Lompat ke isi

Bagi-Bagi Dong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bagi Bagi Dong
SutradaraTjut Djalil
ProduserRaam Soraya
PemeranWarkop DKI (Dono, Kasino, Indro)
Kiki Fatmala
Inneke Koesherawati
Ozy Syahputra
Malfin Shayna
Diding Boneng
Robert Syarief
Ucok Baba
DistributorSoraya Intercine Films
Tanggal rilis
16 Desember 1993
Durasi82 menit
NegaraIndonesia

Bagi Bagi Dong adalah film komedi Indonesia yang dirilis dan diproduksi pada tanggal 16 Desember 1993 dan disutradarai oleh Tjut Djalil dan dibintangi oleh Warkop DKI, Kiki Fatmala, Inneke Koesherawati, dan Ozy Syahputra.

Film ini menceritakan Dono yang tinggal bersama dua sahabatnya, Kasino dan Indro. Kasino tinggal bersama kekasihnya, Kristine, sedangkan Indro berpacaran dengan Yukem. Karena merasa iri belum memiliki pasangan, Dono mendatangi seorang dukun dan diberi seekor tikus sebagai sarana untuk menarik perhatian perempuan. Setibanya di rumah, tikus tersebut dilepaskan dan menimbulkan kehebohan, terutama bagi Kristine dan Yukem. Keadaan ini dimanfaatkan Dono sebagai alasan agar keempat orang tersebut meninggalkan rumah.

Kesempatan tersebut digunakan Dono untuk menunggu seorang gadis yang baru dikenalnya dan berencana dirayunya di rumah. Namun, ketidaktahuan Kasino, Indro, Kristine, dan Yukem terhadap maksud Dono menyebabkan rencana tersebut berantakan. Kristine dan Yukem kemudian meminta Dono, Kasino, dan Indro untuk menangkap tikus yang berkeliaran di rumah. Tikus tersebut sebenarnya berhasil ditangkap oleh Dono, tetapi Kasino meminta agar hal itu dirahasiakan supaya ia dan Indro dapat menemani Kristine dan Yukem tidur di rumah pada malam hari.

Pada malam hari, kaki Indro tidak sengaja terjebak perangkap tikus yang dipasang Kasino, yang awalnya ditujukan untuk menjebak Dono. Ketika kaki Indro hendak dimasukkan ke dalam baskom berisi air panas, Indro menolak, tetapi Kristine dan Yukem memaksanya. Akibatnya, Indro mengerang kesakitan karena kepanasan, sementara orang-orang di sekitarnya tertawa. Kasino kemudian mengaku bahwa dialah yang memasang perangkap tersebut dan tertawa terbahak-bahak. Melihat kejadian itu, Kristine diam-diam meletakkan perangkap tikus ke dalam sandal Kasino. Kasino pun mengalami nasib serupa, mengerang kesakitan dan terjatuh ke dalam baskom berisi air panas.

Keesokan harinya, Kasino dan Indro berobat ke rumah sakit. Tanpa mereka ketahui, Diding Boneng telah menyamar sebagai seorang dokter. Keduanya kemudian disuntik di bagian kaki oleh dokter palsu tersebut. Ketika hendak membayar biaya pengobatan, Diding Boneng menolak dan menyuruh mereka pulang dengan berjalan kaki dengan alasan agar obat suntikan bekerja dengan baik. Bukannya sembuh, Kasino dan Indro justru mengalami gangguan penglihatan. Di tengah perjalanan, mereka bertabrakan dengan seorang tunanetra dan disangka sebagai pencuri, sehingga dikeroyok oleh massa. Setelah kejadian tersebut, mereka diantar pulang oleh orang tunanetra itu.

Pada bagian selanjutnya, Dono menemukan sebuah dompet berisi sejumlah uang saat sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan bersama Kasino dan Indro. Mereka kemudian bertemu dengan seorang teman lama Dono yang sedang bersama pamannya. Dono mengajak mereka makan di sebuah restoran mewah. Namun, saat hendak membayar, Dono terkejut karena menemukan foto paman temannya tersebut di dalam dompet yang sebelumnya ditemukan. Dompet itu kemudian diambil kembali oleh sang paman, yang langsung pergi bersama keponakannya. Karena tidak mampu membayar makanan, Dono, Kasino, dan Indro dipukuli oleh petugas keamanan restoran dan diusir ke luar. Dalam perjalanan pulang, mereka menaiki becak yang dikayuh oleh Diding Boneng. Pada adegan penutup, Dono, Kasino, Indro, dan Diding Boneng bersama-sama menceburkan diri ke sebuah telaga.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]