Demografi Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Piramida populasi Indonesia tahun 2020, dihasilkan dari basis data Biro Sensus AS

Demografi Indonesia mencakup statistik populasi Indonesia, seperti jumlah, distribusi, dan kepadatan penduduk, serta data demografis lainnya. Populasi Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 yaitu sebesar 270,2 juta jiwa,[1] meningkat dibandingkan sensus penduduk 2010 yang menghasilkan angka 237,64 juta jiwa.[2] Populasi Indonesia diperkirakan akan terus bertambah dan diproyeksikan mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035.[3] Sebanyak 56% penduduk tinggal di Pulau Jawa,[1] yang merupakan pulau terpadat di dunia.[4] Indonesia sendiri adalah negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia.

Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan, tetapi berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.

Populasi Indonesia[sunting | sunting sumber]

Secara historis, jumlah penduduk Indonesia selalu mengalami peningkatan. Perkembangan jumlah penduduk sejak tahun 1930 hingga 2020 dapat dilihat di bawah ini.

Sejarah populasi Indonesia[a]
Tahun Populasi ±% p.t.
1930 60.727.233
1955 77.473.268 +0.98%
1961 97.085.348 +3.83%
1971 119.208.229 +2.07%
1976 141.862.419 +3.54%
1980 147.490.298 +0.98%
1990 179.378.946 +1.98%
2000 206.264.595 +1.41%
2010 237.641.326 +1.43%
2020 270.203.917 +1.29%

Jumlah dan distribusi penduduk[sunting | sunting sumber]

Dari segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar antara lain:[butuh rujukan]

  • Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa dan sangat jarang di Maluku dan Papua.
  • Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok anak-anak dan remaja masih sangat besar.
  • Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun.
  • Distribusi kegiatan ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar di Pulau Jawa.
  • Pembangunan infrastruktur masih tertinggal.
  • Indeks kesehatan masih rendah; angka kematian ibu dan angka kematian bayi masih tinggi

Jumlah penduduk menurut pulau[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jumlah penduduk menurut kelompok pulau berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020.[1]

Pulau Jumlah penduduk (juta) Persentase (%)
Jawa 151,6 56,1
Sumatra 58,6 21,68
Sulawesi 19,9 7,36
Kalimantan 16,6 6,15
Bali dan Nusa Tenggara 15 5,54
Maluku dan Papua 8,6 3,17

Jumlah penduduk menurut provinsi[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jumlah penduduk menurut provinsi berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 dan 2020.

Nama provinsi Luas (km²)[8] Populasi (2010)[2] Populasi (2020)[9]
Aceh 56.500,51 4.494.410 5.274.871
Sumatra Utara 72.427,81 12.982.204 14.799.361
Sumatra Barat 42.224,65 4.846.909 5.534.472
Riau 87.844,23 5.538.367 6.394.087
Jambi 45.348,49 3.092.265 3.548.228
Sumatra Selatan 60.302,54 7.450.394 8.467.432
Bengkulu 19.795,15 1.715.518 2.010.670
Lampung 37.735,15 7.608.405 9.007.848
Kepulauan Bangka Belitung 16.424,14 1.223.296 1.455.678
Kepulauan Riau 8.084,01 1.679.163 2.064.564
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 740,29 9.607.787 10.562.088
Jawa Barat 36.925,05 43.053.732 48.274.162
Jawa Tengah 32.799,71 32.382.657 36.516.035
Daerah Istimewa Yogyakarta 3.133,15 3.457.491 3.668.719
Jawa Timur 46.689,64 37.476.757 40.665.696
Banten 9.018,64 10.632.166 11.904.562
Bali 5.449,37 3.890.757 4.317.404
Nusa Tenggara Barat 19.708,79 4.500.212 5.320.092
Nusa Tenggara Timur 46.137,87 4.683.827 5.325.566
Kalimantan Barat 120.114,32 4.395.983 5.414.390
Kalimantan Tengah 153.564,50 2.212.089 2.669.969
Kalimantan Selatan 37.530,52 3.626.616 4.073.584
Kalimantan Timur 194.849,08 3.553.143 3.766.039
Kalimantan Utara 72.567,49 738.163 701.814
Sulawesi Utara 13.930,73 2.270.596 2.621.923
Sulawesi Tengah 68.089,83 2.635.009 2.985.734
Sulawesi Selatan 46.116,45 8.034.776 9.073.509
Sulawesi Tenggara 36.757,45 2.232.586 2.624.875
Gorontalo 12.165,44 1.040.164 1.171.681
Sulawesi Barat 16.787,19 1.158.651 1.419.229
Maluku 47.350,42 1.533.506 1.848.923
Maluku Utara 39.959,99 1.038.087 1.282.937
Papua Barat 114.566,40 760.422 1.134.068
Papua 309.934,40 2.833.381 4.303.707
Jumlah 237.641.326 270.203.917

Jumlah penduduk menurut kota[sunting | sunting sumber]

Kota dengan jumlah penduduk di atas 100.000 jiwa[sunting | sunting sumber]

Daftar ini merupakan urutan kota-kota di Indonesia yang berpenduduk di atas 100.000 jiwa. Dalam daftar ini, Jakarta yang terdiri dari lima kota administratif dan satu kabupaten administratif, dijadikan sebagai satu kota. Dari 79 kota tersebut, terdapat satu wilayah megapolitan, yakni Jakarta beserta kawasan sekitarnya (Jabotabek: 28.019.545 jiwa), dan tiga wilayah metropolitan, yakni Surabaya (9.115.485), Bandung (7.622.905 jiwa), dan Medan (4.144.583).

Kota dengan penduduk lebih dari 100.000 jiwa
(Sensus Penduduk 2010)[10]
Urutan Kota Provinsi Populasi
1. Jakarta Jakarta 9.586.705
2. Surabaya Jawa Timur 2.940.925
3. Medan Sumatra Utara 2.497.183
4. Bandung Jawa Barat 2.394.873
5. Bekasi Jawa Barat 2.334.871
6. Tangerang Banten 1.798.601
7. Depok Jawa Barat 1.738.570
8. Semarang Jawa Tengah 1.520.481
9. Palembang Sumatra Selatan 1.440.678
10. Makassar Sulawesi Selatan 1.331.391
11. Tangerang Selatan Banten 1.290.322
12. Bogor Jawa Barat 950.334
13. Batam Kepulauan Riau 917.998
14. Pekanbaru Riau 882.045
15. Bandar Lampung Lampung 881.801
16. Malang Jawa Timur 820.243
17. Padang Sumatra Barat 799.750
18. Denpasar Bali 788.589
19. Samarinda Kalimantan Timur 685.859
20. Tasikmalaya Jawa Barat 635.464
21. Serang Banten 618.802
22. Banjarmasin Kalimantan Selatan 612.849
23. Pontianak Kalimantan Barat 554.764
24. Cimahi Jawa Barat 541.177
25. Balikpapan Kalimantan Timur 526.508
26. Jambi Jambi 515.901
27. Surakarta Jawa Tengah 499.337
28. Mataram Nusa Tenggara Barat 402.843
29. Manado Sulawesi Utara 394.683
30. Yogyakarta Yogyakarta 388.627
31. Cilegon Banten 360.125
32. Kupang Nusa Tenggara Timur 315.768
33. Palu Sulawesi Tengah 310.168
34. Ambon Maluku 305.984
35. Tarakan Kalimantan Utara 301.398
36. Sukabumi Jawa Barat 298.681
37. Cirebon Jawa Barat 296.389
38. Bengkulu Bengkulu 296.378
39. Pekalongan Jawa Tengah 274.839
40. Kediri Jawa Timur 268.507
41. Tegal Jawa Tengah 239.599
42. Binjai Sumatra Utara 235.450
43. Pematangsiantar Sumatra Utara 234.698
44. Jayapura Papua 233.859
45. Banda Aceh Aceh 223.446
46. Palangkaraya Kalimantan Tengah 200.608
47. Probolinggo Jawa Timur 196.957
48. Banjarbaru Kalimantan Selatan 192.309
49. Pasuruan Jawa Timur 186.262
50. Tanjungpinang Kepulauan Riau 177.396
51. Gorontalo Gorontalo 173.951
52. Dumai Riau 173.866
53. Madiun Jawa Timur 170.964
54. Batu Jawa Timur 170.948
55. Salatiga Jawa Tengah 170.332
56. Pangkalpinang Bangka Belitung 162.930
57. Lubuklinggau Sumatra Selatan 158.824
58. Ternate Maluku Utara 158.418
59. Bitung Sulawesi Utara 155.385
60. Tanjungbalai Sumatra Utara 154.445
61. Tebingtinggi Sumatra Utara 145.248
62. Metro Lampung 142.733
63. Bontang Kalimantan Timur 140.238
64. Padang Sidempuan Sumatra Utara 136.275
65. Blitar Jawa Timur 131.968
66. Lhokseumawe Aceh 129.251
67. Singkawang Kalimantan Barat 128.297
68. Parepare Sulawesi Selatan 125.207
69. Langsa Aceh 124.270
70. Banjar Jawa Barat 123.341
71. Prabumulih Sumatra Selatan 121.137
72. Mojokerto Jawa Timur 120.196
73. Magelang Jawa Tengah 118.227
74. Sorong Papua Barat 118.017
75. Palopo Sulawesi Selatan 116.152
76. Bima Nusa Tenggara Barat 112.130
77. Bukittinggi Sumatra Barat 111.312
78. Bau-Bau Sulawesi Tenggara 106.638

Kota inti terbesar menurut jumlah penduduk[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah kota-kota inti dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Daftar ini tidak termasuk kota satelit, seperti Bekasi yang merupakan bagian dari wilayah urban Jakarta.

Kota inti terbesar
(Sensus Penduduk 2010)[10]
Urutan Kota Provinsi Populasi
1. Jakarta Jakarta 9.586.705
2. Surabaya Jawa Timur 2.765.487
3. Bandung Jawa Barat 2.394.873
4. Medan Sumatra Utara 2.097.610
5. Semarang Jawa Tengah 1.520.481
6. Palembang Sumatra Selatan 1.440.678
7. Makassar Sulawesi Selatan 1.331.391
8. Kota Bogor Jawa Barat 1.080.000
9. Batam Kepulauan Riau 917.998
10. Pekanbaru Riau 882.045
11. Bandar Lampung Lampung 881.801
12. Malang Jawa Timur 820.243
13. Padang Sumatra Barat 799.750
14. Denpasar Bali 788.589
15. Samarinda Kalimantan Timur 685.859
16. Tasikmalaya Jawa Barat 635.464
17. Serang Banten 618.802
18. Banjarmasin Kalimantan Selatan 612.849
19. Pontianak Kalimantan Barat 554.764
20. Balikpapan Kalimantan Timur 526.508
21. Jambi Jambi 515.901

Kelompok etnik[sunting | sunting sumber]

Peta suku bangsa pribumi di Indonesia berdasarkan peta di ruang etnografi Museum Nasional Indonesia. Suku bangsa pendatang keturunan asing seperti keturunan Tionghoa, Arab, dan India tidak ditampilkan dalam peta, tetapi kebanyakan tinggal di kawasan perkotaan yang tersebar di Indonesia.

Ada lebih dari 300 kelompok etnik di Indonesia.[11] Proporsi populasi jumlah suku bangsa di Indonesia menurut sensus 2010 sebagai berikut:

Suku Bangsa Populasi Persentase Kawasan utama
Jawa 95.217.022 40,22 Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung
Sunda 36.701.670 15,5 Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta
Batak 8.466.969 3,58 Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau
Madura 7.179.356 3,03 Pulau Madura, Jawa Timur, Kalimantan Barat
Betawi 6.807.968 2,88 Jakarta, Jawa Barat
Minangkabau 6.462.713 2,73 Sumatra Barat, Riau
Bugis 6.359.700 2,69 Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah
Melayu 5.365.399 2,27 Pesisir Timur Sumatra, Kalimantan Barat
Banten 4.657.784 1,97 Banten
Banjar 4.127.124 1,74 Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
Aceh 4.091.451 1,73 Nanggroe Aceh Darussalam
Bali 3.946.416 1,67 Pulau Bali
Sasak 3.173.127 1,34 Pulau Lombok
Dayak 3.009.494 1,27 Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
Tionghoa 2.832.510 1,20 Jabodetabek, Kalimantan Barat, Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung
Makassar 2.672.590 1,13 Sulawesi Selatan
Cirebon 1.877.514 0,79 Jawa Barat
Gorontalo 1.251.494 0,53 Gorontalo
Minahasa 1.237.177 0,52 Sulawesi Utara
Nias 1.041.925 0,44 Sumatra Utara

Rasio jenis kelamin[sunting | sunting sumber]

Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah atau negara pada suatu waktu tertentu.[12] Rasio jenis kelamin penduduk Indonesia cenderung semakin meningkat dari satu sensus penduduk ke sensus penduduk berikutnya. Secara berturut-turut, angka rasio jenis kelamin berdasarkan sensus penduduk tahun 1971, 1980, 1990, 2000, 2010. dan 2020 adalah 97, 99, 99, 101. 101, dan 102.[1]

Sensus penduduk 2010[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan SP2010, jumlah penduduk laki-laki Indonesia sebanyak 119.630.913 jiwa dan perempuan sebanyak 118.010.413 jiwa. Rasio jenis kelamin adalah 101, yang berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Rasio jenis kelamin menurut provinsi, yang terendah adalah 94 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan tertinggi adalah 113 di Provinsi Papua. Dalam lingkup nasional, rasio jenis kelamin pada kelompok umur 0–4 sebesar 106, umur 5–9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 93 sampai dengan 109, dan umur 65+ sebesar 81.[2]

Sensus penduduk 2020[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan SP2020, jumlah penduduk laki-laki adalah 136,66 juta (50,58%), sementara jumlah penduduk perempuan adalah 133,54 juta (49,42%). Rasio jenis kelamin penduduk Indonesia adalah 102. Jika ditilik per provinsi, rasio jenis kelamin tertinggi terdapat di Provinsi Papua sebesar 114, sementara rasio terendah ditemukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu sebesar 98.[1]

Umur[sunting | sunting sumber]

Komposisi umur penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk 1971 hingga 2020 dapat dilihat di bawah ini.

Tahun sensus Proporsi kelompok umur (%)[1]
0–14 tahun 15–64 tahun 65+ tahun
1971 2,49 53,39 44,12
1980 3,25 55,84 40,91
1990 3,77 59,58 36,65
2000 4,53 65,03 30,44
2010 5,04 66,09 28,87
2020 5,95 70,72 23,33

Agama[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Indonesia hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Menurut sensus penduduk tahun 2010, sebanyak 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam; 6,96% adalah Protestan; 2,91% adalah Katolik; 1,69% adalah Hindu; 0,72% adalah Buddha; dan 0,05% adalah Konghucu.[13]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional di Indonesia. Selain bahasa nasional, masyarakat Indonesia setidaknya juga menguasai satu bahasa daerah, dan sering kali bahasa ibu mereka adalah bahasa daerah tersebut, sedangkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua mereka. Menurut Ethnologue, ada 737 bahasa yang masih hidup di Indonesia[14] dan bahasa daerah yang paling banyak dipakai di Indonesia adalah bahasa Jawa.

Jumlah pengguna bahasa sehari-hari di Indonesia menurut sensus 2010 sebagai berikut:

Bahasa Populasi Persentase
Jawa 68.044.660 31,79
Indonesia 42.682.566 19,94
Sunda 32.412.752 14,4
Melayu 7.901.386 3,69
Madura 7.743.533 3,62
Minangkabau 4.232.226 1,98
Banjar 3.651.626 1,71
Bugis 3.510.249 1,64
Bali 3.371.049 1,57
Batak 3.318.360 1,55
Cirebon 3.086.721 1,44
Sasak 2.691.127 1,26
Aceh 2.550.055 1,19
Betawi 2.244.648 1,05
Palembang 2.181.769 1,02

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar (Pasal 6 UU No. 20 tahun 2003). Berdasarkan hasil SP2010, persentase penduduk 7–15 tahun yang belum atau tidak sekolah sebesar 2,51 persen dan yang tidak sekolah lagi sebesar 6,04 persen.[2]

Ukuran atau indikator untuk melihat kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terkait pendidikan antara lain pendidikan yang ditamatkan dan angka melek huruf (AMH). Berdasarkan hasil SP2010, persentase penduduk 5 tahun ke atas berpendidikan minimal tamat SMP atau sederajat sebesar 40,93 persen. Ini menunjukkan kualitas SDM menurut tingkat pendidikan formalnya relatif masih rendah. AMH penduduk berusia 15 tahun ke atas sebesar 92,37 persen yang berarti setiap 100 penduduk usia 15 tahun ke atas ada 92 orang yang melek huruf. Penduduk dikatakan melek huruf jika dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Migrasi penduduk besar-besaran ke wilayah Nusantara diyakini setidak-tidaknya terjadi atas dua gelombang migrasi. Migrasi besar-besaran pertama terjadi beberapa abad sebelum Masehi, yang penduduknya saat ini dikenal sebagai rumpun Proto-Melayu yang hidup di daerah pedalaman dan pegunungan; migrasi besar-besaran kedua menjelang abad Masehi, penduduknya saat ini hidup di daerah pesisir dan dataran rendah dikenal sebagai rumpun Deutro-Melayu. Kebanyakan penduduk Indonesia adalah penutur bahasa Austronesia yang mendiami Daratan Indonesia bagian Barat dan Daratan Indonesia Bagian Tengah; sebagian kecil, terutama di Daratan Indonesia Bagian Timur didiami oleh penutur bahasa Papua.

Imigran ke Indonesia terutama berasal dari Tiongkok dan merupakan penduduk keturunan asing yang terbanyak, menyebar hampir di semua kota besar di Indonesia. Demikian pula pendatang dari Arab, Hadramaut -Yaman merupakan kelompok pendatang kedua terbanyak dan disusul oleh pendatang dari India dan sekelompok kecil dari Eropa. Suku bangsa pribumi yang terbanyak persentasenya di Indonesia adalah suku Jawa dan disusul oleh suku Sunda.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sumber: Badan Pusat Statistik,[1][5] Wertheim (1959),[6] Widjojo Nitisastro (2006)[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g Badan Pusat Statistik (21 Januari 2021), Hasil Sensus Penduduk 2020 (PDF) 
  2. ^ a b c d e Badan Pusat Statistik (Oktober 2011), Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia: Hasil Sensus Penduduk 2010 (PDF), diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2017 
  3. ^ "Proyeksi Penduduk menurut Provinsi, 2010-2035 (Ribuan)". Badan Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Maret 2015. 
  4. ^ Migiro, Geoffrey (6 Mei 2019). "Most Populated Islands in the World". World Atlas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 April 2021. 
  5. ^ "Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1995, 2000 dan 2010". Badan Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 November 2017. Diakses tanggal 20 Juli 2015. 
  6. ^ Wertheim, W. F. (1959). Indonesian Society in Transition (edisi ke-2 (revised)). 's-Gravenhage: W. van Hoeve. hlm. 370. 
  7. ^ Nitisastro, Widjojo (2006). Population trends in Indonesia (dalam bahasa Inggris). ISBN 9789793780436. 
  8. ^ Berdasarkan Data Wilayah Depdagri. Lihat di situs Depdagri Diarsipkan 2009-08-14 di Wayback Machine.
  9. ^ Badan Pusat Statistik (21 Januari 2021). "Hasil Sensus Penduduk 2020". BPS. Diakses tanggal 27 April 2021. 
  10. ^ a b Sensus Penduduk 2010
  11. ^ Kuoni - Far East, A world of difference. Page 88. Published 1999 by Kuoni Travel & JPM Publications
  12. ^ Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
  13. ^ Sensus Penduduk BPS tahun 2010: Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut
  14. ^ ethnologue.com