Sindang Kelingi, Rejang Lebong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sindang Kelingi
Negara Indonesia
ProvinsiBengkulu
KabupatenRejang Lebong
Pemerintahan
 • CamatFirdaus Affandi[1]
Populasi
 • Total13.366 jiwa
Kode Kemendagri17.02.08 Edit the value on Wikidata
Luas- km²
Desa/kelurahan10 desa

Sindang Kelingi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Indonesia.[2]

Kondisi wilayah[sunting | sunting sumber]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Sindang Kelingi adalah kecamatan terkurung daratan. Semua desa/kelurahan di wilayah ini berada di pedalaman dan jauh dari pesisir.[3] Medan wilayah ini relatif berbukit-bukit dan dilalui oleh Air Kelingi yang berhulu di Bukit Barisan.[4]

Topografi wilayahnya yang kasar menyebabkan Sindang Kelingi rawan bencana longsor. Longsor merupakan bencana yang paling umum terjadi di daerah ini. Jumlah kejadiannya jauh melebihi bencana-bencana lainnya. Terjadi 12 kasus longsor di Sindang Kelingi pada 2019. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gempa dan banjir yang masing-masing terjadi dua dan sekali selama 2019.[5]

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sindang Kelingi terdiri dari 10 desa, semuanya berstatus definitif. Kesepuluh desa itu meliputi: Air Dingin, Belitar Muka, Belitar Seberang, Beringin Tiga, Cahaya Negeri, Kayu Manis, Pelalo, Sindang Jati, Sindang Jaya, dan Tanjung Aur.[6]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan ini memiliki 13.366 jiwa penduduk berdasarkan hasil Sensus 2020. Naik 1,13% dari tahun 2010.[7] Desa/kelurahan dengan penduduk terbanyak di daerah ini adalah Belitar Muka dan Pelalo. Keduanya masing-masing memiliki penduduk sebanyak 2.836 dan 1.785 jiwa, yang merepresentasikan 21,22% dan 13,35% penduduk Sindang Kelingi.[8] Angka seks rasio mencapai 103,1.[9]

Penduduk Sindang Kelingi terdiri dari 6.786 jiwa penduduk laki-laki dan 6.580 jiwa penduduk perempuan. Sementara berdasarkan kelompok usia, penduduk usia 0-14 tahun terdiri dari 3.174 jiwa; usia 15-64 tahun terdiri dari 9.412 jiwa; dan penduduk usia lanjut (>65 tahun) terdiri dari 780 jiwa.[10]

Sebagian besar keluarga di Sindang Kelingi telah menikmati aliran listrik. Terdapat 4.128 keluarga yang melanggan listrik ke PLN, 0 keluarga dengan listrik non-PLN, dan 44 keluarga belum melanggan listrik. Air Dingin dan Sindang Jaya merupakan dua desa dengan jumlah keluarga non-pelanggan listrik terbesar. Ada 25 keluarga non-pelanggan listrik di Air Dingin dan 10 keluarga di Sindang Jaya.[11]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Sindang Kelingi belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, tercermin dari ketiadaan rumah sakit, balai pengobatan, maupun klinik.[12] Sarana kesehatan utama di daerah ini adalah dua buah puskesmas, masing-masing berupa puskesmas rawat inap di Sindang Jati dan non-rawat inap di Beringin Tiga.[13]

Kasus gizi buruk di Sindang Kelingi pada 2019 tercatat sebanyak satu kasus, dan turun menjadi 0 kasus pada 2020.[14]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sarana pendidikan di Kecamatan Sindang Kelingi berjumlah 18 unit sekolah, meliputi 14 SD (terdiri dari 13 SD negeri dan satu SD swasta), tiga SMP yang semuanya berstatus negeri, dan sebuah SMA negeri.[15] Belum ada SMK dan perguruan tinggi di kecamatan ini.[16]

Jumlah guru berbanding jumlah murid di wilayah Kecamatan Sindang Kelingi dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Jenjang Jumlah Guru Jumlah Murid[17]
SD/sederajat 134 1.692
SMP/sederajat 50 871
SMA/sederajat 18 208

Kondisi sosial[sunting | sunting sumber]

Suku asli daerah Sindang Kelingi adalah suku Lembak,[18] yang secara lokal menyebut diri mereka sebagai Wang Mbak. Kata wang dapat diterjemahkan sebagai orang atau bangsa.[19] Suku Lembak di Sindang Kelingi selain menuturkan bahasa Lembak atau bahasa Col juga bercakap dalam bahasa Melayu, bahasa Indonesia, dan sebagian kecil berbahasa Jawa.

Selain suku Lembak, Jawa adalah suku terbesar kedua di Sindang Kelingi. Desa dengan penduduk terpadat, yakni Belitar Muka, serta tetangganya Belitar Seberang, merupakan desa yang didirikan oleh para transmigran Jawa pada 1930-an, yang namanya terinspirasi dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur.[20] Suku Jawa pula merupakan mayoritas di desa transmigrasi lain seperti Sindang Jati dan Sindang Jaya.

Baik suku Lembak maupun Jawa sama-sama mayoritas beragama Islam. Hal ini tercermin dari lebih banyaknya jumlah musala dan masjid dibandingkan dengan sarana peribadatan agama selain Islam. Data BPS menunjukkan bahwa Sindang Kelingi memiliki 14 masjid, empat musala, satu gereja Katolik, dan satu wihara.[21] Penganut Protestan, Katolik, dan Buddha di Sindang Kelingi umumnya berdiam di Desa Sindang Jati, yang terkenal sebagai desa yang toleran dan majemuk.[22]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Musrenbang Kecamatan Sindang Kelingi". revolusiupdate.com. 10 Februari 2022. Diakses tanggal 24 Maret 2022. 
  2. ^ "Kecamatan". Situs Web Resmi Kabupaten Rejang Lebong. Diakses tanggal 11 Maret 2022. 
  3. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 4.
  4. ^ Wijaya, Taufik (17 Agustus 2014). "Keindahan Sungai Kelingi Lubuklinggau Terancam Memudar. Kenapa?". Diakses tanggal 25 Maret 2022. 
  5. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 36-37.
  6. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 5.
  7. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 9.
  8. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 9-10.
  9. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 11.
  10. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 12.
  11. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 13.
  12. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 29.
  13. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 30.
  14. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 33.
  15. ^ "Daftar Satuan Pendidikan (Sekolah) Per Kec. Sindang Kelingi". Referensi Data Kemdikbud. Diakses tanggal 24 Maret 2022. 
  16. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 24-25.
  17. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong 2021, hlm. 28.
  18. ^ Firmansyah (10 November 2013). "Legitnya Ketan Suku Lembak di Bengkulu". Kompas.com. Diakses tanggal 25 Maret 2022. 
  19. ^ Pratama, Fauzi Setyawan; Faidah, Jamilatun; Widinata, Engga. "Bahasa Lembak: Sejarah Singkat, Bentuk Pelestarian, dan Statusnya Kini". Badan Bahasa - Kemdikbud. Diakses tanggal 25 Maret 2022. 
  20. ^ "Desa Wisata Belitar Seberang". Kemenparekraf. Diakses tanggal 25 Maret 2022. 
  21. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong & 2021 35.
  22. ^ "Potret Desa Sindang Jati, Simbol Kerukunan yang Nyata". Situs Web Resmi Kementerian Agama RI. 10 Maret 2020. Diakses tanggal 25 Maret 2022. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Buku[sunting | sunting sumber]