Prisia Nasution

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Prisia Nasution
PrissiaNasution.jpg
Nama lahir Prisia Wulandari Nasution
Nama lain Phia
Lahir 1 Juni 1984 (umur 32)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Aktris
Pembawa acara
Model
Orang tua Robert Nasution
Siti Sundari

Prisia Nasution (lahir dengan nama Prisia Wulandari Nasution, lahir di Jakarta, 1 Juni 1984; umur 32 tahun) yang akrab disapa Phia adalah seorang model dan aktris Indonesia. Prisia memulai debut sebagai pemeran utama dalam film adaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk berjudul Sang Penari tahun 2011 dan langsung meraih penghargaan Aktris Utama Terbaik di Festival Film Indonesia 2011. Setelah meraih penghargaan Festival Film Indonesia karier Prisia di dunia perfilman Indonesia melambung dengan membintangi lima film pada tahun 2013 yaitu Isyarat sebuah film omnibus bergenre drama, berperan sebagai istri Joko Widodo Iriana dalam Jokowi (film), berperan sebagai aktivis lingkungan Butet Manurung dalam Sokola Rimba, Rectoverso (film) sebuah film adaptasi dari novel karya Dewi Lestari, dan sebuah film perjalanan Laura & Marsha.

Tahun 2014 Prisia kembali tampil dalam sebuah film drama Unlimited Love yang mengambil syuting di Eropa. Selain itu Prisia juga kembali berkolaborasi dengan Ifa Isfansyah untuk kedua kalinya dalam Pendekar Tongkat Emas. Setahun berikutnya Prisia kembali tayang dalam film bergenre laga yaitu 3 (film) sebuah film fiksi ilmiah dan Comic 8: Casino Kings Part 1 sebuah sekuel pertama Comic 8, kedua film yang dibintangi Prisia tahun ini merupakan karya Anggy Umbara.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Prisia Nasution lahir di Jakarta, Indonesia pada 1 Juni 1984.[1]

Dimulai pada bangku SMP, Prisia bergabung dengan kamp pelatihan nasional untuk seni bela diri Indonesia pencak silat.[1] Ia kemudian kuliah di Swiss German University, di BSD, Serpong, jurusan teknologi informasi.[1]

Pada tahun 2003, selama studi universitasnya, Prisia ditawari kesempatan untuk menjadi model runway.[1] Alhasil dia diterima sebagai model, dia pun berpikir bahwa ini adalah cara mudah untuk mendapatkan uang, tapi dia membatin bahwa dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk melakukannya secara profesional, dalam sebuah wawancara 2011 dengan The Jakarta Post dia berkata pahanya yang terlalu besar, membuat tubuhnya "aneh" untuk permodelan.[1][2]

Karier akting[sunting | sunting sumber]

Setelah pensiun dari dunia permodelan, Prisia berperan dalam beberapa film televisi. Dia juga merambah film layar lebar dalam film karya Ifa Isfansyah tahun 2011 berjudul Sang Penari (The Dancer) sebagai tokoh utama perempuan, Srintil,[1] setelah dua kali sesi casting. Ketika audisi pertamanya gagal, dia membaca novel asli karya Ahmad Tohari tersebut dan bertekad kuat bahwa dia harus ikut dalam film tersebut.[3] Untuk mempersiapkan peran, dia menghabiskan waktu sebagai ronggeng di Banyumas, Jawa Tengah, berlatih menari dan belajar berbicara bahasa di sana, dia juga mengurangi makan untuk lebih total dalam memerankan seorang gadis desa yang kekurangan gizi.[1]

Pada Januari 2012, Prisia Nasution bermain dalam serial TV Laskar Pelangi – The Series (Rainbow Warriors – The Series), berdasarkan novel karya Andrea Hirata.[1]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Untuk perannya dalam Sang Penari, Prisia Nasution menerima Penghargaan Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik pada Festival Film Indonesia 2011.[1]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Prisia Nasution menikah dengan Ananda Siregar.[4] Pasangan ini bercerai pada tanggal 4 Januari 2012 setelah pergi ke pengadilan 11 kali untuk diskusi.[4][5]

Pembawa Acara[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Catatan
2008 Takut: Faces of Fear
2011 Sang Penari Srintil
2013 Isyarat
2013 Jokowi (film) Iriana
2013 Sokola Rimba Butet Manurung
2013 Laura & Marsha Laura
2013 Rectoverso (film) Leia
2014 Pendekar Tongkat Emas Cempaka Muda
2014 Unlimited Love Widya
2015 3 (film) Laras
2015 Comic 8: Casino Kings Part 1 Interpol Chintya
2016 Comic 8: Casino Kings Part 2 Interpol Chintya
2016 Pesantren Impian
TBA The Night Comes For Us

FTV[sunting | sunting sumber]

  • Rute Cinta No.23
  • Proposal Cinta Untuk Clara sebagai Clara

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Tahun Karya yang dinominasikan Penghargaan Kategori Hasil
2011 Sang Penari Festival Film Indonesia 2011 Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik Menang
2012 Sang Penari Indonesian Movie Awards 2012 Aktris Pendatang Baru Terbaik Menang
Aktris Pendatang Baru Terfavorit Nominasi
Pasangan Terbaik (bersama Oka Antara) Nominasi
Festival Film Bandung 2012 Pemeran Utama Wanita Terpuji Menang
Cinta Pengamen Badut Festival Film Indonesia 2012 Piala Vidia untuk Pemeran Utama Wanita FTV Terbaik Nominasi
2013 Rectoverso Indonesian Movie Awards 2013 Aktris Terbaik Nominasi
Aktris Terfavorit Nominasi
Sokola Rimba Piala Maya 2013 Pemeran Utama Wanita Terbaik Nominasi
2014 Sokola Rimba Indonesian Movie Awards 2014 Aktris Terbaik Nominasi
Aktris Terfavorit Menang
Festival Film Indonesia 2014 Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik Nominasi
2015 Comic 8: Casino Kings part 1 Festival Film Indonesia 2015 Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi
Piala Maya 2015 Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Nominasi
Festival Film Bandung 2015 Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Menang
2016 Comic 8: Casino Kings part 1 Indonesia Box Office Movie Awards 2016 Pemeran Utama Wanita Terbaik Nominasi

Referensi[sunting | sunting sumber]

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Laura Basuki
Film : 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta
(2010)
Pemeran Utama Wanita Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Sang Penari
(2011)
Diteruskan oleh:
Acha Septriasa
Film : Test Pack
(2012)