Lompat ke isi

Jodoh Boleh Diatur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jodoh Boleh Diatur
Cuplikan Film Jodoh Boleh Diatur
SutradaraAmi Prijono
ProduserPT Garuda Film
Ditulis olehDjamsan Djakiman
PemeranWarkop DKI (Dono, Kasino, Indro)
Ira Wibowo
Nia Zulkarnaen
Mr. Os
Raja Ema
Yurike Prastika
Ida Kusumah
Silvana Herman
Dhalia
Lina Budiarti
PenatamusikBilly J. Budiardjo
SinematograferTantra Sutjadi
Endang Darsono
PenyuntingEffendi Doytha
DistributorPT Garuda Film
Tanggal rilis
15 Desember 1988
Durasi97 menit
NegaraIndonesia

Jodoh Boleh Diatur adalah film komedi Indonesia yang dirilis dan diproduksi pada tanggal 15 Desember 1988 dan disutradarai oleh Ami Prijono dan dibintangi antara lain oleh Warkop DKI, Ira Wibowo dan Nia Zulkarnaen.

cuplikan film

Dono, Kasino, Indro mencari pacar lewat biro jodoh. Persoalan timbul karena pasangan mereka yang direkomendasikan kepala biro jodoh (Ira Wibowo) itu. Indro kecewa karena pasangannya ternyata sedang meneliti tentang kesetiaan pria untuk skripsinya. Dono nyaris dipecat gara-gara kebanyakan memakai telpon untuk pacaran, sedang pasangan Kasino ternyata penipu. Calon Dono, Rita (Raja Ema) tiba-tiba menghilang dan lewat kakeknya (Panji Anom) menitipkan bayi pada Dono. Ternyata Rita menghindar dari suaminya yang datang mencari dan ingin mengajak rujuk. Rita pergi, karena tak mau dimadu. Maka kelucuan pindah dengan soal bayi itu, yang mengingatkan akan film "Three Man and a Baby". Dono jatuh cinta pada bayi itu, hingga waktu diambil Rita dan suaminya kembali ke Malaysia, dia bagaikan kehilangan ingatan dan menyusul ke Malaysia dengan menggendong-gendong boneka ditemani Indro dan Kasino. Setelah bertemu bayi itu, ia bisa tertawa kembali.

Raja Ema merupakan aktris asal Malaysia yang terlibat dalam film ini, dan sebagian proses produksi film juga dilakukan di Malaysia. Keterlibatan tersebut diduga bertujuan untuk memperluas jangkauan pemasaran film di pasar Malaysia. Di Indonesia, film ini meraih kesuksesan komersial dengan menempati peringkat keempat film terlaris di Jakarta pada tahun 1988, dengan jumlah penonton mencapai 444.030 orang berdasarkan data Perfin. Berbeda dari sebagian besar film Warkop DKI yang umumnya mengusung genre komedi, film ini lebih menonjolkan unsur drama. Meskipun dibintangi oleh Dono, Kasino, dan Indro yang dikenal sebagai legenda komedi Indonesia, alur ceritanya dirancang untuk menggugah emosi penonton. Hal tersebut terutama terlihat pada bagian akhir film, yang menampilkan tokoh Dono mengalami gangguan kejiwaan setelah bayi yang dirawatnya bersama Kasino dan Indro dibawa oleh Rita ke Malaysia. Kisah berlanjut dengan upaya Kasino dan Indro membawa Dono menyusul ke Malaysia, hingga akhirnya Dono dapat kembali bertemu dengan Rita dan bayi tersebut.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]