Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia
| Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik | |
|---|---|
Penerima penghargaan pada 2025: Omara Esteghlal | |
| Deskripsi | Pemeran Pendukung Pria Terbaik tahun ini |
| Negara | Indonesia |
| Dipersembahkan oleh | |
| Diberikan perdana | 1955 |
| Pemegang gelar saat ini | Omara Esteghlal – Pengepungan di Bukit Duri (2025) |
| Situs web | festivalfilm |
Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik atau Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik atau Aktor Pendukung Terbaik adalah sebuah penghargaan yang diberikan di Festival Film Indonesia (FFI) kepada para pemeran pria (aktor) Indonesia atas prestasi mereka dalam peran-peran pendukung.
Penghargaan Citra, yang kemudian dikenal sebagai Penghargaan Festival Film Indonesia, pertama kali diberikan di FFI pada tahun 1955. Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada tahun tersebut adalah Bambang Hermanto dan Awaludin untuk perannya dalam film Lewat Djam Malam. Pada tahun 1974 penghargaan Aktor Pendukung Terbaik tidak diberikan, demikian pula dengan Aktris Pendukung Terbaik. Pemenang paling terkini adalah Omara Esteghlal, yang memenangkan Penghargaan Citra pada Festival Film Indonesia 2025 atas aktingnya dalam film Pengepungan di Bukit Duri.
Sebanyak 82 pemeran pria telah dinominasikan untuk penghargaan ini, 31 di antaranya menang setidaknya sekali. Aktor paling diakui dalam penghargaan ini adalah El Manik, yang mendapatkan 7 nominasi dengan 3 kemenangan pada tahun 1979, 1985, dan 2006. Diikuti oleh Deddy Mizwar juga meraih 7 nominasi dengan 2 kemenangan pada 1986 dan 1992.
Terdapat 4 aktor lain yang memenangkan Penghargaan FFI berganda (masing-masing dua) yakni Rachmat Hidayat dengan 5 nominasi dan menang pada tahun 1977 dan 1991, Maruli Sitompul dengan 4 nominasi dan menang pada tahun 1982 dan 1983, kemudian Yayu Unru dengan 2 nominasi dan memenangkan keduanya pada tahun 2014 dan 2017. Sementara itu Mathias Muchus telah meraih 3 nominasi dan memenangkan piala citra dua kali pada tahun 2011 dan 2015.
Terdapat 14 film yang memiliki anggota pemeran berganda yang meraih nominasi, hanya 7 di antaranya memberikan sebuah kemenangan untuk nominatornya: pada tahun 1979 El Manik dalam November 1828, tahun 1984 Bambang Hermanto dalam Ponirah Terpidana, tahun 1986 Deddy Mizwar dalam Opera Jakarta, tahun 1989 Pitrajaya Burnama dalam Noesa Penida, tahun 1990 Rachman Arge dalam Jangan Renggut Cintaku, tahun 2005 Gito Rollies dalam Janji Joni, dan pada tahun 2006 kembali El Manik dalam Berbagi Suami. Pada 2010, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang mendapatkan tiga nominasi lewat aktor Asrul Dahlan, Jaja Mihardja dan Tio Pakusadewo, justru kalah dari 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta lewat aktor Rasyid Karim.
Hingga kini, ada 2 aktor yang meraih lebih dari satu nominasi dalam sebuah tahun tunggal, tetapi keduanya tidak berhasil memenangkannya; pada tahun 1980 Amak Baldjun dinominasikan dalam Janur Kuning dan Sepasang Merpati namun kalah oleh Hassan Sanusi dalam Rembulan dan Matahari, sementara pada tahun 2011 Agus Kuncoro dinominasikan dalam ? (Tanda Tanya) dan Tendangan dari Langit namun kalah oleh Mathias Muchus dalam Pengejar Angin.
Nominasi dan penghargaan
[sunting | sunting sumber]Keterangan
| Tanda | Arti |
|---|---|
| Pemenang | |
1950—an
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Penerima | Peran | Film | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 1955 (Ke-1) |
Bambang Hermanto &
Awaludin (TIE) |
Puja karakter yang diperankan Bambang Hermanto
Gafar karakter yang diperankan Awaludin |
Lewat Djam Malam | |
1960—an
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Penerima | Peran | Film | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 1960 (Ke-2) |
Ahmad Hamid |
— | Turang | |
| 1967 (Ke-3) |
Atmonadi |
— | Di Balik Tjahaja Gemerlapan | |
1970—an
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Penerima | Peran | Film | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 1973 (Ke-4) |
Dicky Zulkarnaen |
Barman | Pemberang | |
| Kategori tidak diberikan pada 1974. | ||||
| 1975 (Ke-6) |
Aedy Moward |
Sabar | Bulan di Atas Kuburan | |
| 1976 (Ke-7) |
Farouk Afero |
Majid | Laila Majenun | |
| 1977 (Ke-8) |
Rachmat Hidajat |
Bang Jiun | Apa Salahku | |
| 1978 (Ke-9) |
Masito Sitorus |
Albert Silitonga | Jakarta Jakarta | |
| 1979 (Ke-10) |
El Manik |
Letnan van Aken | November 1828 | |
| Farouk Afero | Husein | Rahasia Perkawinan | ||
| Maruli Sitompul | Hidayat | Gara Gara Istri Muda | ||
| Rachmat Hidajat | Demang | November 1828 | ||
1980—an
[sunting | sunting sumber]1990—an
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Penerima | Peran | Film | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 1990 (Ke-21) |
Rachman Arge |
- | Jangan Renggut Cintaku | |
| Remy Silado | — | 2 dari 3 Laki-Laki | ||
| Deddy Mizwar | — | Jangan Renggut Cintaku | ||
| Amak Baldjun | Item | Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota) | ||
| Pitrajaya Burnama | — | Langitku Rumahku | ||
| 1991 (Ke-22) |
Rachmat Hidayat |
Obing | Boss Carmad | |
| Sophan Sophiaan | Umar Abdullah | Yang Tercinta | ||
| Cok Simbara | — | Lagu untuk Seruni | ||
| Afrizal Anoda | — | Ketika Dia Pergi | ||
| Donny Damara | Prasojo | Perwira dan Ksatria | ||
| 1992 (Ke-23) |
Deddy Mizwar |
Adam | Kuberikan Segalanya | |
| Amak Baldjun | — | Ramadhan dan Ramona | ||
| KH Zainuddin MZ | diri sendiri | Nada dan Dakwah | ||
2000—an
[sunting | sunting sumber]2010—an
[sunting | sunting sumber]2020—an
[sunting | sunting sumber]Nominasi dan kemenangan ganda
[sunting | sunting sumber]|
Aktor-aktor berikut menerima dua atau lebih penghargaan Aktor Pendukung Terbaik:
|
Aktor-aktor berikut menerima tiga atau lebih nominasi Aktor Pendukung Terbaik: |
Nominasi ganda dari film yang sama
[sunting | sunting sumber]Rekor nominator
[sunting | sunting sumber]Nominasi terbanyak
[sunting | sunting sumber]- Deddy Mizwar (7 nominasi)
- Kerikil-Kerikil Tajam (1985), Opera Jakarta (1986), Putihnya Duka Kelabunya Bahagia (1989), Jangan Renggut Cintaku (1990), Kuberikan Segalanya (1992), Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009), Cinta 2 Hati (2010).
- El Manik (7 nominasi)
- November 1828 (1979), Kabut Sutra Ungu (1980), Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa (1981), Jaka Sembung dan Bajing Ireng (1984), Carok (1985), 7 Manusia Harimau (1987), Berbagi Suami (2006).
- Slamet Rahardjo (7 nominasi)
- Ponirah Terpidana (1984), Tjoet Nja' Dhien (1988), Pasir Berbisik (2004), Filosofi Kopi the Movie (2015), Sweet 20 (2017), Cinta Pertama, Kedua & Ketiga (2022), Siksa Kubur (2024).
Kemenangan terbanyak
[sunting | sunting sumber]- El Manik (3 kemenangan)
- November 1828 (1979), Carok (1985), Berbagi Suami (2006).
Kemenangan berturut-turut
[sunting | sunting sumber]- Maruli Sitompul (1 kemenangan berturut-turut)
- Bawalah Aku Pergi (1982) dan Di Balik Kelambu (1983).
Nominasi tanpa kemenangan terbanyak
[sunting | sunting sumber]- Amak Baldjun (4 nominasi)
- Janur Kuning, Sepasang Merpati (1980), Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota) (1990), Ramadhan dan Ramona (1992).
Usia superlatif
[sunting | sunting sumber]| Rekor | Aktor | Film | Tahun (FFI) | Usia (dalam tahun) |
|---|---|---|---|---|
| Pemenang tertua | Slamet Rahardjo | Cinta Pertama, Kedua & Ketiga | 2022 | 73 |
| Nominasi tertua | Siksa Kubur | 2024 | 75 | |
| Pemenang termuda | Reza Rahadian | Perempuan Berkalung Sorban | 2009 | 22 |
| Adipati Dolken | Sang Kiai | 2013 | ||
| Nominasi termuda | Muzakki Ramdhan | Preman | 2021 | 12 |
Lihat juga
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2025". CNN Indonesia. 19 Oktober 2025. Diakses tanggal 20 Oktober 2025.