Rano Karno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Rano Karno
Rano Karno Gubernur.jpg
H. Rano Karno sebagai Gubernur Provinsi Banten periode 2015–2017
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
Perolehan suara274.294 (2019)[1]
Daerah pemilihanBanten III
Gubernur Banten ke-3
Masa jabatan
13 Mei 2014 – 11 Januari 2017
(Pelaksana Tugas sampai 12 Agustus 2015)
PendahuluRatu Atut Chosiyah
PenggantiWahidin Halim
Wakil Gubernur Banten ke-3
Masa jabatan
11 Januari 2012 – 13 Mei 2014
GubernurRatu Atut Chosiyah
PendahuluMohammad Masduki
PenggantiAndika Hazrumy
Wakil Bupati Tangerang ke-1
Masa jabatan
22 Maret 2008 – 19 Desember 2011
PendahuluMoch. Norodom Sukarno
PenggantiHermansyah
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1997 – 1 Oktober 1999
Informasi pribadi
Lahir
Rano Karno

8 Oktober 1961 (umur 60)
Jakarta, Indonesia
Partai politik  PDI-P (1999–sekarang)
Afiliasi politik
lainnya
  Golkar (1997—1999)
Suami/istri
  • Nani Murwanti Soewanto (bercerai)
Hj. Dewi Indriati
(m. 1988)
Anak2, keduanya anak angkat
Kerabat
Alma materSekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta
Pekerjaan
Orang tuaSoekarno M. Noor (ayah)
Lily Istiarti (ibu)
Tanda tangan
Karier musik
AsalKemayoran, Jakarta Pusat
Genre
InstrumenVokal
LabelPurnama Records
Artis terkait

H. Rano Karno, S.I.P. (lahir 8 Oktober 1961) adalah seorang aktor, penyanyi, politikus dan sutradara Indonesia keturunan Jawa dan Minangkabau, Sumatera Barat. Ia adalah putra dari aktor Indonesia, Soekarno M. Noor sekaligus adik dari aktor Indonesia, Tino Karno dan kakak dari pemeran Indonesia, Suti Karno. Saat ini, ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjabat sejak 1 Oktober 2019.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Rano Karno dilahirkan pada 8 Oktober 1960 di Jakarta,[2] putra dari aktor Soekarno M. Noer dan Lily Istiarti, dan dibesarkan di Kemayoran, Jakarta Pusat.[2][3] Karena pendapatan ayahnya yang rendah, ia dibesarkan dalam kemiskinan; dia kemudian berkelakar bahwa keluarganya punya satu piring untuk memberi makan lima orang, seperti lagu dangdut populer.[3] Meskipun keuangan keluarga tidak akan cukup untuk membiayai sekolahnya, ia dapat menyelesaikan sekolahnya setelah biaya dikurangi setengahnya.[3] Sebagai pelarian dari kemiskinan keluarganya, Karno pergi ke perpustakaan yang dikelola Balai Pustaka dan membaca karya-karya klasik sastra Indonesia, termasuk novel-novel seperti Salah Asuhan karya Abdul Muis dan cerita rakyat tradisional Malin Kundang.[3]

Kebiasaannya membaca kemudian membantunya mendapatkan pekerjaan akting pertamanya.[3] Pada usia sepuluh tahun, ia menghadiri audisi untuk produksi film Malin Kundang dan, tidak senang dengan perubahan cerita, berkata, "Ceritanya tidak seperti itu."[3] Sutradara, terkesan dengan pengetahuan Karno tentang cerita, memberikan dia peran.[3] Awalnya, ayahnya tidak mendukung pilihannya karena Noer yang lebih tua khawatir Karno akan terus miskin.[3]

Setelah Malin Kundang, pada tahun 1972 Karno membintangi film adaptasi Si Doel Anak Betawi.[3] Setelah film tersebut sukses, Karno membintangi beberapa film lainnya, antara lain Rio Anakku (1974) dan Dimana Kau Ibu... (1974).[3] Pada 1979, ia berperan sebagai Galih dalam film Arizal Gita Cinta dari SMA; untuk beberapa waktu setelah film, ia dikabarkan berkencan dengan lawan mainnya, Yessy Gusman.[3]

Pada tahun 1990, Karno beralih ke penyutradaraan; adaptasi serial Si Doel Anak Sekolahan, meskipun awalnya ditolak oleh studio karena terlalu "kedaerahan", sangat sukses dan berjalan selama enam musim.[3] Dari 1997 hingga 2002, ia menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, dan dari 2002 hingga 2007, Karno menjabat sebagai Duta Niat Baik UNICEF, mempromosikan literasi.[2][3]

Buku pertamanya, The Last Barongsai, diterbitkan pada tahun 2010;[3] pada tahun yang sama, ia merilis film lain, Satu Jam Saja.[4]

Hingga September 2011, Karno berencana membuat film adaptasi The Last Barongsai.[5]

Karier[sunting | sunting sumber]

Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten sejak 13 Mei 2014 hingga 12 Agustus 2015 menggantikan Ratu Atut Chosiyah yang dinonaktifkan karena terkait kasus suap pilkada di MK. Ia terkenal pada tahun 1970-an dan 1980-an sebagai aktor melalui sejumlah film seperti Rio Anakku, Gita Cinta dari SMA, dan Taksi, serta sebagai Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan pada tahun 1990-an. Selain aktor, Rano Karno juga dikenal sebagai penyanyi dan sutradara.

Ayahnya adalah seorang aktor kawakan, Soekarno M. Noer. Selain itu dia juga mempunyai saudara kandung yang juga turut bermain film seperti Tino Karno dan Suti Karno. Ia pernah diwacanakan menjadi pendamping Fauzi Bowo sebagai wakil gubernur dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Pada 22 Maret 2008, ia resmi dilantik menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013. Namun tanggal 19 Desember 2011, ia mengundurkan diri dari jabatannya Wakil Bupati Tangerang, karena ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah periode 2012-2017.[6]

Rano Karno sewaktu menjabat Wakil Gubernur Banten, 2012.

Sejak umur sembilan tahun, Rano sudah diajak ayahnya membintangi film Lewat Tengah Malam, memerankan tokoh anak. Namanya mulai dikenal lewat film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjuman Djaja yang diangkat dari cerita Aman Datoek Madjoindo. Dalam film itu, putra ketiga dari enam bersaudara pasangan Soekarno M. Noer (Minang) dan Lily Istiarti (Jawa) berperan sebagai pemeran utama. Sejak itu, prestasinya pun mulai kelihatan. Lewat film Rio Anakku (1973), Rano memperoleh penghargaan Aktor Harapan I PWI Jaya (1974). Kemudian, dalam Festival Film Asia 1974 di Taipei, Taiwan, ia meraih hadiah The Best Child Actor. Selanjutnya ia mendapat peran-peran remaja dan dewasa lewat film Wajah Tiga Perempuan (1976), Suci Sang Primadona (1977), Gita Cinta dari SMA (1979). Untuk mendukung niatnya terjun ke dunia film, Rano pun belajar akting di East West Player, Amerika Serikat.

Ketika industri film Indonesia 'pingsan', Rano beralih ke sinetron. Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron paling monumental yang digarapnya bersama saudara-saudaranya dalam Karnos Film. Dalam sinetron itu, di samping menjadi sutradara, penulis cerita dan skenario, Rano juga ikut main menjadi Kasdullah atau Si Doel. Selain serial Si Doel Anak Sekolahan dari musim pertama sampai musim keenam, PT. Karnos Film juga menghasilkan sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat.

Rano juga pernah terjun ke dunia tarik suara. Album perdananya, "Yang Sangat Kusayang" terhitung cukup laku di pasaran.[7]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Di awal tahun 2007, Rano pernah berpamitan kepada insan film nasional, untuk lebih berkonsentrasi dalam 'karier baru'-nya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta.[8] Namun pertengahan 2007, muncul iklan keluarga Si Doel yang mendukung Fauzi Bowo. Hal ini sempat memunculkan rumor bahwa Rano mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah dari Fauzi Bowo. Meski hal itu akhirnya ditepis oleh kedua pihak.[9]

Wakil Bupati Tangerang[sunting | sunting sumber]

Rano kembali mengejutkan publik di penghujung 2007 dengan menyatakan bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tangerang sesuai dengan keputusan partai pendukung untuk mendampingi Calon Bupati Ismet Iskandar pada Pilkada Tangerang 2008.[10] Pasangan ini kemudian terpilih sebagai pemenang dan Rano menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.

Wakil Gubernur Banten[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2011, Rano mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah (Gubernur Banten periode 2007-2011). Berdasarkan hasil perhitungan yang diumumkan oleh KPUD Banten pada tanggal 30 Oktober 2011, dipastikan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno memenangkan hasil pilkada Banten. Pasangan Atut-Rano Karno mengalahkan pasangan nomor urut 2 Wahidin Halim-Irna Narulita dan nomor urut 3 Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki.[11]

Pelaksana Tugas Gubernur Banten[sunting | sunting sumber]

Sejak 13 Mei 2014, Rano Karno ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat sebagai Plt. Gubernur Banten menggantikan Ratu Atut Chosiyah yang dinonaktifkan terkait kasus suap pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Kehidupan pribadi dan sosial[sunting | sunting sumber]

Rano menikah dengan Dewi Indriati pada 8 Februari 1988 dan mengadopsi 2 orang anak, Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi. Sebelumnya Rano pernah menikah dan berakhir dengan perceraian setelah 2 tahun.

Rano Karno pernah diangkat sebagai duta khusus Indonesia dalam bidang pendidikan oleh UNICEF, sebuah badan di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang bergerak dalam bidang pendidikan. Rano bisa menjadi duta UNICEF dari Indonesia, setelah direkomendasikan oleh Prof Dr Emil Salim, Mantan Menteri Kesehatan (alm) Prof. Dr. Adhyatma, Ibu Prof. Singgih, Ibu Prof Murprawoto.[12]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Peran Keterangan
Aktor Penulis Produser Sutradara
1971 Malin Kundang Ya Tidak Tidak Tidak Malin kecil
1972 Lingkaran Setan Ya Tidak Tidak Tidak
Si Doel Anak Betawi Ya Tidak Tidak Tidak Doel
1973 Dimana Kau Ibu... Ya Tidak Tidak Tidak Yatim
Rio Anakku Ya Tidak Tidak Tidak Rio
Si Rano Ya Tidak Tidak Tidak Rano
Tabah Sampai Akhir Ya Tidak Tidak Tidak Suryo
Yatim Ya Tidak Tidak Tidak Rano
1974 Anak Bintang Ya Tidak Tidak Tidak Bintang
Jangan Biarkan Mereka Lapar Ya Tidak Tidak Tidak Kemal
Perawan Malam Ya Tidak Tidak Tidak Amir
Romi dan Juli Ya Tidak Tidak Tidak Romi
Ratapan Si Miskin Ya Tidak Tidak Tidak Achmad
Senyum dan Tangis Ya Tidak Tidak Tidak Budi
1975 Sebelum Usia 17 Ya Tidak Tidak Tidak Sony
1976 Tragedi Tante Sex Ya Tidak Tidak Tidak
Wajah Tiga Perempuan Ya Tidak Tidak Tidak Herman
1977 Suci Sang Primadona Ya Tidak Tidak Tidak Eros
Semau Gue Ya Tidak Tidak Tidak Andi
1978 Musim Bercinta Ya Tidak Tidak Tidak Hendra
1979 Puspa Indah Taman Hati Ya Tidak Tidak Tidak Galih
Anak-Anak Buangan Ya Tidak Tidak Tidak
Buah Terlarang Ya Tidak Tidak Tidak Satria
Remaja di Lampu Merah Ya Tidak Tidak Tidak Andy
Gita Cinta dari SMA Ya Tidak Tidak Tidak Galih
Pelajaran Cinta Ya Tidak Tidak Tidak Benny
Remaja-Remaja Ya Tidak Tidak Tidak Rama
1980 Nikmatnya Cinta Ya Tidak Tidak Tidak Ronny
Kau Tercipta Untukku Ya Tidak Tidak Tidak Rano
Yang Kembali Bersemi Ya Tidak Tidak Tidak Surya
Kembang Semusim Ya Tidak Tidak Tidak Rusdi
Selamat Tinggal Duka Ya Tidak Tidak Tidak Hariman
Tempatmu di Sisiku Ya Tidak Tidak Tidak Ari
Senyummu adalah Tangisku Ya Tidak Tidak Tidak Rafli
Kisah Cinta Tomi & Jerri Ya Tidak Tidak Tidak Tomi
Nostalgia di SMA Ya Tidak Tidak Tidak Anton muda
Selamat Tinggal Masa Remaja Ya Tidak Tidak Tidak Andika
Aladin dan Lampu Wasiat Ya Tidak Tidak Tidak Aladin
Roman Picisan Ya Tidak Tidak Tidak Roman
1981 Dalam Lingkaran Cinta Ya Tidak Tidak Tidak Tisna
Detik-Detik Cinta Menyentuh Ya Tidak Tidak Tidak Topan
Bunga Cinta Kasih Ya Tidak Tidak Tidak Trisna
Mawar Cinta Berduri Duka Ya Tidak Tidak Tidak Ary
1983 Yang, Terlarang Tersayang Ya Tidak Tidak Tidak Yogi
1984 Ranjau-Ranjau Cinta Ya Tidak Tidak Tidak Yos
Asmara di Balik Pintu Ya Tidak Tidak Tidak Andika
Untukmu Kuserahkan Segalanya Ya Tidak Tidak Tidak Purnomo
1985 Pertunangan Ya Tidak Tidak Tidak Sandro
Yang Masih di Bawah Umur Ya Tidak Tidak Tidak Fahmi
Opera Jakarta Ya Tidak Tidak Tidak Himan
Tak Ingin Sendiri Ya Tidak Tidak Tidak Pras
Kidung Cinta Ya Tidak Tidak Tidak
1986 Anak-Anak Malam Ya Cerita dan skenario Tidak Tidak Bayu
Merangkul Langit Ya Tidak Tidak Tidak Rimo
Di Dadaku Ada Cinta Ya Tidak Tidak Tidak Bob Ridwan
1987 Macan Kampus Ya Cerita Tidak Tidak Ian
Bilur-Bilur Penyesalan Ya Tidak Tidak Tidak Ardi
Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Ya Tidak Tidak Tidak Nick
1988 Sumpah Pocong Lintang dan Bayu Ya Tidak Tidak Tidak Bayu
Dia Bukan Bayiku Ya Tidak Tidak Tidak Darmanto
Arini II, Biarkan Kereta Itu Lewat Ya Tidak Tidak Tidak Nick
1989 Adikku Kekasihku Ya Tidak Tidak Tidak Andro
1990 Perasaan Perempuan Ya Tidak Tidak Tidak Sutopo
Sejak Cinta Diciptakan Ya Tidak Tidak Tidak Rino
Suamiku Sayang... Ya Tidak Tidak Tidak Dudi Saleh
Pagar Ayu Ya Tidak Tidak Tidak Tony
Taksi Ya Tidak Tidak Tidak Giyon
1991 Bernafas dalam Lumpur Ya Tidak Tidak Tidak Budiman
Sekretaris Ya Tidak Tidak Tidak Ron
Taksi Juga Ya Tidak Tidak Tidak Giyon
Perawan Metropolitan Ya Tidak Tidak Tidak Mugeni
1992 Kuberikan Segalanya Ya Tidak Tidak Tidak Faisal
Selembut Wajah Anggun Ya Tidak Tidak Tidak Rian
1993 Kembali Lagi Ya Tidak Tidak Tidak Johan
2004 Ketika Ya Tidak Tidak Tidak Sopir taksi
2008 Si Jago Merah Ya Tidak Tidak Tidak Pak Walikota
2010 Satu Jam Saja Ya Skenario Tidak Tidak Pak Hendro
2017 The Last Barongsai Ya Cerita Tidak Tidak Karsipan
Galih & Ratna Ya Tidak Tidak Tidak
Suami untuk Mak Ya Tidak Tidak Tidak
2018 Si Doel the Movie Ya Skenario Produser eksekutif Ya Doel Debut sebagai sutradara
Benyamin Biang Kerok Ya Tidak Tidak Tidak Babeh
2019 Si Doel the Movie 2 Ya Skenario Produser eksekutif Ya Doel
2020 Akhir Kisah Cinta Si Doel Ya Skenario Produser eksekutif Ya
Benyamin Biang Kerok 2 Ya Tidak Tidak Tidak Babeh
2022 Ada Mertua di Rumahku Ya Tidak Tidak Tidak Bambang Film orisinal KlikFilm
Pelangi Tanpa Warna Ya Tidak Tidak Tidak Fedi Bagaskoro
Srimulat: Hil yang Mustahal - Babak Pertama Ya Tidak Tidak Tidak Babeh Makmur
Cinta Subuh Ya Tidak Tidak Tidak Ayah Aghnia
Keterangan
  Belum dirilis
  • TBA : To be announced
  • N/A : Not Available

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Film televisi[sunting | sunting sumber]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
1974 Aktor-Aktris Terbaik PWI Aktor Terbaik Rio Anakku Runner-up
1984 Festival Film Indonesia Pemeran Utama Pria Terbaik Yang, Terlarang Tersayang Nominasi
1985 Festival Film Indonesia Ranjau-Ranjau Cinta Nominasi
1987 Festival Film Indonesia Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Nominasi
1989 Festival Film Indonesia Arini II, Biarkan Kereta Itu Lewat Nominasi
1990 Festival Film Indonesia Taksi Menang
1992 Festival Film Indonesia Kuberikan Segalanya Nominasi
2018 Festival Film Indonesia Penulis Skenario Adaptasi Terbaik Si Doel the Movie Nominasi
2019 Indonesian Movie Actors Awards Pemeran Utama Pria Terbaik Menang
Pemeran Utama Pria Terfavorit Nominasi
Festival Film Indonesia Penulis Skenario Adaptasi Terbaik Si Doel the Movie 2 Nominasi
2021 Festival Film Bandung Lifetime Achievement Award Penerima

Sejarah elektoral[sunting | sunting sumber]

Pemilu Lembaga legislatif Daerah pemilihan Partai politik Perolehan suara Hasil
2019 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Banten III Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tidak diketahui[butuh rujukan] YaY Terpilih

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki
Bibliografi
Jabatan politik
Didahului oleh:
Ratu Atut Chosiyah
Gubernur Banten
2015–2017
(Pelaksana Tugas: 2014–2015)
Diteruskan oleh:
Wahidin Halim
Didahului oleh:
Mohammad Masduki
Wakil Gubernur Banten
2012–2014
Jabatan lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Andika Hazrumy
Didahului oleh:
'Norodom Soekarno
Wakil Bupati Tangerang
2008–2011
Jabatan lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Hermansyah
Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Rachmat Hidayat
Film : Pacar Ketinggalan Kereta
(1989)
Pemeran Utama Pria Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Taksi
(1990)
Diteruskan oleh:
Tio Pakusadewo
Film : Lagu untuk Seruni
(1991)