Daftar Presiden Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Presiden Indonesia
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Indonesian Presidential Seal gold.svg
Joko Widodo 2019 official portrait.jpg
Petahana
Joko Widodo

sejak 20 Oktober 2014
Pemerintah Indonesia
Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
Gelar
  • Bapak Presiden (informal)
  • Yang terhormat (formal)
  • Paduka Yang Mulia (tidak digunakan lagi)
StatusKepala negara
Kepala pemerintahan
Panglima tertinggi
Kediaman
KantorJakarta
Ditunjuk olehPemilihan umum langsung
Masa jabatan5 tahun, dapat diperpanjang sekali
Pejabat perdanaSoekarno
Situs webwww.presidenri.go.id
www.setneg.go.id

Presiden adalah seorang kepala negara dan juga kepala pemerintahan di Republik Indonesia. Presiden juga memimpin bagian eksekutif pada pemerintahan Indonesia dan menjadi komando tertinggi pada Tentara Nasional Indonesia. Sejak tahun 2004, presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat dengan masa jabatan 5 tahun untuk setiap periode. Setelah 2 kali terpilih oleh rakyat, seorang presiden tidak diizinkan untuk melakukan pencalonan diri lagi.

Sistem kepresidenan didirikan pada masa perumusan UUD 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang dibentuk di masa pendudukan Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan "Usaha persiapan kemerdekaan Indonesia".[1] Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibentuk dengan tujuan untuk menggantikan BPUPKI, dan PPKI menunjuk Soekarno sebagai presiden pertama pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Daftar

Sejak tanggal 18 Agustus 1945 hingga saat ini, terdapat tujuh orang yang telah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

No. urut Presiden Partai politik Masa jabatan Wakil Presiden Periode
Nama Potret Awal Akhir
1 Soekarno
(1901–1970)
Sukarno Signature.svg
Presiden Sukarno.jpg Nonpartisan 18 Agustus 1945[a] 1 Desember 1956[a] Mohammad Hatta I
(1945)
1 Desember 1956 18 Mei 1963 Lowong
18 Mei 1963 12 Maret 1967 II
(1963)
- Soeharto
(1921–2008)
Suharto signature.svg
President Suharto, 1993.jpg (ABRI) 12 Maret 1967[b] 27 Maret 1968[b]
2 Golongan Karya
(Dengan dukungan ABRI)
27 Maret 1968 10 Maret 1973 III
(1968)
10 Maret 1973 10 Maret 1978 Hamengkubuwana IX IV
(1973)
10 Maret 1978 10 Maret 1983 Adam Malik V
(1978)
10 Maret 1983 10 Maret 1988 Umar Wirahadikusumah VI
(1983)
10 Maret 1988 10 Maret 1993 Soedharmono VII
(1988)
10 Maret 1993 10 Maret 1998 Try Sutrisno VIII
(1993)
10 Maret 1998 21 Mei 1998 B. J. Habibie IX
(1998)
3 Bacharuddin Jusuf Habibie
(1936–2019)
Signature of B. J. Habibie.svg
Foto Presiden Habibie 1998.jpg Golongan Karya 21 Mei 1998 20 Oktober 1999 Lowong
4 Abdurrahman Wahid
(1940–2009)
Signature of Abdurrahman Wahid.svg
President Abdurrahman Wahid - Indonesia.jpg Partai Kebangkitan Bangsa 20 Oktober 1999 21 Oktober 1999 X
(1999)
21 Oktober 1999 23 Juli 2001 Megawati Soekarnoputri
5 Megawati Soekarnoputri
(1947–)
Signature of Megawati Soekarnoputri.svg
President Megawati Sukarnoputri - Indonesia.jpg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 23 Juli 2001 26 Juli 2001 Lowong
26 Juli 2001 20 Oktober 2004 Hamzah Haz
(2001)
6 Susilo Bambang Yudhoyono
(1949–)
Susilo Bambang Yudhoyono signature.svg
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.png Partai Demokrat 20 Oktober 2004 20 Oktober 2009 Jusuf Kalla XI
(2004)
20 Oktober 2009 20 Oktober 2014 Boediono XII
(2009)
7 Joko Widodo
(1961–)
Signature of Joko Widodo.svg
Joko Widodo 2019 official portrait.jpg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 20 Oktober 2014 20 Oktober 2019 Jusuf Kalla XIII
(2014)
20 Oktober 2019 Petahana Ma'ruf Amin XIV
(2019)
Legenda

Pemerintahan pada era Revolusi Nasional

Periode jabatan Soekarno pada era Revolusi Nasional Indoensia sebenarnya tidak benar-benar dijalankan secara penuh. Terdapat masa-masa yang membuat Soekarno memberikan mandat pemerintahan sementara kepada orang lain. Salah satunya ialah ketika Pemerintahan Darurat Republik Indonesia sebagai pemerintahan dalam pengasingan dibentuk setelah pemerintah resmi Indonesia ditawan dalam operasi Agresi Militer Belanda II. Sedangkan momen lainnya ialah ketika Soekarno menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Selengkapnya lihat daftar di bawah ini.

Presiden Masa jabatan Partai Wakil Presiden
Nama Potret Awal Akhir
Soekarno
Sukarno Signature.svg
Presiden Sukarno.jpg 18 Agustus 1945 13 Juli 1949 Nonpartisan Mohammad Hatta
Soekarno
(Tawanan agresi)
19 Desember 1948 14 Juli 1949 Partai Masyumi Lowong
Syafruddin Prawiranegara
(Ketua PDRI)
Signature of Sjafruddin Prawiranegara.svg
Mr. Syafrudin Prawiranegara.jpg
Soekarno 13 Juli 1949 27 Desember 1949 Nonpartisan Mohammad Hatta
Soekarno
(Presiden RIS)
27 Desember 1949 15 Agustus 1950 Nonpartisan Lowong
Assaat
(Pemangku Sementara
Jabatan Presiden RI)
[c]
Assaat, Mr. Gelar Datuk Mudo, Kami Perkenalkan (1954) p76.jpg Nonpartisan

Lihat pula

Catatan

  1. ^ a b Periode jabatan Soekarno tidak benar-benar dijalankan secara penuh. Terdapat masa-masa yang membuat Soekarno melepaskan sementara jabatanya. Selengkapnya lihat di bagian berikut ini.
  2. ^ a b Pada awalnya, Soeharto hanya ditetapkan sebagai "Penjabat Presiden" melalui Ketetapan MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 tentang "Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno", yang diundangkan pada tanggal 12 Maret 1967 tetapi berlaku surut sejak 22 Februari 1967. Soeharto akhirnya ditetapkan sebagai Presiden Republik Indonesia resmi pada tanggal 27 Maret 1968.
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama RIS

Referensi

Bacaan lanjutan

Pranala luar

  1. ^ Kusuma, A.B.; Elson, R.E. (2011), "A note on the sources for the 1945 constitutional debates in Indonesia" (PDF), Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 167 (2–3): 196–209, doi:10.1163/22134379-90003589, ISSN 0006-2294