Greysia Polii

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Greysia Polii
Yonex IFB 2013 - Eightfinal - Ma Jin - Zhong Qianxin — Nitya Krishinda Maheswari - Greysia Polii 01 (cropped).jpg
Greisyia Polii di Kejuaraan Superseries Prancis Terbuka 2013
Informasi pribadi
KebangsaanIndonesia
Lahir11 Agustus 1987 (umur 34)
Jakarta, Indonesia
Tinggi1,64 m (5 ft 5 in)[1]
Berat57 kg (126 pon)[1]
PeganganKanan
PelatihEng Hian
Chafidz Yusuf
PasanganFelix Djimin (k. 2020)[2]
Ganda Puteri & Ganda Campuran
Peringkat tertinggi2 (bersama Nitya Krishinda Maheswari 28 Januari 2016)
3 (bersama Apriyani Rahayu 20 September 2018)
5 (bersama Meiliana Jauhari 12 Mei 2011)
9 (bersama Jo Novita 2006)
Peringkat saat ini6 (bersama Apriyani Rahayu 3 Agustus 2021)
Profil di BWF

Greysia Polii atau sering dipanggil dengan nama Greys (pengucapan bahasa Indonesia: [ˈgrɛjsi̯a poˈliʔi]; lahir 11 Agustus 1987) adalah salah satu atlet bulu tangkis ganda Indonesia pada nomor ganda putri. Atlet berdarah Minahasa ini adalah putri dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi. Ia mulai bergabung di tim Piala Uber Indonesia sejak tahun 2004 dan juga tahun 2008.[3][4]

Greysia dan Apriyani Rahayu saat ini merupakan juara bertahan Olimpiade setelah mereka memenangkan nomor ganda putri pada Olimpiade Musim Panas 2020. Ia dan Apriyani menjadi atlet putri asal Indonesia ketiga dan keempat yang memenangkan medali emas dalam ajang Olimpiade setelah Susi Susanti pada 1992 dan Lilyana Natsir pada 2016. Greysia juga menjadi peraih medali emas bulu tangkis putri tertua pada ajang Olimpiade, dengan usia 33 tahun dan 356 hari.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Greysia Polii lahir di Jakarta dari pasangan berdarah Minahasa, Willy Polii dan Evie Pakasi. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.[5] Ia tinggal di Jakarta hingga ayahnya meninggal dunia saat ia berusia 2 tahun. Greysia kemudian pindah ke Manado, tempat ia menghabiskan masa kecilnya. Ia tertarik untuk bermain bulu tangkis akibat pengaruh dari kakaknya, Deyana Lomban, yang juga mantan atlet bulu tangkis nasional Indonesia. Bakat bulu tangkisnya mulai muncul ketika ia berusia enam tahun. Pada 1995, ia dan ibunya pindah ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bermain bulu tangkis yang lebih baik. Ia kemudian bergabung ke klub bulu tangkis Jaya Raya Jakarta.[6] Ia mengidolakan Susi Susanti dan Zhang Ning.[5]

Saat ia menjadi anggota klub, Retno Koestijah menyadari bahwa Greysia yang saat itu berusia 14 tahun memiliki bakat untuk menjadi atlet ganda. Retno memindahkan Greysia dari pemain tunggal ke ganda. Keputusan tersebut membuahkan hasil yang baik hingga Greysia bergabung ke tim nasional bulu tangkis pada 2003.[6]

Karier[sunting | sunting sumber]

2003–2005: Awal karier dan gelar Kejuaraan Nasional[sunting | sunting sumber]

Greysia memulai karirnya sebagai atlet ganda putri dan campuran. Ia dipasangkan dengan Heni Budiman dan berhasil mencapai tahap semifinal pada turnamen Malaysia Satellite 2003.[7] Ia juga memenangkan gelar Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis bersama Heni. Mereka mengalahkan pasangan dari Kalimantan Timur, Indarti Issolina dan Angeline de Pauw, dengan skor 8–15, 15–8, 15–7.[8]

Pada 2004, Greysia membantu tim nasional junior untuk mendapatkan medali perunggu pada nomor beregu putri Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia dan beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior.[9] Ia juga mendapatkan medali perak pada nomor ganda campuran bersama Muhammad Rijal dan medali perunggu pada nomor ganda putri bersama Heni Budiman.[10] Ia memulai debutnya bersama tim nasional di Piala Uber pada 2004, ketika tim tersebut berhasil mencapai tahap perempat final.[11]

2008–Sekarang[sunting | sunting sumber]

Pada pertengahan tahun 2008, ia mulai berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari karena usia Jo Novita yang tidak lagi muda dan tidak bisa diharapkan membangkitkan prestasi di sektor ganda putri dengan Greysia Polii lagi. Di awal tahun 2009, prestasi Greysia Polii dengan Nitya belum menunjukkan prestasi, apalagi dengan hengkangnya Vita Marissa dari pelatnas, maka pelatnas membutuhkan kekuatan di sektor ganda putri. Salah satu faktor yang mendorong pencarian kekuatan di sektor ganda putri karena pada tahun itu, akan diselenggarakan Sudirman Cup di Guangzhou, Tiongkok.

Pada saat mengikuti turnamen Singapura Terbuka, Greys menunjukkan banyak peningkatan, yang tak diduga sebelumnya ia melaju sampai perempat final dan mengalahkan pemain No. 1 dunia pada saat itu, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui dari Malaysia. Ia pun lolos ke final setelah mengalahkan ganda putri No. 9 dunia Lena Frier Kristiansen/Kamilla Rytter Juhl dari Denmark, tetapi kejutan itu tidak berlanjut di Final karena kalah dari pemain Tiongkok yang sebelumnya pernah mengalahkan Greysia/Nitya di All England, yaitu Zhang Yawen/Zhao Tingting. Indonesia akhirnya bisa memiliki ganda putri kelas dunia setelah berakhirnya ganda putri Vita Marissa/Liliyana Natsir, mendampingi Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari. Greysia/Meiliana kala itu masuk dalam pemain 10 besar dunia.

Pada Januari 2013, Greys dipasangkan dengan Anggia Shitta Awanda, Runner Up WJC 2011 di sektor Ganda Putri, Greys/Anggia berhasil menembus Babak Kedua All England. Pada Mei 2013, Greys kembali dipasangkan dengan mantan pasangannya, Nitya Krishinda Maheswari, Pasangan ini tampil menggebrak dengan langsung juara di turnamen pertamanya, SGC Thailand Open GP Gold, menembus Perempatfinal Djarum Indonesia Open Superseries Premier dan Semifinal Singapore Open Superseries. Pada tahun 2014, Greysia/Nitya meraih medali emas di cabang bulu tangkis nomor ganda putri perorangan di Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan.[12]

Pada tahun 2017, Greysia mulai dipasangkan dengan Apriyani Rahayu.[13]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Penghargaan Tahun Kategori Hasil Ref.
Indonesian Sport Awards 2018 Atlet Ganda Putri Terfavorit bersama Apriyani Rahayu Menang [14]
Atlet Beregu Putri Terfavorit bersama Tim Bulu Tangkis Asian Games 2018 Menang

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Olimpiade[sunting | sunting sumber]

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2020 Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Japan Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Republik Rakyat Tiongkok Chen Qingchen

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Jia Yifan

21–19, 21–15 Gold medal.svg Emas

Kejuaraan dunia BWF[sunting | sunting sumber]

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2015 Istora Senayan,

Jakarta, Indonesia

Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tian Qing

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Zhao Yunlei

8–21, 16–21 Bronze Perunggu
2018 Nanjing Youth Olympic Sports Park,

Nanjing, Tiongkok

Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Jepang Mayu Matsumoto

Bendera Jepang Wakana Nagahara

12–21, 21–23 Bronze Perunggu
2019 St. Jakobshalle,

Basel, Swiss

Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Jepang Mayu Matsumoto

Bendera Jepang Wakana Nagahara

12–21, 19–21 Bronze Perunggu

Pesta Olahraga Asia[sunting | sunting sumber]

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2014 Gyeyang Gymnasium,

Incheon, Korea Selatan

Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Jepang Misaki Matsutomo

Bendera Jepang Ayaka Takahashi

21–15, 21–9 Gold Emas
2018 Istora Gelora Bung Karno,

Jakarta, Indonesia

Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Jepang Misaki Matsutomo

Bendera Jepang Ayaka Takahashi

15–21, 17–21 Bronze Perunggu

Kejuaraan Asia[sunting | sunting sumber]

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2005 Gachibowli Indoor Stadium,

Hyderabad, India

Bendera Indonesia Jo Novita Bendera Jepang Kumiko Ogura

Bendera Jepang Reiko Shiota

10–15, 4–15 Bronze Perunggu
2016 Wuhan Sports Center Gymnasium,

Wuhan, Tiongkok

Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Jepang Naoko Fukuman

Bendera Jepang Kurumi Yonao

21–13, 19–21, 22–24 Bronze Perunggu

Pesta Olahraga Asia Tenggara[sunting | sunting sumber]

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2005 PhilSports Arena,

Metro Manila, Filipina

Bendera Indonesia Jo Novita Bendera Malaysia Chin Eei Hui

Bendera Malaysia Wong Pei Tty

12–15, 15–9, 13–15 Silver Perak
2007 Universitas Wongchawalitkul,

Nakhon Ratchasima, Thailand

Bendera Indonesia Jo Novita Bendera Indonesia Vita Marissa

Bendera Indonesia Liliyana Natsir

15–21, 14–21 Silver Perak
2013 Wunna Theikdi Indoor Stadium,

Naypyidaw, Myanmar

Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Malaysia Vivian Hoo Kah Mun

Bendera Malaysia Woon Khe Wei

17–21, 21–18, 17–21 Silver Perak
2019 Muntinlupa Sports Complex,

Metro Manila, Filipina

Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Thailand Chayanit Chaladchalam

Bendera Thailand Phataimas Muenwong

21–3, 21–18 Gold Emas

Kejuaraan Dunia Junior IBF[sunting | sunting sumber]

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2004 Minoru Arena,

Richmond, Kanada

Bendera Indonesia Heni Budiman Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tian Qing

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Yu Yang

1–15, 2–15 Bronze Perunggu

Ganda campuran

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2004 Minoru Arena,

Richmond, Kanada

Bendera Indonesia Muhammad Rijal Bendera Republik Rakyat Tiongkok He Hanbin

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Yu Yang

12–15, 12–15 Silver Perak

Kejuaraan Junior Asia[sunting | sunting sumber]

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2005 Tennis Indoor Senayan,

Jakarta, Indonesia

Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Cheng Shu

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Liao Jingmei

15–7, 15–17, 13–15 Bronze Perunggu

Tur Dunia BWF (6 gelar, 2 runner up)[sunting | sunting sumber]

Tur Dunia BWF yang mulai diperkenalkan pada 19 Maret 2017 dan digelar mulau 2018,[15] adalah serangkaian turnamen elti bulu tangkis yang diselenggarak oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Tur Dunia BWF dibagi menjadi beberapa tingkat Final Tur Dunia, yakni Super 1000, Super 750, Super 500, Super 300 (bagian dari HSBC World Tour), dan Tur BWF Super 100.[16]

Ganda putri

Tahun Tempat Tingkat Pasangan Lawan Skor Hasil
2018 Indonesia Masters Super 500 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Jepang Misaki Matsutomo

Bendera Jepang Ayaka Takahashi

17–21, 12–21 2 Runner up
2018 India Terbuka Super 500 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Thailand Jongkolphan Kititharakul

Bendera Thailand Rawinda Prajongjai

21–18, 21–15 1 Juara
2018 Thailand Terbuka Super 500 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Jepang Misaki Matsutomo

Bendera Jepang Ayaka Takahashi

21–13, 21–10 1 Juara
2019 Malaysia Masters Super 500 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Jepang Yuki Fukushima

Bendera Jepang Sayaka Hirota

21–18, 16–21, 16–21 2 Runner up
2019 India Terbuka Super 500 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Malaysia Chow Mei Kuan

Bendera Malaysia Lee Meng Yean

21–11, 25–23 1 Juara
2020 Indonesia Masters Super 500 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Denmark Maiken Fruergaard

Bendera Denmark Sara Thygesen

18–21, 21–11, 23–21 1 Juara
2020 Spain Masters Super 300 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Bulgaria Gabriela Stoeva

Bendera Bulgaria Stefani Stoeva

18–21, 22–20, 21–17 1 Juara
2020 (I) Thailand Terbuka Super 1000 Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Thailand Jongkolphan Kititharakul

Bendera Thailand Rawinda Prajongjai

21–15, 21–12 1 Juara

Superseries BWF (3 gelar, 6 runner up)[sunting | sunting sumber]

Super Series BWF yang diluncurkan pada 14 Desember 2006 dan diimplementasikan pada 2007[17] adalah serangkaian turnamen bulu tangkis yang diselenggarakan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Super Series BWF memiliki tingkatan yakni Superseries dan Superseries Premier. Satu musim Super Series memuat 12 turnamen di seluruh dunia sejak 2011.[18] Atlet-atlet yang berhasil akan melaju ke babak FInal Superseries yang diselenggarakan tiap akhir tahun.

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2007 Malaysia Terbuka Bendera Indonesia Vita Marissa Bendera Republik Rakyat Tiongkok Gao Ling

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Huang Sui

21–19, 12–21, 11–21 2 Runner up
2009 Singapura Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Zhang Yawen

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Zhao Tingting

14–21, 13–21 2 Runner up
2015 Indonesia Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tang Jinhua

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tian Qing

11–21, 10–21 2 Runner up
2015 Korea Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Korea Selatan Chang Ye-na

Bendera Korea Selatan Lee So-hee

21–15, 21–18 1 Juara
2016 Singapura Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Jepang Misaki Matsutomo

Bendera Jepang Ayaka Takahashi

Walkover 1 Juara
2016 Australia Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Bao Yixin

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Chen Qingchen

21–23, 17–21 2 Runner up
2017 Prancis Terbuka Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Korea Selatan Lee So-hee

Bendera Korea Selatan Shin Seung-chan

21–17, 21–15 1 Juara
2017 Hong Kong Terbuka Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Republik Rakyat Tiongkok Chen Qingchen

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Jia Yifan

21–14, 16–21, 15–21 2 Runner up

Ganda campuran

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2007 Swiss Terbuka Bendera Indonesia Muhammad Rijal Bendera Korea Selatan Lee Yong-dae

Bendera Korea Selatan Lee Hyo-jung

21–14, 16–21, 18–21 2 Runner up
     Turnamen Final Super Series BWF
     Turnamen Super Series Premier BWF
     Turnamen Super Series BWF

Grand Prix BWF (5 gelar, 6 runner up)[sunting | sunting sumber]

Grand Prix BWF memiliki dua tingkatan, Grand Prix dan Grand Prix Gold BWF. Kompetisi ini merupakan serangkaian turnamen bulu tangkis yang diselenggarakan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sejak 2007 hingga 2017. Grand Prix Dunia Bulu Tangkis diselenggarakan oleh Federasi Bulu tangkis Internasional (IBF) dari 1983 hingga 2006.

Ganda putri

Tahun Tempat Pasangan Lawan Skor Hasil
2006 Korea Terbuka Bendera Indonesia Jo Novita Bendera Republik Rakyat Tiongkok Yang Wei

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Zhang Jiewen

10–21, 11–21 2 Runner up
2006 Filipina Terbuka Bendera Indonesia Jo Novita Bendera Indonesia Rani Mundiasti

Bendera Indonesia Endang Nursugianti

21–16, 21–13 1 Juara
2010 Makau Terbuka Bendera Indonesia Meiliana Jauhari Bendera Tionghoa Taipei Cheng Wen-hsing

Bendera Tionghoa Taipei Chien Yu-chin

21–16, 18–21, 16–21 2 Runner up
2010 Indonesia Grand Prix Gold Bendera Indonesia Meiliana Jauhari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Luo Ying

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Luo Yu

21–11, 18–21, 11–21 2 Runner up
2011 Tionghoa Taipei Terbuka Bendera Indonesia Meiliana Jauhari Bendera Korea Selatan Ha Jung-eun

Bendera Korea Selatan Kim Min-jung

21–14, 18–21, 0–2 retired 2 Runner up
2013 Thailand Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Jepang Yuriko Miki

Bendera Jepang Koharu Yonemoto

21–7, 21–13 1 Juara
2014 Swiss Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Bao Yixin

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tang Jinhua

21–19, 16–21, 13–21 2 Runner up
2014 Tionghoa Taipei Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Wang Xiaoli

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Yu Yang

21–18, 21–11 1 Juara
2015 Tionghoa Taipei Terbuka Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Luo Ying

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Luo Yu

21–17, 21–17 1 Juara
2015 Indonesia Masters Bendera Indonesia Nitya Krishinda Maheswari Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tang Yuanting

Bendera Republik Rakyat Tiongkok Yu Yang

18–21, 11–21 2 Runner up
2017 Thailand Terbuka Bendera Indonesia Apriyani Rahayu Bendera Thailand Chayanit Chaladchalam

Bendera Thailand Phataimas Muenwong

21–12, 21–12 1 Juara
     Turnamen Grand Prix Gold BWF
     Turnamen Grand Prix BWF & IBF

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Athlete: Greysia Polii". Asian Games 2018. Diakses tanggal 28 October 2018. 
  2. ^ "Profil Suami Greysia Polii, Felix Djimin, Pengusaha Berlian". www.gaya.tempo.co. Diakses tanggal 6 Agustus 2021. 
  3. ^ "Finally, Gold For Indonesia". en.tempo.co. Tempo. 28 September 2014. Diakses tanggal 1 Agustus 2021. 
  4. ^ "SEA Games: Greysia celebrates first gold after 14 years as young guns shine". www.thejakartapost.com. The Jakarta Post. 11 December 2019. Diakses tanggal 1 Agustus 2021. 
  5. ^ a b Umar, Rhendi (10 December 2019). "Profil Greysia Polii, Pebulutangkis Asal Sulut Raih Medali Emas di Sea Games 2019, Karirnya Gemilang". manado.tribunnews.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 January 2020. 
  6. ^ a b Ratnati, Ira (14 October 2008). "GREYSIA POLII : "The best is yet to come!"". www.badzine.net. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 March 2016. 
  7. ^ "Luster-Malaysia Satellite Badminton Championships results". www.thestar.com.my. 24 November 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 January 2020. 
  8. ^ "Kejurnas 2010 [INA National Championships]". www.badmintoncentral.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 January 2020. Diakses tanggal 29 August 2020. 
  9. ^ "NOONNOPPI Asian Juniors Badminton Championship 2004". www.koreabadminton.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 October 2004. 
  10. ^ "Weltmeisterschaft U 19 2004". archiv.badminton.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 25 January 2020. 
  11. ^ "Profil: Greysia Polii". MERDEKA.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 December 2017. Diakses tanggal 21 November 2017. 
  12. ^ "Ini Dia Atlet Indonesia Peraih Medali di Asian Games 2014". detiksport. Diakses tanggal 2020-08-24. 
  13. ^ Saleh, Nurdin (2019-10-25). "Gagal di French Open, Ini Rapor Greysia / Apriyani Sejak Berduet". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-24. 
  14. ^ "Inilah Daftar Terfavorit Indonesian Sport Awards 2018". Detik. 23 November 2018. Diakses tanggal 24 November 2018. [pranala nonaktif permanen]
  15. ^ Alleyne, Gayle (19 March 2017). "BWF Launches New Events Structure". bwfbadminton.com. Badminton World Federation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 December 2017. Diakses tanggal 29 November 2017. 
  16. ^ Sukumar, Dev (10 January 2018). "Action-Packed Season Ahead!". bwfbadminton.com. Badminton World Federation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 January 2018. Diakses tanggal 15 January 2018. 
  17. ^ "BWF Launches Super Series". Badminton Australia. 15 December 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 October 2007. 
  18. ^ "Yonex All England Elevated To BWF Premier Super Series Event". www.ibadmintonstore.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 October 2013. Diakses tanggal 29 September 2013. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]