Eko Yuli Irawan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Eko Yuli Irawan
Eko Yuli Irawan.jpeg
Lahir24 Juli 1989 (umur 32)
Kota Metro, Lampung
Kebangsaan Indonesia
PekerjaanAtlet
Tinggi157 cm (5 ft 2 in)[1]
Berat62 kg (137 pon)[1]
Orang tuaSaman (ayah)
Wastiah (ibu)
Eko Yuli Irawan
Rekam medali
Mewakili  Indonesia
Angkat besi Putra
PON
Emas PON XVII 56 kg
SEA Games
Emas SEA Games 2007 56 kg
Perak SEA Games 2017 61 kg
Emas SEA Games 2019 61 kg
Asian Games
Emas 2018 Jakarta-Palembang 62 kg
Perunggu 2010 Guangzhou 62 kg
Perunggu 2014 Incheon 62 kg
Olimpiade
Perunggu Beijing 2008 56 kg
Perunggu London 2012 62 kg
Perak Rio de Janeiro 2016 62 kg
Perak Tokyo 2020 61 kg
Kejuaraan Dunia
Perak Goyang 2009 62 kg
Perunggu Paris 2011 62 kg
Perak Pattaya 2019 61 kg
Emas Ashgabat 2018 61 kg
Perunggu Chiang Mai 2007 56 kg
Universiade
Emas Shenzhen 2011 62 kg


Eko Yuli Irawan (lahir 24 Juli 1989) adalah atlet angkat besi Indonesia. Di Olimpiade Beijing 2008 Eko meraih medali perunggu. Sebelumnya di kejuaraan angkat besi dunia yunior di Praha, Republik Ceko tahun 2007, Eko meraih emas dan mendapatkan penghargaan sebagai the best lifter pada turnamen tersebut. Pada Olimpiade London 2012, Eko untuk kedua kalinya berturut-turut menjadi penyumbang medali pertama Indonesia dengan meraih medali perunggu di kelas 62 kg, ia menduduki peringkat ketiga dengan total angkatan 317 kg.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Eko lahir di Lampung dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya bernama Saman, seorang pengayuh becak, sedangkan ibunya, Wastiah adalah seorang penjual sayur.[2]

Takdir Eko menjadi atlet angkat besi (bahasa Inggris: weightlifter atau lifter) berawal saat ia menyaksikan sekelompok orang berlatih angkat besi di sebuah klub di daerahnya sekitar tujuh tahun silam. Lama kelamaan Eko makin tertarik. Pelatih klub tersebut akhirnya mengajak Eko ikut berlatih. Berbekal izin dari orangtuanya, Eko pun mulai mengakrabkan diri dengan barbel. Eko mulai merintis prestasinya saat tampil sebagai lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Yunior 2007, di mana saat itu ia meraih medali emas. Sejak itu ia melanjutkan kariernya dengan gemilang.[2]

Eko saat ini menetap di Kalimantan Timur dan sedang menanti kehadiran anak pertamanya.[3]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Nasional[sunting | sunting sumber]

Internasional[sunting | sunting sumber]

  • Medali perak Olimpiade Musim Panas 2020, kelas 61 kg, total angkatan 302 kg.
  • Medali perak kejuaraan dunia 2019 di Pattaya, Thailand, di kelas 61 kg.
  • Medali emas kejuaraan dunia 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, di kelas 61 kg.
  • Medali perak Olimpiade Musim Panas 2016,
  • Medali perunggu Olimpiade London 2012, kelas 62 kg, total angkatan 317 kg.
  • Medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, kelas 56 kg. dengan total angkatan 288 Kg.
  • Medali perak kejuaraan Asia di Kanazawa, Jepang, di kelas 62 Kg.
  • Medali emas Sea Games di Thailand, 2007
  • Medali emas kejuaraan dunia yunior di Praha, Republik Ceko, 2007; sekaligus terpilih sebagai lifter terbaik pada ajang tersebut.
  • Dua buah medali perunggu kejuaraan dunia 2007 di Chiang Mai, Thailand, di kelas 56 Kg.
  • Peringkat 8 kejuaraan dunia tahun 2006 di Santo Domingo, Republik Dominika, kelas 56 Kg. dengan total angkatan 266 Kg.
  • Medali Perunggu Asian Games 2010
  • Medali Perunggu Asian Games 2014
  • Medali Emas Asian Games 2018
  • Medali Emas SEA Games 2019

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]