Lompat ke isi

Heru Budi Hartono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Heru Budi Hartono
Penjabat Gubernur DKI Jakarta
Penjabat
16 Oktober 2022  20 Oktober 2024
PresidenJoko Widodo
Kepala Sekretariat Presiden Indonesia
Masa jabatan
20 Juli 2017  20 Oktober 2024
PresidenJoko Widodo
Sebelum
Pendahulu
Dharmansjah Djumala
Sebelum
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara ke-8
Masa jabatan
13 Januari 2014  27 Januari 2015
Gubernur
Komisaris Utama MRT Jakarta
Mulai menjabat
19 Oktober 2024
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
Sebelum
Pendahulu
TIDAK DIKETAHUI
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir13 Desember 1965 (umur 60)
Kolang, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Indonesia
Partai politik  Independen
Suami/istriMirdiyanti[1]
AlmamaterUniversitas Krisnadwipayana (M.M.)
PekerjaanBirokrat
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Heru Budi Hartono (lahir 13 Desember 1965) adalah birokrat Indonesia yang pernah menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta dari 16 Oktober 2022- 18 Oktober 2024 . Heru juga merupakan Kepala Sekretariat Presiden sejak Juli 2017 sampai dengan November 2024. Sebelumnya Ia menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yakni antara tahun 2015 sampai 2017.[2][3] Ia sempat ditunjuk oleh Gubernur Basuki untuk menjadi bakal calon Wakil Gubernur pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 melalui jalur independen.[4] Ia merupakan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) pada masa kepemimpinan Joko Widodo.[5] Selain berkarier sebagai birokrat, Heru juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan komisaris, yakni sebagai Komisaris Utama PT MRT Jakarta (2024–sekarang), Komisaris PT Bank Tabungan Negara (2019–2022), Komisaris PT Bank DKI (2015–2018), serta Komisaris Utama PT Delta Jakarta (2014–2016).

Riwayat pekerjaan

[sunting | sunting sumber]

Heru mengawali karier sebagai Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara pada 1993, kemudian bertugas sebagai Staf Bagian Penyusunan Program (1995), sebelum dipercaya menjadi Kepala Subbagian Pengendalian Pelaporan (1999) dan Kepala Subbagian Sarana & Prasarana (2002) di Jakarta Utara. Pada 2007 ia menjabat Kepala Bagian Umum, lalu Kepala Bagian Administrasi Sarana Perkotaan (2008). Kariernya berlanjut ke tingkat provinsi sebagai Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri Biro KDH (2012) dan Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Jakarta (2013). Tahun 2014, ia diangkat sebagai Wali Kota Jakarta Utara sekaligus Komisaris Utama PT Delta Jakarta.[6] Pada periode Oktober 2014 hingga Juli 2017, ia menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta, serta dipercaya sebagai Komisaris PT Bank DKI (2015).

Kariernya di tingkat nasional dimulai saat menjabat Kepala Sekretariat Presiden RI (2017–2024). Ia juga sempat menjadi Komisaris PT Bank Tabungan Negara (2019), sebelum ditunjuk sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta (2022–2024).[7] Pada 2024 hingga saat ini, ia menjabat Komisaris Utama PT MRT Jakarta.

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]
Slogan Sukses Jakarta Untuk Indonesia

Heru Budi membuat logo Sukses Jakarta Untuk Indonesia yang diduga menggantikan logo Plus Jakarta untuk kepemimpinannya. Namun ini dibantah oleh dirinya sendiri karena slogan tersebut hanya untuk menggantikan slogan "Maju Kotanya, Bahagia Warganya" yang dicetuskan oleh Mantan Gubernur Anies Baswedan.[8] Namun merujuk pada terbitnya Keputusan Gubernur no. 292/2023 tentang Cita Provinsi[9] dan adanya lomba desain ikon Jakarta,[10] muncul opini publik bahwa upaya untuk menggantikan logo Plus Jakarta adalah intensional.

Pada 16 April 2023, Heru dikritik oleh netizen dan kelompok advokasi bersepeda Indonesia Bike2Work dalam keputusannya untuk merobohkan jalur pedestrian dan jalur sepeda, dan dialihgunakan kembali menjadi jalan raya. Ini dilakukan di persimpangan antara Jalan Santa dan Jalan Kapten Tendean di mana jalan tersebut dibangun pada masa Anies menjabat.[11]

Pada bulan Maret 2024, Heru Budi mencabut setengah dari penerima beasiswa KJMU secara sepihak tanpa konfirmasi ulang yang mengakibatkan 12.000 mahasiswa miskin terancam putus kuliah, kebijakan ini dibatalkan karena tekanan dari DPR dan DPRD DKI Jakarta.[12][13]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Ketua DWP Jakut Dilantik". Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. 13 Januari 2014. Diakses tanggal 7 Oktober 2022.
  2. https://jdih.jakarta.go.id/himpunan/produk_download/5889[pranala nonaktif permanen]
  3. 5 hal tentang Heru Budi Hartono, bakal calon wakil Ahok. Diakses dari situs berita Rappler 13 Maret 2015]
  4. Jadi Calon Wagub Dampingi Ahok, Ini Kata Heru Budi Tempo.co, tanggal 8 Maret 2016. Diakses pada tanggal 11 Maret 2016.
  5. Media, Kompas Cyber (2022-10-07). "Profil Heru Budi Hartono, Orang Dekat Jokowi yang Ditunjuk Jadi Pj Gubernur DKI Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-06-04.
  6. http://moral-politik.com/2014/01/jokowi-lantik-walikota-jakarta-utara-heru-budi-hartono/
  7. https://www.kompas.tv/article/337070/heru-budi-hartono-ditunjuk-sebagai-gubernur-dki-jakarta-hingga-2024
  8. https://en.tempo.co/read/1667249/jakarta-introduces-new-slogan-sukses-jakarta-untuk-indonesia
  9. https://jdih.jakarta.go.id/dokumen/detail/13523
  10. https://news.detik.com/berita/d-6739556/lomba-desain-ikon-jakarta-ramai-disorot-netizen-dan-politikus-kenapa
  11. https://twitter.com/B2WIndonesia/status/1647298142713561088
  12. Prabowo, Kautsar Widya (2024-03-06). "Legislator Ungkap Total 12 Ribu Mahasiswa Dicabut dari Penerima KJMU". Metro TV News. Diakses tanggal 2024-06-04.
  13. RI, BPK (2024-03-15). "DPRD Sebut Pemprov DKI Cabut 12 Ribu Penerima KJMU Tahun Ini". Badan Pemeriksa Keuangan. Diakses tanggal 2024-06-04.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Jabatan politik
Didahului oleh:
Anies Baswedan
Penjabat
Gubernur DKI Jakarta

2022–2024
Diteruskan oleh:
Teguh Setyabudi (Pj.)
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Dharmansjah Djumala
Kepala Sekretariat Presiden Indonesia
2017–2024
Diteruskan oleh:
Ariyo Windutomo
Didahului oleh:
Bambang Sugiyono
Wali Kota Jakarta Utara
2014–2015
Diteruskan oleh:
Rustam Effendi