Tanah Dusun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Barito Selatan | Barito Timur | Barito Utara | Murung Raya

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Selatan.svg --- Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Timur.svg --- Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Utara.svg --- Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya.svg


Afdeeling Doesoenlandeen[1]atau Tanah Dusun(1898-1930)[2][3] adalah bekas sebuah afdeling dalam Karesidenan Selatan dan Timur Borneo sesuai Staatblad tahun 1898 no. 178. Tanah Dusun merupakan sebutan untuk kawasan yang berada di sebelah hulu kota Mengkatip. Distrik Bakumpai (sekarang bagian dari Barito Kuala) dan Dusun pada mulanya masih menyatu dan disebut Distrikt Becompaij Dousson sebelum tahun 1898, tidak termasuk Distrik Patai dan Distrik Sihong (kabupaten Barito Timur) yang berada di bawah Radhen Adipati Danoe Redjo dalam waktu itu masih berada di bawah Afdeeling Amoenthaij (penerus Kesultanan Banjar). [4]

Afdeeling Doesoenlandeen, dengan ibukota Moeara Tewe (Muara Teweh) terdiri dari :

  1. onderadfeeling Boven Doesoen (Dusun Atas) dengan distrik-distrik
    1. Distrik Boven Doesoen, terbagi atas :
      1. Onderdistrik Laoeng
      2. Onderdistrik Siang Moeroeng
    2. Distrik Mideen Doesoen (Dusun Tengah), terbagi atas :
      1. Onderdistrik Montallat
      2. Onderdistrik Kwala Benangin
  2. onderafdeeling Beneden en Oost Doesoen (Dusun Hilir dan Dusun Timur) dan Mengkatib. Ibukota Buntok.

Sekitar tahun 1850, daerah Tanah Dusun (Barito Raya) terbagi dalam beberapa daerah pemerintahan yaitu: Kiaij Martipatie, Moeroeng Sikamat, Dermawijaija, Kiaij Dermapatie, Ihanjah dan Mankatip.[5][6]

Tahun 1930, Tanah Dusun terdiri atas: Moearatewe dan Poeroektjaoe.[7] Wilayah ini sekarang lebih populer dengan sebutan Barito Raya. Nama Barito sudah dikenal tahun 1350 dalam Kitab Negarakertagama.

Dewasa ini wilayah ini telah berkembang menjadi 4 kabupaten di Kalimantan Tengah:

  1. Barito Selatan
  2. Barito Timur
  3. Barito Utara
  4. Murung Raya

CONTRACT MET DEN SULTAN VAN BANDJERMASIN 4 Mei 1826[sunting | sunting sumber]

CONTRACT MET DEN SULTAN VAN BANDJERMASIN 4 Mei 1826. / B 29 September 1826 No. 10, Sultan Adam dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Tanah Dusun beserta sebagian besar wilayah Kalimantan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.[8]

Perkara 4:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ artinya Afdeling Tanah-tanah Dusun
  2. ^ (Inggris) (2007)"Administrative divisions in Dutch Borneo, 1902". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses tanggal 1 August 2011. 
  3. ^ (Inggris) (2007)"Administrative divisions in Dutch Borneo, 1930". Digital Atlas of Indonesian History. Robert Cribb. Diakses tanggal 1 August 2011. 
  4. ^ [1]
  5. ^ Borneo in 1850
  6. ^ Borneo 1800-1857
  7. ^ [2]
  8. ^ (Indonesia) Hindia-Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 228.