DAMRI

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perusahaan Umum DAMRI[1]
Logo Perum DAMRI terbaru.png
Kantor Pusat Perum Damri - panoramio.jpg
Kantor pusat Perum DAMRI di Jakarta, dengan logo lama
Didirikan25 November 1946 (1946-11-25)
Mulai beroperasi1946
Kantor pusatJakarta, Indonesia
Wilayah layananSeluruh Indonesia
Jenis layanan
Jumlah terminal58 Cabang
GarasiSeluruh Indonesia
Jenis bahan bakarSolar dan Listrik (Unit Purwarupa Edison Motor)
OperatorPerusahaan Umum DAMRI
CEOSetia N. Milatia Moemin
Situs webdamri.co.id

Perusahaan Umum DAMRI[1] (awalnya Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia) atau dikenal dengan Perum DAMRI atau hanya DAMRI saja adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang transportasi darat. Perusahaan ini memulai sejarahnya sebagai sebuah jawatan dengan diterbitkannya Maklumat Kementerian Perhubungan RI No.01/DAMRI/46 tanggal 25 November 1946, di mana jawatan tersebut diberi tugas untuk menyelenggarakan angkutan penumpang dan barang di atas jalan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Dalam perkembangan selanjutnya sebagai sebuah perusahaan umum (Perum), nama DAMRI tetap diabadikan sebagai brand mark dari perusahaan yang hingga saat ini masih tetap konsisten menjalankan tugasnya sebagai salah satu penyelenggara jasa angkutan penumpang dan barang dengan menggunakan bus dan truk.

Hingga saat ini, DAMRI memiliki jaringan pelayanan tersebar hampir di seluruh wilayah Republik Indonesia. Dalam kegiatan usahanya DAMRI menyelenggarakan pelayanan angkutan kota, angkutan antarkota dalam provinsi, angkutan antarkota antarprovinsi, angkutan pemadu moda khusus bandar udara, angkutan pariwisata, angkutan logistik, angkutan keperintisan, dan angkutan lintas batas negara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1943, terdapat dua usaha angkutan pada zaman pendudukan Jepang yaitu Jawa Unyu Zigyosha (ジャワ運輸自動車) yang mengkhususkan diri pada angkutan barang dengan truk, gerobak atau cikar, dan juga terdapat Jidousha Sokyoku (自動車総局, Jidousha Soukyoku) yang melayani angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor atau bus. Pada tahun 1945, setelah Indonesia merdeka, di bawah pengelolaan Departemen Perhubungan RI, Jawa Unyuu Jidousha berubah nama menjadi Djawatan Pengangkoetan untuk angkutan barang dan Jidousha Sokyoku beralih menjadi Djawatan Angkutan Darat untuk angkutan penumpang.[2]

Pada 25 November 1946, kedua jawatan itu digabungkan berdasarkan Maklumat Menteri Perhubungan RI No.01/DAM/46 sehingga dibentuklah "Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia", disingkat DAMRI, dengan tugas utama menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, dan angkutan bermotor lainnya.

Tugas tersebut menjadikan semangat kesejarahan DAMRI yang telah memainkan peranan aktif dalam kiprah perjuangan mempertahankan kemerdekaan melawan agresi Belanda di Jawa.

Tahun 1961, terjadi peralihan status DAMRI menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara (BPUPN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 233 Tahun 1961,[3] yang kemudian pada tahun 1965 BPUPN dihapus dan DAMRI ditetapkan menjadi Perusahaan Negara (PN).

Tahun 1982, DAMRI beralih status menjadi Perusahaan Umum (PERUM) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 1984,[4] serta dengan Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2002 dan berkelanjutan hingga saat ini, di mana PERUM DAMRI diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan jasa angkutan umum untuk penumpang dan atau barang di atas jalan dengan kendaraan bermotor. Saat ini, DAMRI merupakan salah satu perusahaan yang dimiliki pemerintah di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Layanan[sunting | sunting sumber]

Angkutan Perkotaan[sunting | sunting sumber]

Angkutan Perkotaan Adalah sebuah moda transportasi perkotaan yang merujuk kepada kendaraan umum dengan rute yang sudah ditentukan. pelayanannya meliputi jaringan trayek kota (dalam wilayah kota, ibukota provinsi dan kabupaten). Jaringan pelayanan meliputi 9 (sembilan) kota besar di seluruh Indonesia meliputi Jabodetabek, Medan, Batam, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Surabaya, Makassar, Kendari dan Manado.

Trans Bandung Raya[sunting | sunting sumber]

DAMRI 5636 melayani Trans Bandung Raya

Trans Bandung Raya merupakan layanan bus kota yang dioperasikan oleh DAMRI di Bandung Raya. Dari kedua puluh trayek yang tersedia, hanya empat trayek saja yang masih beroperasi hingga saat ini. Trayek yang dilayani adalah sebagai berikut,

Kode Trayek Trayek Jalan yang dilewati Keterangan
D1 Cicaheum - Cibeureum » Terminal Cicaheum - Jend Ahmad Yani - H Ibrahim Adjie - Jakarta - Jend Ahmad Yani - Kembang Sapatu - Terate - Samoja - Malabar - Jend Ahmad Yani - Asia Afrika - Jend Sudirman - Rajawali Barat - Elang Raya - Halte Elang« Halte Elang - Elang Raya - Rajawali Barat - Rajawali Timur - Kebon Jati - Suniaraja - Otto Iskandardinata - Stasiun Timur - Perintis Kemerdekaan - Braga - Lembong - Veteran - Jend. Ahmad Yani - Terminal Cicaheum *berhenti operasional sejak 27 Oktober 2021, rute beririsan sepenuhnya dengan Trans Metro Bandung Koridor 2  K2 
D2 Leuwi Panjang - Ledeng » Terminal Leuwi Panjang - Kopo - Pasirkoja - Astana Anyar - Gardujati - Pasir Kaliki - Pajajaran - Dr Cipto - Dr Gunawan - Dr Otten - Westhoff - Pasteur - Pasir Kaliki - Sukajadi - Dr Setiabudi - Terminal Ledeng« Terminal Ledeng - Dr. Setiabudi - Cipaganti - Prof. Eyckman - Pasir Kaliki - Pasteur - Pasir Kaliki - Pajajaran - Cicendo - Kebon Kawung - Otto Iskandardinata - Kebon Jukut - Perintis Kemerdekaan - Braga - Suniaraja - Otto Iskandardinata - Peta - Kopo - Soekarno Hatta - Leuwi Panjang - Terminal Leuwi Panjang *berhenti operasional sejak 27 Oktober 2021
D3 Dipatiukur - Buahbatu *berhenti operasional sebelum era Trans Bandung Raya
D4 Kiaracondong - Ciroyom *berhenti operasional sebelum era Trans Bandung Raya
D5 Leuwi Panjang - Dago » Terminal Leuwi Panjang - Kopo - Pasirkoja - Astana Anyar - Gardujati - Kebon Jati - Suniaraja - Otto Iskandardinata - Stasiun Timur - Perintis Kemerdekaan - Wastukencana - LLRE Martadinata - Ir H Djuanda - Dipatiukur - Halte Dipatiukur« Halte Dipatiukur - Dipatiukur - Hasanudin - Ir H Djuanda - Merdeka - Perintis Kemerdekaan - Braga - Suniaraja - Otto Iskandardinata - Peta - Kopo - Soekarno Hatta - Leuwi Panjang - Terminal Leuwi Panjang *berhenti operasional sejak 27 Oktober 2021, dikonversi ke Trans Metro Pasundan Koridor 4 (K4BD)  4D  sejak 25 Januari 2022
D6 Elang - Cibiru (via Cibeureum) » Halte Elang - Elang Raya - Soekarno Hatta - Halte Bundaran Cibiru« Halte Cibiru - Soekarno Hatta - Jend. Sudirman - Rajawali Barat - Elang Raya - Halte Elang *berhenti operasional sejak 27 Oktober 2021, rute beririsan sepenuhnya dengan Trans Metro Bandung Koridor 1  K1 
 D6A  ElangJatinangor (via Tol Moh. Toha) » Halte Elang - Elang Raya - Rajawali Barat - Garuda - Jend Sudirman - Soekarno Hatta - Moh Toha - Gerbang Tol Moh Toha - Tol Purbaleunyi - Gerbang Tol Cileunyi - Raya Cileunyi - Raya Jatinangor - Pemberhentian Jatinangor« Pemberhentian Jatinangor–Raya Jatinangor–Sindangsari–Gerbang Tol Cileunyi–Tol Purbaleunyi–Gerbang Tol Moh Toha–Moh Toha–Soekarno Hatta–Elang Raya–Halte Elang *Masih operasional
D6B Elang - Jatinangor (via Cibiru) » Halte Elang - Elang Raya - Rajawali Barat - Garuda - Jend Sudirman - Soekarno Hatta - Raya Cibiru - Raya Cinunuk - Raya Cileunyi - Raya Jatinangor - Pemberhentian Jatinangor« Pemberhentian Jatinangor - Raya Jatinangor - Sindangsari - Raya Cileunyi - Percobaan - Raya Cinunuk - Raya Cibiru - Soekarno Hatta - Elang Raya - Halte Elang *berhenti operasional sejak awal tahun 2020 (sebelum pandemi Covid-19 di Indonesia)
D7 Dipatiukur - Jatinangor (via Cicaheum) *berhenti operasional sebelum era Trans Bandung Raya
D7A Dipatiukur - Jatinangor (via Tol Moh. Toha) » Halte Dipatiukur - Dipatiukur - Panatayuda - Surapati - Sentot Alibasyah - Diponegoro - Supratman - Lapang Supratman - Cendana - Taman Pramuka - LLRE Martadinata - Laswi - Pelajar Pejuang 45 - BKR - Moh Toha - Gerbang Tol Moh Toha - Tol Purbaleunyi - Gerbang Tol Cileunyi - Raya Cileunyi - Raya Jatinangor - Pemberhentian Jatinangor« Pemberhentian Jatinangor - Raya Jatinangor - Sindangsari - Raya Cipacing - Gerbang Tol Cileunyi - Tol Purbaleunyi - Gerbang Tol Moh Toha - Moh Toha - BKR - Pelajar Pejuang 45 - Laswi - LLRE Martadinata - Taman Pramuka - Cendana - Lapang Supratman - Diponegoro - Majapahit - Surapati - Prabudimuntur - Surapati - Panatayuda - Dipatiukur - Halte Dipatiukur *berhenti operasional sejak 27 Oktober 2021, dikonversi ke Trans Metro Pasundan Koridor 5 (K5BD)  5D  sejak 21 Desember 2021
D7B Dipatiukur - Jatinangor (via Tol Pasteur) » Halte Dipatiukur - Dipatiukur - Hasanudin - Ir H Djuanda - Cikapayang - Flyover Pasupati - Pasteur - Dr Djunjunan - Gerbang Tol Pasteur - Tol Purbaleunyi - Gerbang Tol Cileunyi - Raya Cileunyi - Raya Jatinangor - Pemberhentian Jatinangor« Pemberhentian Jatinangor - Raya Jatinangor - Sindangsari - Raya Cipacing - Gerbang Tol Cileunyi - Tol Purbaleunyi - Gerbang Tol Pasteur - Dr. Djunjunan - Pasteur - Flyover Pasupati - Cikapayang - Dipatiukur - Halte Dipatiukur *berhenti operasional sejak akhir tahun 2018
 D8  TanjungsariKebon Kalapa » Terminal Tanjungsari - Raya Tanjungsari - Raya Jatinangor - Sindangsari - Raya Cileunyi - Percobaan - Raya Cinunuk - Raya Cibiru - Soekarno Hatta - Moh Toha - Halte Kebon Kalapa« Halte Kebon Kalapa–Moh Toha–Pungkur–Moch Ramdan–Karapitan–Lauk Emas–Buah Batu–KH Ahmad Dahlan–Pelajar Pejuang 45–Buah Batu–Soekarno Hatta–Raya Cibiru–Raya Cinunuk–Raya Cileunyi–Raya Jatinangor–Raya Tanjungsari–Terminal Tanjungsari *Masih operasional
D9 Cicaheum - Leuwi Panjang » Terminal Cicaheum - Jend Ahmad Yani - H Ibrahim Adjie - Jakarta - Jend Ahmad Yani - Kembang Sapatu - Terate - Samoja - Malabar - Jend Ahmad Yani - Asia Afrika - Otto Iskandardinata - Peta - Kopo - Soekarno Hatta - Leuwi Panjang - Terminal Leuwi Panjang« Terminal Leuwi Panjang - Kopo - Pasirkoja - Pungkur - Dewi Sartika - Dalem Kaum - Alun-alun Timur - Asia Afrika - Banceuy - ABC - Naripan - Sunda - Veteran - Jend. Ahmad Yani - Terminal Cicaheum *berhenti operasional sejak 27 Oktober 2021, rute ini sudah digantikan oleh jalur 11 (D11) dengan rute Cibiru-Leuwi Panjang via Cicaheum sejak 6 Desember 2021
D10 Elang - Cicadas (via Lingkar Selatan) *berhenti operasional sebelum era Trans Bandung Raya
 D11  CibiruLeuwi Panjang via Cicaheum » Halte UIN Cibiru - AH Nasution - Cicaheum - Jend Ahmad Yani - H Ibrahim Adjie - Jakarta - Jend Ahmad Yani - Kembang Sapatu - Terate - Samoja - Malabar - Jend Ahmad Yani - Asia Afrika - Otto Iskandardinata - Peta - Kopo - Soekarno Hatta - Leuwi Panjang - Terminal Leuwi Panjang« Terminal Leuwi Panjang–Kopo–Pasirkoja–Pungkur–Dewi Sartika–Dalem Kaum–Alun-alun Timur–Asia Afrika–Banceuy–ABC–Naripan–Sunda–Veteran–Jend Ahmad Yani–Cicaheum–AH Nasution–Soekarno Hatta–AH Nasution–Halte UIN Cibiru *Masih operasional, diperpanjang sampai ke Terminal Leuwi Panjang sejak 6 Desember 2021, Sebelumnya rute: CibiruKebon Kalapa
D12 Alun-alun Kota Bandung - Soreang *berhenti operasional sebelum era Trans Bandung Raya, dikonversi ke Trans Metro Pasundan Koridor 1 (K1BD)  1D  sejak 6 April 2022
D13 Alun-alun Kota Bandung - Baleendah *berhenti operasional sebelum era Trans Bandung Raya, dikonversi ke Trans Metro Pasundan Koridor 3 (K3BD)  3D  sejak 8 April 2022
D14 Kiaracondong - Sarijadi *berhenti operasional sebelum era Trans Bandung Raya
D15 Alun-alun Kota Bandung - Ciburuy » Halte Alun-alun Bandung - Asia Afrika - Jend. Sudirman - Jend H Amir Mahmud - Flyover Cimindi - Jend H Amir Mahmud - Gatot Subroto - Gedung Empat - Gandawijaya - Jend H Amir Mahmud - Raya Gadobangkong - Raya Cimareme - Raya Caringin - Raya Padalarang - Terminal Ciburuy« Terminal Ciburuy–Raya Padalarang–Raya Caringin–Raya Cimareme–Raya Gadobangkong–Jend H Amir Mahmud–Flyover Cimindi–Jend H Amir Mahmud–Rajawali Barat–Garuda–Jend Sudirman–Jamika–Terusan Pasirkoja–Pasirkoja–Pungkur–Dewi Sartika–Dalem Kaum–Alun-alun Timur–Asia Afrika–Halte Alun-alun Bandung *berhenti operasional sejak 27 Oktober 2021, dikonversi ke Trans Metro Pasundan Koridor 2 (K2BD)  2D  sejak 8 April 2022
 DKBP  Alun-alun Kota BandungKota Baru Parahyangan (via Tol Pasteur) » Halte Alun-alun Bandung - Asia Afrika - Banceuy - Suniaraja - Otto Iskandardinata - Stasiun Timur - Perintis Kemerdekaan - Wastukencana - Pajajaran - Cihampelas - Dr Abdul Rivai - Dr Cipto - Dr Gunawan - Dr Otten - Westhoff - Pasteur - Dr Djunjunan - Gerbang Tol Pasteur - Tol Purbaleunyi - Gerbang Tol Padalarang - Parahyangan Raya - Gelap Nyawang - Guru Gantangan - Halte Subanglarang« Halte Subanglarang–Guru Gantangan–Gelap Nyawang–Parahyangan Raya–Gerbang Tol Padalarang–Tol Purbaleunyi–Gerbang Tol Pasteur–Dr Djunjunan–Pasteur–Cihampelas–Wastukencana–LLRE Martadinata–Merdeka–Lembong–Tamblong–Asia Afrika–Halte Alun-alun Bandung *Masih operasional, rute Aglomerasi

Angkutan Pemadu Moda[sunting | sunting sumber]

Angkutan pemadu moda atau dikenal dengan angkutan bandar udara (angkutan bandara) merupakan salah satu segmen pelayanan yang beroperasi dari dan ke Bandar udara. Segmen Angkutan Bandar udara ini tidak hanya melayani wilayah Ibu Kota Jakarta saja, namun sudah hampir menjangkau Bandar udara-bandar udara yang ada di wilayah Indonesia. Pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan ini akan terus memberikan pelayanan terbaiknya dengan tarif relatif terjangkau, aman dan nyaman. Terdapat di 25 Kantor Cabang DAMRI yang terdiri dari 90 Trayek dan didukung dengan 598 unit armada.

Angkutan Antarkota[sunting | sunting sumber]

Angkutan antarkota terdiri dari antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP). Terdapat 33 Kantor Cabang DAMRI di seluruh kota di Indonesia. DAMRI angkutan antarkota dilayani dengan kelas non-ekonomi atau kelas komersil seperti Bisnis, Eksekutif, Royal dan Limosin.

Angkutan Antarnegara[sunting | sunting sumber]

Angkutan antarnegara atau dikenal dengan antar lintas batas negara yang disingkat jadi ALBN adalah angkutan dari satu kota ke kota lain yang melewati lintas batas negara dengan menggunakan mobil bus umum yang terikat dalalm trayek. DAMRI mempelopori transportasi lintas-batas antar negara Indonesia dan Malaysia, dengan melayani trayek dari Pontianak (Indonesia) tujuan Kuching (Malaysia). Selain itu DAMRI juga telah membuka layanan baru dari Pontianak menuju Bandar Seri Begawan (Brunei).

DAMRI juga sedang merintis rute antar negara seperti ke Timor Leste dan Papua Nugini. Trayek Angkutan Antar Negara yaitu:

Angkutan Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Melayani angkutan pariwisata atau travel dengan menggunakan kendaraan minibus, bus medium dan bus besar. Juga bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakeraan dalam pengangkutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta ke daerah asal TKI.

Angkutan Perintis[sunting | sunting sumber]

Angkutan Perintis Perum DAMRI

Melayani daerah-daerah terpencil dan terisolir yang belum dilayani oleh perusahaan angkutan lain. Angkutan Perintis merupakan penugasan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi agar anak-anak dapat bersekolah, biaya logistik dapat berkurang, dan hasil bumi dapat terdistribusikan.

Angkutan Logistik[sunting | sunting sumber]

DAMRI juga melayani pengiriman barang dengan menggunakan truk yang bernama dagang sebagai DAMRI Logistik. DAMRI bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk tujuan Medan, Dumai, Surabaya dan Mataram di jalur primer dan sekunder. DAMRI Logistik juga melayani angkutan barang sebagai layanan terusan dari PT Kereta Api Logistik serta pihak swasta lainnya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Pasal 6 PP 38/2018
  2. ^ "Damri.co.id". Diakses tanggal 1 Juni 2020. 
  3. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 1961" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Diakses tanggal 26 Oktober 2021. 
  4. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 1982" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 26 Oktober 2021.