Doa yang Mengancam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Doa yang Mengancam
Doa Yang Mengancam.jpg
Sutradara Hanung Bramantyo
Produser Leo Sutanto
Mitzy Christina
Penulis Jujur Prananto
Pemeran Aming
Titi Kamal
Ramzi
Deddy Sutomo
Nani Widjaja
Jojon
Zaskia Adya Mecca
Cahya Kamila
Cici Tegal
Distributor Sinemart
Durasi
... menit
Negara Indonesia

Doa yang Mengancam merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini dibintangi antara lain oleh Aming, Titi Kamal, Ramzi, Deddy Sutomo, Nani Widjaja, Jojon, Zaskia Adya Mecca, Cahya Kamila, Cici Tegal, Rini Yulianti, dan Asrul Dahlan.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Madrim, seorang kuli angkut, merasa dirinya bernasib paling malang di dunia. Kawannya, Kadir, seorang penjaga mushola menyarankan agar Madrim rajin salat. Madrim mengikuti nasihat ini tetapi nasibnya tak kunjung berubah. Sebuah peristiwa perampokan mengilhami Madrim. Dalam doanya ia mengancam Tuhan dan memberi tenggat waktu tiga hari. Jika doanya tidak terkabul, ia akan berpaling ke setan.

Pada hari ketiga, petir menyambar Madrim dan ia jatuh pingsan. Ia ditolong penduduk desa. Setelah sadar, tiba-tiba Madrim memiliki kemampuan yang dapat mengetahui keberadaan seseorang hanya dengan melihat fotonya. “Kemampuan melihat” ini dimanfaatkan polisi untuk melacak keberadaan para buron. Puluhan buron berhasil ditangkap polisi atas “petunjuk” Madrim.

Hal ini meresahkan Tantra, seorang “buron kerah putih” yang kaya raya. Ia menculik Madrim dan menahan di apartemennya dengan memberinya gaji buta dan pengawalan ketat. Madrim pun seketika hidup berkecukupan. Madrim lagi-lagi mengancam Tuhan agar ia dibebaskan dari “kemampuan lebih”-nya yang ternyata justru menyiksa dirinya. Kadir menduga, jangan-jangan “kemampuan lebih” itu bukan pemberian Tuhan, tetapi pemberian setan. Maka Madrim pun “menggugat setan”.

Lagi-lagi Madrim mengalami koma. Setelah siuman, ia bukannya kehilangan kemampuan, tetapi kemampuannya justru bertambah. Ia bukan saja bisa melihat gambaran seseorang saat ini, tetapi juga gambaran pada masa mendatang! Dalam tempo singkat kekayaan Madrim meningkat. Tapi ia tak kunjung bahagia karena ia justru tak mampu melacak keberadaan istrinya sendiri. Ia pun memohon pada Tuhan agar dipertemukan dengan istrinya. Istrinya kuliah di IAInNU Kebumen. masuk PMII dan menjadi ketua Kopri. Tak hayal Madrim pun pergi ke kota kebumen, akan tetapi kecewa karena Istrinya sudah menikah lagi.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Nominasi Piala Citra FFI 2008 - Pemeran Utama Pria (Aming)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]