Daftar Presiden Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Logo Presiden Republik Indonesia

Berikut adalah daftar lengkap Presiden Republik Indonesia.

Daftar

Sejak tanggal 18 Agustus 1945 hingga saat ini, terdapat tujuh orang yang telah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

No. urut Presiden Partai politik Masa jabatan Wakil Presiden Periode
Nama Potret Awal Akhir
1 Soekarno
(1901–1970)
Sukarno Signature.svg
Presiden Sukarno.jpg Nonpartisan 18 Agustus 1945[a] 1 Desember 1956[a] Mohammad Hatta Transisi
(1945)
1 Desember 1956 18 Mei 1963 Lowong
18 Mei 1963 22 Februari 1967 I
(1963)
2 Soeharto
(1921–2008)
Suharto signature.svg
President Suharto, 1993.jpg Golongan Karya 22 Februari 1967[b] 27 Maret 1968[b]
27 Maret 1968 23 Maret 1973 II
(1968)
23 Maret 1973 22 Maret 1978 Hamengkubuwana IX III
(1973)
22 Maret 1978 10 Maret 1983 Adam Malik IV
(1978)
10 Maret 1983 10 Maret 1988 Umar Wirahadikusumah V
(1983)
10 Maret 1988 10 Maret 1993 Soedharmono VI
(1988)
10 Maret 1993 10 Maret 1998 Try Sutrisno VII
(1993)
10 Maret 1998 21 Mei 1998 B. J. Habibie VIII
(1998)
3 Bacharuddin Jusuf Habibie
(1936–2019)
Signature of B. J. Habibie.svg
Foto Presiden Habibie 1998.jpg Golongan Karya 21 Mei 1998 20 Oktober 1999 Lowong
4 Abdurrahman Wahid
(1940–2009)
Signature of Abdurrahman Wahid.svg
President Abdurrahman Wahid - Indonesia.jpg Partai Kebangkitan Bangsa 20 Oktober 1999 23 Juli 2001 Megawati Soekarnoputri IX
(1999)
5 Megawati Soekarnoputri
(1947–)
Signature of Megawati Soekarnoputri.svg
President Megawati Sukarnoputri - Indonesia.jpg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 23 Juli 2001 26 Juli 2001 Lowong
26 Juli 2001 20 Oktober 2004 Hamzah Haz
6 Susilo Bambang Yudhoyono
(1949–)
Susilo Bambang Yudhoyono signature.svg
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.png Partai Demokrat 20 Oktober 2004 20 Oktober 2009 Jusuf Kalla X
(2004)
20 Oktober 2009 20 Oktober 2014 Boediono XI
(2009)
7 Joko Widodo
(1961–)
Signature of Joko Widodo.svg
Joko Widodo 2019 official portrait.jpg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 20 Oktober 2014 20 Oktober 2019 Jusuf Kalla XII
(2014)
20 Oktober 2019 Petahana Ma'ruf Amin XIII
(2019)
Legenda

Pemerintahan pada era Revolusi Nasional

Periode jabatan Soekarno pada era Revolusi Nasional Indoensia sebenarnya tidak benar-benar dijalankan secara penuh. Terdapat masa-masa yang membuat Soekarno memberikan mandat pemerintahan sementara kepada orang lain. Salah satunya ialah ketika Pemerintahan Darurat Republik Indonesia sebagai pemerintahan dalam pengasingan dibentuk setelah pemerintah resmi Indonesia ditawan dalam operasi Agresi Militer Belanda II. Sedangkan momen lainnya ialah ketika Soekarno menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Selengkapnya lihat daftar di bawah ini.

Presiden Masa jabatan Partai Wakil Presiden
Nama Potret Awal Akhir
Soekarno
Sukarno Signature.svg
Presiden Sukarno.jpg 18 Agustus 1945 13 Juli 1949 Nonpartisan Mohammad Hatta
Soekarno
(Tawanan agresi)
19 Desember 1948 14 Juli 1949 Partai Masyumi Lowong
Syafruddin Prawiranegara
(Ketua PDRI)
Signature of Sjafruddin Prawiranegara.svg
Mr. Syafrudin Prawiranegara.jpg
Soekarno 13 Juli 1949 27 Desember 1949 Nonpartisan Mohammad Hatta
Soekarno
(Presiden RIS)
27 Desember 1949 15 Agustus 1950 Nonpartisan Lowong
Assaat
(Pemangku Sementara
Jabatan Presiden RI)
[c]
Assaat, Mr. Gelar Datuk Mudo, Kami Perkenalkan (1954) p76.jpg Nonpartisan


Lihat pula

Catatan

  1. ^ a b Periode jabatan Soekarno tidak benar-benar dijalankan secara penuh. Terdapat masa-masa yang membuat Soekarno melepaskan sementara jabatanya. Selengkapnya lihat di bagian berikut ini.
  2. ^ a b Pada awalnya, Soeharto hanya ditetapkan sebagai "Penjabat Presiden" melalui Ketetapan MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 tentang "Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno", yang diundangkan pada tanggal 12 Maret 1967 tetapi berlaku surut sejak 22 Februari 1967. Soeharto akhirnya ditetapkan sebagai Presiden Republik Indonesia resmi pada tanggal 27 Maret 1968.
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama RIS

Referensi

Bacaan lanjutan

Pranala luar