Susi Susanti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Susi Susanti
Susi Susanti.jpg
Susanti membawa obor api selama Asian Games 2018 Torch Relay Concert di Yogyakarta, Indonesia
Informasi pribadi
Nama lahirLucia Francisca Susy Susanti Haditono (Ong Lien Hiang)
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Lahir11 Februari 1971 (umur 50)
Tasikmalaya, Jawa Barat
Tinggi1,61 m (5 ft 3 12 in)
Pensiun1998 (umur 26)
PeganganKanan
PelatihLiang Chiu Sia
PasanganAlan Budikusuma (k. 1997)
Tunggal putri
Rekor295 menang, 52 kalah
Peringkat tertinggi1
Profil di BWF

Lucia Francisca Susy Susanti Haditono (Hanzi: 王蓮香, Pinyin: Wang Lian-xiang, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971; umur 50 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis Indonesia.

Tanda tangan Susi Susanti

Dia menikah dengan Alan Budikusuma, yang meraih medali emas bersamanya di Olimpiade Barcelona 1992. Selain itu, ia pernah juga meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996. Pasangan Alan dan Susi memiliki 3 orang anak yang bernama Laurencia Averina (1999), Albertus Edward (2000), dan Sebastianus Frederick (2003).[1]

International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) pada bulan Mei 2004 memberikan penghargaan Badminton Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Pemain Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan Hall Of Fame yaitu Rudy Hartono Kurniawan, Dick Sudirman, Christian Hadinata, dan Liem Swie King.

Ia juga menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama pada tahun 1992.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Olimpiade[sunting | sunting sumber]

Tunggal Putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
1992 Pavelló de la Mar Bella, Barcelona, Spanyol Bendera Korea Selatan Bang Soo-hyun 5–11, 11–5, 11–3 Gold Emas
1996 GSU Sports Arena, Atlanta, Amerika Serikat Bendera Korea Selatan Kim Ji-hyun 11–4, 11–1 Bronze Perunggu

Kejuaraan Dunia IBF[sunting | sunting sumber]

Tunggal Putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
1991 Brøndby Arena, Copenhagen, Denmark Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tang Jiuhong 4–11, 1–11 Bronze Perunggu
1993 National Indoor Arena, Birmingham, Inggris Bendera Korea Selatan Bang Soo-hyun 7–11, 11–9, 11–3 Gold Emas
1995 Malley Sports Centre, Lausanne, Swiss Bendera Republik Rakyat Tiongkok Ye Zhaoying 11–5, 8–11, 2–11 Bronze Perunggu

Piala Dunia[sunting | sunting sumber]

Tunggal Putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
1989 Guangzhou Gymnasium, Guangzhou, China Bendera Republik Rakyat Tiongkok Han Aiping 5–11, 4–11 Silver Perak
1990 Istora Senayan, Jakarta, Indonesia Bendera Indonesia Sarwendah Kusumawardhani 5–11, 11-1, 12–11 Silver Perak
1991 Macau Forum, Macau, China Bendera Republik Rakyat Tiongkok Huang Hua 3–11, 2–11 Bronze Perunggu
1993 Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India Bendera Swedia Lim Xiaoqing 11–7, 11–5 Gold Emas
1994 Pha Dinh Phung Indoor Stadium, Ho Chi Minh, Vietnam Bendera Korea Selatan Bang Soo-hyun 12–9, 11–6 Gold Emas
1995 Istora Senayan, Jakarta, Indonesia Bendera Republik Rakyat Tiongkok Ye Zhaoying 9–12, 11-2, 9–12 Silver Perak
1996 Istora Senayan, Jakarta, Indonesia Bendera Republik Rakyat Tiongkok Wang Chen 11–7, 11–4 Gold Emas
1997 GOR Among Rogo, Yogyakarta, Indonesia Bendera Republik Rakyat Tiongkok Ye Zhaoying 11–8, 11-5 Gold Emas

Asian Games[sunting | sunting sumber]

Tunggal Putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
1990 Beijing Gymnasium, Beijing, China Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tang Jiuhong 11–7, 1–11, 7–11 Bronze Perunggu
1994 Tsuru Memorial Gymnasium, Hiroshima, Jepang Bendera Korea Selatan Bang Soo-hyun 4–11, 5–11 Bronze Perunggu

Kejuaraan Asia[sunting | sunting sumber]

Tunggal Putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
1988 Bandar Lampung, Indonesia Bendera Republik Rakyat Tiongkok Tang Jiuhong 1–11, 4–11 Bronze Perunggu

All England Open[sunting | sunting sumber]

Tunggal Putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
1989 Wembley Arena, London, Inggris Bendera Republik Rakyat Tiongkok Li Lingwei 8–11, 4–11 Silver Perak
1990 Wembley Arena, London, Inggris Bendera Republik Rakyat Tiongkok Huang Hua 12–11, 11–1 Gold Emas
1991 Wembley Arena, London, Inggris Bendera Indonesia Sarwendah Kusumawardhani 0–11, 11–2, 11–1 Gold Emas
1993 Wembley Arena, London, Inggris Bendera Korea Selatan Bang Soo-hyun 4–11, 11–4, 11–1 Gold Emas
1994 National Indoor Arena, Birmingham, Inggris Bendera Republik Rakyat Tiongkok Ye Zhaoying 11–5, 11–9 Gold Emas
  • Juara Indonesia Open 1991, 1994, 1995, 1996, 1997, RU 1989, 1990
  • Juara Australia Open 1990

Beregu Putri[sunting | sunting sumber]

  • Juara Piala Sudirman 1989 (Tim Indonesia)
  • Juara Piala Uber 1994 dan 1996 (Tim Indonesia)
  • Finalis Piala Sudirman 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
  • Finalis Piala Uber 1998 (Tim Indonesia)
  • Finalis Asian Games 1990, 1994 (Tim Indonesia)
  • Semifinalis Piala Uber 1988, 1990, 1992 (Tim Indonesia)
  • Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
  • Juara PON 1993 (Tim Jawa Barat)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Susi Susanti menikah dengan Alan Budikusuma pada tahun 1997 setelah berpacaran selama 9 tahun. Pasangan ini juga dijuluki "Pasangan Emas Olimpiade" karena keduanya meraih emas olimpiade untuk Indonesia pada Olimpiade Barcelona 1992.

Pensiun[sunting | sunting sumber]

Susi Susanti memutuskan untuk gantung raket pada tahun 1998. Sebenarnya Susi masih bisa melanjutkan kariernya selama 2 tahun ke depan dan Susi sangat ingin mendapatkan emas pada Asian Games, karena itu adalah satu-satunya pertandingan yang belum pernah Susi menangkan. Namun, setelah ia dinyatakan hamil pada tahun 1998, ia memutuskan untuk gantung raket dan tidak mengikuti Asian Games.

Selain menjadi ibu rumah tangga, sesudah gantung raket Susi Susanti bersama suaminya juga mengembangkan perusahaan apparel bulu tangkis bernama Astec dan sport massage center bernama Fontana (bersama Elizabeth Latief). Ia sendiri lebih mendorong anak-anaknya untuk mengejar karier selain di bulu tangkis. Baginya prestasinya dan suaminya dapat membebani anak-anaknya [2].

Dalam Budaya Populer[sunting | sunting sumber]

Kisah Susi Susanti dibuat menjadi film dalam Susi Susanti: Love All (2019). Di film tersebut dirinya diperankan oleh aktris Laura Basuki.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jakarta Post, Susi Susanti: Finest female badminton player. 07/02/2008. Aimee Dawis. Diakses pada 30 Juni 2011.
  2. ^ Idaman, Putra Permata Tegar. "Susi Susanti: Lebih Baik Anak Saya Memilih Profesi Non Atlet". olahraga (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-06. 
 2.^http://news.okezone.com/read/2014/12/16/17/1079956/susi-susanti

Pranala luar[sunting | sunting sumber]