Inggit Garnasih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Inggit Garnasih
280px
Soekarno adalah cinta sejati Inggit yang dia hantar sampai gerbang kemerdekaan setelah melewati tahun-tahun gejolak marabahaya
Pasangan Haji Sanoesi (tiada-1923)
Soekarno (1923-1943)
Orang tua Arjipan (Ayah) , Amsi (Ibu)
Kerabat Muntarsih ( Kakak), Ratna Djuami ( Anak Angkat), Kartika Uteh ( Anak Angkat)

Inggit Garnasih (lahir di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 17 Februari 1888 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 13 April 1984 pada umur 96 tahun [1] adalah istri kedua Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Mereka menikah pada 24 Maret 1923 di rumah orang tua Inggit di Jalan Javaveem, Bandung. Pernikahan mereka dikukuhkan dengan Soerat Keterangan Kawin No. 1138 tertanggal 24 Maret 1923, bermaterai 15 sen, dan berbahasa Sunda. Sekalipun bercerai tahun 1942, Inggit tetap menyimpan perasaan terhadap Soekarno, termasuk melayat saat Soekarno meninggal. Kisah cinta Inggit-Soekarno ditulis menjadi sebuah roman yang disusun Ramadhan KH yang dicetak ulang beberapa kali sampai sekarang. [1]

Arti nama[sunting | sunting sumber]

Berkas:Inggit Garnasih beserta keluarga Bung Karno yang lain saat melayat Bung Karno di Wisma Yaso,Jakarta, 20 Juni 1970.jpg
Inggit Garnasih beserta keluarga Bung Karno yang lain saat melayat Bung Karno di Wisma Yaso,Jakarta, 20 Juni 1970

Ia terlahir dengan nama Garnasih saja. Garnasih merupakan singkatan dari kesatuan kata Hegar Asih, dimana Hegar berarti segar menghidupkan dan Asih berarti kasih sayang. Kata Inggit yang kemudian menyertai di depan namanya berasal dari jumlah uang seringgit. Diceritakan bahwa Garnasih kecil menjadi sosok yang dikasihi teman-temannya. Begitu pula ketika ia menjadi seorang gadis, ia adalah gadis tercantik di antara teman-temannya. Di antaramereka beredar kata-kata, "Mendapatkan senyuman dari Garnasih ibarat mendapat uang seringgit." Banyak pemuda yang menaruh kasih padanya. Rasa kasih tersebut diberikan dalam bentuk uang yang rata-rata jumlahnya seringgit. Itulah awal muda sebutan Inggit yang kemudian menjadi nama depannya.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  • Nuryati, Reni dkk. 2007. Istri-Istri Sukarno. Ombak: Yogyakarta.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Happy Salma Jiwai Peran Ingit Ganarsih, KOMPAS Daring, 23 Desember 2011.