Prisia Nasution

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Prisia Nasution
LahirPrisia Wulansari Nasution
1 Juni 1984 (umur 38)
Jakarta, Indonesia
Nama lainPrisia Nasution
AlmamaterSwiss German University
Pekerjaan
Tahun aktif2008 - sekarang
Tinggi172 cm (5 ft 7+12 in)
Suami/istri
Ananda Siregar
(m. 2007; c. 2012)
(m. 2016)
Orang tuaRobert Nasution (ayah)
Siti Sundari (ibu)
KerabatIestarabie Putra Alaudin (ipar)
Iezahdiyana Nurhanie Alaudin (ipar)

Prisia Wulansari Nasution (lahir 1 Juni 1984) adalah seorang model dan pemeran Indonesia keturunan Jawa dan Batak, Sumatera Utara. Ia merupakan istri dari aktor Malaysia, Iedildzuhrie Putra Alaudin.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Prisia Nasution lahir di Jakarta, Indonesia pada 1 Juni 1984.[1]

Dimulai pada bangku SMP, Prisia bergabung dengan kamp pelatihan nasional untuk seni bela diri Indonesia pencak silat.[1] Ia kemudian kuliah di Swiss German University, di BSD, Serpong, jurusan teknologi informasi.[1]

Pada tahun 2003, selama studi universitasnya, Prisia ditawari kesempatan untuk menjadi model runway.[1] Alhasil dia diterima sebagai model, dia pun berpikir bahwa ini adalah cara mudah untuk mendapatkan uang, tetapi dia membatin bahwa dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk melakukannya secara profesional, dalam sebuah wawancara 2011 dengan The Jakarta Post dia berkata pahanya yang terlalu besar, membuat tubuhnya "aneh" untuk permodelan.[1][2]

Karier[sunting | sunting sumber]

Setelah pensiun dari dunia permodelan, Prisia berperan dalam beberapa film televisi. Dia juga merambah film layar lebar dalam film karya Ifa Isfansyah tahun 2011 berjudul Sang Penari (The Dancer) sebagai tokoh utama perempuan, Srintil,[1] setelah dua kali sesi casting. Ketika audisi pertamanya gagal, dia membaca novel asli karya Ahmad Tohari tersebut dan bertekad kuat bahwa dia harus ikut dalam film tersebut.[3] Untuk mempersiapkan peran, dia menghabiskan waktu sebagai ronggeng di Banyumas, Jawa Tengah, berlatih menari dan belajar berbicara bahasa di sana, dia juga mengurangi makan untuk lebih total dalam memerankan seorang gadis desa yang kekurangan gizi.[1] Totalitas tersebut berhasil membawanya menerima penghargaan Aktris Utama Terbaik di Festival Film Indonesia 2011.

Setelah meraih penghargaan Festival Film Indonesia karier Prisia di dunia perfilman Indonesia melambung dengan membintangi lima film pada tahun 2013 yaitu Isyarat sebuah film omnibus bergenre drama, berperan sebagai istri Joko Widodo Iriana dalam Joko, berperan sebagai aktivis lingkungan Butet Manurung dalam Sokola Rimba, Rectoverso sebuah film adaptasi dari novel karya Dewi Lestari, dan sebuah film perjalanan Laura & Marsha.

Tahun 2014 Prisia kembali tampil dalam sebuah film drama Unlimited Love yang mengambil syuting di Eropa. Selain itu Prisia juga kembali berkolaborasi dengan Ifa Isfansyah untuk kedua kalinya dalam Pendekar Tongkat Emas. Setahun berikutnya Prisia kembali tayang dalam film bergenre laga yaitu 3: Alif Lam Mim sebuah film fiksi ilmiah dan Comic 8: Casino Kings Part 1.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Rumah Produksi Sutradara Catatan
2008 Takut: Faces of Fear Irina Komodo Films Segmen: The List
2011 Sang Penari Srintil Salto Films Ifa Isfansyah
2013 Rectoverso Leia Keana Production & Communication Marcella Zalianty, Cathy Sharon, Olga Lidya, Rachel Maryam & Happy Salma Segmen: Malaikat Juga Tahu
Laura & Marsha Laura Inno Maleo Films Dinna Jasanti
Jokowi Iriana K2K Pictures Azhar Kinoi Lubis
Sokola Rimba Butet Manurung Visi Lantas Films Riri Riza
Isyarat Sisi Adhyatmika, Donny Alamsyah, Asmirandah, Reza Rahadian & Monty Tiwa
2014 Unlimited Love Widya Intikom Cipta Kreasindo Haryanto Corakh
Pendekar Tongkat Emas Cempaka Muda Miles Films Ifa Isfansyah
2015 Comic 8: Casino Kings part 1 Interpol Chintya Falcon Pictures Anggy Umbara
3: Alif Lam Mim Laras FAM Pictures & Multivision Plus
2016 Pesantren Impian Eni MD Pictures Ifa Isfansyah
Comic 8: Casino Kings part 2 Interpol Chintya Falcon Pictures Anggy Umbara
Interchange Iva Sonneratia Capital, Seeing Eye Films, APPARAT, MDEC & Cinesurya Dain Iskandar Said Film produksi Malaysia - kerjasama Indonesia dan Malaysia
2017 The Curse Shelina Triple A Films Muhammad Yusuf
Membabi Buta Mariatin SAS Films Joel Fadly
Merah Putih Memanggil Kartini Tebe Silalahi Center Mirwan Suwarso
Wage Gadis Opshid Media John de Rantau
2018 Lima Fara Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Harvan Agustriansyah & Adriyanto Dewo
Jejak Cinta Maryana Trazz Picture Scene Films Tarmizi Abka
The Night Comes For Us Screenplay Infinite Studios Timo Tjahjanto
2019 Lorong Mayang Multivision Plus Hestu Saputra
2020 Temen Kondangan Putri MNC Pictures Iip Sariful Hanan
2021 Happy Anniversary Marina Demi Hidup Production Film pendek

Seri web[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Saluran
TBA Broken Mirror Mola TV

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2011-2012 Laskar Pelangi Ibu Muslimah Mizan Productions
2016 Kisah Idul dan Fitri Fitri Rapi Films
2017 Boy Adel SinemArt

FTV[sunting | sunting sumber]

  • Mengejar Cinta Mas Cahyo
  • Mengejar Mas Karyo (2012)
  • Rute Cinta No.23
  • Proposal Cinta Untuk Clara sebagai Clara
  • Toko Kr.Amat: Selendang Penari Jaipong (2015)
  • Ijinkan Aku Tetap Jadi Pacarmu (2017) sebagai April
  • Pulang Malu Gak Pulang Makin Rindu (2017)
  • Calo Kece Pujaan Hati (2017) sebagai Alya
  • Bodyguard Cantik Si Badut (2017)
  • Cewek kok Macho
  • Service Cinta Montir Cantik (2017) sebagai Bella
  • Catatan Harianku: Salah Jatuh Cinta (2020) sebagai Kania

Pembawa acara[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan nominasi[sunting | sunting sumber]

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
2011 Festival Film Indonesia Pemeran Utama Wanita Terbaik Sang Penari Menang
2012 Asia-Pacific Film Festival Best Actress Nominasi
Indonesian Movie Actors Awards Aktris Pendatang Baru Terbaik Menang
Aktris Pendatang Baru Terfavorit Nominasi
Festival Film Bandung Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop Menang
2013 Indonesian Movie Actors Awards Pemeran Utama Wanita Terbaik Rectoverso Nominasi
Pemeran Utama Wanita Terfavorit Nominasi
Piala Maya Aktris Utama Terpilih Sokola Rimba Nominasi
2014 Indonesian Movie Actors Awards Pemeran Utama Wanita Terbaik Nominasi
Pemeran Utama Wanita Terfavorit Menang
Festival Film Bandung Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop Nominasi
Festival Film Indonesia Pemeran Utama Wanita Terbaik Nominasi
2015 ASEAN International Film Festival and Awards Best Actress Nominasi
Festival Film Bandung Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Film Bioskop Comic 8: Casino Kings Part 1 Menang
Festival Film Indonesia Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi
Piala Maya Aktris Pendukung Terpilih Nominasi
2016 Indonesian Box Office Movie Awards Pemeran Utama Wanita Terbaik Nominasi
Indonesian Movie Actors Awards Nominasi
Pemeran Utama Wanita Terfavorit Nominasi
Indonesian Choice Awards Actress of the Year Nominasi
2017 Indonesian Box Office Movie Awards Pemeran Utama Wanita Terbaik Comic 8: Casino Kings Part 2 Nominasi
2018 Festival Film Indonesia Lima Nominasi

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Laura Basuki
Film : 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta
(2010)
Pemeran Utama Wanita Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Sang Penari
(2011)
Diteruskan oleh:
Acha Septriasa
Film : Test Pack
(2012)