Pacar Ketinggalan Kereta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pacar Ketinggalan Kereta
Pacar Ketinggalan Kereta.JPG
Poster Pacar Ketinggalan Kereta
Sutradara
Produser
Penulis
PemeranRachmat Hidayat
Tuti Indra Malaon
Niniek L. Karim
Nurul Arifin
Onky Alexander
Alex Komang
Didi Petet
Ayu Azhari
Camelia Malik
Piet Pagau
Rita Zahara
Nani Vidia
Iwen Darmansyah
Nani Somanegara
Rina Murni
Dian Anggraeni
Penata musikIdris Sardi
SinematograferRoy Julius Tobing
Tanggal rilis
1989
Durasi139 menit
Negara
Bahasa
Penghargaan
Festival Film Indonesia 1989
  • Film Terbaik
  • Sutradara Terbaik : Teguh Karya
  • Pemeran Utama Pria Terbaik : Rachmat Hidayat
  • Pemeran Utama Wanita Terbaik : Tuti Indra Malaon
  • Pemeran Pendukung Wanita Terbaik : Niniek L. Karim
  • Tata Artistik Terbaik : Adji Mamat Borneo
  • Penyuntingan Terbaik : Karsono Hadi
  • Tata Suara Terbaik : Iwan Mauritz

Pacar Ketinggalan Kereta adalah salah satu film Indonesia yang termasuk terbaik pada masa itu. Meraih delapan penghargaan dari sebelas yang dinominasikan, film ini nyaris memenangkan Piala Citra di semua kategori utama. Film ini juga didukung oleh aktor dan aktris terkenal seperti Tuti Indra Malaon, Didi Petet, Alex Komang, Nurul Arifin, Ayu Azhari, dan Onky Alexander.

Film ini memenangkan Piala Citra 1989 untuk film terbaik, aktor terbaik (Rachmat Hidayat), aktris terbaik (Tuti Indra Malaon), aktris pendukung terbaik (Niniek L. Karim) dan sutradara terbaik (Teguh Karya).

Skenario film drama ini diadaptasi oleh Arswendo Atmowiloto dari sebuah novel berjudul Kawinnya Juminten (1985).

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kisah dimulai dengan pesta 25 tahun perkawinan Ibu dan Pak Padmo (Tuti Indra Malaon dan Rachmat Hidayat). Di sini muncul kecemburuan Bu Padmo terhadap sekretaris Pak Padmo, Tante Retno (Niniek L. Karim). Kecemburuan ini semakin menjadi, saat tahu Heru (Onky Alexander) pacaran dengan Ipah (Nurul Arifin), sedang sopirnya Martubi (Alex Komang) pacaran dengan Juminten (Nani Vidia), pembantu tante Retno. Kecemburuan itu juga mengganggu persahabatan Heru, Riri (Ayu Azhari), anak-anaknya dengan Arsal (Iwen Darmansyah), anak tante Retno. Kecemburuan ini membuat banyak salah paham, yang bisa diakhiri dengan gembira.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Tjoet Nja' Dhien
(1988)
Film Bioskop Terbaik
(Festival Film Indonesia)

1989
Diteruskan oleh:
Taksi
(1990)