Daftar Gubernur Banten

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gubernur Banten
Sunda: ᮌᮥᮘᮨᮁᮔᮥᮁ ᮘᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪
Coat of arms of Banten.svg
Flag of Banten, Indonesia.svg
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar.jpeg
Petahana
Al Muktabar
(Penjabat)

sejak 12 Mei 2022
Masa jabatan5 tahun
Pejabat perdanaHakamuddin Djamal
Dibentuk17 November 2000; 21 tahun lalu (2000-11-17)
Situs webSitus web resmi

Banten merupakan sebuah provinsi yang dimekarkan dari Jawa Barat dan dipimpin oleh seorang kepala daerah yang biasa disebut Gubernur. Dalam sejarahnya, Gubernur Banten dijabat pertama kali oleh Hakamuddin Djamal yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat. Dalam membantu tugas kegubernuran dan melaksanakan kebijakan-kebijakan daerah, maka Gubernur Banten dibantu oleh wakil gubernur yang terpilih bersama dengan gubernur dalam pemilihan umum kepala daerah.

Hakamuddin Djamal digantikan oleh Djoko Munandar dari Partai Persatuan Pembangunan yang terpilih berdasarkan pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pada 2001. Ratu Atut Chosiyah, gubernur perempuan pertama di Indonesia yang terpilih menjadi gubernur dalam pemilihan umum yang dilaksanakan secara langsung dipilih oleh rakyat pada 2006. Masa jabatannya berlangsung selama dua periode sebelum akhirnya diberhentikan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Daftar[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan daftar gubernur provinsi Banten.

No. Potret Gubernur Partai Awal Akhir Periode Wakil Ref.
1 Missing photo.svg Djoko Munandar
(1948–2008)
PPP 11 Januari 2002 20 Oktober 2005[a] 1
(2001)
Ratu Atut [2]
2 Ratu Atut.jpg Ratu Atut
(lahir 1962)
Partai Golkar 11 Januari 2007 11 Januari 2012 2
(2006)
Masduki
11 Januari 2012 29 Juli 2015[b] 3
(2011)
Rano Karno [4][5][6]
3 Rano Karno Gubernur.jpg Rano Karno
(lahir 1960)
Signature of Rano Karno.svg
PDI-P 12 Agustus 2015 11 Januari 2017 Tidak ada [7]
4 Gubernur Banten Wahidin Halim.jpg Wahidin Halim
(lahir 1954)
Partai Demokrat 12 Mei 2017 12 Mei 2022 4
(2017)
Andika Hazrumy [8][9]

Pengganti sementara Gubernur[sunting | sunting sumber]

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil gubernur, termasuk ketika posisi gubernur berada dalam masa transisi. Berikut merupakan daftar pengganti sementara untuk jabatan Gubernur Banten.

Potret Pelaksana tugas Gubernur Mulai jabatan Akhir jabatan Masa Ket. Gubernur Definitif
Hakamuddin Djamal
(Penjabat)
17 November 2000 11 Januari 2002 Transisi
Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten (2007).jpg Ratu Atut Chosiyah
(Pelaksana Tugas)
20 Oktober 2005 11 Januari 2007 1
(2001)
Djoko Munandar
Rano Karno pltgub.jpg Rano Karno
(Pelaksana Tugas)
13 Mei 2014 12 Agustus 2015 3
(2011)
[10] Ratu Atut Chosiyah
Nata Irawan.jpg Nata Irawan
(Pelaksana Tugas)
26 Oktober 2016 11 Januari 2017 [ket. 1][11] Rano Karno
11 Januari 2017 30 Januari 2017 Transisi
30 Januari 2017 12 Mei 2017 [12]
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar.jpeg Al Muktabar
(Penjabat)
12 Mei 2022 Petahana [13]
Catatan
  1. ^ Pada 10 Oktober 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menonaktifkan Djoko setelah menjadi tersangka kasus korupsi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 169/M/Tahun 2005.[1]
  2. ^ Pada 9 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menonaktifkan Atut setelah menjadi tersangka kasus korupsi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28/P/2014.[3] Kemudian ia diberhentikan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Juli 2015 melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 63/P Tahun 2015.
Keterangan
  1. ^ Gubernur Banten cuti dalam kontestasi Pemilihan umum Gubernur Banten 2017. Kemudian, Pemerintah Pusat menunjuk Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri untuk menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Banten.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Gubernur Banten Djoko Munandar Dinonaktifkan". Liputan6.com. 11 Oktober 2005. Diakses tanggal 23 Juni 2021. 
  2. ^ "Mendagri: Djoko Munandar Masih Bisa Jabat Gubernur Banten". Detik.com. 17 Oktober 2005. Diakses tanggal 22 Juni 2021. 
  3. ^ Muhammad, Ali (9 Mei 2014). "Ratu Atut Resmi Dinonaktifkan, Rano Karno Plt Gubernur Banten". Liputan6.com. Diakses tanggal 23 Juni 2021. 
  4. ^ "Biaya Pelantikan Gubernur Banten Telan 400 Juta". Tempo.co. 25 November 2011. Diakses tanggal 13 Juni 2022. 
  5. ^ Cyprianus Anto Saptowalyono (11 Januari 2012). Adhi, Robert, ed. "Ratu Atut dan Rano Kano Resmi Jadi Gubernur dan Wagub Banten". Kompas.com. Diakses tanggal 13 Juni 2022. 
  6. ^ "Pemprov Terima Kepres Pemberhentian Gubernur Non Aktif". Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Humas Kemenpanrb. 31 Juli 2015. Diakses tanggal 13 Juni 2022. 
  7. ^ "Di Istana, Presiden Jokowi Lantik Rano Karno Sebagai Gubernur Banten". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Humas Setkab. 12 Agustus 2015. Diakses tanggal 13 Juni 2022. 
  8. ^ "Presiden Jokowi Lantik 5 Gubernur dan 6 Wakil Gubernur". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Humas Setkab. 12 Mei 2017. Diakses tanggal 13 Juni 2022. 
  9. ^ "DPRD Usulkan Pemberhentian Gubernur Banten Ke Presiden Jokowi". CNN Indonesia. Serang. 6 April 2022. Diakses tanggal 9 Mei 2022. 
  10. ^ Ulum, Wasiul (13 Mei 2014). "Rano Karno Resmi Jadi Plt Gubernur Banten". Tempo.co. Diakses tanggal 10 Mei 2022. 
  11. ^ Carina, Jessi (26 Oktober 2016). Rastika, Icha, ed. "Nata Irawan Resmi Jadi Plt Gubernur Banten". Kompas.com. Diakses tanggal 13 Februari 2017. 
  12. ^ Dami, Laurens (21 Januari 2017). JAS, ed. "Nata Irawan Akan Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Banten". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 13 Februari 2017. 
  13. ^ Hairul Alwan (12 Mei 2022). "Al Muktabar Resmi Dilantik Mendagri Jadi PJ Gubernur Banten". Suara Banten. Diakses tanggal 13 Mei 2022.