Semenanjung Minahasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Minahasa
Nama asli: Semenanjung Minahasa
Semenanjung Minahasa, terletak di utara pulau Sulawesi, terdiri dari provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta sebagian wilayah dari provinsi Sulawesi Tengah.
Semenanjung Minahasa
Geografi
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat 0°LU 102°BT / 0°LU 102°BT / 0; 102
Kepulauan Kepulauan Sunda Besar
Luas 40.000 km2 (15.000 sq mi)
Negara
Indonesia
Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah
Demografi
Demonim Minahasa
Populasi ± 4,5 juta
Kelompok etnis Minahasa, Gorontalo, Bolaang Mongondow

Semenanjung Minahasa (bahasa Inggris: Peninsula of Minahasa) adalah sebuah semenanjung yang terletak di bagian utara pulau Sulawesi di Indonesia.

Luasnya lebih dari 40 ribu km², populasinya sekitar 4,5 juta orang. Mayoritas penduduknya adalah perwakilan dari masyarakat Austronesia dan kelompok etnis lainnya seperti Minahasa (nama yang sama dengan semenanjung ini), Gorontalo dan Bolaang Mongondow. Penduduknya heterogen dalam hal agama: ada komunitas Kristen dan Muslim yang sebanding.

Minahasa adalah salah satu daerah yang paling aktif secara seismik di Indonesia: ada beberapa gunung api aktif yang besar. Kaya akan mineral, yang secara aktif dikembangkan oleh perusahaan pertambangan Indonesia.

Semenanjung ini ditandai dengan keragaman alam yang besar, ada beberapa cagar alam dan taman nasional. Di beberapa daerah ada masalah lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan ekonomi manusia.

Pada abad ke-16, semenanjung ini menjadi salah satu wilayah pertama Kepulauan Melayu yang tertangkap mata penjajah Eropa. Dari abad ke-17 hingga abad ke-20, wilayah ini adalah salah satu benteng pertahanan terpenting Belanda, yang menyatukan sebagian besar nusantara di bawah kekuasaan mereka. Selama Perang Dunia II, terjadi pertempuran antara sisa-sisa Pasukan Hindia Belanda dan tentara Jepang, yang paling penting di antaranya adalah Pertempuran Manado.

Semenanjung ini sepenuhnya terdiri dari provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta sebagian wilayah dari provinsi Sulawesi Tengah. Permukiman terbesar adalah kota Manado dan Gorontalo.

Karakteristik fisik dan geografis[sunting | sunting sumber]

Posisi geografis[sunting | sunting sumber]

Klabat, gunung berapi tertinggi di semenanjung Minahasa

Semenanjung Minahasa terletak di bagian utara Sulawesi, termasuk dalam kelompok Kepulauan Sunda Besar dari Kepulauan Melayu, dan merupakan wilayah yang terbesar dan terisolasi secara geografis dari keempat semenanjung di pulau ini. Memiliki bentuk yang sangat kompleks—sangat panjang dan sempit dengan beberapa patahan. Dasar semenanjung terpisah dari bagian tengah Sulawesi ke arah utara, lalu dengan tajam berbelok ke arah timur, dan di sisi lain secara halus menuju ke arah timur laut.[1][2]

Panjang semenanjung ini sekitar 800 km, dengan lebar maksimum sekitar 100 km (di bagian tengah, membentang dari barat ke timur), lebar minimumnya sekitar 20 km (pada bagian isthmus yang meluas dari bagian tengah pulau). Luasnya lebih dari 40 ribu km².[1][2]

Pantai barat semenanjung menghadap ke Selat Makassar. Bagian utara berbatasan dengan perairan Laut Sulawesi, di timur laut dibatasi oleh Laut Maluku. Pantai timur menghadap ke arah Teluk Tomini. Semua wilayah perairan di sekitar semenanjung merupakan bagian dari perairan Samudra Pasifik.[1][2]

Tepi semenanjung di semua sisi memiliki topografi yang sangat jelas, ada banyak teluk kecil dan semenanjung kecil "sekunder". Di banyak daerah di lepas pantai terdapat pulau-pulau kecil dan terumbu karang. Di dekat ujung timur laut semenanjung adalah Kepulauan Sangihe yang cukup besar: sebuah rangkaian pulau, yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari garis semenanjung.[1][2]

Topografi, geologi dan sumber daya mineral[sunting | sunting sumber]

Gunung dan Danau Tondano di timur laut dari Minahasa

Wilayah Minahasa—seperti Sulawesi pada umumnya—kebanyakan bergunung-gunung: di sepanjang semenanjung terbentang pegunungan yang memanjang terus-menerus, yang berasal dari bagian tengah pulau. Titik tertinggi adalah Gunung Sojol, yang terletak di persimpangan dasarnya dan bagian tengahnya membentang dari barat ke timur: tingginya sesuai dengan berbagai data, dari 3030 m atau 3071 m di atas permukaan laut.[1][3][4]

Dataran rendah hanya terdapat di daerah pesisir yang sempit dan beberapa lembah antar pegunungan. Ada banyak sungai, serta beberapa danau, yang terbesar adalah Limboto (di bagian tengah semenanjung, dekat kota Gorontalo) dan Tondano (di ujung timur laut). Struktur geologi wilayah ini ditandai dengan prevalensi batuan vulkanik dari zaman Pleistosen dan Holosen.[1][5]

Semenanjung Minahasa adalah salah satu wilayah dengan aktivitas seismik yang paling aktif di Indonesia. Dari beberapa gunung berapi aktif[6], yang tertinggi adalah Klabat, gunung berapi tertinggi di Sulawesi (1968 m);[7] stratovolcano Ambang (1795 m),[8] Soputan (1785 m)[9] dan Lokon-Empung (dua gunung kerucut dengan tinggi masing-masing 1580 m dan 1340 m)[10] yang terletak di bagian timur laut semenanjung. Gunung yang paling aktif adalah dua yang terakhir: letusan terbaru Soputan terjadi pada tahun 2016,[9] Lokon-Empung juga meletus pada tahun 2015.[10] Selain itu, di wilayah semenanjung dan landas benua, gempa terjadi secara teratur: misalnya, pada tahun 2014 tercatat ada 52 kasus guncangan tektonik dengan skala tidak kurang dari 1,5 pada Skala Richter.[11]

Semenanjung ini sangat kaya akan sumber daya mineral. Di ujung timur lautnya adalah tempat penyimpanan sulfur Mahawu dan Kawah Masem, dan di bagian tengahnya adalah tempat penyimpanan tembaga terbesar di Indonesia. Di berbagai daerah, cadangan bijih logam hitam dan mulia yang signifikan, terutama emas dan perak, dieksplorasi dan dikembangkan.[12]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Margasatwa[sunting | sunting sumber]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pra-kolonial dan awal periode kolonial[sunting | sunting sumber]

Masa pemerintahan Belanda[sunting | sunting sumber]

Sebagai bagian dari Indonesia merdeka[sunting | sunting sumber]

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Pemukiman[sunting | sunting sumber]

Afiliasi etnis dan agama[sunting | sunting sumber]

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f Sailing Directions 2011, hlm. 183.
  2. ^ a b c d Атлас 2003.
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Sojol-P
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Sojol-N
  5. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Вулканы
  6. ^ "Вулканы Индонезии". Global Volcanism Program Смитсоновского института. Diakses tanggal 26 Desember 2016. 
  7. ^ "Вулкан Клабат". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diakses tanggal 26 Desember 2016. 
  8. ^ "Вулкан Амбанг". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diakses tanggal 27 Desember 2016. 
  9. ^ a b "Вулкан Сопутан". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diakses tanggal 26 Desember 2016. 
  10. ^ a b "Вулкан Локон-Эмпунг". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diakses tanggal 2016-12-26. 
  11. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Earthquake
  12. ^ Горная энциклопедия 1986.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]