Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Diberikan kepadaPemeran Pendukung Pria Terbaik tahun ini
Pertama diberikanBambang Hermanto dan Awaludin dalam Lewat Djam Malam (1955)
Saat ini dipegang olehNicholas Saputra dalam Aruna dan Lidahnya (2018)

Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik atau Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik atau Aktor Pendukung Terbaik adalah sebuah penghargaan yang diberikan di Festival Film Indonesia (FFI) kepada para pemeran pria (aktor) Indonesia atas prestasi mereka dalam peran-peran pendukung.

Penghargaan Citra, yang kemudian dikenal sebagai Penghargaan Festival Film Indonesia, pertama kali diberikan di FFI pada tahun 1955. Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada tahun tersebut adalah Bambang Hermanto dan Awaludin untuk perannya dalam film Lewat Djam Malam. Pada tahun 1974 penghargaan Aktor Pendukung Terbaik tidak diberikan, demikian pula dengan Aktris Pendukung Terbaik. Pemenang paling terkini adalah Nicholas Saputra, yang memenangkan Penghargaan Citra pada Festival Film Indonesia 2018 atas aktingnya dalam film Aruna dan Lidahnya.

Sebanyak 72 pemeran pria telah dinominasikan untuk penghargaan ini, 29 di antaranya menang setidaknya sekali. Aktor paling diakui dalam penghargaan ini adalah Deddy Mizwar, yang mendapatkan tujuh (7) nominasi dengan dua kemenangan pada 1986 dan 1992. Diikuti oleh El Manik dengan enam (6) nominasi dan satu kemenangan pada 1985 dan Lukman Sardi dengan lima (5) nominasi dan satu kemenangan (2007). Terdapat tiga aktor lain yang memenangkan Penghargaan FFI berganda (masing-masing dua): Rachmat Hidayat dengan 5 nominasi (menang pada 1977 & 1991), Maruli Sitompul dengan 4 nominasi (menang pada 1983 & 1983), dan Yayu Unru dengan 2 nominasi dan memenangkan keduanya (2014 & 2017). Sementara itu Slamet Rahardjo telah meraih lima (5) nominasi namun belum pernah memenangkannya.

Terdapat 14 film yang memiliki anggota pemeran berganda yang meraih nominasi, hanya 7 di antaranya memberikan sebuah kemenangan untuk nominatornya: pada 1979 El Manik dalam November 1828, 1984 Bambang Hermanto dalam Ponirah Terpidana, 1986 Deddy Mizwar dalam Opera Jakarta, 1989 Pitrajaya Burnama dalam Noesa Penida, 1990 Rachman Arge dalam Jangan Renggut Cintaku, 2005 Gito Rollies dalam Janji Joni, dan 2006 kembali El Manik dalam Berbagi Suami. Pada 2010, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang mendapatkan tiga nominasi, justru kalah dari 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta.

Hingga kini (2018), ada dua aktor yang meraih lebih dari satu nominasi dalam sebuah tahun tunggal, namun keduanya tidak berhasil memenangkannya; pada tahun 1980 Amak Baldjun dinominasikan dalam Janur Kuning dan Sepasang Merpati namun kalah oleh Hassan Sanusi (Rembulan dan Matahari), sementara pada tahun 2011 Agus Kuncoro dinominasikan dalam ? (Tanda Tanya) dan Tendangan dari Langit namun kalah oleh Mathias Muchus (Pengejar Angin).

Nominasi dan penghargaan[sunting | sunting sumber]

Pemenang dan nominasi Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Tahun Penerima Film Ref
1955 Bambang Hermanto &

Awaludindouble-dagger

Lewat Djam Malam
1960 Ahmad Hamiddouble-dagger Turang
1967 Atmonadidouble-dagger Dibalik Tjahaja Gemerlapan
1973 Dicky Zulkarnaendouble-dagger Pemberang
1974 PENGHARGAAN TIDAK DIBERIKAN
1975 Aedy Mowarddouble-dagger Bulan di Atas Kuburan
1976 Farouk Aferodouble-dagger Laila Majenun
1977 Rachmat Hidayatdouble-dagger Apa Salahku
1978 Masito Sitorusdouble-dagger Jakarta Jakarta
1979 El Manikdouble-dagger November 1828
1979 Farouk Afero Rahasia Perkawinan
1979 Maruli Sitompul Gara-Gara Istri Muda
1979 Rachmat Hidayat November 1828
1980 Hassan Sanusidouble-dagger Rembulan dan Matahari
1980 Maruli Sitompul Perawan Desa
1980 Charlie Sahetapy Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa
1980 Amak Baldjun Janur Kuning
1980 Amak Baldjun Sepasang Merpati
1980 El Manik Kabut Sutra Ungu
1981 Zainal Abidindouble-dagger Usia 18
1981 El Manik Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa
1981 Menzano Seputih Hatinya Semerah Bibirnya
1982 Maruli Sitompuldouble-dagger Bawalah Aku Pergi
1982 Rachmat Hidayat Gadis Marathon
1982 Amoroso Katamsi Serangan Fajar
1982 W.D. Mochtar Ratu Ilmu Hitam
1983 Maruli Sitompuldouble-dagger Di Balik Kelambu
1983 Zainal Abidin Perkawinan 83
1983 Rachmat Hidayat Titian Serambut Dibelah Tujuh
1984 Bambang Hermantodouble-dagger Ponirah Terpidana
1984 Slamet Rahardjo Ponirah Terpidana
1984 Zainal Abidin Sunan Kalijaga
1984 El Manik Jaka Sembung dan Bajing Ireng
1985 El Manikdouble-dagger Carok
1985 Ray Sahetapy Secangkir Kopi Pahit
1985 Deddy Mizwar Kerikil-Kerikil Tajam
1985 Afrizal Anoda Ranjau-Ranjau Cinta
1986 Deddy Mizwardouble-dagger Opera Jakarta
1986 Soekarno M. Noor Opera Jakarta
1986 Pitrajaya Burnama Beri Aku Waktu
1986 Ikranagara Kejarlah Daku Kau Kutangkap
1986 Frans Tumbuan Pondok Cinta
1987 Darussalamdouble-dagger Kodrat
1987 Afrizal Anoda Nagabonar
1987 El Manik 7 Manusia Harimau
1987 Remy Silado Tinggal Sesaat Lagi
1987 Frans Haryadi Tinggal Sesaat Lagi
1988 Didi Petetdouble-dagger Cinta Anak Jaman
1988 Darussalam Ayahku
1988 Rudy Wowor Tjoet Nja' Dhien
1988 Slamet Rahardjo Tjoet Nja'Dhien
1988 Remy Silado Akibat Kanker Payudara
1989 Pitrajaya Burnamadouble-dagger Noesa Penida
1989 Muni Cader Noesa Penida
1989 Sutopo H.S. Noesa Penida
1989 Deddy Mizwar Putihnya Duka Kelabunya Bahagia
1989 Azrul Zulmi Tragedi Bintaro
1990 Rachman Argedouble-dagger Jangan Renggut Cintaku
1990 Remy Silado 2 dari 3 Laki-Laki
1990 Deddy Mizwar Jangan Renggut Cintaku
1990 Amak Baldjun Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota)
1990 Pitrajaya Burnama Langitku Rumahku
1991 Rachmat Hidayatdouble-dagger Boss Carmad
1991 Sophan Sophiaan Yang Tercinta
1991 Cok Simbara Lagu untuk Seruni
1991 Afrizal Anoda Ketika Dia Pergi
1991 Donny Damara Perwira dan Ksatria
1992 Deddy Mizwardouble-dagger Kuberikan Segalanya
1992 Amak Baldjun Ramadhan dan Ramona
1992 KH Zainuddin MZ Nada dan Dakwah
2004 Surya Saputradouble-dagger Arisan!
2004 Didi Petet Pasir Berbisik
2004 Djaduk Ferianto Petualangan Sherina
2004 Mang Diman Ada Apa Dengan Cinta?
2004 Slamet Rahardjo Pasir Berbisik
2005 Gito Rolliesdouble-dagger Janji Joni
2005 Surya Saputra Janji Joni
2005 Arie K. Untung Brownies
2005 Lukman Sardi Gie
2005 Ari Sihasale Virgin
2006 El Manikdouble-dagger Berbagi Suami
2006 Dennis Adhiswara Jomblo
2006 Mathias Muchus Denias, Senandung di Atas Awan
2006 Minus Karuba Denias, Senandung di Atas Awan
2006 Reuben Elishama Berbagi Suami
2007 Lukman Sardidouble-dagger Naga Bonar Jadi 2
2007 Adi Kurdi Anak-Anak Borobudur
2007 Gary Ishak D'Bijis
2007 Jaja Mihardja Get Married
2007 Winky Wiryawan Badai Pasti Berlalu
2008 Yoga Pratamadouble-dagger 3 Doa 3 Cinta
2008 Lukman Sardi Kawin Kontrak
2008 Dwi Sasono Otomatis Romantis
2008 Tio Pakusadewo May
2008 Oka Antara Ayat-Ayat Cinta
2009 Reza Rahadiandouble-dagger Perempuan Berkalung Sorban
2009 Deddy Mizwar Ketika Cinta Bertasbih 2
2009 Frans Tumbuan Ruma Maida
2009 Verdi Solaiman Ruma Maida
2009 Mamiek Prakoso King
2010 Rasyid Karimdouble-dagger 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta
2010 Deddy Mizwar Cinta 2 Hati
2010 Asrul Dahlan Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
2010 Jaja Mihardja Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
2010 Tio Pakusadewo Alangkah Lucunya (Negeri Ini)
2011 Mathias Muchusdouble-dagger Pengejar Angin
2011 Agus Kuncoro ? (Tanda Tanya)
2011 Agus Kuncoro Tendangan dari Langit
2011 Hendro Djarot Sang Penari
2011 Landung Simatupang Rindu Purnama
2012 Fuad Idrisdouble-dagger Tanah Surga... Katanya
2012 Butet Kertaredjasa Soegija
2012 Dedey Rusma Rumah di Seribu Ombak
2012 Lukman Sardi Rumah di Seribu Ombak
2012 Rio Dewanto Garuda di Dadaku 2
2013 Adipati Dolkendouble-dagger Sang Kiai
2013 Alex Komang 9 Summers 10 Autumns
2013 Didi Petet Madre
2013 Igor Saykoji 5 cm
2013 Norman Akyuwen Tak Sempurna
2014 Yayu Unrudouble-dagger Tabula Rasa
2014 Lukman Sardi Soekarno: Indonesia Merdeka
2014 Nino Fernandez 99 Cahaya di Langit Eropa
2014 Reza Rahadian Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
2014 Ringgo Agus Rahman Sebelum Pagi Terulang Kembali
2015 Mathias Muchusdouble-dagger Toba Dreams
2015 Adi Kurdi Kapan Kawin?
2015 Paul Agusta A Copy of My Mind
2015 Slamet Rahardjo Filosofi Kopi
2015 Tanta Ginting 3: Alif Lam Mim
2016 Alex Abbaddouble-dagger My Stupid Boss
2016 Adi Kurdi Catatan Dodol Calon Dokter
2016 Arie Kriting Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara
2016 Arman Dewarti Athirah
2016 JFlow Matulessy Salawaku
2017 Yayu Unrudouble-dagger Posesif
2017 Alex Abbad Night Bus
2017 Dion Wiyoko Cek Toko Sebelah
2017 Slamet Rahardjo Sweet 20
2017 Tio Pakusadewo Night Bus
2018 Nicholas Saputradouble-dagger Aruna dan Lidahnya
2018 Egi Fedly Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak
2018 Ence Bagus Guru Ngaji
2018 Marthino Lio Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta
2018 Teuku Rifnu Wikana Wage
2018 Yoga Pratama Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Catatan Rekor FFI[sunting | sunting sumber]

Rekor Pemenang FFI Aktor Rekor Ket.
Nominasi Terbanyak Deddy Mizwar 7
Pemenang Terbanyak Deddy Mizwar
Rachmat Hidayat
Maruli Sitompul
Yayu Unru
2
Nominasi Terbanyak Tanpa Pernah Menang Slamet Rahardjo 5
Nominasi Terbanyak dalam Satu Tahun Amak Baldjun 1980 (2) kalah
Agus Kuncoro 2011 (2) kalah