Stasiun Tanjung Priok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Stasiun Tanjung Priok
Stasiun Tj.Priok.jpg
Stasiun Tanjung Priok
Letak
Provinsi DKI Jakarta
Kota Jakarta Utara
Kecamatan Tanjung Priok
Kelurahan Tanjung Priok
Alamat Jalan Taman Stasiun Tanjung Priok
Kode pos 14130
Koordinat geografis 6°06′40″LS 106°52′51″BT / 6,1112083°LS 106,8808472°BT / -6.1112083; 106.8808472
Sejarah
Dibuka 1914
Informasi lain
Operator Daerah Operasi I Jakarta
PT Kereta Api Logistik
Singkatan stasiun TPK
Ketinggian +1,5 m
Layanan Khusus untuk kereta api barang peti kemas dan KA Commuter Jabodetabek pink line.
Operasi
Stasiun sebelumnya   KRL Jabodetabek   Stasiun selanjutnya
Terminus Tanjung Priok-Jakarta Kota
(rencana)
    Layanan penghubung    
Stasiun sebelumnya   Transjakarta   Stasiun selanjutnya
Terminus Koridor 10
Berpindah di: Tanjung Priok
Koridor 12
Berpindah di: Tanjung Priok
Terminus
Tata letak stasiun

Stasiun Tanjung Priok adalah salah satu stasiun tua yang terletak di seberang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Memiliki langgam bangunan art deco, stasiun ini termasuk salah satu bangunan tua yang dijadikan cagar budaya DKI Jakarta.

Sejarah Stasiun Tanjung Priok[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tanjung Priok pada tahun 1950-an

Keberadaan Stasiun Tanjung Priok tidak dapat dipisahkan dengan ramainya Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan kebanggan masa Hindia Belanda itu, dan bahkan berperan sebagai pintu gerbang kota Batavia serta Hindia Belanda.

Bandar pelabuhan yang dibangun pada 1877 di masa Gubernur Jendral Johan Wilhelm van Lansberge yang berkuasa di Hindia-Belanda pada tahun 1875-1881 itu semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu pelabuhan paling ramai di Asia setelah dibukanya Terusan Suez.

Stasiun Tanjung Priok menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Batavia yang berada di selatan. Alasan pembangunan ini karena pada masa lalu wilayah Tanjung Priok sebagian besar adalah hutan dan rawa-rawa yang berbahaya sehingga dibutuhkan sarana transportasi yang aman pada saat itu (kereta api). Pada akhir abad ke-19, pelabuhan Jakarta yang semula berada di daerah sekitar Pasar Ikan tidak lagi memadai, dan Belanda membangun fasilitas pelabuhan baru di Tanjung Priok.

Stasiun ini dibangun tepatnya pada tahun 1914 pada masa Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg (1909-1916). Untuk menyelesaikan stasiun ini, diperlukan sekitar 1.700 tenaga kerja dan 130 di antaranya adalah pekerja berbangsa Eropa.

Bahkan sejak diselesaikannya stasiun ini, telah timbul protes mengenai "pemborosan" yang dilakukan dalam pembangunan stasiun ini. Dengan 8 peron, stasiun ini amatlah besar, dan nyaris sebesar Stasiun Jakarta Kota yang pada masa itu bernama Batavia Centrum. Sementara, kereta api-kereta api kapal yang menghubungkan kota-kota seperti Bandung dengan kapal-kapal Stoomvaart Maatschappij Nederland dan Koninklijke Rotterdamsche Lloyd langsung menuju ke dermaga pelabuhan dan tidak menggunakan stasiun ini. Stasiun ini terutama hanya digunakan untuk kereta rel listrik yang mulai digunakan di sekitar Batavia pada tahun 1925.[1]

Stasiun Kereta Api di DKI Jakarta
Head station
Tanjung Priok
Track turning from left Transverse track Track turning from right Stop on track
Ancol
Jakarta Gudang
Straight track Transverse terminus from left Unknown route-map component "ABZql+l" Unknown route-map component "xABZq+r" Unknown route-map component "xABZq+l" Junction to right
Jakarta Kota
Straight track Transverse terminus from left Unknown route-map component "ABZqr+r" Unknown route-map component "THSTu" Track turning right Straight track
Kampung Bandan
Straight track Unknown route-map component "hSTRaf" Track turning left Transverse track Junction from right
Jayakarta
Straight track Unknown route-map component "hHST" Stop on track
Rajawali
Mangga Besar
Straight track Unknown route-map component "hHST" Straight track
Sawah Besar
Straight track Unknown route-map component "hHST" Stop on track
Kemayoran
Juanda
Straight track Unknown route-map component "hHST" Straight track
Angke
Stop on track Elevated Straight track
Duri
Stop on track Unknown route-map component "hBHF" Straight track
Gambir
Track turning from left Junction to right Unknown route-map component "hHST" Straight track
Gondangdia
Tanah Abang
Straight track Station on track Unknown route-map component "hHST" Straight track
Cikini
Karet
Straight track Junction to left Unknown route-map component "HSTlg" Elevated Station on track
Pasar Senen
Sudirman
Straight track Straight track Stop on track Unknown route-map component "hSTRef" Stop on track
Gang Sentiong
Mampang
Straight track Straight track Unknown route-map component "eHSTlf" Junction from right Stop on track
Kramat
Manggarai
Straight track Straight track Station on track Stop on track
Pondok Jati
Grogol
Stop on track Straight track Junction to left Transverse track Transverse track Junction from right
Pesing
Stop on track Stop on track Straight track Straight track
Palmerah
Taman Kota
Stop on track Stop on track Straight track Straight track
Kebayoran
Bojong Indah
Stop on track Continuation forward Straight track Straight track
Ke Serpong/Merak
Rawa Buaya
Stop on track Straight track Station on track
Jatinegara
Kalideres
Stop on track Straight track Stop on track
Cipinang
Ke Tangerang
Continuation forward Straight track Stop on track
Klender
Dipo Bukit Duri
Junction to left Transverse small terminus from right Stop on track
Buaran
Tebet
Stop on track Stop on track
Klender Baru
Cawang
Stop on track Stop on track
Cakung
Duren Kalibata
Stop on track Continuation forward
Ke Bekasi/Cikampek
Pasar Minggu Baru
Stop on track
Pasar Minggu
Stop on track
Tanjung Barat
Stop on track
Lenteng Agung
Stop on track
Univ. Pancasila
Stop on track
Ke Depok/Bogor
Continuation forward


Keadaan terkini[sunting | sunting sumber]

Emplasemen Stasiun Tanjung Priok, dengan lokomotif BB 306 08 yang sedang dipanaskan
Lobby dan loket karcis
Sudut kanan depan stasiun

Menjelang awal abad ke-21, kondisinya sempat tidak terawat. Meskipun demikian, stasiun peninggalan pemerintah Hindia-Belanda ini nampaknya seakan tidak peduli dengan perubahan suasana di sekitarnya. Seakan tidak peduli dengan teriknya hawa dipinggir pantai Tanjung Priok, kerasnya kehidupan pelabuhan dan hilir mudiknya kendaraan besar seperti kontainer bahkan semrawutnya terminal bus di depannya.

Tetapi kita masih dapat membayangkan betapa artistiknya seni perpaduan antara gaya neo klasik dengan gaya kontemporer. Tak aneh jika bangunan ini pernah berjaya, sebagai salah satu stasiun kebanggaan warga Batavia di era akhir abad ke-18.

Semakin masuk ke dalam bangunan stasiun itu, kondisi bangunan yang memprihatinkan itu semakin terkuak. Atap bangunan yang menjadi saksi perkembangan kota Jakarta ini sudah terlepas di sana-sini. Kaca-kaca dan kerangka atap bangunan sudah mulai lekang dimakan usia. Areal peron sebagian sudah tidak terawat bahkan di sisi barat sudah dipenuhi oleh para tunawisma dan tunawicara

Kemunduran fisik stasiun itu bermula ketika stasiun itu tidak berfungsi lagi sebagai stasiun penumpang pada awal Januari 2000. Pengebirian fungsi itu membuat pemasukan dana dari tiket peron semakin berkurang. Inilah yang menyebabkan PT Kereta Api (Persero) menyewakan ruangan yang ada di depan bangunan stasiun. Maka bagian depan stasiun pun terisi pemandangan kantor-kantor jasa seperti penjualan tiket kapal laut, pengiriman barang hingga jasa penukaran uang asing sebelum akhirnya PT Kereta Api Indonesia memutuskan membuka kembali stasiun Tanjung Priok sebagai stasiun penumpang pada tahun 2009.

Persiapan dilakukan pada bulan November-Desember 2008 dengan dilaksanakannya renovasi besar-besaran terhadap fisik bangunan stasiun. Selanjutnya, proyek diteruskan dengan rehabilitasi fasilitas rel serta pembangunan perangkat sinyal elektrik pada awal tahun 2009. Pada tanggal 28 Maret 2009, stasiun Tanjung Priok dapat kembali difungsikan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Stasiun Tanjung Priok melayani kereta ekonomi jarak jauh dan lokal Purwakarta. Sebelumnya, KRL Ekonomi AC/Commuter Line rute Tanjung Priok - Bekasi sempat melintas stasiun ini. Sejak diterapkannya single operation KRL, KRL Jakarta Kota - Tanjungpriok hanya sampai Kampung Bandan. KRL ke Tanjung Priok masih ditunggu masyarakat, menunggu kesiapan armada.

Mulai 1 November 2014 semua kereta api yang tadinya berangkat dari stasiun ini dipindahkan ke Stasiun Pasar Senen. Alasannya adalah, karena stasiun ini direncanakan akan dijadikan stasiun barang.[2]

Angkutan umum yang terhubung[sunting | sunting sumber]

  • Mikrolet M14 Tanjung Priok-Cilincing
  • Mikrolet M15 Tanjung Priok-Kota via Kampung Bandan
  • Mikrolet M15A Tanjung Priok-Kota via Mangga Dua
  • Mikrolet M30A Tanjung Priok-Pulo Gadung
  • KWK U01 Tanjung Priok-Cakung Cilincing
  • KWK U03A Tanjung Priok-Sukapura
  • KWK U05 Tanjung Priok-Bulak Turi
  • KWK U06 Tanjung Priok-Walang Baru
  • KWK U07 Tanjung Priok-IGI
  • KWK U08 Tanjung Priok-Rorotan
  • KWK U09 Tanjung Priok-Cilincing
  • Metromini T41 Tanjung Priok-Pulo Gadung
  • Metromini U23 Tanjung Priok-Marunda
  • Metromini U24 Tanjung Priok-Senen
  • DAMRI Tanjung Priok-Bandara
  • Jasa Utama 125 Tanjung Priok-Blok M (via Gunung Sahari - Ps. Baru - Thamrin - Sudirman - Polda)
  • Jasa Utama 159 Tanjung Priok-Grogol (via Gunung Sahari - Mangga Besar - Sawah Besar - Roxi)
  • PPD 43 Tanjung Priok-Cililitan
  • Mayasari Bakti AC07 Tanjung Priok-Kampung Rambutan (via Podomoro - Ps. Rebo)
  • Mayasari Bakti AC25 Tanjung Priok-Bekasi (via Podomoro - Pekayon)
  • Mayasari Bakti AC42 Tanjung Priok-Cileungsi (via Podomoro - Cibubur)
  • Mayasari Bakti AC49 Tanjung Priok-Blok M (via Sungai Bambu - Tol - Polda - Grogol - Slipi)
  • Mayasari Bakti AC82 Tanjung Priok-Depok (via Podomoro - Cempaka Mas - Tol TB Simatupang - Lt. Agung)
  • Mayasari Bakti AC135 Tanjung Priok-Ciputat (via Podomoro - Cempaka Mas - Rawamangun - Tol TB Simatupang - Cilandak - Lebak Bulus)
  • Mayasari Bakti P14 Tanjung Priok-Tanah Abang (via Senen - Kebon Sirih)
  • Mayasari Bakti R51 Tanjung Priok-Pulo Gadung (via Podomoro - Cempaka Mas - K. Gading)
  • Maya Raya Tanjung Priok-Cikarang (via Podomoro - Cibitung)
  • Transjakarta Koridor 10 Tanjung Priok-PGC 2
  • Transjakarta Koridor 12 Tanjung Priok-Pluit
  • APTB Tanjung Priok-Ciawi (via Koridor 10 - UKI - Tol Jagorawi)

Lintas[sunting | sunting sumber]


Stasiun sebelumnya:
Stasiun Ancol
Stasiun berikutnya:
-


Stasiun sebelumnya:
-
Stasiun berikutnya:
Stasiun Pasoso

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah KA Edisi Agustus 2014
  2. ^ Stasiun Tanjung Priok Fokus Kereta Barang

Koordinat: 6°06′40″LS 106°52′51″BT / 6,1112083°LS 106,8808472°BT / -6.1112083; 106.8808472