Kota Administrasi Jakarta Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jakarta Barat)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Administrasi Jakarta Barat
Seal of West Jakarta.jpg
Lambang Kota Administrasi Jakarta Barat


Moto: Kampung Kite Kalo Bukan Kite Nyang Ngurusin Siape Lagi



Jakarta barat.png
Peta lokasi Kota Administrasi Jakarta Barat di DKI Jakarta
Koordinat: 106°- 48°BT dan 60°-12° LU
Provinsi DKI Jakarta
Dasar hukum Peraturan Pemerintah
Nomor 25 Tahun 1978
Ibu kota Kembangan
Pemerintahan
- Wali Kota Rustam Effendi
- Wakil Walikota Muhammad Zen
APBD
Luas 129,54 km2
Populasi
- Total 2.528.065 jiwa (2017)[1]
- Kepadatan 19.515,71 jiwa/km2
Demografi
- Suku bangsa Jawa (31.6%)
Betawi (29.8%)
Sunda (14.6%)
Tionghoa (13.7%)
Minang (1.8%)
- Agama Islam 75,09%
Kristen Protestan 10,47%
Buddha 8,34%
Katolik 5,97%
Hindu 0,11%
Lainnya 0,02%[2]
- Bahasa Bahasa Indonesia Bahasa Betawi
- Kode area telepon 021
Pembagian administratif
- Kecamatan 8
- Kelurahan 56
Simbol khas daerah
Situs web http://barat.jakarta.go.id/

Kota Administrasi Jakarta Barat adalah salah satu dari 5 kota administrasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pusat Pemerintahannya berada di Kembangan. Jakarta Barat secara administratif terbagi menjadi 8 kecamatan dan 56 kelurahan.[1]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kota Administrasi Jakarta Utara
Timur Kota Administrasi Jakarta Pusat
Selatan Kota Administrasi Jakarta Selatan
Barat Provinsi Banten (Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jakarta Barat terkenal dengan peninggalan masa kolonial Belanda seperti Gedung Balai Kota (kini menjadi Museum Sejarah Jakarta), kawasan Pecinan (Glodok) dan juga sejumlah mesjid tua serta benteng-benteng pertahanan masa awal pendudukan Belanda di Batavia.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Daftar Wali Kota Administratif Jakarta Barat dari masa ke masa.

No Foto Nama Masa Jabatan Ket. Wakil
1
R. Sudardja
1966
1972
2
S. Silalahi
1972
1979
3
Eddy Ruchijat Soheh
1979
1987
4
Sudjoko Tirtowidjojo
1987
1993
5
Sutardjiamto
1993
1998
6
Sarimun Hadisaputra
1998
2004
7
Fadjar-panjaitan-5.jpg Fadjar Panjaitan
2004
2008
8
Mas Djoko Ramadhan
Juni 2008
10 Agustus 2010
9
Burhanuddin
10 Agustus 2010
11 April 2013
[3][4]
Sukarno
(–Mei 2013)
Sylviana Murni.jpg Sylviana Murni
(Pelaksana Tugas Wali kota)
11 April 2013
17 Mei 2013
10
Fatahillah Jakbar.jpg Fatahillah
17 Mei 2013
12 Februari 2014
[5][6]
Bambang Musyawardana
(Mei 2013–Nov.2013)
Muhammad Yuliadi
(Nov. 2013–Sep. 2015)
11
Anas Effendi
11 Maret 2014
5 Juli 2018
[7]
Muhammad Zen
(Sep. 2015–)
12
Rustam Effendi Wali Kota Jakarta Barat.jpg Rustam Effendi
5 Juli 2018
Petahana

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Provinsi DKI Jakarta memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Selain itu DPRD Provinsi DKI Jakarta juga memberikan pertimbangan terhadap calon wali kota/bupati yang diajukan oleh Gubernur.[8] Berbeda dengan DPRD Provinsi lainnya, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta berjumlah paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah maksimal untuk kategori jumlah penduduk DKI Jakarta sebagaimana ditentukan dalam undang-undang.[8] Saat ini anggota DPRD DKI Jakarta terdiri dari 106 anggota yang dipilih berdasarkan daftar terbuka dari partai dalampemilihan umum legislatif. Pemilihan dilakukan setiap lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah seluruh Indonesia. Pemilihan umum terakhir dilaksanakan pada 17 April 2019. Dewan ini berkantor di Gedung DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Pimpinan DPRD DKI Jakarta terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD DKI Jakarta yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 26 Agustus 2019 oleh Plt. Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta di Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. Komposisi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 terdiri dari 10 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 25 kursi.[9][10][11] Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD DKI Jakarta dalam empat periode terakhir.[12][13][14][15]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
Logo Partai Damai Sejahtera.svg PDS 4 Steady 4
Partai Bintang Reformasi (Indonesia).jpg PBR 2 0
Logo PKB.svg PKB 4 1 6 5
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 11 Steady 11 28 25
GolkarLogo.png Golkar 7 Steady 7 9 6
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 18 Steady 18 11 16
Logo PPP.svg PPP 7 Steady 7 10 1
Logo PAN.svg PAN 6 4 2 9
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 16 32 10 Steady 10
Logo Hanura.svg Hanura (Baru!) 4 10 0
Logo Gerindra.svg Gerindra (Baru!) 6 15 19
Partai NasDem.svg NasDem (Baru!) 5 7
LogoPSI.svg PSI (Baru!) 8
Jumlah Anggota 75 94 106 Steady 106
Jumlah Partai 9 10 Steady 10 Steady 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Administrasi Jakarta Barat memiliki 8 kecamatan dan 56 kelurahan dengan kode pos 11710 hingga 11850.[16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Administrasi Jakarta Barat, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
31.73.01 Cengkareng 6
31.73.02 Grogol Petamburan 7
31.73.03 Taman Sari 8
31.73.04 Tambora 11
31.73.05 Kebon Jeruk 7
31.73.06 Kalideres 5
31.73.07 Palmerah 6
31.73.08 Kembangan 6
TOTAL 56 Sumber:Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Setelah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dirancang untuk menjadi daerah pusat bisnis bagi kawasan Jakarta dan sekitarnya. Khususnya di Kecamatan Kembangan telah dan akan dibangun mal, pusat hiburan, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran, rumah sakit, sekolah dan sebagainya. Daerah ini menjadi begitu strategis karena dilewati rangkaian Jalan Lingkar Luar Jakarta (JORR).

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kota Administrasi Jakarta Barat memiliki fasilitas transportasi yang sangat lengkap, diantaranya,

Terminal[sunting | sunting sumber]

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Transjakarta[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kota Administrasi Jakarta Barat memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap,diantaranya :

Dll

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kota Administrasi Jakarta Barat memiliki fasilitas Pendidikan yang cukup lengkap, diantaranya :

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Kota Administrasi Jakarta Barat memiliki Pusat Perbelanjaan terlengkap, diantaranya :

Alamat Kantor Pusat[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2018". BPS DKI Jakarta. Diakses tanggal 19 Februari 2019. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk DKI Jakarta Berdasarkan Agama 2017". www.data.jakarta.go.id. Diakses tanggal 20 Februari 2019. 
  3. ^ Siregar, Dimas (11 April 2013). "Wali Kota Jakarta Barat Mundur". Tempo.co. Diakses tanggal 20 Februari 2017. 
  4. ^ Sedayu, Agung (10 Agustus 2010). "Wali Kota Jakarta Barat Diganti Hari Ini". Tempo.co. Diakses tanggal 20 Februari 2017. 
  5. ^ BIL; GAH (12 Februari 2014). "Wali kota Jakarta Barat Juga Tak Luput Dimutasi oleh Jokowi-Ahok". detikNews. Diakses tanggal 20 Februari 2017. 
  6. ^ Aziza, Kurnia Sari (17 Mei 2013). Syatiri, Ana Shofiana, ed. "Fatahillah Sah sebagai Wali Kota Jakbar". Kompas.com. Diakses tanggal 20 Februari 2017. 
  7. ^ "Ini Nama Pejabat Baru yang Dilantik Ahok". PoskoKota News. 4 September 2015. Diakses tanggal 20 Februari 2017. 
  8. ^ a b Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia
  9. ^ Amri Amrullah (26-08-2019). Esthi Maharani, ed. "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Dilantik". republika.co.id. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  10. ^ Sabik Aji Taufan (26-08-2019). Kuswandi, ed. "106 Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 Dilantik". JawaPos.com. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  11. ^ Andry Novelino (26-08-2019). "Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 Resmi Dilantik". CNN Indonesia. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  12. ^ Muhammad Fida Ul Haq (26-08-2019). "Sah! Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019-2024". detik.com. DetikNews. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  13. ^ "94 Anggota Baru DPRD DKI Dilantik". kompas.com. 25-08-2009. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  14. ^ "75 Anggota DPRD DKI Periode 2004-2009 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2004. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  15. ^ "Hari Ini 106 Anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019 Dilantik". detik.com. DetikNews. 25-08-2014. Diakses tanggal 22-09-2019. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]