3: Alif Lam Mim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
3[1]
144135105365944 300x430.jpg
Poster film
Sutradara Anggy Umbara
Produser Arie Untung
Pemeran Cornelio Sunny
Abimana Aryasatya
Agus Kuncoro
Prisia Nasution
Tika Bravani
Cecep Rahman
Donny Alamsyah
Verdi Solaiman
Tanta Ginting
Perusahaan
produksi
Distributor Multivision Plus
Tanggal rilis
1 Oktober 2015 (2015-10-1)
Negara Bendera IndonesiaIndonesia
Bahasa Indonesia

3, adalah film aksi Indonesia yang dirilis pada tanggal 1 Oktober 2015 dan akan diperankan oleh Cornelio Sunny, Abimana Aryasatya, Agus Kuncoro, dan lain sebagainya.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

FILM “3” adalah film laga futuristik pertama di Indonesia yang menceritakan tentang persahabatan, persaudaraan dan drama keluarga. Jakarta 2036, begitu banyak terjadi perubahan. Negara sudah kembali damai dan sejahtera sejak perang saudara dan pembantaian kaum radikal berakhir di Revolusi tahun 2026.

Hak asasi manusia menjadi segalanya. Penggunaan peluru tajam sebagai senjata sudah menjadi ilegal. Aparat menggunakan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris yang masih tersisa. Satu dilema yang sangat menyulitkan bagi aparat mengingat beberapa kelompok radikal kembali bangkit dan berjuang untuk menganti wajah demokrasi sehingga aparat mengandalkan kemampuan bela diri yang tinggi untuk menumpas para penjahat.

Alif, Lam dan Mim adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di padepokan Al-Ikhlas.

Alif yang lurus dan keras dalam bersikap memilih menjadi aparat negara. Ia bertekad membasmi semua bentuk kejahatan dan mencari para pembunuh kedua orangtuanya. Lam yang sikapnya lebih tenang menjadi seorang jurnalis. Bertujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan dirinya mata dari rakyat. Sementara Mim yang bijak memilih mengabdi menjadi pengajar dan menetap di padepokan. Ketiganya dipertemukan kembali setelah terjadi kekacauan pasca ledakan bom di sebuah cafe.

Bukti-bukti dan investigasi mengarah pada keterlibatan Mim beserta anak-anak padepokan. Alif harus menghadapi sahabatnya sendiri dan menghancurkan padepokan yang telah membesarkannya. Lam yang terjepit di antara kedua sahabat berusaha mencari titik temu demi menghindari kehancuran yang lebih parah. Mim memilih mengahadapi para aparat dan rela mengorbankan jiwanya tanpa kompromi.

Alif, Lam dan Mim dipaksa bertempur satu sama lain dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenarannya masing-masing, seraya harus terus menjaga keluarga dan orang-orang yang mereka hormati dan cintai. [2] .

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "3". 21 Cineplex. 
  2. ^ "3". 21 Cineplex. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]