Pisang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pisang
Musa Edit the value on Wikidata
Starr 050826-4195 Musa sp..jpg
Edit the value on Wikidata
Data
Sumber dariPisang, Pisang tanduk dan Daun pisang Edit the value on Wikidata
Tumbuhan
Jenis buahBuah beri Edit the value on Wikidata
Taksonomi
DivisiTracheophyta
UpadivisiSpermatophytina
KladAngiospermae
Kladmonocots
Kladcommelinids
OrdoZingiberales
FamiliMusaceae
GenusMusa Edit the value on Wikidata
Linnaeus, 1753
Spesies
  • M. acuminata
  • M. balbisiana
  • M. ×paradisiaca (invalid)
  • M. sapientum (invalid)

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas pisang penghasil buah konsumsi serta kerabatnya yang berkaitan.

Keanekaragaman pisang[sunting | sunting sumber]

Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua dan Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis dan lembap, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.

Jantung pisang

Pisang yang dibudidayakan pada masa sekarang dianggap merupakan keturunan dari Musa acuminata yang diploid dan tumbuh liar. Genom yang disumbangkan diberi simbol A. Persilangan alami dengan Musa balbisiana memasukkan genom baru, disebut B, dan menyebabkan bervariasinya jenis-jenis pisang. Pengaruh genom B terutama terlihat pada kandungan tepung pada buah yang lebih tinggi. Secara umum, genom A menyumbang karakter ke arah buah meja (banana), sementara genom B ke arah buah pisang olah/masak (plantain). Hibrida M. acuminata dengan M. balbisiana ini dikenal sebagai M. ×paradisiaca. Khusus untuk Kelompok AAB, nama Musa sapientum pernah digunakan.

Mengikuti anjuran Simmonds dan Shepherd yang karyanya diterbitkan pada tahun 1955, klasifikasi pisang budidaya sekarang menggunakan nama-nama kombinasi genom ini sebagai nama kelompok budidaya (cultivar group). Sebagai contoh, untuk pisang Cavendish, disebut sebagai Musa (AAA group Dessert subgroup) 'Cavendish'. Di bawah kelompok masih dimungkinkan pembagian dalam anak-kelompok (subgroup). Lihat pula artikel Musa untuk pembahasan lebih mendalam.

Tunas muda pisang
Contoh-contoh

Budi daya[sunting | sunting sumber]

Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif. Hanya sedikit yang dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur, seperti 'Gros Michel' dan 'Cavendish'. Jenis-jenis lain biasanya ditanam berkelompok di pekarangan, tepi-tepi lahan tanaman lain, serta tepi sungai.

Hama dan penyakit[sunting | sunting sumber]

Perbanyakan secara vegetatif membuat pisang amat mudah terkena serangan pengganggu, karena sempitnya keragaman genetik. Suatu perkebunan yang terkena penyakit dapat menularkan dengan singkat ke perkebunan tetangganya.

Hama[sunting | sunting sumber]

Kutu dan penyakit putih pada daun pisang
  • Kumbang Cosmopolites sordidus, penyebab bercak hitam pada buah pisang

Penyakit[sunting | sunting sumber]

Nutrisi[sunting | sunting sumber]

Pisang, Mentah (Asupan Harian)
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi371 kJ (89 kcal)
22.84 g
Gula12.23 g
Serat pangan2.6 g
0.33 g
1.09 g
VitaminKuantitas
%DV
Tiamina (B1)
3%
0.031 mg
Riboflavin (B2)
6%
0.073 mg
Niasin (B3)
4%
0.665 mg
Asam pantotenat (B5)
7%
0.334 mg
Vitamin B6
31%
0.4 mg
Folat (B9)
5%
20 μg
Kolina
2%
9.8 mg
Vitamin C
10%
8.7 mg
MineralKuantitas
%DV
Zat besi
2%
0.26 mg
Magnesium
8%
27 mg
Mangan
13%
0.27 mg
Fosfor
3%
22 mg
Potasium
8%
358 mg
Sodium
0%
1 mg
Seng
2%
0.15 mg
Komponen lainnyaKuantitas
Air74.91 g

Link to USDA Database entry nilai untuk porsi yang dapat dimakan
Persen DV berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Pisang mentah (tidak termasuk kulitnya) mengandung 75% air, 23% karbohidrat, 1% protein, dan mengandung sedikit lemak yang dapat diabaikan. 100 gram pisang mengandung 89 Kalori, 31% dari Nilai Harian AS yang direkomendasikan (Asupan Harian) vitamin B6, dan vitamin C dalam jumlah sedang, mangan dan serat makanan, tanpa mikronutrien lain dalam kandungan yang signifikan (lihat tabel).

Potasium[sunting | sunting sumber]

Meskipun pisang umumnya dianggap mengandung kandungan kalium yang luar biasa,[2][3] kandungan kalium sebenarnya tidak tinggi per porsi makanan biasa, hanya memiliki 8% dari Nilai Harian AS yang direkomendasikan untuk kalium (dianggap sebagai tingkat asupan harian rendah, lihat tabel nutrisi), dan peringkat kandungan kaliumnya di antara buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan banyak makanan lainnya relatif sedang.[4][5] Sayuran dengan kandungan kalium lebih tinggi daripada pisang pencuci mulut mentah (358 mg per 100 g) misalnya bayam mentah (558 mg per 100 g), kentang panggang tanpa kulit (391 mg per 100 g), kedelai matang (539 mg per 100 g), jamur portabella panggang (437 mg per 100 g), dan saus tomat olahan (413–439 mg per 100 g). Pisang raja mentah mengandung 499 mg kalium per 100 g. Pisang pencuci mulut kering atau bubuk pisang mengandung 1491 mg kalium per 100 gramnya. [4]

Alergen[sunting | sunting sumber]

Orang dengan alergi lateks mungkin mengalami reaksi alergi terhadap pisang.[6]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Makanan dan masakan[sunting | sunting sumber]

Pisang bakar, khas dari Sumatra Barat.

Buah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan cara mengkonsumsi buahnya, pisang dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam keadaan segar tanpa melalui proses pengolahan, seperti pisang ambon, pisang susu, pisang raja, pisang seribu, dan pisang sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah melalui proses pengolahan makanan, seperti digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak. Pisang yang termasuk dalam golongan pisang olahan adalah pisang kepok, pisang siam, pisang kapas, pisang tanduk, dan pisang uli.

Buah pisang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan ringan, seperti sale, kue, dan arak. Olahan pisang yang cukup populer antara lain kripik pisang (Lampung), sale pisang (Bandung), pisang molen (Bogor), dan epe (Makassar), dan arak (Amerika Latin).


Pisang mempunyai kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan apel. Buah pisang mengandung mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.

Bunga atau jantung pisang[sunting | sunting sumber]

Jantung pisang digunakan sebagai sayuran [7] pada masakan Asia Selatan dan Asia Tenggara, baik mentah atau dikukus dengan saus atau dimasak dalam sup, kari, dan makanan goreng.[8][9] Rasanya menyerupai artichoke, baik bagian daging dari bracts maupun jantung dapat dimakan.[10] Selain itu, jantung pisang juga digunakan pada sebagian daerah di Indonesia sebagai obat luar.[11]

Bonggol pisang[sunting | sunting sumber]

Bonggol pisang merupakan sumber serat bagi tubuh. Bonggol pisang dapat diolah menjadi makanan ringan seperti keripik. Serta, dapat diolah menjadi pupuk cair untuk berbagai tanaman seperti bawang merah.[12]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ernawati, A (2000). "The Micropropagation of Bananas" (dalam bahasa Inggris). 
  2. ^ Gordon Edwards (2019). "About radioactive bananas" (PDF). Canadian Coalition for Nuclear Responsibility. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal May 15, 2017. Diakses tanggal April 24, 2019. 
  3. ^ Kraft S (August 4, 2011). "Bananas! Eating Healthy Will Cost You; Potassium Alone $380 Per Year". Medical News Today. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 25, 2014. Diakses tanggal October 25, 2014. 
  4. ^ a b "Ranking of potassium content per 100 grams in common fruits and vegetables". United States Department of Agriculture, National Nutrient Database for Standard Reference, Release 28. November 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 9, 2017. Diakses tanggal May 6, 2017. 
  5. ^ "What you need to know about potassium". EatRight Ontario, Dietitians of Canada. 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 3, 2019. Diakses tanggal April 24, 2019. 
  6. ^ Taylor, J.S.; Erkek, E. (2004). "Latex allergy: diagnosis and management". Dermatologic Therapy. 17 (4): 289–301. doi:10.1111/j.1396-0296.2004.04024.x. PMID 15327474. 
  7. ^ Solomon, C (1998). Encyclopedia of Asian Food (edisi ke-Periplus). Australia: New Holland Publishers. ISBN 978-0-85561-688-5. Diarsipkan dari versi asli tanggal June 3, 2008. Diakses tanggal May 17, 2008. 
  8. ^ Fried banana flowers Diarsipkan April 5, 2011, di Wayback Machine.. Duda Online (December 14, 2009). Retrieved on October 2, 2011.
  9. ^ "Very Good Recipes of Banana and Flowers". verygoodrecipes.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-06. 
  10. ^ Molly Watson. "Banana Flowers". About.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 14, 2014. Diakses tanggal May 13, 2014.  See also the link on that page for Banana Flower Salad.
  11. ^ Nasution, Khairon (2019-09-19). "Efektivitas Aplikasi Pupuk Organik Cair Jantung Pisang Barangan Dan Fungsi Mikroriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L)". Universitas Medan Area. 
  12. ^ Laia, Yulianus (2018-01). "Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang merah(Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kotoran Ayam dan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang". 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]