Rano Karno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
H.
Rano Karno
S.I.P.
Rano Karno Gubernur.jpg
Gubernur Banten ke-3
Masa jabatan
13 Mei 2014 – 11 Januari 2017
(Pelaksana Tugas sampai 12 Agustus 2015)
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
PendahuluRatu Atut Chosiyah
PenggantiNata Irawan (Pj.)
Wahidin Halim
Wakil Gubernur Banten ke-3
Masa jabatan
11 Januari 2012 – 13 Mei 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
GubernurRatu Atut Chosiyah
PendahuluMohammad Masduki
PenggantiAndika Hazrumy
Wakil Bupati Tangerang
Masa jabatan
22 Maret 2008 – 19 Desember 2011
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurRatu Atut Chosiyah
PendahuluDjoko Munandar
PenggantiHermansyah
Anggota MPR RI Fraksi Golkar
Masa jabatan
1 Oktober 1997 – 1 Oktober 1999
PresidenSoeharto
Bacharuddin Jusuf Habibie
Informasi pribadi
Lahir8 Oktober 1960 (umur 58)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikLogo GOLKAR.jpg Golongan Karya (1997–99)
25px PDI Perjuangan
PasanganHj. Dewi Indriati (k. 1988)
HubunganRubby Karno (kakak)
Tino Karno (kakak)
Santi Karno (adik)
Suti Karno (adik)
Nurli Karno (adik)
AnakRaka Widyarma (anak angkat)
Deanti Rakasiwi (anak angkat)
Tempat tinggalLebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan
Alma materSMA Negeri 6 Jakarta
Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta
PekerjaanAktor, penyanyi, sutradara, penulis skenario
Orang tuaSoekarno M. Noer (ayah)
Lily Istiarti (ibu)
PenghargaanAktor Terbaik Festival Film Indonesia 1991
Tanda tangan
Situs webranokarno.com

H. Rano Karno, S.I.P (lahir di Jakarta, 8 Oktober 1960; umur 58 tahun) adalah seorang aktor, penyanyi, dan sutradara, Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Banten sejak 12 Agustus 2015 hingga 11 Januari 2017. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten sejak 13 Mei 2014 hingga 12 Agustus 2015 menggantikan Ratu Atut Chosiyah yang dinonaktifkan karena terkait kasus suap pilkada di MK. Ia terkenal pada tahun 1970-an dan 1980-an sebagai aktor melalui sejumlah film seperti Rio Anakku, Gita Cinta dari SMA, dan Taksi, serta sebagai Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan pada tahun 1990-an. Selain aktor, Rano Karno juga dikenal sebagai penyanyi dan sutradara.

Ayahnya adalah seorang aktor kawakan, Soekarno M. Noer. Selain itu dia juga mempunyai saudara kandung yang juga turut bermain film seperti Tino Karno dan Suti Karno. Ia pernah diwacanakan menjadi pendamping Fauzi Bowo sebagai wakil gubernur dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Pada 22 Maret 2008, ia resmi dilantik menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013. Namun tanggal 19 Desember 2011, ia mengundurkan diri dari jabatannya Wakil Bupati Tangerang, karena ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah periode 2012-2017 [1].

Biografi[sunting | sunting sumber]

Karier di dunia hiburan[sunting | sunting sumber]

Rano Karno

Sejak umur sembilan tahun, Rano sudah diajak ayahnya membintangi film Lewat Tengah Malam, memerankan tokoh anak. Namanya mulai dikenal lewat film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjuman Djaja yang diangkat dari cerita Aman Datoek Madjoindo. Dalam film itu, putra ketiga dari enam bersaudara pasangan Soekarno M. Noer (Minang) dan Istiarti M Noer (Jawa) berperan sebagai pemeran utama. Sejak itu, prestasinya pun mulai kelihatan. Lewat film Rio Anakku (1973), Rano memperoleh penghargaan Aktor Harapan I PWI Jaya (1974). Kemudian, dalam Festifal Film Asia 1974 di Taipei, Taiwan, ia meraih hadiah The Best Child Actor. Selanjutnya ia mendapat peran-peran remaja dan dewasa lewat film Wajah Tiga Perempuan (1976), Suci Sang Primadona (1977), Gita Cinta dari SMA (1979). Untuk mendukung niatnya terjun ke dunia film, Rano pun belajar akting di East West Player, Amerika Serikat.

Ketika industri film Indonesia 'pingsan', Rano beralih ke sinetron. Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron paling monumental yang digarapnya bersama saudara-saudaranya dalam Karnos Film. Dalam sinetron itu, di samping menjadi sutradara, penulis cerita dan skenario, Rano juga ikut main menjadi Si Doel. Selain serial Si Doel Anak Sekolahan 1-6, PT Karnos Film juga menghasilkan sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat.

Rano juga pernah terjun ke dunia tarik suara. Album perdananya, "Yang Sangat Kusayang" terhitung cukup laku di pasaran.[2]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Di awal tahun 2007, Rano pernah berpamitan kepada insan film nasional, untuk lebih berkonsentrasi dalam 'karier baru'-nya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta.[3] Namun pertengahan 2007, muncul iklan keluarga Si Doel yang mendukung Fauzi Bowo. Hal ini sempat memunculkan rumor bahwa Rano mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah dari Fauzi Bowo. Meski hal itu akhirnya ditepis oleh kedua pihak.[4]

Wakil Bupati Tangerang[sunting | sunting sumber]

Rano kembali mengejutkan publik di penghujung 2007 dengan menyatakan bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tangerang sesuai dengan keputusan partai pendukung untuk mendampingi Calon Bupati Ismet Iskandar pada Pilkada Tangerang 2008[5] Pasangan ini kemudian terpilih sebagai pemenang dan Rano menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.

Wakil Gubernur Banten[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2011, Rano mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah (Gubernur Banten periode 2007-2011). dan berdasarka hasil perhitungan yang diumumkan oleh KPUD Banten pada tanggal 30 Oktober 2011, dipastikan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno memenangkan hasil pilkada banten. Pasangan Atut-Rano Karno mengalahkan pasangan nomor urut 2 Wahidin Halim-Irna Nurulita dan nomor urut 3 Jazuli Juwaeni-Makmun Muzzaki[6].

Pelaksana Tugas Gubernur Banten[sunting | sunting sumber]

Sejak 13 Mei 2014, Rano Karno ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat sebagai Plt. Gubernur Banten menggantikan Ratu Atut Chosiyah yang dinonaktifkan terkait kasus suap pilkada di MK.

Kehidupan pribadi dan sosial[sunting | sunting sumber]

Rano menikah dengan Dewi Indriati pada 8 Februari 1988 dan mengadopsi 2 orang anak, Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi. Sebelumnya Rano pernah menikah dan berakhir dengan perceraian setelah 2 tahun.

Rano Karno pernah diangkat sebagai duta khusus Indonesia dalam bidang pendidikan oleh UNICEF, sebuah badan di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang bergerak dalam bidang pendidikan. Rano bisa menjadi duta UNICEF dari Indonesia, setelah direkomendasikan oleh Prof Dr Emil Salim, Mantan Menteri Kesehatan (alm) Prof. Dr. Adhyatma, Ibu Prof. Singgih, Ibu Prof Murprawoto.[7]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Film televisi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Bintang Drama Pria Terfavorit dalam Panasonic Awards 1997
  • Penghargaan Surjosoemanto dari BP2N (Dewan Film Nasional) 1997
  • Nominasi FFI: Yang (1984), Ranjau-Ranjau Cinta (1985), Arini I (1987), Arini II (1989), Kuberikan Segalanya (1992)
  • Aktor Utama Terbaik dalam Taksi FFI 1991
  • Pemain Cilik Terbaik FFI 1974 di Surabaya
  • Best Child Actor FFA 1974 di Taiwan lewat film Rio Anakku (1973)
  • Aktor Harapan I Pemilihan Best Actor/Actrees PWI 1974

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Ratu Atut Chosiyah
Gubernur Banten
2015–2017
(Pelaksana Tugas: 2014–2015)
Diteruskan oleh:
Wahidin Halim
Didahului oleh:
Mohammad Masduki
Wakil Gubernur Banten
2012–2014
Jabatan lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Andika Hazrumy
Didahului oleh:
Tidak diketahui
Wakil Bupati Tangerang
2008–2011
Jabatan lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Hermansyah
Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Rachmat Hidayat
Film : Pacar Ketinggalan Kereta
(1989)
Pemeran Utama Pria Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Taksi
(1990)
Diteruskan oleh:
Tio Pakusadewo
Film : Lagu untuk Seruni
(1991)