Pengejar Angin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pengejar Angin
230px
poster film
Sutradara Hanung Bramantyo
Produser Dhoni Ramadhan
Penulis Ben Sihombing
Pemeran Mathias Muchus
Wanda Hamidah
Lukman Sardi
Agus Kuncoro
Qausar Harta Yudana
Siti Helda Meilita
Giorgino Abraham
Distributor Putaar Production
Pemprov Sumsel
Tanggal rilis
3 November 2011
Durasi
... menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 2011

Pengejar Angin merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 3 November 2011 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo serta dibintangi oleh Mathias Muchus dan Wanda Hamidah.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Di sebuah kampung di daerah Lahat, Sumatera Selatan, tinggal seorang remaja bernama Dapunta (18) yang sebentar lagi akan lulus SMA dan harus menentukan ke mana masa depannya harus melangkah.

Ibu Dapunta (Bunda), sebenarnya sangat ingin agar Dapunta yang cerdas, melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah, tapi masalahnya sang Ayah menentangnya. Ayahnya itu lebih menginginkan Dapunta yang dikenal sebagai pengejar angin, julukan bagi pelari tercepat di kampung itu, untuk melanjutkan jejaknya sebagai pemimpin dari para Bajing Loncat di Kampung mereka.

Sampai suatu hari, Dapunta memberanikan diri untuk mengatakan kepada ayahnya bahwa ia mempunyai mimpi. Dan untuk itu, ia harus sekolah. Ia harus kuliah. Dengan cara apapun..

Dibantu oleh Nyimas, cinta pertamanya, Pak Damar, seorang guru muda berbakat yang melihat potensi yang tak terbatas dari Dapunta, dan juga Husni sahabatnya, Dapunta pun mulai mengejar mimpinya. Sayangnya itu semua tidak mudah. Selain kenyataan bahwa ia adalah anak seorang bajing loncat yang kemudian membuat ia dibenci oleh teman sekolahnya, ia pun juga harus berhadapan dengan JUSUF, rival sejatinya.

Jusuf yang juga sama cerdas dan berbakat dengan Dapunta, sejak awal memang sudah membenci Dapunta. Ia tidak menyukai kenyataan bahwa ada orang lain di sekolah itu yang mampu menandingi kecerdasannya. Ia pun dengan sekuat tenaga mencoba untuk membuat hidup Dapunta menjadi sulit. Belum lagi, kepala sekolah yang tidak simpatik dan tidak peduli dengan potensi murid-muridnya, ikut membuat mimpi Dapunta semakin penuh dengan rintangan.

Namun Dapunta tidak menyerah. Apalagi ketika Pelatih Ferdy, teman lama Pak Damar yang juga seorang pelatih lari nasional dari Jakarta melihat bakat Dapunta yang sesungguhnya. Pemuda berjuluk “pengejar angin” ini pun akhirnya menemukan jalan lain menuju mimpinya. Ia bisa berlari, berlari dan berlari demi menggapai mimpinya. [1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Laman Pengejar Angin, diakses pada 7 Oktober 2011

Pranala luar[sunting | sunting sumber]