Frits Johannes Tumbelaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Frits Johanes Tumbelaka
Gubernur Sulawesi Utara-Tengah/ Sulawesi Utara ke-2
Masa jabatan
15 Juli 1962 – 19 Maret 1965
Presiden Soekarno
Didahului oleh Arnold Achmad Baramuli
Digantikan oleh Soenandar Prijosoedarmo
Informasi pribadi
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Suami/istri Neltje Zus Ticoalu
Anak Fajar Yahya Tumbelaka, Taufik Tumbelaka
Pekerjaan Politikus
Agama Kristen Protestan

Frits Johanes Tumbelaka, atau nama panggilannya Broer Tumbelaka, adalah Gubernur Sulawesi Utara dan Tengah (Sulutteng) kedua, sekaligus Gubernur Sulawesi Utara pertama. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang berperan besar dalam menyelesaikan pemberontakan Permesta.[1]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Tumbelaka adalah anak bungsu dari 5 bersaudara keluarga Dokter Tumbelaka-Sinyal, keturunan suku Minahasa. Ia dibesarkan oleh keluarganya di Jawa Timur. Ia menikah dengan Neltje Zus (Ticoalu) Tumbelaka, BA, dan anak-anaknya Fajar Yahya Tumbelaka dan Taufik Tumbelaka.[1][2]

Karier[sunting | sunting sumber]

Tumbelaka pada awalnya merintis karier sebagai tentara hingga menjadi perwira senior di Divisi Brawidjaja (sekarang Kodam V/Brawijaya).[1] Ia sempat mengepalai Batalyon 17 semasa Perjanjian Roem-Roijen.[3] Setelah berhenti menjadi tentara, Tumbelaka kemudian sempat bekerja sebagai kontraktor sipil di Jawa Timur.[4]

Pada masa pergolakan Permesta di Sulawesi, Tumbelaka berperan penting dalam upaya penyelesaian masalah tersebut.[1] Inisiatifnya diawali pada bulan Oktober tahun 1959, yaitu dengan menghubungi Kolonel Surachman, komandan Divisi Brawidjaja.[4] Tumbelaka selanjutnya secara aktif menghubungi para tokoh Sulawesi Utara yang terlibat pemberontakan tersebut. Pertemuan perundingan diawali 15 Maret 1960 di desa Matungkas, wilayah Tonsea, antara Tumbelaka selaku Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Tengah serta Overste D.J. Somba selaku Panglima KDM-SUT (Permesta), dan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan lainnya, hingga akhirnya pada 4 April 1961 terjadi upacara perdamaian di Malenos, Amurang Timur.[5]

Tumbelaka juga terlibat dalam penyelesaian pemberontakan Darul Islam di Sulawesi Tengah dengan menegosiasikan penyerahan diri para pemberontak tersebut.[1]

Dalam pemerintahan, Tumbelaka menjadi Gubernur Sulawesi Utara Tengah kedua menggantikan A.A. Baramuli, sekaligus menjadi Gubernur Sulawesi Utara yang pertama ketika Sulawesi Tengah dipisahkan dari Sulawesi Utara. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Utara yang pertama. Atas jasa-jasanya, Tumbelaka dianugerahi sekitar 12 bintang jasa dari Pemerintah RI.[1]

Wafat[sunting | sunting sumber]

Tumbelaka wafat pada tanggal 20 Agustus 1983, setelah dirawat di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto di Jakarta. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.[1]

Namanya diabadikan menjadi nama pantai di Kota Palu, yaitu Pantai Tumbelaka.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h Jerry (2013-08-20). "30 Tahun Mendiang Gubernur Sulut Pertama F.J Tumbelaka". ©2008 - 2015 PT. Berita Manado Communication. All Rights Reserved. Diakses tanggal 2015-06-05. 
  2. ^ Christ (2014-09-23). "Merasa Tidak Dihormati, Keluarga Mantan Gubernur Sulut Tinggalkan Paripurna Hut Provinsi ke-50". Copyright © 2015 Cyber Sulut Daily. All Rights Reserved. Diakses tanggal 2015-06-05. 
  3. ^ Rosihan Anwar (2004). Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia 4. Penerbit Buku Kompas. p. 246-247. ISBN 979-709-532-0, 9789797095321. 
  4. ^ a b Barbara Sillars Harvey (1977). Permesta: Half a Rebellion Volume 57 dari Monograph series. Cornell Modern Indonesia Project, Southeast Asia Program, Cornell University. p. 134. 
  5. ^ Phill Manuel Sulu (2011). Permesta dalam Romantika, Kemelut, dan Misteri. Gramedia Pustaka Utama. p. 180-181, 237-288. ISBN 979-22-6680-1, 9789792266801. 
Didahului oleh:
A.A. Baramuli
Gubernur Sulawesi Utara
1962-1965
Diteruskan oleh:
S. Prijosoedarmo