Miracle in Cell No. 7 (film 2022)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Miracle in Cell No. 7
Miracle in Cell No 7 Indonesian remake film 2022 Official poster.jpeg
Poster resmi
Sutradara
Produser
Penulis
Penulis skenarioAlim Sudio
Didasarkan
dari
Miracle in Cell No. 7
oleh Lee Hwan-kyung
Pemeran
Penata musikPurwacaraka
Andmesh Kamaleng
SinematograferYunus Pasolang
PenyuntingSentot Sahid
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
  • 8 September 2022 (2022-09-08) (Indonesia)
Durasi145 menit
Negara
Bahasa

Miracle in Cell No. 7 adalah film drama keluarga Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo[1][2] dibuat ulang dari film Korea Selatan tahun 2013 berjudul sama. Film produksi Falcon Pictures ini dibintangi oleh Vino G. Bastian, Graciella Abigail, dan Indro Warkop.[3][4] Miracle in Cell No. 7 ditayangkan di bioskop Indonesia pada 8 September 2022.[5]

Alur[sunting | sunting sumber]

Dodo Rozak adalah seorang penjual balon berumur 20 tahun yang menyandang disabilitas intelektual, serta ayah bagi putrinya Ika Kartika. Suatu hari tahun 2002, ia berteriak melihat anjing peliharaan Melati Wibisono, anak pelanggannya, mati ditabrak motor, namun disalahpahami sebagai ia yang membunuhnya. Ketika Dodo berusaha menenangkannya, Melati lari dan tersandung sebuah tali lalu jatuh tenggelam ke kolam renang dan mati. Dodo memakai kayu untuk menariknya keluar dari kolam; karena tidak bisa tercapai, ia masuk ke kolam dan membawa Melati keluar, lalu membuka baju dirinya mengingat nasihat mendiang istrinya Juwita unuk membuka baju basah agar tidak masuk angin. Karena kedua pembantu rumah itu tiba terlambat, ia dituduh membunuh dan memerkosa. Meski Dodo mencoba mengaku tidak bersalah, polisi tetap menekannya mengaku sebaliknya, dan iapun menjadi perhatian media.

Dodo dibawa ke sebuah lapas, dimana ia diperlakukan secara kasar oleh petugas serta sipir bernama Hendro Sanusi karena dianggap tidak patuh dan terbelakang. Ia ditaruh di sel nomor tujuh, yang sudah dihuni Japra "Forman" Effendi, Zaki, Yunus "Bewok", Atmo "Gepeng", dan Asrul "Bule". Dengan cepat mereka bersahabat. Sementara itu, sekolah Kartika diundang melakukan pertunjukkan Islami kepada para napi; kesempatan ini dipakai untuk menyeludup Katrika ke dalam sel, sesuai keinginan Dodo. Ketika ketahuan, Dodo dibawa ke sel terpencil, dan Kartika ke panti asuhan. Setelah diselamatkannya ketika terjadi kebakaran, Hendro berdamai dengan Dodo dan mulai melihat kenaifannya serta ketulusannya dalam mengaku tidak bersalah. Iapun mengembalikkan Dodo ke sel nomor tujuh, dan mengizinkan Kartika ke sel serta membawanya ke rumahnya bersama istrinya ketika diluar jam izin.

Beberapa bulan kemudian, setelah mengumpulkan beberapa bukti konkrit, Hendro mengajukan banding, namun ini bertepatan dengan kembalinya ayah Melati, William, sebagai gubernur, dimana ia mengetatkan hukum kekerasan anak, yang berarti kesempatan Dodo keluar sangat kecil. Mendengar kronologi kejadian menurut Dodo, Japra dan teman-teman menyusun kalimat untuk Dodo ucapkan di pengadilan, mengetahui Dodo memiliki kesulitan mengutarkan pikirannya dengan perkataan. Pengacaranya, Ruslan, menekannya untuk menjawab ia telah membunuh Melati atau hidup Kartika terancam. Pada hari sidang, William menghampiri Dodo dan merobek naskahnya. Karena "pengakuan"-nya, ia dijadwalkan dihukum mati. Dengan berat hati semua napi dan penjaga mengucap selamat tinggal dan mengantarnya. Perlahan-lahan, Kartika menyadari apa yang terjadi dan menangis ayahnya tak terlihat lagi.

Pada tahun 2019, Kartika dewasa mengajak Japra dan teman-teman yang sekarang sudah bebas untuk ke pengadilan terakhir Dodo, sebab ia sudah menjadi pengacara. Setelah menceritakan sisinya serta didukung kesaksian Hendro, ia menangis sambil menegaskan lebih banyak bukti-bukti, terutama bahwa hasil autopsi Melati tidak menunjukkan kekerasan fisik atau seksual. Ia juga berargumen bahwa banyak penyandang disabilitas sudah menderita seperti ayahnya. Pada akhirnya, Dodo dinyatakan tidak bersalah. Keluar dari pintu gerbang lapas, Kartika melihat ayahnya terbang keluar lapas dengan balon udara sesuai mimpinya untuk "terbang" bertemu istrinya, simbolisme akan ketiadaannya.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Kameo[sunting | sunting sumber]

  • Anggie Ang sebagai Reporter wanita
  • Uli Herdinansyah sebagai Pembawa berita
  • Tretan Muslim sebagai Polisi preman
  • Joshua Pandelaki sebagai Hakim tahun 2019
  • Otig Pakis sebagai Hakim tahun 2002
  • Tommy sebagai Jaksa tahun 2019
  • Fredy Amin sebagai Jaksa tahun 2002
  • Fuad Idris sebagai Warno
  • Denny Sumlang sebagai Kanit reserse
  • Dara Asvia sebagai Pacar Atmo
  • Asyafa Bilqis S. sebagai Madonna
  • Avan Sanjaya sebagai Sopir Willy

Penayangan[sunting | sunting sumber]

Falcon Pictures mengumumkan tanggal penayangan dan merilis poster resmi dari tujuh film yang diproduksinya dalam sebuah acara showcase pada hari Kamis, 14 April 2022. Miracle in Cell No. 7 dijadwalkan untuk tayang perdana di bioskop Indonesia pada 8 September 2022.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Futari, Hana (21 Maret 2019). "Film Miracle in Cell No 7 Segera Di-Remake ke Versi Indonesia". Okezone.com. Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  2. ^ Saputra, Aditia (21 Maret 2019). "Film Box Office Miracle In Cell No. 7 Bakal Di-remake di Indonesia". Liputan6.com. Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  3. ^ "Vino hingga Tora Bintangi Miracle in Cell No 7 Versi Indonesia". CNN Indonesia. 29 Januari 2020. Diakses tanggal 29 Januari 2020. 
  4. ^ Asih, Ratnaning (30 Januari 2020). "Miracle in Cell No 7 Dibuat Versi Indonesia, Ada Indro Warkop hingga Bryan Domani". Liputan6.com. Diakses tanggal 1 Februari 2020. 
  5. ^ Faza, Shibgho (15 April 2022). "4 Alasan Film "MIRACLE IN CELL NO.7" Versi Indonesia Layak Dinantikan, Tak Kalah Menarik!". yoursay.id. Diakses tanggal 19 April 2022. 
  6. ^ Herlambang, Helmy (14 April 2022). "Falcon Pictures Siap Rilis 7 Film Indonesia Baru sepanjang 2022". Kincir. Diakses tanggal 15 April 2022. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]