Persatuan Wartawan Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Persatuan Wartawan Indonesia
Republik Indonesia
PWI.jpg
Gambaran Umum
Singkatan PWI
Didirikan 9 Februari 1946
Dasar hukum pendirian Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999
Sifat Independen
Struktur
Ketua Umum Margiono
Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang
Kantor pusat
Gedung Dewan Pers Lantai IV, Jl. Kebon Sirih No. 34 Jakarta Pusat Indonesia
Situs web
pwi.or.id

Persatuan Wartawan Indonesia selanjutnya dikenal dengan nama PWI adalah organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia.[1] PWI berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta bertepatan dengam Hari Pers Nasional.[1] PWI beranggotakan wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia.[1] Saat ini PWI dipimpin oleh Margiono selaku ketua umum yang menjabat sejak 2013 hingga 2018.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berdirinya organisasi PWI menjadi awal perjuangan Indonesia dalam menentang kolonialisme di Indonesia melalui media dan tulisan.[1] Setelah berdirinya PWI, organisasi serupa juga didirikan.[1] Organisasi tersebut adalah Serikat Penerbit Suratkabar atau SPS pada 8 Juni 1946.[1] Serikat Penerbit Suratkabar mengganti namanya menjadi Serikat Perusahaan Pers pada 2011, bertepatan dengan hari jadi SPS yang ke-65.[1][3][4] Kepentingan untuk mendirikan SPS pada waktu itu bertolak dari pemikiran bahwa barisan penerbit pers nasional perlu segera ditata dan dikelola, dalam segi idiil dan komersialnya, mengingat saat itu pers penjajah dan pers asing masih hidup dan tetap berusaha mempertahankan pengaruhnya.[5] Karena jarak waktu pendiriannya yang berdekatan dan memiliki latar belakang sejarah yang serupa, PWI dan SPS diibaratkan sebagai "kembar siam" dalam dunia jurnalistik.[5]

Panitia usaha[sunting | sunting sumber]

Sebelum didirikan, PWI membentuk sebuah panitia persiapan pada awal awal tahun 1946.[5] Panitia persiapan tersebut dibentuk pada tanggal 9-10 Februari 1946 di balai pertemuan Sono Suko, Surakarta, saat diadakannya pertemuan antar wartawan Indonesia.[5] Pertemuan itu dihadiri oleh beragam wartawan, diantaranya adalah tokoh-tokoh pers yang sedang memimpin surat kabar, majalah, wartawan dan pejuang.[5] Pertemuan tersebut menghasilkan dua keputusan, diantaranya adalah:[5]

  • Disetujui membentuk organisasi wartawan Indonesia dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang diketuai oleh Mr. Sumanang Surjowinoto dengan sekretaris Sudarjo Tjokrosisworo.[5]
  • Disetujui membentuk sebuah komisi beranggotakan:
  1. Sjamsuddin Sutan Makmur (Harian Rakyat Jakarta),
  2. B.M. Diah (Harian Merdeka, Jakarta).
  3. Abdul Rachmat Nasution (kantor berita Antara, Jakarta).
  4. Ronggodanukusumo (Suara Rakyat, Mojokerto).
  5. Mohammad Kurdie (Suara Merdeka, Tasikmalaya).
  6. Bambang Suprapto (Penghela Rakyat, Magelang).
  7. Sudjono (Surat Kabar Berjuang, Malang)
  8. Suprijo Djojosupadmo (Surat Kabar Kedaulatan Rakyat,Yogyakarta).[5]

Delapan orang komisi yang telah dibentuk tersebut selanjutnya dibantu oleh Mr. Sumanang dan Sudarjo Tjokrosisworo, merumuskan hal-ihwal persuratkabaran nasional waktu itu dan usaha mengkoordinasinya ke dalam satu barisan pers nasional.[5] Komisi beranggotakan 10 orang tersebut dinamakan juga “Panitia Usaha”.[5] Tiga minggu kemudian, Panitia Usaha mengadakan pertemuan kembali di Surakarta bertepatan dengan sidang Komite Nasional Indonesia Pusat yang berlangsung dari 28 Februari hingga Maret 1946.[5] Panitia Usaha mengadakan pertemuan dan membahas masalah pers yang dihadapi.[5] Dari pertemuan itu lah kemudian disepakati didirikannya Serikat Perusahaan Suratkabar dalam rangka mengkoordinasikan persatuan pengusaha surat kabar yang pendirinya merupakan pendiri PWI.[5]

Keanggotaan[sunting | sunting sumber]

Kantor PWI Kalimantan Selatan

Keanggotaan PWI saat ini sudah tersebar diseluruh Indonesia, diantarnya adalah:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g (Indonesia) Merdeka. "Profil Persatuan Wartawan Indonesia". Diakses tanggal 25-Maret-2015.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  2. ^ (Indonesia) Persatuan Wartawan Indonesia. "Pengurus PWI Pusat Periode 2013-2018". Diakses tanggal 25-Maret-2015.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  3. ^ (Indonesia) SPS Indonesia. "Tentang Kami". Diakses tanggal 21-Maret-2015.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  4. ^ (Indonesia) Tribun News. "Dahlan Iskan kembali pimpin Serikat Perusahaan Pers". Diakses tanggal 21-Maret-2015.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m (Indonesia) Persatuan Wartawan Indonesia. "Sekilas Sejarah Pers Nasional". Diakses tanggal 25-Maret-2015.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)