Kepulauan Riau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Disambig gray.svg
Kepulauan Riau
Provinsi
Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I).jpg
Lambang Kepulauan Riau
Lambang
Semboyan: "Berpancang Amanah Bersauh Marwah"
Negara  Indonesia
Hari jadi 24 September 2002
Dasar hukum UU No. 25 Tahun 2002
Ibu kota Tanjungpinang
Koordinat 1º 10' LS - 5º 10' LU
102º 50' - 109º 20' BT
Pemerintahan
 • Gubernur Muhammad Sani
 • Wakil Gubernur Muhammad Soerya Respationo
Area
 • Total 8.202 km2 (3,167 mil²)
  2.408 pulau
Populasi (2010)[1]
 • Total 1.679.163
 • Kepadatan Bad rounding here200/km2 (Bad rounding here530/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsa

Pribumi:
Melayu (35,6%), Suku Laut

Pendatang:
Jawa (22,2%), Tionghoa (9,3%), Minangkabau (9,3%), Batak (8,1%), Bugis (2,2%), Banjar (0,7%) [2]
 • Agama Islam, Kristen, Buddha, Khonghucu, Katolik dan Hindu
 • Bahasa Bahasa Melayu Riau, Bahasa Indonesia, Bahasa Hokkien, Bahasa Tiochiu
Zona waktu WIB(UTC+7)
Kabupaten 5
Kota 2
Kecamatan 52
Desa/kelurahan 299
Lagu daerah Hang Tuah, Pak Ngah Balek, Pulau Bintan, Segantang Lada
Rumah tradisional Rumah Belah Bubung
Senjata tradisional Keris Sempena Riau, Pedang Jenawi, Badik
Situs web www.kepriprov.go.id

Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara; Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di timur; provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di selatan; Negara Singapura, Malaysia dan provinsi Riau di sebelah barat.

Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten, dan 2 kota, 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar, dan kecil yang 30% belum bernama, dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 252.601 km², sekitar 95% merupakan lautan, dan hanya sekitar 5% daratan.

Nama[sunting | sunting sumber]

Asal usul nama Kepulauan Riau berasal dari nama Riau. Riau diduga berasal kata "riuh" yang berarti ramai. Hal ini dikarenakan daerah Kepulauan Riau dahulunya merupakan pusat perdagangan dan keramaian. Lalu nama ini berkembang dengan digunakannya nama Riau pada nama Kesultanan Lingga. Pada masa kolonial, kata Riau diubah menjadi Riouw.

Setelah proklamasi kemerdekaan, wilayah Riau (Kepulauan Riau saat ini) disatukan dengan wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatera. Dahulunya, hal ini dilakukan karena gerakan Ganyang Malaysia sehingga mempermudah hubungan dari wilayah kepulauan ke daratan Sumatera.

Namun, seiring berjalannya waktu, nama Riau digunakan oleh wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatera, sementara Kepulauan Riau memekarkan diri. Kata kepulauan ditambahkan didepan kata Riau karna wilayah yang sebagian besar lautan atau berbentuk kepulauan.

Asal usul nama Riau juga menuai polemik diantara budayawan Riau dan Kepulauan Riau. Kedua kubu ini menilai bahwa nama Riau berasal dari provinsinya masing-masing dengan versi sejarah yang berbeda.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah sebelum pembentukan provinsi[sunting | sunting sumber]

Masa sejarah di Kepulauan Riau dimulai dengan ditemukannya Prasasti Pasir Panjang di Karimun yang terdapat semboyan pemujaan melalui tapak kaki Buddha. Hal ini diduga berhubungan dengan Kerajaan Melayu di Sumatera. Buddha diperkiran masuk melalui pedagang dari Tiongkok dan India.

Masa Islam di Kepulauan Riau berkembang dengan berdirinya Kesultanan Riau-Lingga. Kesultanan ini berazaskan Melayu Islam dan Islam sendiri dikenal setelah dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India, dan Arab.

Masa Kolonial sangat berpengaruh dalam sejarah Kepulauan Riau. Julukan Hawaii Van Lingga yang diberikan kepada pulau Penuba, penggunaan uang tersendiri bagi Kepulauan Riau, dan terbentuknya Karesidenan Riouw menjadi bukti pengaruh kuat para kolonial di Kepulauan Riau.

Setelah masa kemerdekaan, Kepulauan Riau bergabung dengan wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatera sehingga membentuk provinsi Riau. Dahulunya, Kepulauan Riau juga menggunakan mata uang tersendiri bernama Uang Kepulauan Riau (KR). Namun secara perlahan, penggunaan mata uang ini dihentikan dan digantikan dengan mata uang Rupiah.

Setelah lama bergabung dengan Riau, Kepulauan Riau akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dengan membentuk Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR). Perjuangan BP3KR akhirnya membuahkan hasil dengan pemekaran provinsi Kepulauan Riau dari Riau pada tanggal 24 September 2002.

Sejarah setelah pembentukan provinsi[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan negara tetangga, yaitu Singapura, Malaysia, dan Vietnam yang memiliki luas wilayah 251.810,71 km² dengan 96 persennya adalah perairan dengan 1.350 pulau besar, dan kecil telah menunjukkan kemajuan dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Ibukota provinsi Kepulauan Riau berkedudukan di Tanjungpinang. Provinsi ini terletak pada jalur lalu lintas transportasi laut, dan udara yang strategis, dan terpadat pada tingkat internasional serta pada bibir pasar dunia yang memiliki peluang pasar.

Titik tertinggi di Kepulauan Riau adalah Gunung Daik (1.165 mdpl) yang terdapat di pulau Lingga.

Sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

Kepri memiliki potensi sumber daya alam mineral, dan energi yang relatif cukup besar, dan bervariasi baik berupa bahan galian A (strategis) seperti minyak bumi, dan gas alam, bahan galian B (vital) seperti timah, bauksit, dan pasir besi, maupun bahan galian golongan C seperti granit, pasir, dan kuarsa.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten dan kota[sunting | sunting sumber]

Ibukota provinsi di kota Tanjung Pinang.
No. Kabupaten/Kota Ibu kota Kepala daerah
1 Kabupaten Bintan Bandar Seri Bentan Ansar Ahmad
2 Kabupaten Karimun Tanjung Balai Karimun Nurdin Basirun
3 Kabupaten Kepulauan Anambas Tarempa Tengku Mukhtaruddin
4 Kabupaten Lingga Daik Daria
5 Kabupaten Natuna Ranai Ilyas Sabli
6 Kota Batam - Ahmad Dahlan
7 Kota Tanjung Pinang - Lis Darmansyah

Daftar Gubernur[sunting | sunting sumber]

Gedung Daerah Provinsi Kepri di Kota Tanjung Pinang.

Gubernur dijabat oleh H. Muhammad Sani yang sebelumnya menjabat Wakil Gubernur Kepulauan Riau. Wakil Gubernur dijabat oleh Surya Respationo.

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan Wakil Gubernur
Ismeth abdullah.jpg Ismeth Abdullah
(Penjabat Gubernur)
1 Juli 2004 2005 Tidak Ada
Darjo Sumarjono
(Penjabat Gubernur)
2005 19 Agustus 2005
1 Ismeth abdullah.jpg Ismeth Abdullah 19 Agustus 2005 19 Agustus 2010 Muhammad Sani
2 Muhammad-Sani.jpg Muhammad Sani 19 Agustus 2010 sekarang Soerya Respationo


Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Kepulauan Riau hasil Pemilihan Umum Legislatif 2014 tersusun dari sepuluh partai, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi
Lambang PDI-P PDI-P 9
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 8
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 7
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 5
Lambang PKS PKS 4
Lambang PKB PKB 3
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 3
Lambang PPP PPP 2
Lambang PAN PAN 2
Lambang Partai NasDem Partai NasDem 2
Total 45

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2005 adalah sebesar 6,57%. Sektor-sektor yang tumbuh dengan baik (lebih cepat dari pertumbuhan total PDRB) pada tahun 2005 antara lain sektor pengangkutan, dan komunikasi (8,51%), sektor industri pengolahan (7,41%), sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (6,89%), sektor jasa (6,77%), serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran (6,69%).

PDRB Perkapita Provinsi Kepulauan Riau dalam lima tahun terakhir (2001-2005) cenderung mengalami kenaikan. Pada tahun 2001 PDRB Perkapita (Atas Harga Berlaku – Tanpa Migas) sebesar Rp. 22,808 juta, dan pada tahun 2005 meningkat sehingga menjadi sebesar Rp.29,348 juta. Namun secara riil (tanpa memperhitungkan inflasi) PDRB Perkapita (tanpa gas) pada tahun 2001 hanya sebesar Rp.20,397 juta, dan pada tahun 2005 meningkat menjadi sebesar Rp. 22,418 juta.

Kelautan[sunting | sunting sumber]

Sebagai provinsi kepulauan, wilayah ini terdiri atas 96 % lautan. Kondisi ini sangat mendukung bagi pengembangan usaha budidaya perikanan mulai usahapembenihan sampai pemanfaatan teknologi budidaya maupun penangkapan. Di Kabupaten Karimun terdapat budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, kerambah jaring apung. Kota Batam, Kabupaten Bintan, Lingga, dan Natuna juga memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan. Selain perikanan tangkap di keempat kabupaten tersebut, juga dikembangkan budidaya perikanan air laut, dan air tawar. Di kota Batam tepatnya di Pulau Setoko, bahkan terdapat pusat pembenihan ikan kerapu yang mampu menghasilkan lebih dari 1 juta benih setahunnya. Di Kota Batam tepatnya didaerah Telaga Punggur, ada satu pelabuhan perikanan yang dikelola murni oleh swasta . Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur diresmikan pada tanggal 08 Januari 2010 oleh Menteri Kelautan, dan Perikanan R.I Dr. Ir. H. Fadel Muhammad. Letak pelabuhan perikanan swasta Telaga Punggur sangat strategis karena berhadapan dengan jalur lintas kapal penangkapan ikan antara Propinsi Kepri, dan Natuna, ZEEI , Laut Cina Selatan serta keberadaan pelabuhan perikanan swasta Telaga Punggur di Kota Batam sangat dekat dengan negara Singapura yang dapat meningkatkan ekspor hasil laut, dan menambah pendapatan asli daerah.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Potensi di bidang peternakan difokuskan pada ternak itik, ternak sapi, ternak ayam, ternak babi, dan ternak kambing yang umumnya masih dilaksanakan oleh peternakan kecil.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi Kepulauan Riau berpotensi untuk diolah menjadi lahan pertanian, dan peternakan mengingat tanahnya subur. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam. Disamping palawija, dan holtikultura, tanaman lain seperti kelapa, kopi, gambir, nenas serta cengkeh sangat baik untuk dikembangkan. Demikian juga di kabupaten Bintan dan Lingga sangat cocok untuk ditanami buah-buahan, dan sayuran. Di beberapa pulau sangat cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Salah satu perkebunan kelapa sawit terbesar di Kepulauan Riau terdapat di kawasan Tirta Madu.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pulau Penyengat dilihat dari kota Tanjung Pinang.

Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang wisata dari mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing yang datang berkunjung mencapai 1,5 juta orang pada tahun 2005. Objek wisata di provinsi Kepulauan Riau antara lain adalah wisata pantai yang terletak di berbagai kabupaten, dan kota. Pantai Melur, Pulau Abang dan Pantai Nongsa di kota Batam, Pantai Pelawan di kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di kabupaten Bintan. Kabupaten Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkeling.

Selain wisata pantai dan bahari, provinsi Kepulauan Riau juga memiliki objek wisata lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat pulau Penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat masjid bersejarah, dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang kedua-duanya adalah pahlawan nasional.

Kawasan wisata di Kepulauan Riau juga mendapat banyak penghargaan. Treasure Bay di Lagoi, Bintan merupakan kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara, Patung Dewi Kwan Im di KTM Resort yang tertinggi se-Asia Tenggara, Vihara Avalokitesvara Graha yang terbesar se-Asia Tenggara, Patung Dewi Kwan Im didalam Vihara Avalokitesvara Graha merupakan patung Dewi Kwan Im terbesar yang terdapat dalam sebuah ruangan se-Indonesia, Pulau Bawah di Anambas yang termasuk pulau tropis terbaik Asia versi CNN, Pantai Sisi di Natuna yang termasuk pantai alami terbaik di dunia versi majalah Island, dan Funtasy Island yang merupakan kawasan agrowisata terbesar di dunia.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kapal speedboat yang menghubungkan pulau Batam (pelabuhan Telaga Punggur) dan pulau Bintan.

Sistem transportasi yang terdapat di provinsi ini sangat beragam, sesuai dengan kondisi alam, dan jarak antar wilayahnya. Adapun jenis transportasi yang terdapat di provinsi ini adalah:

Transportasi laut[sunting | sunting sumber]

  • Perahu motor kecil (pompong), banyak digunakan oleh masyarakat di kawasan pesisir (hinterland).
  • Kapal ferry (MV), merupakan transportasi utama antar kota (Tanjungpinang - Batam - Karimun - Lingga).
  • SpeadBoat, merupakan transportasi boat cepat, biasa digunakan masyarakat untuk tujuan Tanjungpinang - Lobam - Batam.
  • KM. Perintis, merupakan salah satu transportasi laut menuju ke dan dari kabupaten Natuna, kepulauan Anambas, juga kepulauan Tambelan.
  • Pelni merupakan salah satu transpotasi masyarakat Karimun, Bintan, dan Batam menuju daratan Sumatera atau pulau Jawa.
  • ASDP atau Kapal RoRo (Roll On Roll Off) merupakan salah satu transportasi laut utama bagi masyarakat Tanjungpinang, Bintan, Batam, Karimun, dan Lingga.

Transportasi darat[sunting | sunting sumber]

  • Taksi, merupakan salah satu alat transportasi darat utama di Kota Batam, selain itu merupakan salah satu angkutan umum dari kota Tanjungpinang menuju Kijang (Kec. Bintan Timur - Kab. Bintan).
  • Angkutan kota (angkot), memiliki perbedaan sebutan di masing-masing daerah, di kota Tanjungpinang sebutan untuk angkot adalah "Transport", sedangkan di kota Batam disebut "Metro Trans".
  • Bus, untuk Kota Batam, bus sendiri memiliki beberapa jenis, diantaranya: Damri, dan bus kota (Busway). Di Kota Tanjungpinang, bus digunakan oleh masyarakat untuk menuju Tanjunguban (Kec. Bintan Utara - Kab.Bintan). Selain itu juga terdapat bus khusus anak sekolah.
  • Becak motor, di kawasan pesisir (hinterland) seperti kawasan Kec. Belakang Padang, dan pulau Penyengat terdapat sebuah transportasi darat yang cukup unik, yakni Becak Motor.
  • Ojek.
  • Pembangunan monorail di Kota Batam

Transportasi udara[sunting | sunting sumber]

Provinsi ini memiliki 5 bandara udara, yakni:

  • Bandara Internasional Hang Nadim (Batam), Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Bandara Sei Bati di Karimun, Bandara Ranai di Natuna, Bandara Dabo di Dabo Singkep (Lingga) dan Bandara Matak di Matak (Kepulauan Anambas).
  • Bandara Internasional Hang Nadim (Batam) merupakan sebuah kebanggaan bagi provinsi Kepulauan Riau, karena bandara ini mempunyai landasan terpanjang di Asia Tenggara.
  • Dalam waktu dekat, sebuah bandara baru akan dibangun di provinsi ini yang terletak di Kabupaten Bintan Utara. Bandara baru ini dinamakan Bandara Busung yang konon dikabarkan akan menempati luas area sampai 170 hektare. Bandara baru juga akan dibangun di Tambelan, Bintan dan Letung, Kepulauan Anambas.

Pers dan media massa[sunting | sunting sumber]

Tanjung Balai, kabupaten Karimun
  1. Televisi
    • Batam Televisi (BTV)
    • Semenanjung Televisi (STV)
    • RTV Batam
    • Barvis TV
    • Urban TV (UTV)
    • Barelang TV
    • Tanjungpinang TV (TVTPI)
    • Hang TV
    • Ficom TV
    • Bintan Vision TV (Bintan Channel)
    • Kepri Cyber School TV (KCSTV)
    • Natuna TV
    • Karimun TV (KTV)
  2. Koran Harian
  3. Portal Media Harian
  4. Koran Mingguan/Dwi Mingguan/Bulanan
    • Koran Buruh
    • Putra Kelana
    • Radar Kepri
    • Swara Mahasiswa
  5. Majalah/Tabloid
    • Batamag
    • Batamlook
    • Bharindo Riau Kepri
    • Brantas News
    • Bintan Indonesia
    • Kepri Terkini
    • Lentera Kepri
    • Obor Rakyat
    • Olahraga Futsal Batam
    • Pendidikan Guru
    • Sapujagat
    • Sinar Pelangi Tanjungpinang
    • Skola
    • Spirit Kepri
    • SYI'AR
    • Tabloid Islam
    • Karimun Corner Magz
    • c-Majalah (Anambas Creative)
    • Geliga
    • Majalah Karimun
    • Metro Kepri
    • MySoul
    • Pena Kepri
    • Satu Tekad
    • Tiro Biro Karimun
    • Warta Karimun
  6. Radio
    • RRI Prog1 (AM-FM) - Tanjungpinang
    • RRI Prog2 (FM) - Tanjungpinang
    • RRI Batam - Batam
    • RRI Prog1 Ranai - Natuna
    • RRI Prog2 Ranai - Natuna
    • Club FM - Tanjungpinang
    • Bis FM - Tanjungpinang
    • Iguana FM - Tanjungpinang
    • Mercy FM - Tanjungpinang
    • Pandawa FM - Tanjungpinang
    • Green Radio - Tanjungpinang
    • Aljabar FM (Serumpun Radio) - Batam
    • Batam FM - Batam
    • Zoo FM - Batam
    • Kei FM - Batam
    • BiGS FM - Batam
    • GFan FM - Batam
    • Discovery Minang FM (Radio Elshinta) - Batam
    • Gress Radio - Batam
    • Erabaru FM - Batam
    • Salam FM - Batam
    • Sing FM - Batam
    • STB FM - Batam
    • Saluran Batam FM - Batam
    • Seila FM - Batam
    • Sindo Trijaya FM - Batam
    • Discovery Minang FM - Batam
    • Hang FM - Batam
    • Idola FM - Batam
    • Ramako FM - Batam
    • O-Nine FM - Tanjungpinang
    • Swara Gemilang Nuansa Persada FM - Tanjungpinang
    • Bunda Tanah Melayu FM - Lingga
    • Bintan Radio - Bintan
    • Radio Skansa Bintan - Bintan
    • Azam FM - Karimun
    • Canggai Putri FM - Karimun
    • Bumi Berazam FM - Karimun
    • Berlian FM - Anambas
    • Gema Anambas FM - Anambas
    • Natuna FM - Natuna
    • Pradana FM - Natuna

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau adalah Melayu, Bugis, Jawa, Orang Laut, Arab, India, Tionghoa, Minangkabau, Batak, Banjar, Sunda, Palembang, Aceh, Jambi, Dayak, dan Flores.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa yang dipakai adalah bahasa resmi yaitu Bahasa Indonesia dan ada juga yang menggunakan bahasa Melayu.

Bahasa Melayu Riau mempunyai sejarah yang cukup panjang, karena pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

Pada zaman Kerajaan Sriwijaya, Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa internasional Lingua franca di kepulauan Nusantara, atau sekurang-kurangnya sebagai bahasa perdagangan di Kepulauan Nusantara. Bahasa Melayu, semenjak pusat kerajaan berada di Malaka kemudian pindah ke Johor, akhirnya pindah ke Riau mendapat predikat pula sesuai dengan nama pusat kerajaan Melayu itu. Karena itu bahasa Melayu zaman Melaka terkenal dengan Melayu Melaka, bahasa Melayu zaman Johor terkenal dengan Melayu Johor, dan bahasa Melayu zaman Riau terkenal dengan bahasa Melayu Riau.

Pada zaman dahulu ada beberapa alasan yang menyebabkan Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi digunakan, yaitu:

  1. Bahasa Melayu Riau secara historis berasal dari perkembangan Bahasa Melayu semenjak berabad-abad yang lalu. Bahasa Melayu sudah tersebar keseluruh Nusantara, sehingga sudah dipahami oleh masyarakat, bahasa ini sudah lama menjadi bahasa antar suku di Nusantara.
  2. Bahasa Melayu Riau sudah dibina sedemikian rupa oleh Raja Ali Haji dan kawan-kawannya[butuh rujukan], sehingga bahasa ini sudah menjadi standar.
  3. Bahasa Melayu Riau sudah banyak publikasi, berupa buku-buku sastra, buku-buku sejarah, dan agama baik dari zaman Melayu klasik maupun dari yang baru.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi yang ada:

  1. Politeknik Negeri Batam
  2. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) (Tanjungpinang)
  3. Universitas Internasional Batam
  4. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Miftahul U'lum (Tanjungpinang)
  5. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji (Tanjungpinang)
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang (Tanjungpinang)
  7. Universitas Batam
  8. Universitas Putera Batam
  9. STMIK Putera Batam
  10. Universitas Riau Kepulauan (Batam)
  11. Universitas Karimun
  12. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ibnu Sina (Batam)
  13. Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina (Batam)
  14. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Ibnu Sina (Batam)
  15. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pembangunan (Tanjungpinang)
  16. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (Tanjungpinang)
  17. Akademi Akuntansi Tanjung Pinang
  18. Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang
  19. Akademi Keperawatan Angkatan Laut Tanjungpinang
  20. Akademi Keperawatan Griya Husada (Batam)
  21. Akademi Keperawatan Mitra Bunda Persada (Batam)
  22. Akademi Bahasa Asing Tanjungpinang
  23. Akademi Bahasa Asing Putera Batam
  24. Politeknik Kesehatan Kepulauan Riau (Tanjungpinang)
  25. Politeknik Pariwisata Batam
  26. Akademi Keperawatan Angkatan Laut (Tanjungpinang)
  27. Sekolah Tinggi Katolik Bentara Persada (Batam)
  28. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - International Gurindam Archipelago (Tanjungpinang)
  29. Sekolah Tinggi Keguruan, dan Ilmu Pendidikan Al-Fayed (Batam)
  30. Sekolah Tinggi Teknik Batam
  31. Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam
  32. Sekolah Tinggi Katolik Bentara Persada (Batam)
  33. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Sahid Bintan
  34. Sekolah Tinggi Teologi Calvary (Batam)
  35. Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (Batam)
  36. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun
  37. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cakrawala (Karimun)
  38. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bunda Tanah Melayu (Lingga)
  39. Sekolah Tinggi Agama Islam Natuna
  40. Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdurrahman (Tanjungpinang)

Seni dan budaya[sunting | sunting sumber]

Musik[sunting | sunting sumber]

Musik Melayu Kepulauan Riau, dan musik yang berkembang oleh masyarakat Kepulauan Riau mencakup Musik Melayu dalam bentuk Langgam atau Senandung, Musik Joget, Musik Zapin, Musik Silat, Musik Inang, Musik Ghazal, Musik Boria, Musik Mak Yong, Musik Mendu, Musik Lang-lang Buana, Musik Bangsawan, Musik Barongsai, Musik Gamelan yang dulunya berkembang istana Daik Lingga dengan sebutan Musik Tari Joget Lingga, Musik Randai, Musik Dul Muluk, Musik Tari Inai, Musik Kompang, Musik Berdah, Musik Rebana, Musik Kasidah, Musik Nobat yang bisa digunakan pada acara ritual kerajaan di Riau Lingga, Musik Boria, Musik Kuna kepang, Musik Wayang cecak, Musik Randai, Musik Angklung, Musik Manora, Musik Keroncong, Musik Dangdut, Musik Pop, Musik Gondang dari Sumatera Utara, Musik Agogo, dan lainnya.

Tarian[sunting | sunting sumber]

Tari Melayu di Kepulauan Riau yang berkembang di kabupaten, dan kota antara lain: Tari Zapin, Tari Joget Dangong, Tari Jogi, Tari Melemang, Tari Makyong, Tari Mendu, Tari Inai, Tari Dayung Sampan, Tari Topeng, Tari Lang-Lang Buana, Tari Alu, Tari Ayam Sudur, Tari Boria, Tari Zikir Barat, Tari Rokana, Tari Joget lambak, Tari Damnah, Tari Semah Kajang, Tari Dendang Dangkong, Tari Sirih Lelat, Tari Tebus Kipas, Tari Sekapur Sirih, Tari Engku Puteri, Tari Mustika Kencana, Tari Marhaban, Tari Menjunjung Duli, Tari Tandak Pengasih, Tari Ikan Kekek, Tari Tarek Rawai, Tari Pasang Rokok, Tari Masri, Tari Betabik, Tari Lenggang Cecak, Tari Laksemane Bentan, Joget Bebtan, Tari Joget Kak Long dari Moro, Tari Joget Mak Dare, Tari Joget Makcik Normah di pulau Panjang Batam.

Seni teater[sunting | sunting sumber]

Teater Melayu yang berkembang di Provinsi Kepulauan Riau antara lain: Teater Makyong di Kabupaten Bintan tepatnya di Pulau Mantang, Pulau Panjang, Batam; Teater Mendu di Kabupaten Ranai tepatnya di Kecamatan Sedanau, dan Ranai; Teater Lang-lang Buana di Kabupaten Natuna tepatnya di Ranai, dan Wayang Bangsawan di Daik Lingga, Dabo Singkep, Pulau Penyengat.

Teater dari daerah lain yang berada di Provinsi Kepulauan Riau antara lain seperti: Randai, Ketoprak, Wayang Orang, Dul Muluk, dan Manora. Semuanya dikembangkan oleh masyarakat, dan suku lain yang berada di provinsi Kepulauan Riau.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Laut Tiongkok Selatan, Laut Natuna, Kamboja, Vietnam
Selatan Selat Berhala, Kepulauan Bangka Belitung
Barat Pulau Sumatera, Riau, Jambi, Malaysia Barat, Singapura
Timur Pulau Kalimantan, Kalimantan Barat, Malaysia Timur, Selat Karimata

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sensus Penduduk 2010
  2. ^ Kepulauan Riau, Keberagaman Identitas dalam Kesatuan Kultur. http://epaper.kompas.com. February 6th. 
  3. ^ Harian Haluan terbit di tiga provinsi

Pranala luar[sunting | sunting sumber]