Kartini (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kartini
Teaser kartini.jpg
Poster film
Sutradara Hanung Bramantyo
Produser Robert Ronny
Skenario Hanung Bramantyo
Bagus Bramanti
Cerita Robert Ronny
Pemeran Dian Sastrowardoyo
Deddy Sutomo
Christine Hakim
Acha Septriasa
Ayushita
Reza Rahadian
Adinia Wirasti
Musik Andi Rianto
Charlie Meliala
Sinematografi Faozan Rizal
Penyunting Wawan I. Wibowo
Perusahaan
produksi
Legacy Pictures
Screenplay Films
Tanggal rilis
19 April 2017
Durasi
122 mins
Negara  Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Anggaran Rp 12 miliar
Pendapatan kotor Rp 19 miliar

Kartini adalah sebuah film biografi dari tokoh perjuangan emansipasi wanita Indonesia, Kartini. Film ini menjadi penampilan ketiga Kartini di layar lebar setelah biografi R.A. Kartini (film) (1984), dan kisah fiksi asmara Kartini Surat Cinta Untuk Kartini (2016). Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Kartini.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Film ini akan menceritakan tentang tentang Kartini (Dian Sastrowardoyo) yang tumbuh dengan melihat langsung Ibunya bernama Ngasirah (Christine Hakim) yang menjadi orang terbuang di rumahnya sendiri. Hal ini terjadi dikarenakan tidak memiliki darah ningrat dan menjadi seorang pembantu. Sang ayah bernama Raden Sosroningrat (Deddy Sutomo) yang sangat mencintai Kartini tidak berdaya melawan tradisi yang sudah turun temurun. Sepanjang perjalanan hidupnya, Kartini berjuang untuk mensetarakan hak bagi semua orang baik ningrat ataupun bukan. Terutama hak pendidikan untuk perempuan, Bersama kedua saudarinya bernama Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita). Kartini berjuang untuk mendirikan sebuah sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan sebuah lapangan pekerjaan bagi semua masyarakat Jepara.[1]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Film ini diproduksi oleh Legacy Pictures dan Screenplay Films dan digarap oleh Hanung Bramantyo sebagai sutradara dan Robert Ronny sebagai produser. Naskah ditulis oleh Hanung dan Bagus Bramanti berdasarkan ide cerita Robert Ronny. Film ini diperankan oleh Dian Sastrowardoyo, Deddy Sutomo, Deddy Sutomo, Christine Hakim, Djenar Maesa Ayu, Acha Septriasa, Ayushita, Reza Rahadian, Denny Sumargo, Dwi Sasono, Rianti Cartwright, Nova Eliza, Neysa Chan, Hans de Kraker, Carmen van Rijnbach dan Rebecca Reijman.[2]

Proses pengerjaan film ini ternyata harusnya dirilis pada tahun 2016. Rencana produksi film yang harusnya dilakukan pada tahun 2015 dengan berat hati diubah menjadi tahun 2016 karena proses penggodokan cerita yang masih belum matang. Penulis naskah sekaligus sutradara, Hanung ingin betul-betul menggambarkan sosok Kartini muda dan keluarganya secara jelas sehingga harus riset lebih dalam untuk naskah filmnya. Robert Ronny, menyebutkan bahwa riset film ini dilakukan hingga ke Belanda. Riset ini harus dilakukan karena pihaknya menilai sumber-sumber tentang Kartini di Indonesia masih terbilang kurang.[3][4]

Selain cerita, kesulitan lainnya adalah mengenai lokasi syuting. Idealnya, film ini memang dibuat di lokasi otentik tempat tinggal keluarga Kartini di Jepara. Masalahnya, rumah Kartini ternyata sudah dirombak total, jauh dari kondisi aslinya. Bila berkeras menggunakan lokasi asli, justru tidak akan sesuai dengan setting waktu di film ini. Akhirnya, pihaknya memutuskan untuk meriset arsitektur pendopo dan interior masa itu, dan membangunnya kembali di Jakarta dan Yogyakarta.[5] Proses syuting memakan waktu hingga satu bulan serta menghabiskan dana sebesar Rp 12 miliar.[6] Menurut penuturan Hanung Bramantyo, sekian persen dana dihabiskan untuk menyewa alat-alat produksi seperti kamera dan biaya terbesar dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan artistik.[7]

Peluncuran[sunting | sunting sumber]

Penayangan[sunting | sunting sumber]

Gala Premiere film ini di gelar pada 12 April 2017 di Metropole XXI, Menteng, Jakarta Pusat.[8] Lalu, penayangan serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 April 2017.[9]

Perolehan Penonton[sunting | sunting sumber]

Film ini sukses menembus Box Office Indonesia dalam sepekan penayangannya. Dilansir dari laman filmindonesia.or.id pada 26 April 2017, film ini berhasil meraup 323.686 penonton.

Pendapatan[sunting | sunting sumber]

Film ini berhasil masuk ke jajaran film laris tahun 2017 di semester pertama dengan pendapatan sebesar Rp 19 miliar dari pemutaran di bioskop. Angka ini disusul oleh film yang dibintangi Indro Warkop, Security Ugal-ugalan dengan Rp 19,7 miliar.[10]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Kartini, R.A. Kartini (film), Surat Cinta Untuk Kartini

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ pusatsinopsis.com. "Pusat Sinopsis: Film Kartini (2017)". Diakses tanggal 2017-12-09. 
  2. ^ Sastrowardoyo, Dian; Rahadian, Reza; Wirasti, Adinia (2017-04-19), Kartini, diakses tanggal 2017-12-09 
  3. ^ "7 Fakta Unik Film Kartini - BookMyShow Indonesia Blog". BookMyShow Indonesia Blog (dalam bahasa American English). 2017-04-17. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  4. ^ Liputan6.com. "6 Fakta Menarik di Balik Film Kartini". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  5. ^ Liputan6.com. "6 Fakta Menarik di Balik Film Kartini". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  6. ^ Saraswati, Dyah Paramita. "Berapa Biaya untuk Membuat Film 'Kartini'?". detikhot. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  7. ^ Liputan6.com. "Film Kartini Habiskan Biaya Produksi Sekitar Rp12 Miliar". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  8. ^ "FOTO: STUNNING! INI GAYA PARA SELEB DI GALA PREMIERE FILM KARTINI". KapanLagi.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-09. 
  9. ^ "Hanung Bramantyo Rilis Trailer Baru Film Kartini". bintang.com. Diakses tanggal 2017-12-09. 
  10. ^ "Ini Pendapatan 6 Film Indonesia Terlaris di Semester I 2017". www.msn.com. Diakses tanggal 2017-12-09.