Lompat ke isi

Daftar Gubernur Sumatera Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Gubernur Sumatera Selatan)
Gubernur Sumatera Selatan
Petahana
Herman Deru

sejak 20 Februari 2025
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KediamanGriya Agung, Palembang, Sumatera Selatan
Masa jabatanGubernur; 5 tahun (maksimal dua periode)
Pejabat perdanaAdnan Kapau Gani
Dibentuk1945; 80 tahun lalu (1945)
WakilWakil Gubernur Sumatera Selatan
Situs websumselprov.go.id

Gubernur Sumatera Selatan adalah kepala pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang bertugas memegang pemerintahan bersama dengan Wakil Gubernur. Gubernur dan Wakil Gubernur dipilih melalui pemilihan umum yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Gubernur Muda Sumatera Selatan

[sunting | sunting sumber]

Masa pemerintahan peralihan dari penjajahan Jepang ke masa kemerdekaan Republik Indonesia ditandai oleh pengangkatan Adnan Kapau Gani sebagai Residen Palembang pada 24 Agustus 1945. Pengangkatan tokoh yang terlibat pergerakan kemerdekaan itu dilakukan Menteri Negara Mohammad Amir dan Gubernur Provinsi Sumatera Teuku Muhammad Hasan.[1]

Setelah pengangkatan ini, Gani dipercaya pemerintah pusat menjadi gubernur muda untuk Sumatera Selatan. Sebagai gubernur muda, Adnan Kapau Gani mendapatkan wilayah kerja Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Lampung.[1]

Gubernur Muda Sumatera Selatan
No. Foto Gubernur Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Gubernur
1 Adnan Kapau Gani 1945 1946 I [ket. 1] Tidak Ada
2 Mohamad Isa 1946 1948 II [ket. 1]

Pada 1946, Mohamad Isa diangkat sebagai Residen Palembang dan merangkap sebagai Gubernur Muda Provinsi Sumatera Selatan. Barulah pada Mei 1948, dia secara resmi diangkat sebagai Gubernur Sumatera Selatan menggantikan Adnan Kapau Gani.[2]

Sumatera Selatan yang saat itu sedang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda, mengharuskan Mohamad Isa menjabat sebagai Komisaris Negara untuk Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan.[2]

Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan (DMISS)

[sunting | sunting sumber]

Dengan pecahnya Aksi Militer Il, diambil langkah mengantisipasi, yang diperkirakan akan memakan waktu cukup lama dan dianggap akan menentukan nasib bangsa dan tanah air. Pertama dalam musyawarah dari Gubernur, pimpinan Tentara dan Badan pekerja DPRD Sumatera Selatan dii Curup pada tanggal 23 Desember 1948 diputuskan untuk mengangkat Adnan Kapau Gani menjadi Gubernur Militer buat mengadakan perlawanan total terhadap Belanda. Dengan sebutan Gubernur Militer Daerah Milter Istimewa Sumatera Selatan (DMISS), Adnan Kapau Gani tidak diangkat oleh pusat, tetapi didefaktokan dari bawah, sebagai hasil perembukan bersama.[3]

Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan
Foto Gubernur Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Gubernur
Adnan Kapau Gani 1948 1950 [ket. 2] Tidak Ada

Adanya peraturan-peraturan yang kontroversial dalam menjalankan tugas Gubernur Militer, di mana ketetapan Gubernur Militer tanggal 3 Januari 1949 No. 41/49 Jo. Instruksi dari Presiden tanggal 28 September 1948 menggariskan bahwa kekuasaan pemerintah sipil tetap berjalan sebagaimana biasa, sedangkan SK Ketua PDRI tanggal 16 Mei 1949 No.21/Pem/PDRI menyebutkan segala kekuasaan sipil dan militer dilakukan oleh Gubernur Militer, dalam mana Mohamad Isa dahulunya Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dengan SK Ketua PDRI No. 23/Pem/PDRI diangkat sebagai komisaris pemerintah untuk Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan. Hal ini tidak mengakibatkan pimpinan pemerintahan menjadi simpang siur.[3]

Hal yang utama menjadi urusan Gubernur Militer DMISS Adnan Kapau Gani adalah dalam lapangan militer untuk memimpin perjuangan melawan Agresi Belanda. Dalam lapangan sipil, kegiatan Gubernur Militer DMISS Adnan Kapau Gani dan komisaris pemerintah Mohamad Isa saling isi mengisi, dalam mana Gubernur Militer lebih banyak memberikan perhatian dan mengambil tindakan.[3]

Gubernur Sumatera Selatan

[sunting | sunting sumber]

Setelah melalui perjanjian Roem Roijen tanggal 7 Mei 1949 dan kembalinya Pemerintah RI di Yogyakarta maka dengan berakhirnya Konfrensi Meja Bundar di Den Haag pada tanggal 2 November 1949, yang menyetujui pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda, maka berakhirlah perselisihan Indonesia-Belanda. Dengan Surat Keputusan Perdana Menteri RI tanggal 17 Desember 1949 memberhentikan Gubernur Militer di Sumatera mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1950. Dengan demikian Gubernur Militer DMISS, Adnan Kapau Gani mengakhiri jabatannya dan DMISS dihapuskan. Dengan SK yang sama Mohamad Isa diberhentikan dari jabatannya sebagai Komisaris Pemerintah untuk Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan sekaligus diangkat kembali sebagai Gubernur untuk daerah Provinsi Sumatera Selatan. Pada tanggal 17 Februari 1950 di Palembang diadakan timbang terima antara Gubernur Militer DMISS Adnan Kapau Gani dengan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Mohamad Isa. Dengan demikian pemerintah sipil kembali normal seperti semula.[3]

Gubernur Sumatera Selatan
No. Foto Gubernur Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil Gubernur
(2) Mohamad Isa 1948 (II) [ket. 3] Tidak Ada
1950 1952 [ket. 4]
3 Winarno Danuatmodjo 1952 1957 III
4 M. Husin 1957 1958 IV
5 Mochtar Prabu Mangku Negara 1958 1959 V
6 Achmad Bastari 1959 1964 VI
7 Abu Jazid Bustomi 1964 1967 VII Ali Amin
(1964–1967)
8 Ali Amin 1967 1968 VIII Jabatan Kosong
9 Asnawi Mangku Alam 1968 1978 IX [4]
10 Sainan Sagiman 1978 1983 X Mansyurdin Arma
(1985–1992)
1983 1988 XI
11 Ramli Hasan Basri 1988 1993 XII Mansyurdin Arma
(1985–1992)
Mohammad Arub
(1992–1997)
Satya Nazori
(1997–2002)
1993 1998 XIII
12 Rosihan Arsyad 1998 2003 XIV Satya Nazori
(1997–2002)
13 Syahrial Oesman 7 November 2003 19 Juni 2008 XV [ket. 5] Mahyuddin Natimbul Same'a
(2003–2008)
14 Mahyuddin Natimbul Same'a 11 Juli 2008 7 November 2008 [6] Jabatan Kosong
15 Alex Noerdin 7 November 2008 7 November 2013 XVI [7] Eddy Yusuf
(2008–2013)
7 November 2013 21 September 2018 XVII
(2013)
[ket. 6] Ishak Mekki
(2013–2018)
16 Herman Deru 1 Oktober 2018 1 Oktober 2023 XVIII
(2018)
[ket. 7]
[9]
Mawardi Yahya
(2018–2023)
20 Februari 2025 Petahana XIX
(2024)
[10] Cik Ujang
(2025–Sekarang)
  ABRI
Catatan
  1. 1 2 Sebagai Gubernur Muda Sumatera Selatan
  2. Sebagai Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan
  3. Mohamad Isa Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dengan SK Ketua PDRI No. 23/Pem/ PDRI diangkat sebagai komisaris pemerintah untuk Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan.[3]
  4. pada tanggal 1 Januari 1950. Dengan demikian Gubernur Militer DMISS, Adnan Kapau Gani mengakhiri jabatannya dan DMISS dihapuskan. Dengan SK yang sama Mohamad Isa diberhentikan dari jabatannya sebagai Komisaris Pemerintah untuk Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan sekaligus diangkat kembali sebagai Gubernur untuk daerah Provinsi Sumatera Selatan.[3]
  5. Mengundurkan diri karena ikut mencalonkan diri dalam Pemilihan umum Gubernur Sumatera Selatan 2008[5]
  6. Mengundurkan diri karena mencalonkan diri dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019[8]
  7. Masa jabatan Gubernur sebelumnya Alex Noerdin seharusnya berakhir pada 7 November, tetapi dipercepat menjadi 1 Oktober berhubung Alex Noerdin dan wakilnya mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019

Pengganti Sementara Gubernur

[sunting | sunting sumber]

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil gubernur, termasuk ketika posisi gubernur berada dalam masa transisi. Berikut merupakan daftar pengganti sementara untuk jabatan Gubernur Sumatera Selatan.

Potret Nama Mulai jabatan Akhir jabatan Masa Ket. Gubernur Definitif
Mahyuddin Natimbul Same'a
(Pelaksana Tugas)
19 Juni 2008 11 Juli 2008 [6] Syahrial Oesman
Hadi Prabowo
(Penjabat)
21 September 2018 1 Oktober 2018 [11] Transisi
(2018)
Agus Fatoni
(Penjabat)
2 Oktober 2023 24 Juni 2024 [12] Transisi
(2023–2025)
Elen Setiadi
(Penjabat)
24 Juni 2024 20 Februari 2025 [13]

Mantan gubernur yang masih hidup

[sunting | sunting sumber]

Kematian terakhir mantan Gubernur Sumatera Selatan adalah Mahyuddin Natimbul Same'a yang meninggal dunia pada 8 April 2021 pada umur 73 tahun. Ramli Hasan Basri sebagai mantan Gubernur Sumatera Selatan tertua yang berusia 89 tahun.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Media, Kompas Cyber (2008-08-22). "Mereka yang Pernah Menakhodai Sumatera Selatan Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-07-13.
  2. 1 2 Zulkanedi, Berli (16 Juli 2022). "Gubernur Sumsel dari Masa ke Masa, Pemain Film Asmara Moerni hingga Dokter Kandungan". iNews Sumsel. Diakses tanggal 13 Juli 2025.
  3. 1 2 3 4 5 6 Sejarah perkembangan pemerintahan di daerah Sumatera Selatan. Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Selatan. 1996.
  4. "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-01-17. Diakses tanggal 2019-04-08.
  5. tw/djo (9 June 2008). "Ikut Pilkada, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman Pamitan". detikcom. Diakses tanggal 2021-04-09. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Indonesia, Tokoh (12 Juli 2008). "Gubernur Sumsel 2008 – TokohIndonesia.com". tokoh.id. Diakses tanggal 12 Juli 2025.
  7. Media, Kompas Cyber (2008-11-07). "Alex Noerdin-Eddy Yusuf Dilantik". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-07-12.
  8. Siregar, Raja Adil (5 September 2018). "Nyaleg, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Mundur". detikcom. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-19. Diakses tanggal 19 September 2018.
  9. "Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta Kaltim". Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan. 1 Oktober 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-13. Diakses tanggal 2 Oktober 2018.
  10. Pahlevi, A. Reiza. "Herman Deru dan Cik Ujang Resmi Jadi Gubernur-Wagub Sumsel". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-07-12.
  11. "Alex Noerdin Mundur, Hadi Prabowo Jadi PJ Gubernur Sumsel". Kompas.com. 21 September 2018. Diakses tanggal 14 Juli 2024.
  12. Fika Nurul Ulya (2 Oktober 2023). Dani Prabowo (ed.). "Mendagri Lantik Agus Fatoni Jadi Pj Gubernur Sumsel dan Akmal Malik sebagai Pj Gubernur Kaltim". Kompas.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2023.
  13. "Resmi Dilantik Mendagri, Pj Gubernur Sumsel Diberi Tugas Kembangkan ..." detikcom. Diakses tanggal 14 Juli 2024.