Pisang kepok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Musa ABB/BBB Subkelompok Kepok
Pisang kepok yang tumbuh dengan ukuran yang sangat besar.
Pisang kepok yang tumbuh dengan ukuran yang sangat besar.
Tetua persilangan
Musa acuminata × Musa balbisiana
Kelompok budidaya
Kelompok ABB
Kultivar
'Saba'
Tanah asal
Filipina

Pisang kepok adalah salah satu kultivar pisang dari kelompok kultivar ABB. Pisang ini termasuk kelompok pisang olah (plantain) karena tinggi kandungan patinya.

Pisang kepok dikenal pula di daerah-daerah lain sebagai berikut.

Tekhnik budidaya Pisang Kepok[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah cara budidaya pisang kepok di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur:[2]

I.Pemilihan Lokasi, Pemilihan lokasi spesifikasi tanah dan agroklimat yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal tanaman pisang, pemilihan lahan yang bebas dari penyakit layu pisang/lahan endrmis, subur dengan lapisan top soil tanah yang cukup tebal, tanah bertekstur pasir, tanah aluvial dan banyak mengandung humus.[2] Curah hujan berkisar 1500-3800 mm/tahun, kelembapan udara antara 80-88% dan temperatur 22,8°C-32,4°C dengan intensitas penyinaran cahaya 40 - 58 lux, untuk PH tanah sendiri berkisar antara 4,5 - 6,5 dan kemiringan tanah maksimal 35%.[2]

II.Penentuan Waktu Tanam, Waktu tanam terbaik untuk Pisang Kepok adalah awal musim hujan sampai tiga bulan sesudahnya.[2] Untuk tiap daerah berbeda – beda untuk musim hujannya, sebaiknya meminta bantuan kantor meteorologi daerah setempat untuk dapat menentukan awal musim hujan atau disebut bulan basah.[2]

III.Pembersihan (Penyiapan Lahan), Bersihkan lahan dari benda – benda dan ranting yang akan menggangu sistem perakaran tanaman maupun menghambat penyerapan unsur makanan, buang sisa – sisa tumbuhan, daun – daun dan ranting bekas pemangkasan yang dapat menjadi sumber penularan hama dan masukan kedalam lubang yang cukup dalam berukuran 2X2X2 m. Penyiapan saluran air atau parit kebun yang bebas dari rumput, sampah dedaunan serta kayu yang menyumbat ini digunakan untuk drainase yang baik.

IV.Penentuan Jarak Tanam dan Penganjiran, Dalam proses ini dimaksudkan untuk memperoleh posisi tanam sehingga diperoleh populasi tanaman sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan menggunakan ajir.[2] Terciptanya jarak tanam yang optimum bagi tumbuhan tanaman pisang kepok.

V.Penyediaan Benih, Menyediakan benih yang berpotensi produksi dan kualitasnya tinggi, terjamin kemurnian (jenis varietas), memiliki peluang pasar yang jelas, sehat/bebas dari hama penyakit, serta dalam jumlah yang cukup banyak.

VI.Pembuatan Lubang Tanam, Pembuatan lubang sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, lubang dibuat dengan ukuran: Panjang = 50 cm, lebar = 50 cm, dalam 50 cm.[2] Lubang dibuat dengan berukuran tersebut dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan akar.

VII.Penanaman, Pada proses penanaman ini yaitu proses meletakan benih pada lubang tanaman yang sudah dipersiapkan, sebelum mulai menanan sebaiknya seluruh peralatan dicuci terlebih dahulu untuk menghindari penularan penyakit menggunakan disinfektan (chorox) campurkan Trichoderma sp.[2] Dengan pupuk kandang/kompos dan sebagian tanah kemudian dimasukan ke lubang tanam.[2] Keluarkan benih pisang namun sebelum ditanam benih dicelupkan kedalam larutan 100 g Trichoderma sp., 10 liter air dan urea 10 g selama 15 menit.[2] Bibit ditanam sampai sebatas 5–10 cm diatas pangkal batang.[2] Penutupan lubang tanam, tanah bagian atas (top soil) dimasukan terlebih dahulu baru disusul dengan tanah bagian bawah (sub soil).[2] Penutupan lubang tanam dilakukan setelah 2 minggu lubang tanaman dibiarkan terbuka dan setelah 2 minggu padatkan tanah agar tanaman dapat berdiri kokoh.

VIII.Pengairan, Mengatur ketersediaan air sesuai dengan kebutuhan tanaman dan fase pertumbuhan bagi perkembangan dan pertumbuhan tanaman yang optimal.

IX.Penjarangan Anakan, Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur jumlah pohon/anakan dalam satu rumpun agar tanaman induk dapat tumbuh dan berkembang serta berproduksi secara optimal Kriteria anakan yang dipilih antara lain : 1.Umur 4-6 bulan ( setelah anakan tumbuh 2.Tinggi antara 20-40 cm. 3.Pertumbuhan kuncup daun baik. 4.Pilih anakannya yang tumbuh disebelah luar dari pohon induk pada arah yang sama. Penjarangan dilakukan setelah pohon induk berumur 30 minggu menyisakan dalam satu rumpun sebanyak 2-3 anakan.[2] Anakan yang dipilih adalah anakan yang berasal dari pohon induk dengan umur berbeda (berselang 2-3 bulan).[2] Cara mematikan anakan dilakukan dengan : potong anakan sebatas 20 cm dari tanah, congkel bagian tengah batang lalu tuangkan 2-3 ml (½ sendok teh) minyak tanah.

X.Sanitasi Lahan, Kegiatan membuang/mencabut dan mematikan Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman, menjaga kebersihan kebun dari gulma dan bagian tanaman yang sakit bertujuan untuk mengurangi kompetisi hara antara tumbuhan dengan tanaman penganggu (gulma) dan mengurangi sumber infeksi hama dan penyakit.

XI.Pemupukan dan Pembubunan, Pemumpukan bertujuan untuk memenuhi unsur hara tanaman dan perakaran bisa berkembang lebih baik. Berikut prosedur pelaksanaan pemupukan : - Pemupukan I dilakukan satu bulan setelah penanaman dengan pupuk kandang 10 kg/lubang dan pupuk anorganik (Urea = 50g, SP-36 = 30g). - Pemupukan ke II dan III dilakukan dua dan tiga bulan setelah penanaman dengan pupuk anorganik (Urea= 50g, SP-36= 30g dan KCI = 40g) -Pemupukan ke IV, berikan campuran pupuk kandang/kompos susulan 10 kg dan 500g Trichoderma sp.[2] Per rumpun serta urea = 100g, KCL=100g -Pemberian pupuk dilakukan dengan membuat parit sekeliling rumpun dengan jarak 50 cm dari pohon yang dilanjutkan dengan tanah bumbunan.

XII.Pembrongosan, Membungkus buah sehingga diperoleh buah dengan permukaan kulit yang mulus dan mencegah serangan hama/penyakit pada buah.

XIII.Pemotongan Jantung Pisang, Pemotongan jantung pisang ini bertujuan untuk menoptimalkan penyerapan unsur hara oleh bakal buah dan mencegah penyakit layu darah.

XIV.Penyanggahan, Kegiatan menyangga pohon pisang agar tidak rebah karena beratnya buah dan gangguan fisik lain (dalam hal ini bergantung dengan varietas dan besarnya tandan).

XV.Pengaturan Jumlah Daun, Memotong daun untuk menjaga ukuran dan penampakan buah, untuk menghasilkan buah dengan ukuran sesuai standar dan menghindari buah pecah.[2] Sebelum memotong tinggalkan (6 – 8 daun) dan untuk daun yang telah tua atau menguning lalu potong daun dengan membentuk sudut 45 ° dan potong bagian batang yang menjuntai sehingga batang nampak bersih.[2] Setelah itu kumpulkan daun yang dipotong lalu dibakar agar terhindar dari penyakit.

XVI.Penentuan Saat Panen, Mengamati kondisi fisik dan fisiologis buah untuk menentukan waktu panen karna sangat bergantung jarak dari pasar untuk pasar lokal tingkat kematangannya sekitar 90% sedangkan untuk pasar antar pulau sekitar 80%.

XVII.Panen Pengambilan buah yang sudah menunjukan ciri (sifat khusus) matang panen bertujuan untuk mendapatkan buah yang segar.[2] Waktu pemanenan pisang pada waktu pagi (jam 07.00 – 10.00) atau sore hari (jam15.00-17.00) dalam keadaan cerah.[2] Panen tidak dianjurkan pada saat hujan karena dapat meningkatkan serangan busuk buah dalam gudang penyimpanan.

XVIII.Perlakuan Lepas Panen, Penyimpanan sementara di rumah panen dengan fasilitas penggantungan pisang tujuannya untuk menjaga mutu tetap baik, terhindar dari noda getah dan kerusakan karena gesekan antar tandan.[2] Terhindar dari panas dan hujan dan juga jaga suhu rumah panen (jangan terlalu lembab)/cukup ventelasi.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Koon-Hui Wang, Angela K. Kepler, & Cerruti R.R. Hooks. Brief Description of Banana Cultivars Available from the University of Hawaii Seed Program. College of Tropical Agriculture and Human Resources, University of Hawai'i at Manoa. Diakses June 29, 2011. 
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t budidaya pisang kepok diakses 10 April 2015

Pranala luar[sunting | sunting sumber]