Curup, Rejang Lebong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Curup
Negara Indonesia
ProvinsiBengkulu
KabupatenRejang Lebong
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total28,173 jiwa[1] jiwa
Kode Kemendagri17.02.09 Edit the value on Wikidata
Luas3,95 km²[2]
Desa/kelurahan9 kelurahan

Curup adalah salah satu dari 15 kecamatan di kabupaten Rejang Lebong. Kota kecil yang terletak di nuak (lembah) Ulu Musi ini merupakan lokasi kedudukan Pemerintah Rejang Lebong, sekaligus permukiman atau kota terbesar kedua di Provinsi Bengkulu. Wilayahnya yang sekarang merupakan fragmen kecil, sisa dari pemekaran kecamatan Curup yang lama pada tahun 2005. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Rejang Lebong Nomor 5 Tahun 2005, Curup dipecah menjadi lima kecamatan, yaitu Curup selaku kecamatan induk, serta Curup Selatan, Curup Tengah, Curup Timur, dan Curup Utara selaku kecamatan pemekaran. Pada masa revolusi kota ini pernah menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur A.K. Gani.[butuh rujukan]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama Curup berasal dari bahasa Rejang yang dimelayukan. Curup awalnya hanya merujuk dan terbatas pada satu desa kecil saja, yang sekarang dikenal sebagai Dusun Curup (bahasa Rejang dialek Musi/Selupu: Sadie Cu'up), salah satu desa utama Marga Selupu Rejang. Dusun Curup telah mengalami beberapa kali perpindahan lokasi dan salah satu lokasi permukiman tersebut didirikan terletak di dekat air terjun, atau dalam bahasa Rejang disebut cu'up.[a] Oleh karenanya, desa tersebut diberi nama sesuai dengan ketampakan alam yang ada di sekitar lokasi pendiriannya, layaknya kebiasaan masyarakat Rejang dalam menamai permukiman mereka.

Pasar Bang Mego Curup
Kepala adat Curup (tahun 1939)
Megalit di Curup (foto diambil pada tahun 1931)

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Curup 253.661 jiwa dengan rincian 127.744 laki-laki 125.917 perempuan. Penduduk asli wilayah ini adalah suku bangsa Rejang (Tun Jang) dari marga Selupu Rejang dan Marga Bermani Ulu. Namun, seiring perkembangan zaman, masyarakat dari suku yang lain sudah banyak yang menetap turun temurun di ibu kota Rejang Lebong ini. Suku pendatang dengan jumlah populasi yang signifikan adalah suku Jawa, Minangkabau, Tionghoa, Serawai, Lembak, Sunda, dan berbagai suku dari Sumatra Selatan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Curup berbatasan dengan wilayah-wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Curup Utara.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Curup Timur dan Curup Tengah.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Curup Selatan.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Curup Selatan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ BPS Kabupaten Rejang Lebong
  2. ^ Rejang Lebong Dalam Angka 2009

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Selain cu'up, istilah lain yang dipakai dalam bahasa Rejang untuk menyebut air terjun adalah têlun. Akhir-akhir ini, ketika bahasa Rejang semakin terdesak oleh bahasa Melayu dan penuturnya banyak yang mencampuradukkan kosakata Melayu ke dalam percakapan mereka, orang Rejang pun mulai menyebut air terjun sebagai bioa têjun atau bioajun, yang merupakan terjemahan mentah dari "air terjun". Pemakaian istilah bioa têjun pun tampak begitu masif, sehingga istilah cu'up dan têlun menjadi arkais atau obsolete dan nyaris tidak dipakai lagi. Kata cu'up pun nanti berubah menjadi "Curup" sesuai kebiasaan orang Melayu.