Pacar Ketinggalan Kereta
| Pacar Ketinggalan Kereta | |
|---|---|
| Sutradara | Teguh Karya |
| Produser | Irwan Usmar Ismail |
| Skenario |
|
Berdasarkan | Kawinnya Juminten dan Martubi oleh Arswendo Atmowiloto |
| Pemeran | |
| Penata musik | Idris Sardi |
| Sinematografer | Herman Susilo |
| Editor | Karsono Hadi |
Perusahaan produksi | PT. Perfini |
Tanggal rilis | 1988 |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
Pacar Ketinggalan Kereta adalah film Indonesia tahun 1988 yang disutradarai oleh Teguh Karya. Film ini diperankan oleh Tuti Indra Malaon, Rachmat Hidajat dan Niniek L. Karim. Film ini merupakan adaptasi adegan dari novel berjudul Kawinnya Juminten dan Martubi karya novelis Indonesia, Arswendo Atmowiloto.
Sinopsis
[sunting | sunting sumber]Kisah dimulai dengan pesta 25 tahun perkawinan Ibu dan Pak Padmo (Tuti Indra Malaon dan Rachmat Hidajat). Di sini muncul kecemburuan Bu Padmo terhadap sekretaris Pak Padmo, Tante Retno (Niniek L. Karim). Kecemburuan ini makin menjadi, saat tahu Heru (Onky Alexander) pacaran dengan Ipah (Nurul Arifin), sedang sopirnya Martubi (Alex Komang) pacaran dengan Juminten (Nani Vidia), pembantu tante Retno. Kecemburuan itu juga mengganggu persahabatan Heru, Riri (Ayu Azhari), anak-anaknya dengan Arsal (Iwen Darmansyah), anak tante Retno. Kecemburuan ini membuat banyak salah paham, yang bisa diakhiri dengan gembira.
Pemeran
[sunting | sunting sumber]- Tuti Indra Malaon sebagai Nyonya Padmo
- Rachmat Hidajat sebagai Tuan Padmo
- Niniek L. Karim sebagai Tante Retno
- Alex Komang sebagai Martubi
- Nurul Arifin sebagai Ipah
- Onky Alexander sebagai Heru
- Didi Petet
- Ayu Azhari sebagai Riri
- Camelia Malik
- Nani Vidia sebagai Juminten
- Lia Chaidir
- Nani Somanegara
- Piet Pagau
- Rita Zahara
- Iwen Darmansyah sebagai Arsal
Penghargaan dan nominasi
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Penghargaan | Kategori | Penerima | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 1989 | Festival Film Indonesia | Film Terbaik | Pacar Ketinggalan Kereta | Menang |
| Sutradara Terbaik | Teguh Karya | Menang | ||
| Pemeran Utama Wanita Terbaik | Tuti Indra Malaon | Menang | ||
| Pemeran Utama Pria Terbaik | Rachmat Hidayat | Menang | ||
| Pemeran Pendukung Wanita Terbaik | Niniek L. Karim | Menang | ||
| Nurul Arifin | Nominasi | |||
| Ayu Azhari | Nominasi | |||
| Penulis Skenario Terbaik | Teguh Karya | Nominasi | ||
| Penata Suara Terbaik | Iwan Mauritz | Menang | ||
| Pengarah Sinematografi Terbaik | Herman Susilo | Nominasi | ||
| Penyunting Gambar Terbaik | Karsono Hadi | Menang | ||
| Penata Artistik Terbaik | Adji Mamat Borneo | Menang | ||
| Penata Musik Terbaik | Idris Sardi | Nominasi | ||
| Poster Film Terbaik | Pacar Ketinggalan Kereta | Nominasi | ||
Para pendukung
[sunting | sunting sumber]- Pemain-pemain Teater di Jakarta
- Penari-penari ASTI Bandung
- Kelompok Tari Dufan
- Mahasiswa Tari dan Teater IKJ
Para pemusik
[sunting | sunting sumber]- Bob Santoso - bass dan keyboard
- Jimmy Mannopo
- Gatot - drum
- Andiyono
- Arman
- Zulkifli
- Sudarmadi - cello
- Yudiyanto - oboe
- Hendrick - guitar
- Didiet
- Wakid - trompet
- Embong R - flute, alto sax, soprano
- Pramono
- Amir Katamsi - trombone
- Idris Sardi
- Suryati
- Suyin
- Edo Braseiros - biola
Para penyanyi
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Film Pacar Ketinggalan Kereta di Pusat Dokumentasi film Diarsipkan 2009-05-30 di Wayback Machine.
| Penghargaan dan prestasi | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Tjoet Nja' Dhien (1988) |
Film Bioskop Terbaik (Festival Film Indonesia) 1989 |
Diteruskan oleh: Taksi (1990) |