Pangeran Antasari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tuan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin Pangeran Antasari
Sultan Pagustian Banjar XVI
Lukisan Pangeran Antasari menurut Perda Kalsel
Berkuasa14 Maret 1862 - 11 Oktober 1862
PendahuluSultan Hidayatullah II dari Banjar
PenerusSultan Muhammad Seman
RajaLihat daftar
Kelahiran1809
Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, 1797[1][2] atau 1809[3][4][5][6]
Kematian11 Oktober 1862(1862-10-11) (umur 52–53)[7]
Bayan Begok, Kalimantan Tengah
WangsaDinasti Pagustian Banjar
AyahPangeran Mas'ud bin Sultan Amir bin Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah Muhammad dari Banjar bin SULTAN BANJAR IX.Sultan Hamidullah dari Banjar Panembahan Kuning bin SULTAN BANJAR VIII.Sultan Tahmidullah 01 Suria Alam dari Banjar Panembahan Tengah
IbuRatoe Khadijah binti Sultan Sulaiman dari Banjar bin Panembahan Batu Sunan Nata Alam Bin Panembahan Sepuh dari Banjar Tamjidilah I
Pasangan
1. Permaisuri Ratoe Idjah binti Sultan Adam bin Sultan Sulaiman dari Banjar bin Panembahan Batu Sunan Nata Alam Bin Panembahan Sepuh dari Banjar Tamjidilah I

2. Nyai Fatimah binti Ngabehi Lada bin Ngabehi Tuha (Nyai Fatimah adik Tumenggung Surapati)

3. Nyai Nala Nalaw ( Anak Radja Malangkoen ) Dayak Lawangan Barito

Anak1. ♀ Ratu Hasiah (anak dari Ratoe Idjah binti Sultan Adam dari Banjar diperisteri Pangeran Wira Kasuma)

2. ♂ Panembahan Muhammad Said (anak dari Ratoe Idjah binti ♂ Sultan Adam dari Banjar) + Menikahi Putri Bulan binti Pangeran Kassir

3. ♂ Sultan Muhammad Seman (anak dari Nyai Fatimah) + Menikahi ♀ Nyai Banun

4. ♀ Putri Kaidah (anak dari Ratoe Idjah binti ♂ Sultan Adam dari Banjar)diperisteri ♂ Gusti Mat Napis (Pangeran Mangku)

5. ♂ Muhammad Gaoeng Mathias Gaung ( Anak dari Ibu Nala Nale Anak Angkat C.Djarang)

6. ♀ Putri Selamah

7. ♀ Putri ...

8. ♀ Putri ...

9. ♀ Putri ...

10.♀ Putri ...

11. ♀ Putri ...

Pangeran Antasari memiliki 3 putera dan 8 puteri

Pangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, 1797[1][2] atau 1809[3][4][5][6] – meninggal di Bayan Begok, Hindia Belanda, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang pemimpin dan tokoh penting dalam Perang Banjar. Sebagai Sultan Banjar,[8] pada 14 Maret 1862, dia dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja.[9]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Gusti Inu Kartapati Pangeran Antasari merupakan cucu Pangeran Amir.[10][11] Semasa muda nama Pangeran Antasari adalah Gusti Inu Kartapati.[12] Ibunda Pangeran Antasari adalah Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Ayah Pangeran Antasari adalah Pangeran Masohut (Mas'ud) bin Pangeran Amir. Pangeran Amir adalah anak Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah yang gagal naik tahta pada tahun 1785. Ia diusir oleh walinya sendiri, Pangeran Nata, yang dengan dukungan Belanda memaklumkan dirinya sebagai Sultan Tahmidullah II[13][14][15] Pangeran Antasari memiliki 3 putera dan 8 puteri.[16]

  1. Sultan Sulaiman al-Mu'tamidullah/Sultan Sulaiman Rahmatullah Sulaiman dari Banjar mengawinkan cucu nya Pangeran Ratu Sultan Muda Abdur Rahman dari Banjar dengan adik Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin yaitu Ratu Salmiyah(Ratu Salmah)yang lebih dikenal dengan nama Permaisuri Ratu Sultan Abdul Rahman melahirkan calon pewaris kesultanan Banjar yang diberi nama Pangeran Ratu Rakhmatillah, Putra mahkota meninggal semasa usia 3 tahun.[17]
  2. Sultan Sulaiman Al-Mu'tamid 'Alâ Allâh ( سلطان سليمان المعتمد على الله ) Sulaiman dari Banjar mengawinkan cucu nya Ratoe Idjah binti ♂ Sultan Adam dari Banjar dengan Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.perkawinanya mempunyai Seorang wanita bernama Ratoe Hasiah
  3. Sulthan Adam Al-Watsiq Billah (سلطان آدم الواثق بالله ) Adam dari Banjar mengawinkan cucu nya Wali Sultan banjar Pangeran mangkubumi Pangeran Wira Kasoema dengan Ratoe Hasiah binti Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.perkawinanya mempunyai Seorang wanita Ratoe Sjerief Aboe Bakar

Tuan Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin Pangeran Antasari Pewaris Kesultanan Banjar Putra Mahkota Dia cucu Sultan Amir bin Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah Muhammad dari Banjar bin SULTAN BANJAR IX.Sultan Hamidullah dari Banjar Panembahan Kuning bin SULTAN BANJAR VIII.Sultan Tahmidullah 01 Suria Alam dari Banjar Panembahan Tengah[18][19] Pangeran Antasari tidak hanya dianggap sebagai pemimpin Suku Banjar, dia juga merupakan pemimpin Suku Ngaju, Maanyan, Siang, Sihong, Kutai, Pasir, Murung, Bakumpai dan beberapa suku lainya yang berdiam di kawasan dan pedalaman atau sepanjang Sungai Barito, baik yang beragama Islam maupun Kaharingan.

Pangeran Antasari bergelar "Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin" pejuang Perang banjar.[20] Sebagai salah satu pemimpin rakyat yang penuh dedikasi maupun sebagai pewaris kesultanan Banjar.

Untuk mengokohkan kedudukannya sebagai pemimpin perjuangan melawan penjajah di wilayah Banjar bagian utara (Muara Teweh dan sekitarnya), maka pada tanggal 14 Maret 1862, bertepatan dengan 13 Ramadhan 1278 Hijriah, dimulai dengan seruan:

Seluruh rakyat, para panglima Dayak, pejuang-pejuang, para alim ulama dan bangsawan-bangsawan Banjar; dengan suara bulat mengangkat Pangeran Antasari menjadi "Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin", yaitu pemimpin pemerintahan, panglima perang dan pemuka agama tertinggi.Tidak ada alasan lagi bagi Pangeran Antasari untuk berhenti berjuang,dengan rasa tanggung jawab sepenuhnya kepada Allah dan rakyat.[2]

Perlawanan terhadap Belanda[sunting | sunting sumber]

Lanting Kotamara semacam benteng terapung di sungai Barito dalam pertempuran dengan Kapal Celebes dekat pulau Kanamit, Barito Utara

Perang Banjar pecah saat Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron tanggal 25 April 1859. Selanjutnya peperangan demi peperangan dikomandoi Pangeran Antasari di seluruh wilayah Kerajaan Banjar. Dengan dibantu para panglima dan pengikutnya yang setia, Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, Tanah Laut, Tabalong, sepanjang sungai Barito sampai ke Puruk Cahu.[21]

Pertempuran yang berkecamuk makin sengit antara pasukan Pangeran Antasari dengan pasukan Belanda, berlangsung terus di berbagai medan. Pasukan Belanda yang ditopang oleh bala bantuan dari Batavia dan persenjataan modern, akhirnya berhasil mendesak terus pasukan Pangeran Antasari. Dan akhirnya Pangeran Antasari memindahkan pusat benteng pertahanannya di Muara Teweh.[22]

Monumen Perang Banjar yang dibangun pemerintah Hindia Belanda untuk mengenang tentaranya yang tewas.

Berkali-kali Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun dia tetap pada pendiriannya. Ini tergambar pada suratnya yang ditujukan untuk Letnan Kolonel Gustave Verspijck di Banjarmasin tertanggal 20 Juli 1861.

Dalam peperangan, Belanda pernah menawarkan hadiah kepada siapa pun yang mampu menangkap dan membunuh Pangeran Antasari dengan imbalan 10.000 gulden. Namun sampai perang selesai tidak seorangpun mau menerima tawaran ini.[23] Orang-orang yang tidak mendapat pengampunan dari pemerintah Kolonial Hindia Belanda:[24]

  1. Antasari dengan anak-anaknya
  2. Demang Lehman
  3. Amin Oellah
  4. Soero Patty dengan anak-anaknya
  5. Kiai Djaya Lalana
  6. Goesti Kassan dengan anak-anaknya

Meninggal dunia[sunting | sunting sumber]

Setelah berjuang di tengah-tengah rakyat, Pangeran Antasari kemudian wafat di tengah-tengah pasukannya tanpa pernah menyerah, tertangkap, apalagi tertipu oleh bujuk rayu Belanda pada tanggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang, dalam usia lebih kurang 53 tahun. Menjelang wafatnya, dia terkena sakit paru-paru dan cacar yang dideritanya setelah terjadinya pertempuran di bawah kaki Bukit Bagantung, Tundakan.[25] Perjuangannya dilanjutkan oleh puteranya yang bernama Muhammad Seman.[26]

Makam Pangeran Antasari

Setelah terkubur selama lebih kurang 91 tahun di daerah hulu sungai Barito, atas keinginan Banjar dan persetujuan keluarga, pada tanggal 11 November 1958 dilakukan pengangkatan kerangka Pangeran Antasari. Yang masih utuh adalah tulang tengkorak, tempurung lutut dan beberapa helai rambut. Kemudian kerangka ini dimakamkan kembali Taman Makam Perang Banjar, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin.

Anugerah Pahlawan Nasional[sunting | sunting sumber]

Uang kertas Rp 2.000,00 keluaran tahun 2009, dimana terdapat lukisan Pangeran Antasari

Pangeran Antasari telah dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan SK No. 06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 27 Maret 1968.[27] Nama Antasari diabadikan pada Korem 101/Antasari dan julukan untuk Kalimantan Selatan yaitu Bumi Antasari. Kemudian untuk lebih mengenalkan Pangeran Antasari kepada masyarakat nasional, Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) telah mencetak dan mengabadikan nama dan gambar Pangeran Antasari dalam uang kertas nominal Rp 2.000,00.

SILSILAH NAZAB KERAJAAN BANJAR - KERAJAAN DAHA - KERAJAAM DIPA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Sita Rara
 
♂ Saudagar Mangkubumi
(Saudagar Jantam)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Aria Malingkun
 
 
 
 
 
 
 
♀ Sira Manguntur
(Déwi Sekar Gading)
 
RAJA NEGARA DIPA
♂ Ampu Jatmaka[28]
Maharaja di Candi
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Dayang Diparaja
 
PEMANGKU RAJA NEGARA DIPA
♂ Lambu Mangkurat
(Patih Lamboeng Mangkoerat)
(Ratu Kuripan)[29]
 
♀ Puteri Bayam Beraja[30]
 
♀ Putri Ratna Déwi[31]
 
♂ Ampu Mandastana
Patih Mandastana
Lambu (Lambung) Djaja Wanagiri
 
♂ Raja Majapahit
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Bangbang Patmaraga
 
♂ Bangbang Sukmaraga
 
RAJA NEGARA DIPA
♂ Raden Putra
Raden Suria-Nata
Maharaja Suria-Nata
(Pangeran Suria-Nata)
(Raden Aria Gegombak Janggala Rajasa)
 
 
 
RAJA NEGARA DIPA
♀ Putri Junjung Buih
Ratu Tunjung Buih
(Putri Ratna Janggala Kadiri)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Putri Huripan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA NEGARA DIPA
♂ Maharaja Suria-Gangga-Wangsa
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Putri Kalarang
 
 
 
 
♂ Pangeran Suria-Wangsa
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PEMANGKU RAJA NEGARA DIPA
♀ Putri Kalungsu
(Putri Kabu Waringin)
 
 
 
 
 
RAJA NEGARA DIPA
♂ Maharaja Carang Laleyan
(Arya Dewangsa)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA NEGARA DAHA
Raden Sekar Sungsang
Ki Mas Lelana
Raden Sari Kaburungan
Maharaja Sari Kaburungan
(Pandji Agung Rama Nata)
 
♀ Poetrie Ratna Minasih[32]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Raden Bangawan
 
♀ Nyai.....
 
♀ Nyai.....
 
 
 
 
 
RAJA NEGARA DAHA
♂ Maharaja Sukarama
(Pangeran Sukarama)
 
 
 
 
 
♀ Nyai.......
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Raden Mantri Alu
 
♀ Putri Galuh Baranakan
 
♂ Pangeran Jayadewa
Raden Mambang
 
RAJA NEGARA DAHA
♂ Pangeran Tumenggung
Raden Panjang
 
RAJA NEGARA DAHA
♂ Maharaja Mangkubumi
(Pangeran Mangkubumi)
Raden Paksa
 
ADIPATI BERANGAS
♂ Pangeran Bagalung
Raden Bali
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR I 1500-1546
♂ Sultan Suryanullah
(Sultan Suriansyah)
 
 
 
♀ Ratu Sultan Suriansyah
 
♂ Raden Bagawan
 
♀ Dayang Sari Bulan
(Putri Sari Bulan)
 
♂ Raden Harja
 
♀ Raden Lamarsari
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Prabu Tunggul Ametung[33]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Anom
Pangeran di Hangsana
 
SULTAN BANJAR II
♂ Sultan Rahmatillah
 
♀ Ratu Sultan Rahmatillah
 
♂ Pangeran di Laut
 
♀ Putri.....
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RAJA DOMPU
 
RAJA SELEPARANG
♂ Demung Mumbul
(Batara Mumbul)
Prabu Turunan
Prabu Purwawisesa
 
♂ Pangeran Kaesari
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Raden Zakaria
 
♂ Pangeran Demang
 
 
 
 
♀ Nyai Ratu.....
binti Tuan Khatib Banun
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR III
♂ Sultan Hidayatullah I[34]
 
 
 
 
 
 
♀ Putri Nur Alam
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN DOMPU II
Sultan Jamaluddin
 
SULTAN DOMPU I
Sultan Syamsuddin
Ma Wa'a Tunggu
 
RAJA SELEPARANG
♂ Prabu Indra Jaya
(Prabu Rangkesari)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Hajang
binti Sultan Hidayatullah I
 
♂ Pangeran Mancanagara
(Raden Gulu 1)
 
♂ Raden Aria Sami
(Raden Warjo)
 
PERMAISURI BANJAR
♂ Ratu Agung
binti Pangeran Demang
 
SULTAN BANJAR IV
♂ Sultan Mustain Billah
Raden Senapati
Pangeran Senapati
(Gusti Kacil)
 
♂ selir orang Jawa
(ibunda Sultan Ri'ayatullah Pangeran Tapasena Raden Halit)
 
 
 
Raden Subamanggala
Pangeran Mangkunagara
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN GOWA
♂ Sultan .....
 
♂ Daeng ....
 
 
 
 
 
SULTAN BIMA
m. 1620-1640
La Ka’i
Sultan Abdul Kahir
Mantau Wata Wadu
 
SULTAN DOMPU III
Sultan Sirajuddin
 
RAJA SELEPARANG
♂ Prabu Panji Anom
(Raden Mas Pakenak)
 
 
 
 
 
"Raja Taliwang"
(♂ Dewa Lengit Ling Kertasari ?)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR V
♂ Sultan Inayatullah
Pangeran Dipati Tuha
 
RAJA KOTAWARINGIN 1
MANGKUBUMI BANJAR
Ratu Bagawan dari Kotawaringin
 
MANGKUBUMI BANJAR
Panembahan di Darat
 
PANGERAN BANJAR
♂ Pangeran Dipati Antasari
 
PUTRI BANJAR
Ratu Hayu
Putri Busu
 
 
 
 
 
 
 
Raden Timbakal
Pangeran Dipati Martasari
 
Si Jawa
 
Putri Sumbawa
 
RAJA SELAPARANG
(m. 1648-1660)
♂ Adipati Topati
Dewa Maja Paruwa[35][36]
 
Putri Bali
 
 
 
RAJA TALLO VIII
I Manginyarrang Daeng Makkio
Karaeng Kanjilo
"Sultan Abdul Jafar Muzaffar"
Tumammalinga ri Timoro
gelar anumerta "Tumenanga ri Tallo"
Raja / Ma'gau Tallo ke-8
 
SULTAN GOWA
♂ Sultan Hasanuddin
 
♀ Ratu ....
 
♀ I Pattimang
Daeng Nissaking
Karaeng Bontoje’ne
(adik ipar Sultan Hasanuddin SULTAN GOWA)
 
SULTAN BIMA
m. 1640-1682
I Ambela
♂ Sultan Abi'l Khair Sirajuddin
Mantau Uma Jati[37]
bin Sultan Abdul Kahir Mantau Wata Wadu
b. 1629, wafat + 23-7-1682
 
SULTAN DOMPU IV
Sultan Ahmad
Manuru Kilo
 
RAJA SELEPARANG
♂ Deneq Mas Pakel
(Dewa Mraja Mas Pekel)[38]
 
♂ Raden Mas Panji Tilar Negara
 
"Putri Taliwang"
(♀ Lala Ayu Kencana Dewi)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR VI
♂ Sultan Saidillah
Pangeran Kasuma Alam
 
♂ Raden Kasuma Taruna
Pangeran Dipati Kasuma Mandura
 
♀ Gusti Hacil
 
Pangeran Singamarta
Raden Sutasoma
 
♂ putri dari Adipati Topati Taliwang
 
♂ Raden Pamekas
Raden Sutarta
 
"Putri Taliwang"
♀ Mas Surabaya
binti Raja Paruwa
 
PANGERAN BANJAR
"Raja Banjar"
Raden Subangsa
Raden Marabut
"Pangeran Taliwang"
 
"Putri Sumbawa"
♀ Mas Panghulu
binti Raja Paruwa
 
RAJA SELEPARANG
(m. 1660-1697)
Raden Munda
 
DATU KAMUTAR
SULTAN SUMBAWA
(m. 1648-1668)
Dewa Mas Pamayan
Pemban Mas Aji Komala
Maas Tjini[38][39][40][41][42]
 
♂ I Nampa Daeng Niak (Nija')
Karaeng Panaikang
(janda Katjili Kalamata)[39][43]
 
♂ Katjili Kalimata
Kaitsjili Kalamatta
(saudara Mandar Syah Sultan Ternate)[39]
 
RAJA TALLO X
♂ I Mappaijo Daeng Mannjauru Sultan Harun Al Rasyid Tumenanga ri Lampana(Taminar Lampana)
(cucu Mantau Uma Jati Sirajudin Sultan Bima)
 
♀ I Pangka Dampu Karaeng Bonto Matte'ne
 
SULTAN BIMA
m. 1682-1687
Mapparabung
Daeng Mattali'
Karaeng Panaragang
♂ Sultan Nuruddin Abu Bakar Ali Syah
Mawa'a Paju[44]
b. 13-12-1651,wafat + 23-7-1687
 
♀ Daeng Mami
Ruma Paduka Dompu
 
SULTAN DOMPU V
♂ Sultan Abdur Rasul I
Manuru Dorongao
 
RAJA SELEPARANG
♂ Dewa Mas Kertajagat
(Raden Dipati Prakosa)
 
 
 
♂ Raden Untalan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR VII
♂ Sultan Amarullah Bagus Kasuma
(Raden Bagus)
Pangeran Suria Angsa dari Banjar
 
♂ Raden Pajang
Raden Suta Kasuma
 
 
 
Gusti Pandara
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Laya Kesuma
 
 
 
DATU TALIWANG
"Raja Taliwang"
Raden Mataram
Mas Mataram
(yang hilang di Tallo)[45]
 
SULTAN SUMBAWA III (1672/75 – 1702/05)
Raden Bantan
♂ Dewa Mas Bantan
Datu Loka
Dewa Dalam Bawa
Sultan Harunnurrasyid I
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Siti Halimah
Daeng Tomi
Karaeng Tannisanga
 
♂ Rumata Sangaji Bolo
 
SULTAN BIMA
m. 1687-1696
♂ Sultan Jamaluddin 'Inayat Syah
Rumata Mawa'a Romo[46]
b. 1673, wafat + 6-7-1696 di pengasingan Batavia
 
SULTAN DOMPU VI
♂ Sultan Ahmad Syah
Manuru Kambu
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN DOMPU VII
Sultan Usman
Manuru Goa
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN NEGARA
Panembahan Kusuma Dilaga[47]
 
SULTAN (KAYU TANGI) BANJAR VIII
Sultan Tahmidullah 1
Sultan Suria Alam dari Banjar
Panembahan Kuning[48][49]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Laya Kesuma
 
RAJA BONE XX m. 1724-1749
♀ We Bataritoja
Datu Talaga Arung Timurung
Sultanah Zainab Zulkiyahtuddin
 
DATU TALIWANG
SULTAN SUMBAWA IV (1702-17..)
♂ Mas Madina
Sultan Jalaluddin Muhammad Syah I
 
♀ I Rakkia Karaeng Kanjenne Addatuang Sidenreng VI Arung Berru VII (m. 1720 - 1740)
 
DATU JEREWEH
Mas Palembang
♂ Dewa Maja Jereweh
 
♀ Karaeng Bontoje'ne
 
♀ Dewa Isa Karaeng Barong Patola
 
♂ Daeng Mamuntuli Arung Kadjoe bin Arung Teko dari Bone
 
DATU SERAN
PEMANGKU SULTAN SUMBAWA (1723-1725)
♂ Raja Tua Datu Bala Sawo
Dewa Loka Ling Sampar
 
 
♀ Ince' Bagus
 
 
 
SULTAN BIMA
m. 1696-1731
Mapatalli' Syaad Syah
♂ Sultan Hasanuddin Muhammad Ali Syah
Rumata Mantau Bata Baharu (Bou)[50]
b. 7-9-1689, wafat + 23-1-1731
bin Sultan Jamaluddin 'Inayat Syah Rumata Mawa'a Romo
 
 
 
♀ Dewa Iya Datu Balasao
Datu Tengah
(Karaeng Bonto Pa'ja)[51]
 
♂ Datu Budi
 
SULTAN DOMPU X
Sultan Syamsuddin
Manuru Sampela
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MANGKUBUMI BANJAR
♂ Pangeran Mangku Delaga
(Pangeran Sepuh)
pangerang Souria delaga[52]
 
SULTAN BANJAR IX.a
(m. 1730 - 1734)
Sultan il-Hamidillah
(Koning Dachmet Door)
Sultan Kuning
Pangeran Dipati Sena
 
WALI SULTAN BANJAR


SULTAN BANJAR IX.b
( m. 1734-1759)


Sultan Tamjidillah I
Panembahan Sepuh
Panembahan Kesuma Alam
Pangeran Kesuma Ningrat
 
Pangeran Wira Kasuma 01
 
PANGERAN BANJAR
"Raja Banjar"
♂ Datu Aria
 
DATU TALIWANG
"Raja Taliwang"
♂ Gusti Amin
 
KARAENG BONTOLANGKASA 6
♂ I Mappasempa' Daeng Mamaro Opu Mangnguluang
 
 
 
SULTANAH SUMBAWA VII
Sultanah Siti Aisyah
Datu Bini[53]
 
 
 
 
 
DATU TALIWANG
SULTAN SUMBAWA VI
Sultan Muhammad Kaharuddin I
Datu Susun
 
 
 
 
PERMAISURI BINAMU
♀ Karaeng Baine Binamu We Tenri Ico Dai Karaeng Mangarabombang
Datu Pampang
 
RAJA BINAMU (JENEPONTO) XI m. 1796-1814
♂ I Bebasa Daeng Lalo Karaeng Lompoa Ri Binamu
 
 
 
DATU JEREWEH
♂ Aka-eo-dienie[43]
Sultan Hasanuddin[54]
(keponakan Santombong Datoe Goenoeng, raja Selaparang)
 
♂ Abdullah/Datu Dollah
Yang "Hilang"/Meninggal (Muslimin) Di Selaparang
Rumata Mambora Ipa Bali
 
♀ PADUKA TALLO'
(Mambora di Tallo)
Datu Siti Maryam
 
Manuru Daha
[55]Rumata Mantau Uma Kapenta
(b. 1706, + 17 atau 27 Mei 1748)
SULTAN BIMA VI
m. 1731-1748
Abdul Muslimin Ali Syah
Abdullah Sulaiman Ali Syah
♂ Sultan Alauddin Muhammad Syah Zillullah fi al-'Alam [43][56][57]
 
♂ Datu Seppe
 
 
 
SULTAN DOMPU XI
Sultan Abdur-Rahman
Manuru Kempo
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Mas Aria Sukma/Kusuma
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DATU TALIWANG
♂ Gusti Aceh
 
 
 
 
SULTAN SUMBAWA IX 1762-1765
♂ Gusti Mesir Abdurrahman
(Sultan Abdurrahman)
Sultan Muhammad Jalaluddin Syah II
Datu Pengantin
Datu Pangeran Taliwang
 
RAJA PERMAISURI SUMBAWA
Siti Khadijah
Datu Bonto Paja
(Karaeng Bonto Masugi)
 
RAJA TALLO
MANGKUBUMI GOWA
♂ I Manyombali Daeng Patompo Karaeng Barang Mamase Raja Tallo Mangkubumi Gowa
 
♂ I Lotting Shalahuddin Daeng Marakka TuMalompoa ri Data
 
♀ Putri.....
 
♂ Dea Adipati Lalu Kaidah Mele Habirah
Lalu Jamelela
Dea Koasa Unter Iwes
 
♀ Lala Saragialu
Daeng Talebang
Karaeng Talebang
 
♂ Pangeran Dipati
(Pangeran Dipati Desa Bumi)
(bin Sultan Tahlil Raja Banjar)
 
DATU SERAN
SULTAN SUMBAWA XIV m. 1777-1791
♂ Sultan Harun Ar Rasyid II
(Hasan Rasyid)
Datu Budi (Badeh)
Lalu Mahmud
 
 
 
PUTRI SERAN
♀ Ran Tambas
Lala Tambas
binti Datu Seran
 
 
 
SULTAN BIMA VIII
m. 1751-1773
Sri Nawa
♂ Sultan Abdul Kadim Muhammad Syah
Rumata Mawa'a Taho[58]
b. 10-6-1735, wafat + 31-8-1773[59]
 
SULTAN SUMBAWA VIII 1761-1752
Sultan Lalu Onye
Datu Ungkap Sermin
Dewa Lengit Ling Dima
 
SULTAN DOMPU XII
Sultan Abdul Wahab
Ma Wa'a Ca'u
 
SULTAN DOMPU XIII
Sultan Abdullah
Ma Wa'a Saninu
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Wiramanggala
 
SULTAN BANJAR X.A.
Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah
Muhammad dari Banjar
 
♀ Ratu Sultan Muhammad
 
SULTAN BANJAR X.B 1761-1801
Sunan Nata Alam
Panembahan Batu
Sultan Tahhmid Illah II
Sunan Sulaiman Saidullah 1
(b. 1727,[60]
 
 
MANGKUBUMI BANJAR
(m.1762-1787)
♂ Pangeran Prabujaya / Pangeran Mangkudilaga
 
♀ Ratoe Laija
(Ratu Laya)[61]
 
SULTAN SUMBAWA X 1765
Dewa Masmawa Sultan Mahmud
(yang besar badannya)
 
RAJA TALLO
MANGKUBUMI GOWA
♂ I Mahmud Daeng Sila Karaeng Beroanging
Raja Tallo Mangkubumi Gowa
 
 
 
 
 
♂ I Tamparang Daeng Taesa Karaengta Cilallang
 
♂ Karaëng Manipi Datu Bonto Mangape
 
♀ Lala Intan Ratu Nong Sasir
 
 
 
♂ Pangeran Kasuma Nagara
 
♀ Ratu Kasuma Nagara
 
SULTANAH SUMBAWA XII m. 1791-1795
♀ Sultanah Shafiyatuddin
Daeng Massiki
 
Raja Paduka Sumbawa
♀ Datu Sagiri
 
SULTAN BIMA IX m. 1773-1817
♂ Sultan Abdul Hamid Muhammad Syah Zillullah fi al-'Alam [62]
Mantau Asi Saninu[63]
(b. 1762, wafat + 14-7-1817)[64]
 
♂ Lalu Abdullah Syahbandar
 
SULTAN DOMPU XVII
Sultan AbdurRasul II
 
SULTAN DOMPU XVI
Sultan Muhammad Tajul Arifin Sirajuddin I
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Datu Kabul
 
WAKIL PUTRA MAHKOTA
(SULTAN BANJAR XI.A.2)
♂ Pangeran Amir
(Sultan Amir)
 
PUTRA MAHKOTA
(SULTAN BANJAR XI.A.1)
Sri Pangeran Abdullah
(Amirul Mukminin Abdullah)
 
♀ Ratu Siti Air Mas
 
ADIPATI BANUA LIMA
Kiai Adipati Singasari
 
 
 
 
 
♀ Lala Siti Fatimah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN SUMBAWA
Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin II
 
♀ Lala Amatolah
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Mangku
 
♀ Ratu Mangku
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Kiai Ngabehi Jaya Negara
(Pambakal Karim)
 
♀ Alooh Oengka
 
♂ Tumenggung Dipa Nata
 
♂ Kiai Temenggung Warga Nata
 
♀ Nyai Ratu Sepuh
Nyai Ratna
Njahi Ratoe Intan Sarie
 
SULTAN BANJAR XI.B.
Sulaiman dari Banjar[65]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MANGKUBUMI BANJAR
Ratoe Anom Ismail
Ratu Anom Mangkubumi Sukma Dilaga
 
 
 
 
SULTAN SUMBAWA
♂ Dewa Masmawa Sultan Lalu Mesir
 
SULTAN SUMBAWA
♂ Dewa Masmawa Sultan Lalu Muhammad Amaroe'llah
 
 
 
 
 
KEPALA SELA SELILAU-KUSAMBI
♂ Pangeran Haji Muhammad
 
♀ Ratu Haji Muhammad
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Nyai Sutadipa
 
♀ Nyai Rami
 
♂ Pangeran Kasir
 
♀ Nyai Ratu Koemala Sarie
 
SULTAN BANJAR
Sultan Adam
 
MANGKUBUMI BANJAR
Pangeran Mangkoe Boemi Nata
(Pangeran Husin)
 
Nyai Intan
(saudari Kiai Adipatie Danoe Radja)
 
♂ Pangeran Sungging Anum
 
♀ Ratu Sungging Anum
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Perbatasari
 
♀ Ratu Haji Musa
(binti Sultan Sulaiman Raja Banjar)
 
RAJA KUSAN
BATULICIN
BANGKALAAN
♂ Pangeran Haji Musa
(wafat dalam tahanan Belanda)
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Nyai......
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
ADIPATI BANUA LIMA
Kiai Adipatie Danoe Radja
 
Nyai Aminah
 
 
 
Pangeran Djantara Kasoema
 
Ratu Djantara Kasoema
(anak Nyai Peah)
 
 
 
SULTAN MUDA BANJAR
Sulthan Moeda Abdoel Rachman
(Pangeran Ratu)
 
♀ Ratoe Sulthan Abdoel Rachman
(Ratoe Siti) anak Nyai Intan[65]
 
 
 
♂ Pangeran Amir
(anak Nyai sepuh)
 
♂ Pangeran Kasoema Ningrat
(anak Nyai Udningasih)
 
♀ Gusti Abun Sari
 
RAJA KUSAN
BATULICIN
PULAU LAUT
Pangeran Abdoel Kadir
 
KEPALA BATULICIN
♂ Pangeran Pandji
(wafat di Batavia)
 
♀ Adji Landasan
(binti Adji Djawa bin Adji Mandoera)
 
MANGKUBUMI KUSAN
BATULICIN
♂ Gusti Jamaluddin
 
RAJA KUSAN
BATULICIN
♂ Pangeran Muhammad Nafis
(ditahan di Batavia)
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran Djaija Samitra
 
♀ Nyai Ambak
(adik Nyai Ratu Kamala Sari)
 
♀ Ratu Safura
 
♂ Hadjie Achmad Muftie
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SULTAN BANJAR
Pangeran Ratu
Sultan Tamjidillah II al-Watsiq Billah
 
♂ Pangeran Sjerief Oemar
 
♀ Ratoe Sjerief Oemar
 
♀ Goestie Sitie Ayer Maas
binti Pangeran Tahhmid
bin Sultan Sulaiman
 
SULTAN BANJAR
Pangeran Mangkubumi
Sultan Hidayatullah II Halil Illah
(Gusti Andarun)
 
♀ Nyai Rahamah
 
 
♀ Ratoe Djaya Kesoema
(Ratoe Rampit)
 
♂ Pangeran Djaya Kesoema
(Radin Toeyong)
bin Pangeran Amir
bin Pangeran Mangkoe Boemi Nata
 
♂ Goesti Sopie
 
♀ Nyai...
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran Brangta Kasoema
 
 
 
 
 
♀ Putri Hasiah
(binti Pangeran Antasari)
 
Pangeran Wira Kasoema
 
♀ Ratoe Wira Kasoema
 
 
 
♂ Pangeran Kasoema Giri
(Goesti Abdoellah)
 
♂ Gusti Ahmad
 
♂ Gusti Aman
 
♂ Pangeran Abdurrasul
 
♂ Gusti Bagu
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Amin
 
♀ Poetri Boelan
 
 
 
♂ Pangeran Kesoema Indra
bin Pangeran Kassir
bin Sultan Sulaiman
 
♀ Ratoe Kesoema Indra
 
 
♀ Goesti Serief Banoen
 
♂ Pangeran Muhammad
 
 
 
 
♀ Ratoe Saléha
 
♂ Pangeran Mohhamad Ali Bassa
(Goesti Isa)
 
♀ Ratu Besse
(binti Adji Daha/Mandoera)
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran Amir Husin Kasuma
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Ali
 
♀ Ratu Intan
 
♂ Goesti M. Basoe
 
Gusti Mulia
 
Gusti Udan
 
♂ Pangeran Arga Kasuma
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
...
 
 
 
 
 
 
 
♂ Pangeran Mohhamad Hanafia
 
♂ Pangeran Shashra Kesuma
(anak Nyai Noerain)
 
♂ Pangeran Abdullah
 
 
 
 
 
 
 
 
♀ Ratu Halimah
 
 
 
♀ Ratu Tajeng
 
RAJA PULAU LAUT
♂ Pangeran M. Aminullah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Pangeran Mohammad Noor
 
 
 
♂ Goesti Abdoellah
 
 
 
♂ patih Gusti Ahmad M
 
 
 
♀ Putri Hj. Zubaedah binti Pangeran Arga Kasuma
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
....
 
♂ Gusti Dawud
 
♀ R.A. Zakiyah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
♂ Gusti Amin
 
♀ Putri Jahra Kasoema
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
....
 
♂ Raden Yusuf Dawud
 
♀ Ning Munifah
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Gusti Rohana
 
Gusti Chaldoen
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
....
 
♂ Ismail Hasyim
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Gusti Helyadi
 
 
 

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Perang Sabil Versus Perang Salib, Oleh Abdul Qodir Jaelani. Penerbit Yayasan Pengkajian Islam Madinah al-Munawarah 1420 H/ 1999 M.
  • Van Rees WA. 1865. De Bandjarmasinsche Krijg van 1859-1863, Arnhem: Thieme.
  • M. Gazali Usman, Kerajaan Banjar: Sejarah Perkembangan Politik, Ekonomi, Perdagangan dan Agama Islam, Banjarmasin: Lambung Mangkurat Press, 1994.
  • R. L. de Haes, Eenige opmerkingen over het werk getiteld: de Bandjermasinsche Krijg van 1859 tot 1863, D. Noothoven Van Goor, 1866
  1. ^ a b (Indonesia) Kisah Heroik Pahlawan Nasional Terpopuler. Galangpress Group. ISBN 6028620106. ISBN 978-602-8620-10-9
  2. ^ a b c (Indonesia) Arya Ajisaka, Mengenal Pahlawan Indonesia, Kawan Pustaka, 2004, ISBN 979-3034-70-X, 9789793034706
  3. ^ a b (Indonesia) Wahana Ips Iimu Pengetahuan Sosial. Yudhistira Ghalia Indonesia. ISBN 9797467139. ISBN 978-979-746-713-5
  4. ^ a b (Indonesia) Sudarmanto, J. B. (2007). Jejak-jejak pahlawan: perekat kesatuan bangsa Indonesia. Grasindo. hlm. 159. ISBN 9797597164. ISBN 978-979-759-716-0
  5. ^ a b Helius Sjamsuddin; Antasari, Balai Pustaka, 1982
  6. ^ a b (Indonesia) Iskandar, Salman. 99 Tokoh Muslim Indonesia. PT Mizan Publika. ISBN 9797526828. ISBN 978-979-752-682-5
  7. ^ (Indonesia) Ajisaka,. Mengenal Pahlawan Indonesia (ed. Revisi). Kawan Pustaka. ISBN 979-757-278-1. ISBN 978-979-757-278-5
  8. ^ "Regnal Chronologies Southeast Asia: the Islands". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-01-11. Diakses tanggal 2009-12-22. 
  9. ^ (Indonesia) Basuni, Ahmad (1986). Pangeran Antasari: pahlawan kemerdekaan nasional dari Kalimantan. Bina Ilmu. hlm. 57. 
  10. ^ Bruining & Wijt (1872). Militair tijdschrift (dalam bahasa Belanda). 3. hlm. 554. 
  11. ^ J. P. Schoemaker (1894). Nederlandsch-Indische krijgsverhalen (dalam bahasa Belanda). hlm. 44. 
  12. ^ Artha, Artum (1971). Pangeran Antasari Gusti Inu Kartapati. 
  13. ^ (Indonesia) Sudrajat, A Suryana (2006). Tapak-tapak pejuang: dari reformis ke revisionis (Seri khazanah kearifan). Erlangga. hlm. 19. ISBN 9797816109. ISBN 978-979-781-610-0
  14. ^ (Indonesia) Komandoko, Gamal (2006). Kisah 124 pahlawan & pejuang Nusantara. Pustaka Widyatama. hlm. 54. ISBN 9796610906. ISBN 978-979-661-090-7
  15. ^ (Belanda) (1899)De Indische gids. 21 (edisi ke-1). hlm. 277. 
  16. ^ (Belanda) Rutte, J. M. C. E. Le (1863). Episode uit den Banjermasingschen oorlog. A.W. Sythoff. hlm. 20. 
  17. ^ Snouck Hurgronje, Christiaan (1995). Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje semasa kepegawaiannya. 
  18. ^ (Indonesia) A. Suryana Sudrajat (2006). Tapak-tapak pejuang: dari reformis ke revisionis. Indonesia: Erlangga. hlm. 19. ISBN 9789797816100.  ISBN 9797816109
  19. ^ (Belanda) Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Batavia). (1864). Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde. 14. Indonesia: Lange. hlm. 384. 
  20. ^ (Indonesia) SEJARAH Untuk SMP dan MTs Penerbit Grasindo ISBN 979-025-198-X, 9789790251984
  21. ^ (Indonesia) Sejarah Indonesia Modern 1200–2008. Penerbit Serambi. ISBN 9790241151. ISBN 978-979-024-115-2
  22. ^ Sejarah Daerah Kalimantan Selatan. hlm. 53. 
  23. ^ (Indonesia) Saleh, Mohamad Idwar (1993). Pangeran Antasari. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. 
  24. ^ (Belanda) de Heere, G. A. N. Scheltema (1863). Staatsblad van Nederlandisch Indië. Ter Drukkerij van A. D. Schinkel. hlm. 118. 
  25. ^ (Indonesia) 100 Pahlawan Nusantara: Mengenal Dan Meneladani Para Pahlawan Melalui Kisah Perjuangan Mereka Dalam Mewujudkan Dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. AgroMedia. hlm. 6. ISBN 6028526347. ISBN 978-602-8526-34-0
  26. ^ (Indonesia) IPS : - Jilid 5. ESIS. hlm. 70. ISBN 9797346013. ISBN 978-979-734-601-0
  27. ^ (Indonesia) Pahlawan Indonesia. Niaga Swadaya. hlm. 12. ISBN 979-1481-60-1. ISBN 978-979-1481-60-1
  28. ^ Dalam naskah hikayat Tutur Candi (Hikajat hal kadjadian negri Bandjermasin) disebut Ampoe Djatmika
  29. ^ Dalam naskah hikayat Tutur Candi, Lambung Mangkurat memiliki adik bungsu perempuan bernama Déwi Kariang Boengsoe
  30. ^ Nama isteri tua Lambung Mangkurat disebutkan dalam naskah hikayat Tutur Candi atau Hikayat Banjar Resensi II yaitu Tuan Puteri Bayam Beraja, anak dari Ratu Gagelang
  31. ^ Nama isteri Ampu Mandastana disebutkan dalam naskah hikayat Tutur Candi atau Hikayat Banjar Resensi II yaitu disebut putri Ratna Déwi, anak dari Ratoe Palembang Sari
  32. ^ Dalam naskah hikayat Tutur Candi disebut Puteri Ratna Minasih (anak dari Patih Lau), melahirkan anak sulung perempuan bernama Puteri Ratna Sari, berikutnya dua anak laki-laki yaitu Raden Menteri dan Raden Santang
  33. ^ https://dokumen.tips/documents/silsilah-raja-selaparangdocx.html
  34. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-01-11. Diakses tanggal 2020-11-05. 
  35. ^ Hägerdal, Hans (2001). Hindu rulers, Muslim subjects: Lombok and Bali in the seventeenth and eighteenth centuries (dalam bahasa Inggris). Indonesia: White Lotus Press. hlm. 96. ISBN 9747534118.  ISBN 9789747534115
  36. ^ Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde (dalam bahasa Inggris). 154. M. Nijhoff. 1998. hlm. 74. 
  37. ^ "Yang mempunyai rumah jati"
  38. ^ a b Ubb, Ahmad (22 Agu 2013). Senjata Pusaka Bugis. Indonesia: Gramedia Pustaka Utama. hlm. 192. ISBN 9792277293.  ISBN 9789792277296
  39. ^ a b c Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde van Nederlandsch-Indië (dalam bahasa Belanda). M. Nijhoff. 1880. hlm. 157. 
  40. ^ Utrecht, Ernst (1962). Sedjarah hukum internasional di Bali dan Lombok: pertjobaan sebuah studi hukum internasional regional di Indonesia. Indonesia: Sumur Bandung. hlm. 94. 
  41. ^ Anthropologica (dalam bahasa Belanda). 28. M. Nijhoff. 1880. hlm. 110. 
  42. ^ Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde van Nederlandsch-Indië (dalam bahasa Belanda). 27-28. M. Nijhoff. 1879. hlm. 114. 
  43. ^ a b c Susanto Zuhdi, Triana Wulandari (1 Januari 1997). Tawalinuddin Haris, ed. Kerajaan Tradisional di Indonesia : BIMA. Indonesia: Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 55. 
  44. ^ "Yang membawa payung"
  45. ^ "Mencari Surat-Surat :: Sejarah Nusantara". Arsip Nasional Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-07-23. Diakses tanggal 2020-07-23. 
  46. ^ "Yang membawa mulut/laras"
  47. ^ Gordon, Bruce R. (2018-01-11). "Southeast Asia: the Islands". CoreComm Internet - Start. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-01-11. Diakses tanggal 2018-09-16. 
  48. ^ Annabel Teh Gallop (2002). "Malay Seal Inscriptions: A Study in Islamic Epigraphy from Southeast Asia" (dalam bahasa Inggris). 3. University of London: 447. 
  49. ^ Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (1864). "Notulen van de Algemeene en Directie-vergaderingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappenn" (dalam bahasa Belanda). 1. Lange & Company: 315. 
  50. ^ Gelar anumerta artinya "Yang mempunyai kubur baru"
  51. ^ Rachmat Salahuddin, Sitti Maryam (1999). Henri Chambert-Loir, ed. Bo' Sangaji Kai: catatan kerajaan Bima. Indonesia: Ecole française d'Extrême-Orient : Yayasan Obor Indonesia, 1999. hlm. 56. ISBN 9794613398.  ISBN 9789794613399
  52. ^ https://sinarbulannews.files.wordpress.com/2011/01/silsilah-sultan-adam.jpg
  53. ^ Mantja, Lalu (1984). Sumbawa pada masa dulu: suatu tinjauan sejarah. Indonesia: Rinta. hlm. 121. 
  54. ^ Islamic Narrative and Authority in Southeast Asia: From the 16th to the 21st Century (dalam bahasa Inggris). Indonesia: Springer. 11 Jun 2007. hlm. 96. ISBN 0230605087.  ISBN 9780230605084
  55. ^ Gelar anumerta artinya "Yang berdiam di Daha", yakni desa di selatan kota Dompu
  56. ^ Chambert-Loir, Henri (Juli 2004). Henri Chambert-Loir, ed. Kerajaan Bima dalam sastra dan sejarah (edisi ke-2). Jl. Palmerah Selatan No. 21, Jakarta 10270, Indonesia: (KPG) Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 121. ISBN 9799100119.  ISBN 978-979-9100-11-5
  57. ^ Aliudin Mahyudin, Siti Nurbaiti (2004). Silsilah dari Bima. Indonesia: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah. hlm. 35. 
  58. ^ Gelar anumerta artinya "Yang membawa kebaikan"
  59. ^ M. Hilir Ismail (2004). Peran Kesultanan Bima dalam perjalanan sejarah Nusantara. Indonesia: Lengge bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan the Ford Foundation. hlm. 263. ISBN 9793544112.  ISBN 9789793544113
  60. ^ van Rees, Willem Adriaan (1865). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863: met portretten, platen en een terreinkaart (dalam bahasa Belanda). 1. D. A. Thieme. hlm. 8. 
  61. ^ "Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde" (dalam bahasa Belanda). 14. Batavia: Lange & Company, Martinus Nijhoff. 1864: 503. 
  62. ^ Raja sebagai "bayangan Tuhan di dunia", ini adalah ide dari Islam yang persianate
  63. ^ Gelar anumerta artinya "Yang mempunyai istana cermin"
  64. ^ Chambert-Loir, Henri (2010). Iman dan Diplomasi. Jl. Palmerah Selatan No. 21, Jakarta 10270, Indonesia: (KPG) Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 1297. ISBN 9799102375.  ISBN 9789799102379
  65. ^ a b Willem Adriaan Rees (1867). De bandjermasinsche krijg van 1859-1863: nader toegelicht (dalam bahasa Belanda). Dutch East Indies: D.A. Thieme. hlm. 22. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Hidayatullah II dari Banjar
Sultan Banjar
1862-1862
Diteruskan oleh:
Sultan Muhammad Seman