 3 Penurunan 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 10 Steady 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Tasikmalaya memiliki 10 kecamatan dan 69 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 692.567 jiwa dengan luas wilayah 171,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tasikmalaya, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.78.09 Bungursari 7
32.78.06 Cibeureum 9
32.78.01 Cihideung 6
32.78.02 Cipedes 4
32.78.04 Indihiang 6
32.78.05 Kawalu 10
32.78.08 Mangkubumi 8
32.78.10 Purbaratu 6
32.78.07 Tamansari 8
32.78.03 Tawang 5
TOTAL 69

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit Umum Tasikmalaya di sekitar tahun 1925.

Kota Tasikmalaya merupakan pusat pendidikan ketiga terbesar di Jawa Barat setelah Bandung dan Bogor, hal ini dibuktikan oleh banyaknya institusi pendidikan yang berada di kota ini seperti Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, Cabang UPI Bandung yang berada di Tasikmalaya, BSI Tasikmalaya,Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hidayah dan belasan bahkan puluhan universitas swasta, dan Universitas Negeri Siliwangi yang merupakan Universitas terbesar di wilayah priangan timur dan selatan. Universitas Siliwangi atau yang biasa dikenal Unsil ini merupakan universitas pilihan yang menjadi prioritas. Hal ini membuktikan bahwa rekam jejak universitas ini sangat bagus dan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri, khususnya pada era sebelum 1980-an karena hampir di seluruh di wilayah ini tersebar pondok pesantren yang mengajarkan agama Islam, baik pondok besar maupun kecil, bahkan melahirkan tokoh perjuangan nasional di antaranya adalah Zainal Mustafa.

Berikut ini nama Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta:tampilkan perubahan

  • Universitas Siliwangi ( UNSIL )
  • Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI )
  • Universitas Bakti Tunas Husada (Universitas BTH)
  • Universitas Bakti Kencana Tasikmalaya
  • Universitas Perjuangan Tasikmalaya ( UNPER )
  • Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya ( UMTAS )
  • STIA YPPT Tasikmalaya
  • STAI Tasikmalaya
  • STAINU Tasikmalaya
  • STISIP Tasikmalaya
  • STT YBSI Tasikmalaya
  • STHG Galunggung Tasikmalaya
  • POLTEKKES KEMENKES Tasikmalaya
  • STIKES Respati Tasikmalaya
  • STIKES Muhamadiyah Tasikmalaya
  • AKBID Syahida Komunika Tasikmalaya
  • Politeknik Triguna
  • AMIK BSI Tasikmalaya
  • LP3I Tasikmalaya
  • STMIK DCI Tasikmalaya
  • AKPARTA Siliwangi Tasikmalaya
  • STAIC Cipasung Tasikmalaya
  • STIE Cipasung Tasikmalaya
  • STIPER Cipasung Tasikmalaya
  • STIE Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya
  • STAI Al Maarif Tasikmalaya
  • STAI Al Hasanah Tasikmalaya
  • Akademi Analis Kesehatan Tasikmalaya
  • STMIK Tasikmalaya
  • DPS ( Dirgantara Pilot School ) Tasikmalaya
  • Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hidayah Kota Tasikmalaya

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Catatan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa Tasikmalaya adalah salah satu kota dengan kasus demam berdarah dengue yang tinggi di Propinsi Jawa Barat[13] Hingga 26 September 2022, Dinas Kesehatan Kotamadya Tasikmalaya menyebutkan bahwa 25 penderita daripada 1.625 kasus di antaranya dinyatakan meninggal dunia.[13]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Bank Indonesia Tasikmalaya.

Hampir 70%, pusat bisnis, pusat perdagangan dan jasa, dan pusat industri di priangan timur dan selatan berada di kota Ini. Priangan Timur dan selatan yakni membentang dari Kota Banjar di ujung timur Jawa Barat, Kabupaten Ciamis,Kabupaten Pangandaran, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi di ujung barat Jawa Barat, Wilayah Priangan timur dan selatan ini mencapai 40% total keseluruhan wilayah Jawa Barat, itu artinya sepertiga lebih dari pusat perekonomian yang ada di Jawa Barat berada di Kota ini.

Pangkalan TNI AU Wiriadinata.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Hotel "Centraal" pada tahun 1920-an.
Menara Eiffel di Tasikmalaya (difoto pada zaman Hindia Belanda).
Wisata Situ Gede.
Hutan Urug Kawalu.
Mata Air Tanjung Kawalu.

Kota Tasikmalaya mengadakan berbagai macam festival berskala nasional maupun internasional seperti Tasik Festival (TAFFEST), Tasik Open 2010 dalam bidang olahraga tingkat nasional, Festival Kuliner Tasikmalaya, Tasikmalaya Craft and Culture Festival, dan festival-festival lainnya yang rutin diadakan tiap tahun di kota ini.

Hal ini membuat perekonomian di Kota Tasikmalaya berkembang karena banyaknya antusiasme para pengunjung dari seluruh Indonesia yang hendak menyaksikan langsung kemeriahan festival-festival tersebut. Festival-festival tersebut memperkenalkan Tasikmalaya serta mengangkat perekonomian warga Tasikmalaya itu sendiri. Oleh karena itu juga, kini nama Tasikmalaya dikenal sebagai kota modern yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal, budaya Sunda khas Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya memiliki potensi pariwisata, di antaranya adalah wisata alam, kerajinan, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, UKM, dll. Dalam potensi UKM dan kerajinan masyarakat, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki jumlah UKM terbesar setelah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat) di Jawa Barat.

Kota ini juga memiliki kerajinan beraneka bentuk dan rupa yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan banyaknya UKM yang tersebar di kota ini, Kota Tasikmalaya disebut juga sebagai Kota UKM. Kerajinan khas Tasikmalaya antara lain adalah Bordir Tasikmalaya yang telah mendunia, Payung Geulis yang telah menjadi ikon Jawa Barat, Kelom Geulis, sandal tradisional asli buatan bangsa Indonesia, batik Tasikmalaya yang tidak kalah dari batik-batik lainnya di Pulau Jawa dengan ciri khasnya, dan kerajinan–kerajinan lainnya.

Kota ini memiliki wisata alam seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya ditata menjadi objek wisata alam yang menawan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai kota tujuan wisata di Indonesia.[14]

Kreativitas dan Industri[sunting | sunting sumber]

Tugu Sentra Bordir Kawalu Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan, diapit oleh Ciamis dengan objek wisata Pangandaran-nya yang telah melegenda, Sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan Garut dengan objek wisata Cipanas-nya yang tersohor. Dengan Posisi Kota Tasikmalaya yang sangat strategis tersebut menjadikan kota ini sebagai Pusat MICE terbesar di Jawa Barat setelah Kota Bandung dan Kota Bogor. Banyak para pelaku tujuan bisnis, wisata, industri, pendidikan, dan lain-lain menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai tempat yang tepat untuk memulai aktivitasnya dan dijadikan base camp dari seluruh penjuru Pulau Jawa yang hendak ke Bumi Priangan.[butuh rujukan]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kota Tasikmalaya terletak di jalur selatan ini juga memiliki terminal bus Tipe A, yaitu Terminal Indihiang yang merupakan salah satu terminal bus terbesar di Jawa Barat. Titik KM 0 Kota Tasikmalaya berada di Jalan Zaenal. Kota Tasikmalaya juga mempunyai Stasiun Tasikmalaya yang melayani kereta api antarkota.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Cabang olahraga yang banyak menetaskan atlet-atlet dari kota ini adalah bulu tangkis, atletik, pencak silat dan renang. Ada satu buah stadion besar di Kota Tasikmalaya, yakni GOR Dadaha yang sering kali dijadikan homebase bagi sebagian atlet di Jawa Barat. Tasikmalaya banyak melahirkan pebulu tangkis nasional dan internasional. Bukan hanya bulu tangkis saja, kota ini melahirkan banyak bibit-bibit atlet masa depan Indonesia yang kelak akan mengharumkan nama indonesia di kancah internasional.[butuh rujukan]

Tokoh Terkenal[sunting | sunting sumber]

Beberapa tokoh penting yang berasal dari kota Tasikmalaya:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  2. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  4. ^ Sejarah Tasikmalaya
  5. ^ Tobari (17-02-2021). "Sah! Budi Budiman Diberhantikan Sementara dari Wali Kota, Yusuf Resmi Jabat Plt". Kabar Priangan. Diakses tanggal 09-03-2021. 
  6. ^ Budi Budiman diberhentikan dari Jabatan Walikota karena terkena kasus korupsi, Pelaksana Tugas dijabat oleh Wakil Walikota Muhammad Yusuf.[5]
  7. ^ Diskominfo Kota Tasikmalaya (11-09-2021). "Drs. H. Muhammad Yusuf Resmi Menjabat Walikota Tasikmalaya dan Siap Tuntaskan Pencapaian Target RPJMD 2017 - 2022". Pemerintah Kota Tasikmalaya. Diakses tanggal 19-09-2021. 
  8. ^ Muhammad Yusuf resmi dilantik menjadi Walikota Tasikmalaya sisa masa jabatan 2021-2022.[7]
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Tasikmalaya 2014-2019
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Tasikmalaya 2019-2024
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  13. ^ a b Abdul Halim, Hilmi; S., Asep M. (27 September 2022). "Potensi Kasus DBD di Jabar Tinggi". Kabupaten Purwakarta: Pikiran Rakyat. hlm. 10. 
  14. ^ "Best Places to Visit in Tasikmalaya". September 10, 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-09-10. Diakses tanggal 2017-09-10. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]