Adnan Kapau Gani
Adnan Kapau Gani | |
|---|---|
A.K. Gani, ca 1947 | |
| Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-1 | |
| Masa jabatan 11 November 1947 – 29 Januari 1948 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Tidak ada |
| Pengganti | Syafruddin Prawiranegara |
| Masa jabatan 3 Juli 1947 – 11 November 1947 | |
| Presiden | Soekarno |
| Menteri Perhubungan Indonesia ke-7 | |
| Masa jabatan 19 November 1954 – 24 Juli 1955 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Roosseno Soerjohadikoesoemo |
| Pengganti | Frits Laoh |
| Menteri Kemakmuran Indonesia ke-3 | |
| Masa jabatan 2 Oktober 1946 – 29 Januari 1948 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Darmawan Mangunkusumo |
| Pengganti | Syafruddin Prawiranegara |
| Gubernur Muda Sumatera Selatan ke-1 | |
| Masa jabatan 1945–1946 | |
| Presiden | Soekarno |
| Wakil | Tidak ada |
| Pendahulu | Tidak ada |
| Pengganti | Mohammad Isa |
| Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan | |
| Masa jabatan 1948–1950 | |
| Presiden | Soekarno |
| Wakil | Tidak ada |
| Pendahulu | Mohamad Isa (Sebagai Gubernur Sumatera Selatan) |
| Pengganti | Mohammad Isa (Sebagai Gubernur Sumatera Selatan) |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 16 September 1905 |
| Meninggal | 23 Desember 1968 (umur 63) |
| Makam | Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang |
| Suami/istri | Masturah Kapau Gani |
| Pendidikan | Geneeskundige Hoogeschool te Batavia School tot Opleiding van Inlandsche Artsen |
| Profesi | Dokter Politikus |
Penghargaan sipil | Pahlawan Nasional Indonesia (2007) |
| Karier militer | |
| Dinas/cabang | |
| Pangkat | |
| Pertempuran/perang | Revolusi Nasional Indonesia |
Adnan Kapau Gani atau yang lebih dikenal A.K. Gani (16 September 1905 – 23 Desember 1968) adalah seorang dokter, politikus, aktor, dan tokoh militer Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.[1]
Latar belakang
[sunting | sunting sumber]A.K. Gani lahir di Palembayan, Sumatera Barat, pada tanggal 16 September 1905.[2] Ia terlahir sebagai putra ranah minang. Ayahnya bernama Abdul Gani Sutan Mangkuto merupakan seorang guru yang mengabdi pada Sekolah Rakyat dan ibunya bernama Rabayah yang meninggal tahun 1915 di Sugihwaras. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi dengan Aminatul Habibi yang berasal dari Sungai Taleh, Palembayan. Ibu sambung inilah yang mengasuh AK. Gani dan keempat saudara kandungnya, yaitu Rohana (kakak wanita) dan adik-adiknya (Anwar, Masri dan Siti Mahyar). Kemudian dari ibu sambungnya, AK. Gani mempunyai delapan saudara.[3] Ia menyelesaikan pendidikan awalnya di Bukittinggi pada tahun 1923. Kemudian ia pergi ke Batavia untuk menempuh pendidikan menengah dan mengambil sekolah kedokteran. Adnan meneruskan ke sekolah tinggi kedokteran STOVIA di Jakarta. Sayangnya, sekolah ini pada tahun 1927 ditutup, sehingga Adnan harus melanjutkan sekolah ke AMS (Algemeene Middelbare School/setingkat SMA zaman Belanda) hingga lulus pada tahun 1928. Setahun kemudian, Adnan masuk Sekolah Tinggi Kedokteran GHS (Geneeskundige Hoge School) Jakarta, dan baru lulus pada tahun 1940.[4]
Kehidupan
[sunting | sunting sumber]
Sejak remaja Gani aktif dalam kegiatan politik dan organisasi sosial. Pada era 1920-an, ia giat di berbagai organisasi kedaerahan seperti Jong Sumatranen Bond dan Jong Java dari tahun 1923 sempat memegang jabatan sebagai seketaris pada tahun 1927-1929 ditemani oleh Muhammad Yamin.[3]
Pada tahun 1928 ia terlibat dalam Kongres Pemuda II di Jakarta. Pada tahun 1931 ia bergabung dengan Partindo, yang telah memisahkan diri dari Partai Nasional Indonesia tak lama setelah penangkapan Soekarno oleh pemerintah kolonial.[5]

Pada tahun 1941, Gani membintangi sebuah film yang berjudul Asmara Moerni dan berpasangan dengan Djoewariah. Film ini disutradarai Rd. Ariffien dan diproduksi oleh The Union Film Company.[6] Meskipun sebagian kalangan menganggap keterlibatan Gani dalam film telah menodai gerakan kemerdekaan, tetapi ia menganggap perlu untuk meningkatkan kualitas film lokal. Meski mendapat kritikan, film satu-satunya itu sukses secara komersial.[7]
Setelah pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942, Gani menolak untuk berkolaborasi. Oleh karena itu ia ditangkap pada bulan September 1943 hingga bulan Oktober tahun berikutnya.[8]
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]
Setelah proklamasi dan selama masa revolusi fisik, Gani memperoleh kekuasaan politik dengan bertugas di kemiliteran. Pada tahun 1945, ia menjadi komisaris PNI dan Residen Sumatera Selatan.[9] Dia juga mengoordinasikan usaha militer di provinsi itu. Gani menilai Palembang sebuah lokomotif ekonomi yang layak untuk bangsa yang baru merdeka. Dengan alasan, bahwa dengan minyak Indonesia bisa mengumpulkan dukungan internasional. Ia merundingkan penjualan aset-aset pihak asing, termasuk perusahaan milik Belanda Shell. Gani juga terlibat dalam penyelundupan senjata dan perlengkapan militer. Beberapa koneksinya di Singapura, banyak membantu dalam tugas ini.[5]
Sejak 2 Oktober 1946 hingga 27 Juni 1947, Gani menjabat sebagai Menteri Kemakmuran pada Kabinet Sjahrir III. Ketika menjabat sebagai Menteri Kemakmuran, ia bersama dengan Sutan Sjahrir dan Mohammad Roem menjabat sebagai delegasi Indonesia ke sidang pleno ketiga Perjanjian Linggarjati. Dia juga bekerja untuk membangun jaringan nasional perbankan serta beberapa organisasi perdagangan.[7]
Setelah jatuhnya Kabinet Sjahrir, ia bersama Amir Sjarifuddin dan Setyadjit Soegondo menerima mandat untuk membentuk formatur kabinet baru. Dalam kabinet tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kemakmuran. Gani adalah anggota kabinet pertama yang ditangkap pada masa Agresi Militer Belanda I, tetapi kemudian ia dibebaskan. Dalam Kabinet Amir Sjarifuddin II, ia juga duduk pada posisi yang sama hingga kejatuhan kabinet ini pada tanggal 29 Januari 1948.[7]
Setelah revolusi berakhir pada tahun 1949, Gani menjadi Gubernur Militer Sumatera Selatan. Pada tahun 1954, ia diangkat menjadi rektor Universitas Sriwijaya di Palembang. Ia tetap aktif dan tinggal di Sumatera Selatan hingga ia wafat pada tanggal 23 Desember 1968.[7]
Peran AK Gani dalam Sumpah Pemuda
[sunting | sunting sumber]Keterlibatan Adnan Kapau Gani dalam pergerakan nasional bermula dari aktivitas organisasi pemuda berbasis kedaerahan hingga perhimpunan berhaluan politik radikal. Memasuki pertengahan dekade 1920-an, saat menempuh pendidikan di Geneeskundige Hooge School (GHS) Batavia, Gani aktif dalam Jong Sumatranen Bond (JSB). Di dalam JSB, ia terlibat dalam diskusi-diskusi ideologis bersama tokoh pemuda Sumatra lainnya seperti Mohammad Hatta dan Muhammad Yamin, yang mendorong pemikiran integrasi pemuda kedaerahan ke dalam gagasan kebangsaan yang lebih luas.[10]
Pada penyelenggaraan Kongres Pemuda II tanggal 27–28 Oktober 1928 di Batavia, Gani memegang peran strategis di balik layar. Ia ditunjuk sebagai bagian dari panitia pelaksana yang mengurus panitia sekretariat dan logistik kongres. Bersama para perwakilan dari berbagai organisasi pemuda (Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes), Gani ikut merumuskan kesepakatan politik yang melahirkan Sumpah Pemuda. Kehadirannya memastikan keterlibatan aktif faksi pemuda Sumatra dalam pengesahan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.[10]
Pasca-1928, aktivitas politik Gani bergeser ke arah gerakan anti-kolonial yang lebih radikal. Ia menjalin hubungan dekat dengan tokoh-tokoh sayap kiri dan nasionalis radikal seperti Soekarno, Amir Sjarifuddin, dan Wikana. Pada tahun 1931, Gani bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo) setelah Partai Nasional Indonesia (PNI) dibubarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.[10]
Di dalam Partindo, Gani dikenal sebagai orator yang mampu memobilisasi massa mahasiswa dan buruh di Batavia. Keaktifannya dalam jejaring pergerakan radikal ini membuat gerak-gerik Gani masuk dalam pengawasan ketat Algemeene Politie dan dinas intelijen kolonial (Politieke Inlichtingen Dienst / PID) hingga pertengahan dekade 1930-an.[7]
Akhir Hayat
[sunting | sunting sumber]dr. A.K. Gani wafat di Rumah Sakit Charitas Palembang pada 23 Desember 1968 dalam usia 63 tahun dan jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang, Palembang.[11] Gani meninggalkan seorang istri Masturah, dan tidak mempunyai anak hingga akhir hayatnya.[5][7]
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]Gelar dan Tanda Kehormatan
[sunting | sunting sumber]Untuk mengenang jasa-jasanya, pada tanggal 9 November 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada Adnan Kapau Gani. Gelar ini diterimanya bersama dengan Slamet Rijadi, Ida Anak Agung Gde Agung, dan Moestopo berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 066/TK/2007.[12] Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di Palembang yaitu Rumah Sakit dr. A.K. Gani dan nama ruas jalan beberapa kota di Indonesia. Terdapat juga Museum dr. A.K. Gani yang terletak di Kota Palembang.[11]
Adnan Kapau Gani juga dianugerahi berbagai tanda kehormatan. Tanda kehormatan tersebut di antaranya:[13]
- "Bintang Gerilya" emas 24 karat dan gelar "Pemimpin Gerilya Agung" dari Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Selatan.
- Piagam Penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat.
- Gelar Kehormatan Veteran "Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia" golongan "A" dengan Masa Bakti 4 tahun 4 bulan, NPV. 6.001.620.
- Piagam penghargaan dan Medali Perjuangan Angkatan 45 dari Ketua Umum Dewan Harian Nasional.
| Baris ke-1 | Bintang Mahaputera Adipradana (7 Agustus 1995)[14] | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Bintang Gerilya | Satyalancana G.O.M I | Satyalancana G.O.M II | ||||||
Galeri
[sunting | sunting sumber]- dr. A.K. Gani, Amir Syarifuddin, Urip Sumohardjo, dan Mohammad Isa pada acara rapat di Masjid Agung Palembang
- dr. A.K Gani dan wakil dari Indonesia sedang memeriksa Naskah Perjanjian Linggarjati di Jakarta, pada tanggal 15 November 1946
- dr. A.K. Gani, Wakil Perdana Menteri Republik Indonesia, saat singgah di Schiphol, berfoto bersama sesama anggota delegasi
- dr. A.K. Gani saat membintangi film Asmara Moerni
- dr. A.K. Gani sedang berada di ruang kerja yang sekaligus menjadi tempat praktik kedokterannya
Filmografi
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 1941 | Asmara Moerni | dr. Pardi |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Ruben Nalenan, H. Iskandar Gani; Dr. A.K. Gani: Pejuang Berwawasan Sipil dan Militer; 1990
- ↑ "Dr. AK Gani: Dokter, Pemimpin, dan Pejuang Kemerdekaan yang Parlente - arsipmanusia.com". 2024-02-19. Diakses tanggal 2025-05-23.
- 1 2 Yusuf, Syarifuddin, Kemas Ari Panji, Rita Nefrida, Dudy Oskandar, and PriyantiGani. Menelusuri Jejak Perjuangan Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr. AK.Gani. Palembang: Museum Negeri Sumatera Selatan, 2020.
- ↑ Putra, Arif P. (2022-08-16). "Mengenal 16 Pahlawan Nasional dari Sumatra Barat - Redaksi Marewai". marewai.com. Diakses tanggal 2025-05-23.
- 1 2 3 "A.K Gani Pahlawan Nasional yang Tanpa Keturunan". HARIAN SUKABUMI. 2021-11-28. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ↑ Rosihan Anwar, Sejarah Kecil: Petite Histoire Indonesia jilid 3, Kompas, 2009
- 1 2 3 4 5 6 "Baraja - A.K Gani Pahlawan Nasional Dari Palembayan Agam". Gajah Maharam Photography. 2021-02-23. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ↑ "Mengenang Adnan Kapau Gani, Pejuang dari Sumatera". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ↑ suarasumsel.com AK Gani, Dokter yang Pemberani dan Jago Berdiplomasi Diarsipkan 2013-07-31 di Wayback Machine.
- 1 2 3 aktual, redaksi (2016-05-16). "Adnan Kapau Gani, Salah Satu Perintis Kemerdekaan Indonesia yang Patut Dikenang Sejarah". Aktual.com. Diakses tanggal 2026-08-23.
{{cite web}}:|first=mempunyai nama umum - 1 2 Wulandari. "Profil AK Gani dan Perannya dalam Sumpah Pemuda". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-05-23.
- ↑ Negara, Kementerian Sekretariat. "Penerima Anugerah Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2007 | Sekretariat Negara". www.setneg.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-03-12.
- ↑ "Adnan Kapau Gani - Ensiklopedia". esi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-03-12.
{{cite web}}: Kutipan memiliki paramater tidak diketahui :|dead-url= - ↑ "Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003" (PDF). Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 2021-01-20.
{{cite web}}:
- Kelahiran 1905
- Kematian 1968
- Meninggal usia 63
- Pahlawan nasional Indonesia
- Dokter Indonesia
- Tokoh militer Indonesia
- Tokoh militer Minangkabau
- Politikus Minangkabau
- Cerdik Pandai Minangkabau
- Tokoh dari Agam
- Politikus Indonesia
- Politikus Partai Nasional Indonesia
- Menteri Indonesia
- Menteri Kabinet Sjahrir III
- Menteri Pertanian Indonesia
- Menteri Perhubungan Indonesia
- Penerima Bintang Mahaputera Adipradana
- Penerima Bintang Gerilya