Tanta Ginting

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanta Ginting
220px
Nama lahir Tanta Jorekenta Ginting
Nama lain Tanta Ginting
Tanta Dewa Ginting
Lahir 16 Oktober 1981 (umur 37)
Bendera Indonesia Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Aktor, musisi, host, model
Tahun aktif 2010 - sekarang
Hubungan Syailendra Musi Putra Ginting (saudara laki-laki)
Eva Pruitt Ginting (saudara perempuan)
Pasangan Denalta Eunike (istri)
Orang tua Simson Ginting
Murni Tarigan

Tanta Jorekenta Ginting atau dikenal dengan Tanta Ginting atau Tanta Dewa Ginting (lahir di Jakarta, 16 Oktober 1981; umur 37 tahun) adalah seorang aktor asal Indonesia yang memulai karier sebagai pemeran teater musikal, di antaranya Gita Cinta The Musical, Musikal Laskar Pelangi, serta Ali Topan The Musical.

Ia dikenal dalam film layar lebar sebagai pemeran Sutan Sjahrir (Soekarno, 2013) dan Semaoen (Tjokroaminoto: Guru Bangsa, 2015).

Karier[sunting | sunting sumber]

Tanta kecil adalah sosok yang aktif dan sangat menyukai dunia seni. Sejak kecil dia sudah suka menari dan bernyanyi, dan dia juga sangat tertarik pada alat musik gitar dan drum.

Tahun 1994, saat Tanta berusia 13 tahun, ia harus ikut keluarganya pindah ke negara Amerika Serikat. Saat itu bukan hal mudah bagi Tanta untuk beradaptasi dengan kehidupan orang-orang di Amerika, mengingat dirinya sendiri memiliki keterbatasan dalam berbahasa Inggris. Hal ini lantas membuatnya merasa terasing di sekolah dan memilih menyendiri dan akhirnya membawa dirinya kembali lagi menekuni dunia musik.

Tanta kemudian bergabung dalam grup musik Fourwall. Bersama grup musik ini Tanta sempat melepas album Lifetime pada tahun 2007 di Amerika Serikat. Karena kurang dukungan dari orang tua membuat tanta harus kembali bekerja sebagai tenaga electronic engineering di perusahaan yang merupakan basis keilmuan yang dia dapatkan dibangku kuliah.

Kali pertama berkunjung ke Tanah Air, Tanta langsung merasa nyaman. Setahun kemudian, Tanta pulang lagi. Ia menyempatkan diri melihat konser Slank dan Gigi. Para personel Slank dan Gigi memberi semangat untuk merintis karier di Indonesia. Pada 2008, Tanta resmi berhenti bekerja di Amerika Serikat dan pulang ke Indonesia meski ditentang orang tua.

Disinilah awal keterlibatan Tanta di dunia teater musikal. Pada tahun 2009 dia diajak Daniel Mananta untuk menghadiri audisi Gita Cinta The Musical dan kemudian diterima. Sukses menjadi pemeran Gita Cinta The Musical, Tanta kemudian mendapatkan tawaran berperan dalam Ali Topan The Musical dan berlanjut pada Musikal Laskar Pelangi garapan Mira Lesmana dan Riri Riza.

Selain keterlibatannya di dunia peran. Tanta Ginting juga tercatat pernah menjadi host program acara Tarung di Kompas TV. Disinilah awal kedua orang tua sudah mulai mendukung karier tanta di jalur entertain. Keterlibatan Tanta di dunia film berawal dari Film Soekarno, pada film ini Tanta mendapatkan peran sebagai Sutan Syahrir.[1] Melalui film ini juga, dia masuk nominasi Indonesian Movie Awards 2014 sebagai Pendatang Baru Pria Terfavorit.[2]

Pada tahun 2014, Tanta kembali bermain dalam film Negeri Tanpa Telinga yang disutradarai oleh Lola Amaria. Dalam film ini Tanta bermain bersama sederet nama pemeran film lainnya, di antaranya Ray Sahetapy, Teuku Rifnu Wikana, Kelly Tandiono, Lukman Sardi, dan Gary Iskak.[3]

Tahun Ini Tanta Ginting tengah membintangi sitkom The East.Dalam sitkom ini ia berperan sebagai Fajar Seorang senior kameramen.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Tanta Ginting adalah anak dari pasangan Simson Ginting dan Murni Tarigan. Dari kedua orang tuanya, Tanta juga memiliki seorang saudara laki-laki bernama Syailendra Musi Putra Ginting dan seorang saudara perempuan bernama Eva Ginting Pruitt.[4]

Orangtuanya yang memiliki darah Suku Karo sering mengundang para musisi tradisional Karo dari Medan untuk mengisi acara adat Karo di Palembang. Disinilah Tanta mulai terekspose untuk bermain musik, ketika para musisi tradisional Karo selalu latihan dan menginap di rumah orang tuanya di Palembang.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
2013 Soekarno: Indonesia Merdeka Sjahrir Nominasi – Aktor Pendatang Baru Terbaik di Indonesian Movie Awards 2014
Nominasi – Aktor Pendatang Baru Terfavorit di Indonesian Movie Awards 2014
Pemeran Pembantu Pria Terpuji di Festival Film Bandung 2014
Aktor Pendatang Baru Terbaik di Piala Maya 2014
2014 Negeri Tanpa Telinga Mister Marmood
2015 Skakmat Jamal
2015 Sendiri Diana Sendiri Ari Film pendek
2015 3 Dara Richard
2015 3: Alif Lam Mim Tamtama Nominasi – Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2015
Nominasi – Arifin C. Noer Awards (Penampilan Singkat Nan Berkesan) di Piala Maya 2015
Pemeran Pria Pendukung Terfavorit di Indonesia Movie Actors Awards 2016
Nominasi - Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung 2016
Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung 2016
2015 Lily: Bunga Terakhirku
2015 Surga yang Tak Dirindukan Hartono Nominasi – Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Indonesia Box Office Movie Awards 2016
2015 Guru Bangsa: Tjokroaminoto Soemaun
2016 Wa'alaikumussalam Paris Dadang
2016 Sundul Gan: the Story of Kaskus
2016 ILY from 38.000 Ft Jonah
2017 Surga yang Tak Dirindukan 2 Hartono
2017 Bid'ah Cinta
2017 Insya Allah Sah Polisi Sabar Ikhlas
2017 Berangkat! Gimbal
2018 The Perfect Husband Eza
2018 Insya Allah Sah 2
2018 3 Dara 2 Richard
2018 Polis EVO 2 Riky Kumolo Film laga pertama
2019 Horas Amang Maruli

Sitkom[sunting | sunting sumber]

Nominasi[sunting | sunting sumber]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung 2014[8]
  • Pendatang Baru Pria Terpilih Piala Maya 2014[9]
  • Pemeran Pria Pendukung Terfavorit Indonesia Movie Actors (IMA) Awards 2016[10]
  • Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung 2016[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Tanta Ginting di Film Soekarno". sorasirulo.Com. Diakses tanggal 17 Juli 2014. 
  2. ^ "Nominasi Indonesian Movie Awards 2014". tabloidbintang.Com. Diakses tanggal 17 Juli 2014. 
  3. ^ "Negeri Tanpa Telinga". 21cineplex.Com. Diakses tanggal 17 Juli 2014. 
  4. ^ "Kisah Hidup Tanta Ginting". tabloidbintang.Com. Diakses tanggal 17 Juli 2014. 
  5. ^ "Tanta Ginting Masuk Nominasi Festival Film Indonesia 2015". Sipayo.Com. Diakses tanggal 18 November 2015. 
  6. ^ "Tanta Ginting Masuk Nominasi Piala Maya 2015". Sipayo.Com. Diakses tanggal 27 Desember 2015. 
  7. ^ "Nominasi Indonesia Box Office Movie Awards 2016 di SCTV". Bintang.Com. Diakses tanggal 27 Maret 2016. 
  8. ^ "Daftar Lengkap Nama Para Pemenang Festival Film Bandung (FFB) 2014". slidegossip.Com. Diakses tanggal 13 September 2014. 
  9. ^ "Daftar Pemenang Piala Maya 2014". KapanLagi.Com. Diakses tanggal 21 Desember 2014. 
  10. ^ "Tanta Ginting Bawa Pulang Piala Pemeran Pria Pendukung Terfavorit". SindoNews.Com. Diakses tanggal 31 Mei 2016. 
  11. ^ "Tanta Ginting Dapat Piala Pemeran Pembantu Pria Terpuji FFB 2016". Liputan6.com. Diakses tanggal 25 September 2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]