Festival Film Indonesia 2014

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Festival Film Indonesia 2014 adalah Festival Film Indonesia yang ke-36. Pada tahun ini, penyelenggaraan FFI 2014 mengambil tema Bangga Film Indonesia[1].Tema tersebut dipilih karena dinilai mampu mewakili semangat perubahan menuju iklim perfilman nasional yang lebih baik.

Pada tahun ini, total keseluruhan film peserta FFI 2014 mencapai angka 386 judul yang terbagi atas lima kategori yakni, Film Bioskop sebanyak 50 judul, Film Televisi sebanyak 81 judul, Film Pendek sebanyak 138 judul, Film Animasi sebanyak 32 judul, Film Dokumenter sebanyak 85 judul.[2] Malam Puncak Festival Film Indonesia 2014 digelar pada 6 Desember 2014 di Palembang.[3] Untuk para pemenang Piala Vidia FFI 2014 malam penganugerahan digelar di Palembang, Sumatra Selatan pada 5 Desember 2014, sehari sebelum penganugerahan Piala Citra.[4]

Dewan Juri[sunting | sunting sumber]

Piala Vidya[sunting | sunting sumber]

Film Televisi Terbaik[sunting | sunting sumber]

Garis Finis - Serambi SET - Kompas TV

  • 3 Butir Kurma - Magma Entertainment - Kompas TV
  • Kau dan Aku dalam Rindu - First Media - J'Go
  • Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku ? - SinemArt - RCTI
  • Sampai Maut Memisahkan - First Media - J'Go

Sutradara FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Hestu Saputra - Garis Finis

Pemeran Utama Pria FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Surya Saputra - 3 Butir Kurma

Pemeran Utama Wanita FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Yuki Kato - Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku ?

Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Mathias Muchus - Garis Finis

Pemeran Pendukung Wanita FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Denaya Bintang Azmi - Kau dan Aku dalam Rindu

Penulis Skenario FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Bagus Bramantyo - Garis Finis

  • Ifan Ismail - 3 Butir Kurma
  • Eric Tiwa - Berani Hidup
  • Jujur Prananto - Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku ?

Pengarah Sinematografi FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Batara Goempar - Garis Finis

  • Rollie Markiano - Kau dan Aku dalam Rindu
  • Harjono Parser - 3 Butir Kurma
  • Rollie Markiano - Sampai Maut Memisahkan

Penata Artistik FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Garper R. V. J. - Garis Finis

  • Harrys Utomo - 3 Butir Kurma
  • Kobe Dinata - Kau dan Aku dalam Rindu
  • Ovic - Stasiun Balapan

Penyunting Gambar FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Ilham Adinatha - 3 Butir Kurma

  • M. Hanif Ridlo & Reinardus Nugraha - Kau dan Aku dalam Rindu
  • Hendrajat, Septedy, Cecep Ruchiat & Rizal Basri - Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku ?
  • Nandang Wahyu - Garis Finis

Penata Suara FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Mulyono - 3 Butir Kurma

  • Cepot - Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku ?
  • Hasanudin Bugo - Garis Finis
  • Adi Molana - Karena Aku Cinta Baginda Nabi

Penata Musik FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Chandra Malik - Garis Finis

  • Tim Magma Entertainment - 3 Butir Kurma
  • Bongky Marcel & Ganden Bramanto - Sampai Maut Memisahkan

Penata Busana FTV Terbaik[sunting | sunting sumber]

Tuti - Kau dan Aku dalam Rindu

  • Akbar Lubis - 3 Butir Kurma
  • Retno Ratih Damayanti - Garis Finis
  • Ellin Marlina - Stasiun Balapan

Pemenang Terbanyak[sunting | sunting sumber]

  • Garis Finis (7/11)
  • 3 Butir Kurma (3/11)
  • Kau dan Aku dalam Rindu (2/8)
  • Akankah Bunda Datang ke Pernikahanku ? (1/7)

Piala Citra[sunting | sunting sumber]

Film Bioskop Terbaik[sunting | sunting sumber]

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku - Visinema Pictures

Sutradara Terbaik[sunting | sunting sumber]

Adriyanto Dewo - Tabula Rasa

Pemeran Utama Pria Terbaik[sunting | sunting sumber]

Chicco Jerikho - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Pemeran Utama Wanita Terbaik[sunting | sunting sumber]

Dewi Irawan - Tabula Rasa

Pemeran Pendukung Pria Terbaik[sunting | sunting sumber]

Yayu Unru - Tabula Rasa

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik[sunting | sunting sumber]

Tika Bravani - Soekarno

Penulis Skenario Asli Terbaik[sunting | sunting sumber]

Tumpal Tampubolon - Tabula Rasa

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik[sunting | sunting sumber]

Riri Riza - Sokola Rimba

  • Titien Wattimena - 3 Nafas Likas
  • M. Irfan Ramli, Swastika Nohara & Angga D. Sasongko - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
  • Hanung Bramantyo - Soekarno
  • H. Imam Tantowi, Donny Dhirgantoro, Riheam Junianti & Sunil Soraya - Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Pengarah Sinematografi Terbaik[sunting | sunting sumber]

Nur Hidayat - Sebelum Pagi Terulang Kembali

  • Hani Pradigya - 3 Nafas Likas
  • Robie Taswin - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
  • Rendra Yusworo - Sepatu Dahlan
  • Fauzan Rizal - Soekarno

Penyunting Gambar Terbaik[sunting | sunting sumber]

Cesa David Lukmansyah & Wawan I. Wibowo - Soekarno

  • Ryan Purwoko - 99 Cahaya di Langit Eropa
  • Yoga Krispratama - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
  • Sastha Sunu - Sebelum Pagi Terulang Kembali
  • Waluyo Ichwandiardono - Sokola Rimba

Pengarah Artistik Terbaik[sunting | sunting sumber]

Allan Sebastian - Soekarno

Penata Suara Terbaik[sunting | sunting sumber]

Fajar Yuskemal & Aria Prayogi - Killers

  • Satrio Budiono - Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
  • Khikmawan Santosa - Sepatu Dahlan
  • Sutrisno & Satrio Budiono - Soekarno
  • Yusuf A. Patawari & Satrio Budiono - Sokola Rimba

Penata Musik Terbaik[sunting | sunting sumber]

Fajar Yuskemal & Aria Prayogi - Killers

  • Ivan C. Gojaya - Selamat Pagi, Malam
  • Tya Soebiakto - Soekarno
  • Aksan Sjuman - Sokola Rimba
  • Lie Indra Perkasa - Tabula Rasa

Penata Visual Efek Terbaik[sunting | sunting sumber]

Eltra Studio & Adam Howarth - Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

  • Raiyan Laksmana - 3 Nafas Likas
  • Eric Kawilarang - Guardian
  • Totok Santoso /Hillboy - Comic 8
  • Andi Novanto - Killers

Penata Busana Terbaik[sunting | sunting sumber]

Retno Ratih Damayanti - Soekarno

Film Dokumenter Terbaik[sunting | sunting sumber]

Dolanan Kehidupan - Afina Fahtu M. & Yopa Arfi (prod. Eagle Institut Indonesia)

  • Penderes dan Pengidep - Achmad Ulfi (prod. Papringan Pictures)
  • Ngulon - Tony Trimarsanto (prod. Rumah Dokumenter)
  • Quran Sang Paus - Ary Aristo (prod. FFTV IKJ)
  • Masked Monkey (The Evolution of Darwin Theory) - Ismail Fahmi Lubish (prod. Lubish Team Worker)

Film Pendek Terbaik[sunting | sunting sumber]

Onomastika - Loeloe Hendra (prod. Lanjong Production)

  • Sowan - Bobby Prasetyo (prod. Khatulistiwa Film)
  • Polah - Arie Surastio (prod. Madaya Plan)
  • Maryam - Sidi Saleh (prod. Bioskop Merdeka Film)
  • Sepatu Baru - Aditya Ahmad (prod. Institut Kesenian Makassar)

Film Animasi Terbaik[sunting | sunting sumber]

Asia Raya - Anka Atmawijaya Adinegara (prod. Crymsonite Pictures)

  • Adit & Sopo Jarwo (Episode: Motor Baru) - Dana Riza & Indrajaya (prod. MD Animation)
  • Anak Bangsa - M. Panji Shofiullah (prod. Clubink Animation House)
  • Love Paper - Bambang “Ipoenk” (prod. Lajar Tantjap)
  • Pret ! - Firman Wijasmara (prod. Lanting Animation)

Lifetime Achievement Award[sunting | sunting sumber]

Slamet Rahardjo

Penghargaan Khusus FFI 2014[sunting | sunting sumber]

Tissa Biani Azzahra (3 Nafas Likas) & Nengkabau Sunting (Sokola Rimba) sebagai Pemeran Anak-Anak Terbaik.[5]

Pemenang Terbanyak[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]