Stasiun Gedebage

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Stasiun Gedebage
  • Singkatan: GDB
Stasiun gedebage.JPG
Stasiun Gedebage
Lokasi
Provinsi Jawa Barat
Kota Bandung
Kecamatan Gedebage
Kelurahan Cisaranten Kidul
Alamat Jalan Gedebage
Kode pos 40294
Sejarah
Dibuka 1884
Nama sebelumnya Stasiun Gedehbageh
Tahun pergantian nama 1986
Informasi lain
Operator Daerah Operasi II Bandung
Ketinggian +672 m
Layanan Hanya untuk kereta api barang angkutan peti kemas/kontainer serta persilangan dan persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur 4 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron Satu peron sisi
Mosque.svg


Stasiun Gedebage (GDB) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Cisaranten Kidul, Gedebage, Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian + 672 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun yang letaknya paling timur di Kota Bandung.

Saat ini stasiun Gedebage dikhususkan untuk bongkar muat peti kemas/kontainer saja sehingga jarang digunakan untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Stasiun ini juga melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Stasiun ini memiliki empat jalur aktif di sisi utaranya dengan jalur 2 sebagai sepur lurus serta jalur 3 dan 4 untuk layanan bongkar muat peti kemas/kontainer ditambah tiga jalur badug di sisi selatannya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Agresi Militer Belanda[sunting | sunting sumber]

Stasiun Banceuy pernah dibom oleh Belanda pada tahun 1948 lalu hancur dan diganti dengan bangunan baru pada akhir tahun 1948.

Banjir tahun 1986[sunting | sunting sumber]

Kemudian pada tahun 1986, akibat banjir di Kota Bandung dan luapan Sungai Citarum, Stasiun Banceuy terendam air dan bangunannya rusak parah serta belum dilewati kereta api.

Renovasi stasiun dan pembangunan terminal peti kemas[sunting | sunting sumber]

Oleh karena itu, dua bulan kemudian, setelah terjadi banjir, pada bulan April 1986 bangunan stasiun ini dibangun kembali atau renovasi serta diganti yang baru yang terletak 300 m dari bangunan lama serta diganti namanya menjadi Stasiun Gedebage.

Stasiun kereta api yang baru dengan nama Gedebage dibangun di atas lahan seluas 500 m2. Peletakan batu pertama pada pembangunan stasiun kereta api yang baru dan terminal peti kemas dilakukan pada tanggal 16 April 1986 oleh Gubernur KDH Tk. I Jawa Barat yang saat itu, Yogi Sudardi Memet, bersamaan dengan 83 proyek pembangunan lainnya yang ada di Jawa Barat serta mulai dibangun pada tanggal 19 April 1986.

Pembangunan kembali Stasiun Gedebage serta perubahan nama stasiun kereta api dan pembangunan Terminal peti kemas serta penambahan jalur rel kereta api ke Terminal peti kemas di stasiun ini memakan dana APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp670 juta. Kemudian, pembangunan stasiun kereta api yang baru, terminal peti kemas, perubahan nama stasiun kereta api dan penambahan jalur rel kereta api di stasiun ini tersebut diberi dana sebesar Rp50 juta serta selesai pada tahun 1990 serta diresmikan pada hari Senin, 6 Agustus 1990 pagi jam 10.25 WIB oleh Soeharto beserta dengan 79 proyek pembangunan lainnya di Jawa Barat. Stasiun Gedebage yang baru, jalur kereta api ke terminal peti kemas dan terminal peti kemas mulai digunakan pada hari Selasa, 7 Agustus 1990 pada jam 07.50 WIB.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Angkutan peti kemas/kontainer, dari dan tujuan Jakarta (Tanjung Priok/Jakarta Gudang)

Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Padalarang-Kasugihan Stasiun berikutnya:
Stasiun Kiaracondong Stasiun Cimekar

Koordinat: 6°56′28″LS 107°41′26″BT / 6,941111°LS 107,690444°BT / -6.941111; 107.690444