Birang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Birang
Olig octo 060509 5616-2 rsz.jpg
Oligodon octolineatus,
dari Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Famili: Colubridae
Subfamili: Colubrinae
Genus: Oligodon
Boie, 1827
Spesies: O. octolineatus
Nama binomial
Oligodon octolineatus
(Schneider, 1801)
Sinonim

Elaps octo-lineatus Schneider 1801[1]

Birang (Oligodon octolineatus) adalah sejenis ular yang bertubuh kecil, anggota suku Colubridae. Ular ini juga dikenal sebagai ular pitar atau dalam bahasa Inggris, Striped Kukri Snake.

Identifikasi[sunting | sunting sumber]

Close-up kepala
Lihat pada Sisik ular untuk istilah-istilah yang digunakan di sini.

Birang adalah sejenis ular yang cantik. Warnanya kecoklatan dengan 3-4 pasang garis atau pita hitam memanjang, yang paling atas paling tebal (octolineatus berarti: dengan delapan garis). Pita jingga atau merah terang metalik berjalan tepat di atas tulang punggungnya (vertebrae) hingga ke ekor, yang merupakan ciri khas ular ini[2]. Demikian pula pola coreng simetris kehitaman di atas kepalanya, yang menjadi pertanda kebanyakan marga Oligodon.

Sisi bawah tubuh putih di sebelah depan (anterior) dan kemerahan sampai merah jambu di bawah ekor. Panjang tubuh hingga sekitar 70 cm[3].

Sisik dorsal (punggung) tersusun dalam 17 deret. Sisik ventral (perut) berjumlah 155-197, sisik anal tunggal, dan sisik subkaudal antara 43-61 pasang. Sisik bibir atas (supralabial) 6 pasang, yang ke-3 dan ke-4 menyentuh mata.[2]

Dinamai juga ular kukri dalam bahasa Inggris, berdasarkan bentuk taringnya yang terletak di mulut bagian belakang. Kukri adalah pisau khas yang biasa digunakan tentara Gurkha.

Kebiasaan dan penyebaran[sunting | sunting sumber]

Kerap kali ditemui di dataran rendah, birang diketahui hidup hingga ketinggian 1.000 m dpl[4]. Habitatnya meliputi hutan, kebun atau taman[4], kebanyakan ular kecil ini aktif di malam hari (nokturnal)[3]. Di wilayah sebarannya, ular ini sering terlihat menyeberangi jalan aspal yang hangat di malam hari.

Ular ini memangsa kecebong, kodok, kadal, dan juga ular lain; serta telur-telur burung, kadal dan kodok[3]. Birang bertelur hingga 4-5 butir sekali[5].

Birang termasuk jinak, tidak suka menggigit jika ditangkap atau dipegang dengan hati-hati. Bila merasa terganggu, ia mengeluarkan semacam bau tidak enak dari pangkal ekornya. Terkadang untuk menghindari gangguan, ular ini menyembunyikan kepalanya di bawah badannya yang bergelung dan memperlihatkan sisi bawah ekornya yang kemerahan.[6]

Birang menyebar di Semenanjung Malaya, Singapura, Sumatra, Nias, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, Jawa, Sulawesi, Kalimantan[3] (termasuk Sarawak, Sabah, Brunei[4]), dan juga Sulu[5].

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Schneider, J.G. 1801. Historiae Amphibiorum naturalis et literariae. Fasciculus secundus continens Crocodilos, Scincos, Chamaesauras, Boas, Pseudoboas, Elapes, Angues, Amphisbaenas et Caecilias: 299. Impressus Ienae [Jena] : Sumtibus Friederici Frommanni.
  2. ^ a b Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya. Singapore National Printers, Singapore. p. 51
  3. ^ a b c d David, P. & G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history notes. Editon Chimaira, Frankfurt am Main. p. 99-101
  4. ^ a b c Stuebing, R.B. & R.F. Inger. 1999. A Field Guide to the Snakes of Borneo. Natural History Publications (Borneo), Kota Kinabalu. p. 106-107
  5. ^ a b Das, I. 2011. A Photographic Guide to Snakes and Other Reptiles of Borneo. 2nd Ed. New Holland Publisher Ltd. p. 42
  6. ^ Lim, F.L.K. & Lee, M.T.M. 1989. Fascinating Snakes of Southeast Asia. An introduction. Tropical Press, Kuala Lumpur, p. 46-47.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]