Birang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Birang
Olig octo 060509 5616-2 rsz.jpg
Seekor birang
dari Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Famili: Colubridae
Subfamili: Colubrinae
Genus: Oligodon
Spesies: O. octolineatus
Nama binomial
Oligodon octolineatus
(Schneider, 1801)
Sinonim

Elaps octo-lineatus Schneider 1801[1]

Birang (Oligodon octolineatus) adalah spesies ular kukri berukuran kecil yang tersebar di daerah tropis Asia Tenggara. Nama umum ular ini dalam bahasa Inggris adalah Striped Kukri Snake. Sedangkan nama spesifiknya, octolineatus, artinya "bergaris delapan", mengacu pada garis-garis di tubuhnya yang berjumlah delapan garis yang membentang dari belakang kepala hingga ekor.[2][3][4][5]

Deskripsi fisik[sunting | sunting sumber]

Close-up kepala
Pola warna yang hampir mirip ular cabai
Striped Kukri Snake (Oligodon octolineatus) (6749975673).jpg
Striped Kukri Snake (Oligodon octolineatus) (6749987741).jpg

Panjang tubuh birang mencapai 70 cm. Diameter tubuhnya sebesar ibu-jari tangan orang dewasa. Kepalanya berwarna cokelat muda dengan dua garis diagonal agak tebal berwarna hitam atau cokelat tua. Tubuh bagian atas berwarna dasar cokelat tua dengan delapan garis berwarna terang yang membentang dari belakang kepala hingga ekor. Satu garis berwarna jingga atau merah cerah terletak di pucak tubuh atas, sedangkan garis-garis lainnya berwarna cokelat muda dan terletak di sisi badan. Bagian bawah tubuh berwarna cokelat muda, cokelat pucat, jingga, atau kemerahan, dengan garis tipis berwarna putih di kedua sisinya yang membentang dari leher hingga ekor. Pola warna ular ini hampir mirip dengan ular cabai (Calliophis intestinalis) sehingga orang yang melihatnya sering mengira adalah ular cabai yang berbisa. Namun, ular cabai tidak memiliki corak hitam di kepalanya, dan ekornya berwarna merah cerah. Sementara birang tidak memiliki warna merah cerah di ekornya.[5][4][6]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Birang tersebar luas di Malaysia, Singapura, Indonesia (Sumatra, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Jawa, dan Kalimantan), dan Filipina (Pulau Palawan).[7]

Habitat utama ular ini adalah hutan hujan, hutan terbuka, perkebunan, dan juga persawahan dari dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter DPL.[4][6]

Perilaku, makanan, dan reproduksi[sunting | sunting sumber]

Birang aktif pada siang hingga sore hari, biasanya berkeliaran di tumpukan dedaunan yang jatuh, atau di bawah batu di tepi sungai. Ular ini juga sering dijumpai sedang berjemur di dahan tanaman liar dan palem-paleman.[2][6]

Makanan utamanya adalah kadal kecil, cecak, kodok, dan juga ikan kecil. Ular ini terkadang juga memangsa ular lain yang lebih kecil, telur burung, dan juga anak tikus. Ular ini menggunakan giginya yang berbentuk mirip pisau kukri untuk emnggigit dan merobek mangsanya.[5][6]

Ular ini berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan hanya 4 atau 5 butir saja.[4][6]

Pustaka acuan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Schneider, J.G. 1801. Historiae Amphibiorum naturalis et literariae. Fasciculus secundus continens Crocodilos, Scincos, Chamaesauras, Boas, Pseudoboas, Elapes, Angues, Amphisbaenas et Caecilias: 299. Impressus Ienae [Jena] : Sumtibus Friederici Frommanni.
  2. ^ a b Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya. Singapore National Printers, Singapore. p. 51
  3. ^ Lim, F.L.K. & Lee, M.T.M. 1989. Fascinating Snakes of Southeast Asia. An introduction. Tropical Press, Kuala Lumpur, p. 46-47.
  4. ^ a b c d David, P. & G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history notes. Editon Chimaira, Frankfurt am Main. p. 99-101
  5. ^ a b c Das, I. 2011. A Photographic Guide to Snakes and Other Reptiles of Borneo. 2nd Ed. New Holland Publisher Ltd. p. 42
  6. ^ a b c d e http://ularindonesian.blogspot.com/p/oligodon-octolineatus.html
  7. ^ http://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Oligodon&species=octolineatus&search_param=%28%28genus%3D%27Oligodon%27%2Cexact%29%29

  • Lidth DE JEUDE, T.W. VAN 1922. Snakes from Sumatra. Zoologische Mededelingen 6: 239-253. - get paper here
  • Das, I. 2012. A Naturalist's Guide to the Snakes of South-East Asia: Malaysia, Singapore, Thailand, Myanmar, Borneo, Sumatra, Java and Bali. Oxford J, ohn Beaufoy Publishing - get paper here