Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik
DeskripsiPemeran Pendukung Pria Terbaik tahun ini
NegaraIndonesia
Dipersembahkan oleh
Pemberian pertama1955
Saat ini dipegang olehAde Firman Hakim
Ratu Ilmu Hitam (2020)
Situs webfestivalfilm.id

Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik atau Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik atau Aktor Pendukung Terbaik adalah sebuah penghargaan yang diberikan di Festival Film Indonesia (FFI) kepada para pemeran pria (aktor) Indonesia atas prestasi mereka dalam peran-peran pendukung.

Penghargaan Citra, yang kemudian dikenal sebagai Penghargaan Festival Film Indonesia, pertama kali diberikan di FFI pada tahun 1955. Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada tahun tersebut adalah Bambang Hermanto dan Awaludin untuk perannya dalam film Lewat Djam Malam. Pada tahun 1974 penghargaan Aktor Pendukung Terbaik tidak diberikan, demikian pula dengan Aktris Pendukung Terbaik. Pemenang paling terkini adalah Ade Firman Hakim, yang memenangkan Penghargaan Citra pada Festival Film Indonesia 2020 atas aktingnya dalam film Ratu Ilmu Hitam.

Sebanyak 82 pemeran pria telah dinominasikan untuk penghargaan ini, 31 di antaranya menang setidaknya sekali. Aktor paling diakui dalam penghargaan ini adalah El Manik, yang mendapatkan 7 nominasi dengan 3 kemenangan pada tahun 1979, 1985, dan 2006. Diikuti oleh Deddy Mizwar juga meraih 7 nominasi dengan 2 kemenangan pada 1986 dan 1992.

Terdapat 3 aktor lain yang memenangkan Penghargaan FFI berganda (masing-masing dua) yakni Rachmat Hidayat dengan 5 nominasi dan menang pada tahun 1977 dan 1991, Maruli Sitompul dengan 4 nominasi dan menang pada tahun 1982 dan 1983, dan Yayu Unru dengan 2 nominasi dan memenangkan keduanya pada tahun 2014 dan 2017. Sementara itu Slamet Rahardjo telah meraih 5 nominasi namun belum pernah memenangkannya.

Terdapat 14 film yang memiliki anggota pemeran berganda yang meraih nominasi, hanya 7 di antaranya memberikan sebuah kemenangan untuk nominatornya: pada tahun 1979 El Manik dalam November 1828, tahun 1984 Bambang Hermanto dalam Ponirah Terpidana, tahun 1986 Deddy Mizwar dalam Opera Jakarta, tahun 1989 Pitrajaya Burnama dalam Noesa Penida, tahun 1990 Rachman Arge dalam Jangan Renggut Cintaku, tahun 2005 Gito Rollies dalam Janji Joni, dan pada tahun 2006 kembali El Manik dalam Berbagi Suami. Pada 2010, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang mendapatkan tiga nominasi lewat aktor Asrul Dahlan, Jaja Mihardja dan Tio Pakusadewo, justru kalah dari 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta lewat aktor Rasyid Karim.

Hingga kini, ada 2 aktor yang meraih lebih dari satu nominasi dalam sebuah tahun tunggal, namun keduanya tidak berhasil memenangkannya; pada tahun 1980 Amak Baldjun dinominasikan dalam Janur Kuning dan Sepasang Merpati namun kalah oleh Hassan Sanusi dalam Rembulan dan Matahari, sementara pada tahun 2011 Agus Kuncoro dinominasikan dalam ? (Tanda Tanya) dan Tendangan dari Langit namun kalah oleh Mathias Muchus dalam Pengejar Angin.

Nominasi dan penghargaan[sunting | sunting sumber]

Foto hitam-putih.
Dicky Zulkarnaen meraih penghargaan tahun 1973.
Pemenang dan nominasi Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Tahun Penerima Film Ref
1950–an
1955
(Ke-1)
Bambang Hermanto &

Awaludin double-dagger

Lewat Djam Malam
1960–an
1960
(Ke-2)
Ahmad Hamid double-dagger Turang
1967
(Ke-3)
Atmonadi double-dagger Dibalik Tjahaja Gemerlapan
1970–an
1973
(Ke-4)
Dicky Zulkarnaen double-dagger Pemberang
Kategori tidak diberikan pada 1974.
1975
(Ke-6)
Aedy Moward double-dagger Bulan di Atas Kuburan
1976
(Ke-7)
Farouk Afero double-dagger Laila Majenun
1977
(Ke-8)
Rachmat Hidayat double-dagger Apa Salahku
1978
(Ke-9)
Masito Sitorus double-dagger Jakarta Jakarta
1979
(Ke-10)
El Manik double-dagger November 1828
Farouk Afero Rahasia Perkawinan
Maruli Sitompul Gara-Gara Istri Muda
Rachmat Hidayat November 1828
1980–an
1980
(Ke-11)
Hassan Sanusi double-dagger Rembulan dan Matahari
Maruli Sitompul Perawan Desa
Charlie Sahetapy Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa
Amak Baldjun Janur Kuning
Amak Baldjun Sepasang Merpati
El Manik Kabut Sutra Ungu
1981
(Ke-12)
Zainal Abidin double-dagger Usia 18
El Manik Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa
Menzano Seputih Hatinya Semerah Bibirnya
1982
(Ke-13)
Maruli Sitompul double-dagger Bawalah Aku Pergi
Rachmat Hidayat Gadis Marathon
Amoroso Katamsi Serangan Fajar
W.D. Mochtar Ratu Ilmu Hitam
1983
(Ke-14)
Maruli Sitompul double-dagger Di Balik Kelambu
Zainal Abidin Perkawinan 83
Rachmat Hidayat Titian Serambut Dibelah Tujuh
1984
(Ke-15)
Bambang Hermanto double-dagger Ponirah Terpidana
Slamet Rahardjo Ponirah Terpidana
Zainal Abidin Sunan Kalijaga
El Manik Jaka Sembung dan Bajing Ireng
1985
(Ke-16)
El Manik double-dagger Carok
Ray Sahetapy Secangkir Kopi Pahit
Deddy Mizwar Kerikil-Kerikil Tajam
Afrizal Anoda Ranjau-Ranjau Cinta
1986
(Ke-17)
Deddy Mizwar double-dagger Opera Jakarta
Soekarno M. Noor Opera Jakarta
Pitrajaya Burnama Beri Aku Waktu
Ikranagara Kejarlah Daku Kau Kutangkap
Frans Tumbuan Pondok Cinta
1987
(Ke-18)
Darussalam double-dagger Kodrat
Afrizal Anoda Nagabonar
El Manik 7 Manusia Harimau
Remy Silado Tinggal Sesaat Lagi
Frans Haryadi Tinggal Sesaat Lagi
1988
(Ke-19)
Didi Petet double-dagger Cinta Anak Jaman
Darussalam Ayahku
Rudy Wowor Tjoet Nja' Dhien
Slamet Rahardjo Tjoet Nja'Dhien
Remy Silado Akibat Kanker Payudara
1989
(Ke-20)
Pitrajaya Burnama double-dagger Noesa Penida
Muni Cader Noesa Penida
Sutopo H.S. Noesa Penida
Deddy Mizwar Putihnya Duka Kelabunya Bahagia
Azrul Zulmi Tragedi Bintaro
1990–an
1990
(Ke-21)
Rachman Arge double-dagger Jangan Renggut Cintaku
Remy Silado 2 dari 3 Laki-Laki
Deddy Mizwar Jangan Renggut Cintaku
Amak Baldjun Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota)
Pitrajaya Burnama Langitku Rumahku
1991
(Ke-22)
Rachmat Hidayat double-dagger Boss Carmad
Sophan Sophiaan Yang Tercinta
Cok Simbara Lagu untuk Seruni
Afrizal Anoda Ketika Dia Pergi
Donny Damara Perwira dan Ksatria
1992
(Ke-23)
Deddy Mizwar double-dagger Kuberikan Segalanya
Amak Baldjun Ramadhan dan Ramona
KH Zainuddin MZ Nada dan Dakwah
2000–an
2004
(Ke-24)
Surya Saputra double-dagger Arisan!
Didi Petet Pasir Berbisik
Djaduk Ferianto Petualangan Sherina
Mang Diman Ada Apa Dengan Cinta?
Slamet Rahardjo Pasir Berbisik
2005
(Ke-25)
Gito Rollies double-dagger Janji Joni
Surya Saputra Janji Joni
Arie K. Untung Brownies
Lukman Sardi Gie
Ari Sihasale Virgin
2006
(Ke-26)
El Manik double-dagger Berbagi Suami
Dennis Adhiswara Jomblo
Mathias Muchus Denias, Senandung di Atas Awan
Minus Karoba Denias, Senandung di Atas Awan
Reuben Elishama Berbagi Suami
2007
(Ke-27)
Lukman Sardi double-dagger Naga Bonar Jadi 2
Adi Kurdi Anak-Anak Borobudur
Gary Iskak D'Bijis
Jaja Mihardja Get Married
Winky Wiryawan Badai Pasti Berlalu
2008
(Ke-28)
Yoga Pratama double-dagger 3 Doa 3 Cinta
Lukman Sardi Kawin Kontrak
Dwi Sasono Otomatis Romantis
Tio Pakusadewo May
Oka Antara Ayat-Ayat Cinta
2009
(Ke-29)
Reza Rahadian double-dagger Perempuan Berkalung Sorban
Deddy Mizwar Ketika Cinta Bertasbih 2
Frans Tumbuan Ruma Maida
Verdi Solaiman Ruma Maida
Mamiek Prakoso King
2010–an
2010
(Ke-30)
Rasyid Karim double-dagger 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta
Deddy Mizwar Cinta 2 Hati
Asrul Dahlan Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Jaja Mihardja Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
Tio Pakusadewo Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
2011
(Ke-31)
Mathias Muchus double-dagger Pengejar Angin
Agus Kuncoro ? (Tanda Tanya)
Agus Kuncoro Tendangan dari Langit
Hendro Djarot Sang Penari
Landung Simatupang Rindu Purnama
2012
(Ke-32)
Fuad Idris double-dagger Tanah Surga... Katanya [1]
Butet Kertaradjasa Soegija
Dedey Rusma Rumah di Seribu Ombak'
Lukman Sardi Rumah di Seribu Ombak
Rio Dewanto Garuda di Dadaku 2
2013
(Ke-33)
Adipati Dolken double-dagger Sang Kiai [2]
Alex Komang 9 Summers 10 Autumns
Didi Petet Madre
Igor Saykoji 5 cm
Norman Akyuwen Tak Sempurna
2014
(Ke-34)
Yayu Unru double-dagger Tabula Rasa [3]
Lukman Sardi Soekarno: Indonesia Merdeka
Nino Fernandez 99 Cahaya di Langit Eropa
Reza Rahadian Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
Ringgo Agus Rahman Sebelum Pagi Terulang Kembali
2015
(Ke-35)
Mathias Muchus double-dagger Toba Dreams [4]
Adi Kurdi Kapan Kawin?
Paul Agusta A Copy of My Mind
Slamet Rahardjo Filosofi Kopi
Tanta Ginting 3: Alif Lam Mim
2016
(Ke-36)
Alex Abbad double-dagger My Stupid Boss [5]
Adi Kurdi Catatan Dodol Calon Dokter
Arie Kriting Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara
Arman Dewarti Athirah
JFlow Matulessy Salawaku
2017
(Ke-37)
Yayu Unru double-dagger Posesif [6]
Alex Abbad Night Bus
Dion Wiyoko Cek Toko Sebelah
Slamet Rahardjo Sweet 20
Tio Pakusadewo Night Bus
2018
(Ke-38)
Nicholas Saputra double-dagger Aruna dan Lidahnya [7]
Egi Fedly Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak
Ence Bagus Guru Ngaji
Marthino Lio Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta
Teuku Rifnu Wikana Wage
Yoga Pratama Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak
2019
(Ke-39)
Whani Darmawan double-dagger Kucumbu Tubuh Indahku [8]
Baskara Mahendra Bebas
Jerome Kurnia Bumi Manusia
Mandra Si Doel The Movie 2
Randy Pangalila Kucumbu Tubuh Indahku
Verdi Solaiman 27 Steps of May
2020–an
2020
(Ke-40)
Ade Firman Hakim double-dagger Ratu Ilmu Hitam [9]
Butet Kertaradjasa Abracadabra
Iszur Muchtar Susi Susanti: Love All
Kiki Narendra Perempuan Tanah Jahanam
Totos Rasiti Mekah I'm Coming
Yoga Pratama Mudik
Yudi Ahmad Tajudin Hiruk-Pikuk si Al-Kisah

Nominasi dan kemenangan ganda[sunting | sunting sumber]

Nominasi ganda dari film yang sama[sunting | sunting sumber]

Usia superlatif[sunting | sunting sumber]

Rekor Aktor Film Tahun (FFI) Usia (dalam tahun)
Pemenang tertua Darussalam Kodrat 1987 67
Nominasi tertua Frans Tumbuan Ruma Maida 2009 70
Pemenang termuda Reza Rahadian Perempuan Berkalung Sorban 22
Adipati Dolken Sang Kiai 2013
Nominasi termuda Minus Karoba Denias, Senandung di Atas Awan 2006 21

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Ini Nominasi FFI 2012" [These are the Nominations for the 2012 IFF]. Republika (dalam bahasa Indonesian). Jakarta. 27 November 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-03-30. Diakses tanggal 30 Maret 2013. 
  2. ^ "Inilah Daftar Lengkap Nominasi FFI 2013" [These are the Nominations for the 2013 IFF]. Republika. Jakarta. 22 November 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-12-08. Diakses tanggal 8 Desember 2014. 
  3. ^ "Daftar Nominasi Festival Film Indonesia 2014" [2014 IFF Nominees List]. Republika. Jakarta. 24 November 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 December 2014. Diakses tanggal 8 Desember 2014. 
  4. ^ "Daftar Pemenang Festival Film Indonesia (FFI) 2015". Okezone.com. 23 November 2015. Diakses tanggal 25 November 2015. 
  5. ^ Kumampung, Dian Reinis (14 Oktober 2016). "Berikut Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Indonesia 2016". Kompas.com. 
  6. ^ "Daftar nominasi 'Festival Film Indonesia 2017'". Rappler. Diakses tanggal 6 Oktober 2017. 
  7. ^ Setiawan, Tri Susanto (9 November 2018). Irfan Maullana, ed. "Simak Daftar Lengkap Nominasi FFI 2018". Kompas.com. Diakses tanggal 10 November 2018. 
  8. ^ "Daftar Lengkap Pemenang Piala Citra FFI 2019". CNN Indonesia. 8 Desember 2019. Diakses tanggal 8 Desember 2019. 
  9. ^ "Daftar nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia 2020". Antaranews. 7 November 2020. Diakses tanggal 7 November 2020.